MANAGED BY:
KAMIS
27 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Jumat, 07 April 2017 14:04
Sekdako Banjarbaru Pastikan Tak Ada Lagi Tambahan Ritel
TEGURAN: Satpol PP Banjarbaru saat menyampaikan teguran ke salah satu ritel.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Munculnya tiga ritel pasca moratorium membuat Sekdako Banjarbaru Said Abdullah jengah. Ia bahkan buka-bukaan, mengatakan ada oknum pemko yang main mata dengan pengusaha. Memberi sinyal untuk membolehkan mereka beroperasi, meski belum mengantongi Izin Usaha Toko Modern.

"Ada oknum pemko yang memberi sinyal, membolehkan mereka buka. Selama informasi ini akurat, oknum ini akan kami peringati dan bina," tegas Said, kemarin (6/4).

Said pula yang memerintahkan Satpol PP bergerak. Hasilnya, satu ritel di Jalan Trikora perempatan Pembatuan sudah tutup, satu ritel dekat Denzipur Guntung Payung dikirimi SP1 (Surat Peringatan Pertama) dan berjanji segera tutup, menyusul satu ritel lagi dekat landasan pacu Bandara Syamsudin Noor.

Ia sangat menyayangkan, jika orang internal pemko malah bertindak bak kepanjangan tangan pengusaha. Menjadi juru lobi, berkeliling dari satu instansi ke instansi lain. Ketika gagal, coba mendekati beberapa pejabat.

"Saya peringatkan, jangan mudah tergoda. Karena kalau berakhir di tangan Satgas Saber Pungli, ceritanya bakal berbeda. Jangan coba-coba menjadi penghubung atau jembatan pengusaha," kecamnya.

Mengenai regulasi, moratorium memang sudah gugur sejak Perda No 11 Tahun 2016 tentang Izin Usaha Toko Modern terbit. Tapi pemko sudah mengambil keputusan. Jumlah ritel di Banjarbaru sudah cukup dan tidak akan ada penambahan ritel dalam kurun waktu yang tak ditentukan.

"Kalau dibiarkan, terjadi monopoli oleh satu-dua merek. Peluang berusaha masyarakat akan tertutup. Sekali lagi, cukup sampai di sini, tidak ada lagi ritel tambahan," jelasnya. Jika tak dikendalikan, dikhawatirkan menjamurnya toko modern bakal mematikan pasar tradisional dan warung kelontongan milik warga.

Mengenai nasib ketiga ritel tersebut, plus dua ritel lainnya yang sedang bersiap buka, Said menyatakan tidak akan ada toleransi. "Kalau memang belum mengantongi izin, ya harus tutup," pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Satpol PP melayangkan SP1 ke toko modern yang baru buka di Jalan Ahmad Yani kilometer 30 Guntung Payung. Sebelum ditutup, mereka meminta tenggat waktu untuk merelokasi barang dan karyawannya. (fud/al/bin)


BACA JUGA

Selasa, 11 April 2017 16:00

Waspada..!! 80 Perusahaan Bodong Diindikasi Hadir di Kalsel

BANJARMASIN - Masyarakat Kalsel diminta lebih hati-hati saat berinvestasi, sebab Otoritas Jasa Keuangan…

Sabtu, 08 April 2017 18:04

Pemkab Banjar Gigit Jari, Miliaran PAD Masuk ke Kas Banjarmasin

BANJARMASIN – Sejak beroperasi pada akhir tahun 2015 lalu, Tree Park Hotel yang masuk wilayah…

Selasa, 28 Maret 2017 20:11

Kok Bisa.. Tiap Bulan Hotel ini Merugi Rp30 Juta

BANJARMASIN – Lesunya perekonomian global ditambah tingginya persaingan usaha, turut berdampak…

Kamis, 16 Maret 2017 11:32

DJP Kalselteng Kejar Target Rp900 Miliar Tax Amnesty di Akhir Bulan ini

BANJARMASIN – Sejak ditetapkannya program pengampunan pajak (tax amesty) tahun lalu, Kantor Wilayah…

Kamis, 16 Maret 2017 11:29

Nasib Usaha Transportasi Air Kian Sepi, Jauh Dekat Tetap Berangkat

Kelotok dan speedboat dulunya merupakan alat transportasi andalan di Banjarmasin. Maklum saja, Banjarmasin…

Jumat, 10 Maret 2017 09:54

Pajak THM di Banjarmasin Bakal Naik, Pengusaha Protes

BANJARMASIN – Bagi masyarakat yang suka ke pub, club, bar, ataupun di karaoke, harus mempersiapkan…

Selasa, 28 Februari 2017 13:03

Nasib PKL Baiman, Diperkirakan Ramai Malah Sepi Pembeli

BANJARMASIN – Baru saja diresmikan, Pedagang Kaki Lima (PKL) Pusat Kuliner Baiman mengeluh sepinya…

Senin, 27 Februari 2017 15:23

Di Tala, Agen Nakal yang Jual Elpiji 3 Kg Melebihi HET Diberi Sanksi

Banyaknya laporan masyarakat tentang harga tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang melambung hingga…

Senin, 27 Februari 2017 15:18

AWAS..!! Permainan Harga Elpiji, Banyak Pangkalan Tak Jual Harga HET

BANJARMASIN - Pemerintah sepertinya perlu memantau harga tabung gas elpiji 3 Kg sesering mungkin. Pasalnya,…

Sabtu, 25 Februari 2017 19:51

Anggota Dewan Sarankan Pembelian LPG 3 Kg dengan Kartu

BANJARMASIN – Sempat mengalami kelangkaan di pasaran. Pembelian gas LPG 3 Kg disarankan anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .