MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 07 April 2017 15:14
Kisah Abdulrahman, Lulusan Sarjana Teknik yang Setia Berjualan Koran

Jualan Sambil Baca, Punya Penulis Favorit

PRIA PEJUANG: Abdulrahman ceria di bawah matahari siang saat berjualan koran di Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru.

PROKAL.CO, Pelintas Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru pasti pernah melihatnya. Abdulrahman, adalah lulusan sarjana teknik, tapi dia lebih memilih untuk berjualan koran.

------------------------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

------------------------------------------------

Kamis (6/4) kemarin, cuaca sangat panas. Terik matahari terasa membakar kulit. Namun Abdulrahman terlihat tak memperdulikannya, dia tampak berdiri di pinggir jalan membawa setumpuk koran dari berbagai media cetak. Ketika lampu merah menyala, pria yang akrab disapa Daeng itu kemudian menawarkan koran ke para pengendara satu-persatu.

Dia mengaku, berjualan koran sejak delapan tahun yang lalu. Meski memiliki gelar S1 dia tak pernah risih berpanas-panasan menjajakan korannya. "Saya merasa nyaman berjualan koran, karena saya sudah terbiasa bekerja di lapangan," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Nasib menuntunnya sebagai penjual koran, karena ketika lulus kuliah di salah satu perguruan tinggi di Makassar pada tahun 2001 silam. Dirinya kesulitan untuk mencari pekerjaan sesuai dengan jurusannya, sebagai mahasiswa teknik perkapalan. "Setelah beberapa tahun tak mendapatkan kerja di Makassar, saya lalu merantau ke Kaltim. Di sana saya kerja serabutan," ujarnya.

Kemudian, pada tahun 2009 Daeng mencoba memperbaiki nasib ke Kalsel. Atas beberapa pertimbangan, dia memilih untuk berjualan koran. "Mungkin karena saya terbiasa sebagai wiraswasta, jadi ya mencari kerja yang berjualan saja," ungkapnya.

Lama-kelamaan pria kelahiran Makassar 37 tahun silam ini menikmati pekerjaannya sebagai seorang penjual koran. Walaupun penghasilan yang didapatkan tak seberapa. "Rata-rata penghasilan saya Rp80 ribu perhari, tapi saya menikmatinya," ujar Daeng.

Setiap harinya dia harus berangkat dari rumah pukul 06.00 Wita, untuk mengantarkan koran ke para pelanggannya hingga pukul 09.00 Wita. Setelah itu, barulah dia menjual koran eceran di perempatan lampu lalu lintas di Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru. "Saya di perempatan biasanya sampai pukul 18.00 Wita, karena koran lakunya pada sore hari," ungkapnya.

Dia mengaku tinggal di Banjarbaru seorang diri, istri tercintanya tinggal bersama orangtuanya di Makassar. Sudah dua tahun terakhir dirinya tak pulang ke Makassar. "Istri membantu orangtua berjualan kain, saya tak pulang karena ingin merasakan Ramadan di sini tahun lalu. Rencananya tahun ini pulang," katanya.

Di sela-sela waktu ketika berjualan koran, Daeng selalu menyempatkan diri membaca koran yang dijualnya. Sehingga dia memiliki penulis favorit di salah satu media cetak. "Di koran Radar Banjarmasin, saya suka tulisannya Syarafuddin. Saya tak pernah ketinggalan membaca tulisannya waktu ekspedisi Islam," katanya.

Dia mengungkapkan, ketika Radar Banjarmasin mulai menerbitkan edisi ekspedisi Islam penjualan korannya terus meningkat hingga saat ini. "Pembeli koran Radar Banjarmasin terus bertambah, bahkan di Banjarbaru ada komplek yang saya namai Kampung Radar Banjarmasin karena hampir semua warga menjadi pelanggannya. Komplek itu bernama Komplek Pertamina," pungkasnya. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Selasa, 09 Januari 2018 14:32

FKH Banjarmasin Tak Gentar Menanam Rambai di Tengah Kota

Gbo Green bukan sekadar kaos oblong bertema lingkungan. Atau kemana-mana pakai sepatu gunung. Ini menyangkut…

Senin, 08 Januari 2018 13:21

Kisah Sukses Moses, Berawal dari Sebuah Pahat Pemberian Ayah

  Siapa bilang hobi tak bisa dijadikan bisnis menjanjikan. Sudah banyak contoh mereka yang sukses.…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Minggu, 07 Januari 2018 06:46

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 1)

Kafe manapun yang dimasuki, pertanyaannya selalu sama. Dari papan menu ada pilihan Kopi Aceh, Gayo,…

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25

Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis

Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak…

Jumat, 05 Januari 2018 11:46

Bripda Anna Meirina, Polwan yang Aktif di Dunia Olahraga

Olahraga adalah bagian penting dalam hidup manusia. Pastinya bikin sehat jasmani dan rohani. Lebih dari…

Rabu, 03 Januari 2018 12:40

Serunya Menikmati Satu Jam Naik Bajaj Terbaru

“Bremm bremmm”… Itulah suara mesin bajaj yang baru beroperasi sepekan di Banjarmasin.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .