MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Sabtu, 08 April 2017 18:31
Keren..! Petani di Desa Mantimin Ciptakan Gumbaan Bertenaga Surya
BERTENAGA SURYA: Supriansyah (dua dari kiri) bersama timnya dengan gumbaan tenaga surya yang mereka produksi.

PROKAL.CO, SEBUAH inovasi teknologi untuk mempermudah proses pertanian diciptakan oleh seorang petani asal Desa Mantimin, Kecamatan Batumandi, Ahmad Supriansyah.

Teknologi yang ia ciptakan itu yakni Gumbaan Tenaga Surya. Gumbaan adalah alat tradisional milik masyarakat Banjar, berfungsi untuk memisahkan padi yang berisi dengan hampa.

Kalau pengoperasian gumbaan tradisional secara manual  menggunakan tangan, maka Gumbaan Tenaga Surya yang ia beri merek Poro Tech ini bisa beroperasi secara otomatis. “Dengan begini, proses membersihkan gabah pun semakin mudah dan cepat,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Poro ini menuturkan, awal mula ia mendapatkan ide membuat teknologi ini saat ia diminta membuat sebuah teknologi,  untuk diikutkan dalam pameran teknologi tepat guna di Samarinda tahun 2014.

Syarat yang ditentukan kata dia yaitu harus menggunakan barang bekas serta menggunakan energi tak terbatas. Secara kebetulan kata dia, juga saat itu ada pembentukan pos pelayanan teknologi tepat guna atau Posyantek di Kecamatan Batumandi.

“Karena saya lihat di sini kebanyakan masyarakat bersentuhan dengan pertanian, maka terpikirlah ide untuk menginovasi gumbaan tradisional menjadi sedikit modern. Saya diberi waktu menyelesaikan proyek ini selama sebulan,” ujarnya.

Saat ditanya cara kerjanya, pria kelahiran 32 tahun tersebut menjelaskan, baling-baling yang ada pada gumbaan digerakkan oleh mesin yang tenaganya berpusat pada aki, dan sumber energi aki didapat dari tenaga surya.

“Tujuan memanfaatkan tenaga surya supaya mudah dibawa kemana saja, karena ‘kan biasanya gumbaan ini dibawa ke tengah sawah. Walau begitu, bisa juga menggunakan listrik rumah, karena ada juga colokan khususnya untuk listrik,”  tutur sarjana jebolan STIA Amuntai ini.

Kalau digunakan sewaktu siang di bawah sinar matahari, gumbaan ini kata dia bisa digunakan sehari penuh, namun bula malam dan tidak dicolok ke listrik tenaganya hanya bertahan selama tiga jam.

“Kalau tidak dipakai buat membersihkan padi, tenaga surya pada gumbaan ini bisa juga digunakan untuk penerangan saat malam bila listrik mati,” ungkapnya.

Sekarang kata dia gumbaannya menggunakan dua bahan, ada yang dari kayu dan alumunium serta sudah ia komersilkan. Untuk yang dari kayu ia patok harga Rp4 juta, dan yang dari alumunium mencapai Rp4,5 juta. “Sekarang kita lagi sibuk dalam persiapan membuat teknologi baru, yaitu mobil listrik dari bahan bekas,” ungkapnya. (why/yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 11:41

Ternyata Sering Berbohong Bisa Menimbulkan Penyakit Serius

BANJARMASIN - Hampir setiap orang pernah merasa dibohongi atau berkata bohong. Ada beragam alasan seseorang…

Jumat, 20 April 2018 13:17

Waspada Anak Sering Mimisan, Ini Cara Tepat Menanganinya

MIMISAN atau keluar darah dari hidung pada anak kerap membuat orang tua khawatir. Meski umumnya tidak…

Kamis, 19 April 2018 11:41

Keluar Cairan di Telinga, Berikut Cara Menanganinya

BANJARMASIN - Secara normal, telinga akan memproduksi kotoran telinga. Kotoran telinga, mengandung minyak…

Rabu, 18 April 2018 11:44

Pernah Gatal di Selangkangan? Atasi dengan ini

RASA gatal tak hanya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi rasa gatal dialami di daerah…

Rabu, 18 April 2018 11:41

Cara Merapikan Gigi Gingsul dengan Kawat Gigi

BAGI sebagian orang, mempunyai gigi gingsul bisa membuat senyuman terlihat lebih manis. Namun bagi sebagian…

Selasa, 17 April 2018 12:06

Ngeri, Ternyata Begadang Memicu Timbulnya Penyakit Berat

TERPENUHINYA waktu tidur membuat tubuh seseorang segar dan fit ketika bangun. Namun bila waktu tidur…

Minggu, 15 April 2018 15:57

Kala Ekonomi Kalsel Mulai Move On dari Pertambangan: Sekarang Giliran Sektor Pariwisata

Jika tahun-tahun sebelumnya Kalsel selalu bertumpu pada sektor pertambangan dalam meningkatkan pertumbuhan…

Jumat, 13 April 2018 11:48

Awas Infeksi, Kotoran Mata Harus Segera Dibuang

KOTORAN mata sering kali dianggap tidak berbahaya. Namun, sebagian kotoran mata bisa menimbulkan infeksi…

Rabu, 11 April 2018 10:33

Kamu Harus Tau, ini Manfaat Kopi bagi Kesehatan

Menyeruput secangkir bagi banyak orang dianggap sebagai penambah energi kala menjalankan aktivitas.…

Jumat, 06 April 2018 11:39

Cara Menghilangkan Stres dengan Mudah

STRES umumnya dirasakan berbeda-beda. Sesuatu yang bisa memicu Anda stres bisa saja dianggap hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .