MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 07 April 2017 15:14
Kisah Abdulrahman, Lulusan Sarjana Teknik yang Setia Berjualan Koran

Jualan Sambil Baca, Punya Penulis Favorit

PRIA PEJUANG: Abdulrahman ceria di bawah matahari siang saat berjualan koran di Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru.

PROKAL.CO, Pelintas Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru pasti pernah melihatnya. Abdulrahman, adalah lulusan sarjana teknik, tapi dia lebih memilih untuk berjualan koran.

------------------------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

------------------------------------------------

Kamis (6/4) kemarin, cuaca sangat panas. Terik matahari terasa membakar kulit. Namun Abdulrahman terlihat tak memperdulikannya, dia tampak berdiri di pinggir jalan membawa setumpuk koran dari berbagai media cetak. Ketika lampu merah menyala, pria yang akrab disapa Daeng itu kemudian menawarkan koran ke para pengendara satu-persatu.

Dia mengaku, berjualan koran sejak delapan tahun yang lalu. Meski memiliki gelar S1 dia tak pernah risih berpanas-panasan menjajakan korannya. "Saya merasa nyaman berjualan koran, karena saya sudah terbiasa bekerja di lapangan," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Nasib menuntunnya sebagai penjual koran, karena ketika lulus kuliah di salah satu perguruan tinggi di Makassar pada tahun 2001 silam. Dirinya kesulitan untuk mencari pekerjaan sesuai dengan jurusannya, sebagai mahasiswa teknik perkapalan. "Setelah beberapa tahun tak mendapatkan kerja di Makassar, saya lalu merantau ke Kaltim. Di sana saya kerja serabutan," ujarnya.

Kemudian, pada tahun 2009 Daeng mencoba memperbaiki nasib ke Kalsel. Atas beberapa pertimbangan, dia memilih untuk berjualan koran. "Mungkin karena saya terbiasa sebagai wiraswasta, jadi ya mencari kerja yang berjualan saja," ungkapnya.

Lama-kelamaan pria kelahiran Makassar 37 tahun silam ini menikmati pekerjaannya sebagai seorang penjual koran. Walaupun penghasilan yang didapatkan tak seberapa. "Rata-rata penghasilan saya Rp80 ribu perhari, tapi saya menikmatinya," ujar Daeng.

Setiap harinya dia harus berangkat dari rumah pukul 06.00 Wita, untuk mengantarkan koran ke para pelanggannya hingga pukul 09.00 Wita. Setelah itu, barulah dia menjual koran eceran di perempatan lampu lalu lintas di Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru. "Saya di perempatan biasanya sampai pukul 18.00 Wita, karena koran lakunya pada sore hari," ungkapnya.

Dia mengaku tinggal di Banjarbaru seorang diri, istri tercintanya tinggal bersama orangtuanya di Makassar. Sudah dua tahun terakhir dirinya tak pulang ke Makassar. "Istri membantu orangtua berjualan kain, saya tak pulang karena ingin merasakan Ramadan di sini tahun lalu. Rencananya tahun ini pulang," katanya.

Di sela-sela waktu ketika berjualan koran, Daeng selalu menyempatkan diri membaca koran yang dijualnya. Sehingga dia memiliki penulis favorit di salah satu media cetak. "Di koran Radar Banjarmasin, saya suka tulisannya Syarafuddin. Saya tak pernah ketinggalan membaca tulisannya waktu ekspedisi Islam," katanya.

Dia mengungkapkan, ketika Radar Banjarmasin mulai menerbitkan edisi ekspedisi Islam penjualan korannya terus meningkat hingga saat ini. "Pembeli koran Radar Banjarmasin terus bertambah, bahkan di Banjarbaru ada komplek yang saya namai Kampung Radar Banjarmasin karena hampir semua warga menjadi pelanggannya. Komplek itu bernama Komplek Pertamina," pungkasnya. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 14 November 2017 12:19

Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain…

Jumat, 10 November 2017 11:07

Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru

Satu tahun sudah destinasi wisata Kampung Purun di Kelurahan Palm, Banjarbaru diperkenalkan. Bagaimanakah…

Kamis, 09 November 2017 11:31

Kala Anak Punk Memilih Berkontribusi untuk Lingkungan Sekitar

Anak punk acap kali dicap sebagai kumpulan orang yang tak punya tujuan hidup dan sering bikin cemas…

Rabu, 08 November 2017 13:38

Hebat! Siswa SMKN 1 Binuang Raih Prestasi Berkat Film Dokumenter

Pembuatan film dokumenter ternyata juga bisa membawa berkah prestasi. Ini dialami empat siswa SMKN 1…

Rabu, 08 November 2017 13:09

Dekati Masyarakat, Dua Polisi Menyamar Jadi Super Hero

Beberapa orang pelajar SD sempat kaget ketika melihat mobil polisi masuk halaman sekolah. Mereka awalnya…

Selasa, 07 November 2017 13:23

Kurung-Kurung, Tradisi Dayak Piani Sambut Tanam

Kurung-kurung mulai dipukulkan ke tanah yang keras. Suaranya memunculkan harmoni yang begitu khas. Inilah…

Senin, 06 November 2017 15:04

Pelajar SMAN 2 Kotabaru Beraksi Seperti di Film Mission Impossible

Angin berembus, satu-satu remaja naik dan turun dari ketinggian pohon. Hanya menggunakan tali mereka…

Minggu, 05 November 2017 12:30

Bincang Santai di Sela-Sela Pengerjaan Rumah Jomblo Reborn

Roboh diterjang angin puting beliung, Rumah Jomblo di Gunung Kupang kembali dibangun. Tukang kayu yang…

Kamis, 02 November 2017 16:50

Ketika Listrik Masuk di Pulau Terpencil, Kerayaan Kotabaru

Pulau Kerayaan merupakan sebuah pulau atau desa terpencil yang berada di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan,…

Kamis, 02 November 2017 14:13

Taufik Noor, Guru Muda Desa yang Produktif Menulis

Sempat kesulitan menyambung pendidikannya,   Taufik Noor (33) akhirnya berhasil menjadi guru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .