MANAGED BY:
KAMIS
29 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Sabtu, 08 April 2017 18:31
Keren..! Petani di Desa Mantimin Ciptakan Gumbaan Bertenaga Surya
BERTENAGA SURYA: Supriansyah (dua dari kiri) bersama timnya dengan gumbaan tenaga surya yang mereka produksi.

PROKAL.CO, SEBUAH inovasi teknologi untuk mempermudah proses pertanian diciptakan oleh seorang petani asal Desa Mantimin, Kecamatan Batumandi, Ahmad Supriansyah.

Teknologi yang ia ciptakan itu yakni Gumbaan Tenaga Surya. Gumbaan adalah alat tradisional milik masyarakat Banjar, berfungsi untuk memisahkan padi yang berisi dengan hampa.

Kalau pengoperasian gumbaan tradisional secara manual  menggunakan tangan, maka Gumbaan Tenaga Surya yang ia beri merek Poro Tech ini bisa beroperasi secara otomatis. “Dengan begini, proses membersihkan gabah pun semakin mudah dan cepat,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Poro ini menuturkan, awal mula ia mendapatkan ide membuat teknologi ini saat ia diminta membuat sebuah teknologi,  untuk diikutkan dalam pameran teknologi tepat guna di Samarinda tahun 2014.

Syarat yang ditentukan kata dia yaitu harus menggunakan barang bekas serta menggunakan energi tak terbatas. Secara kebetulan kata dia, juga saat itu ada pembentukan pos pelayanan teknologi tepat guna atau Posyantek di Kecamatan Batumandi.

“Karena saya lihat di sini kebanyakan masyarakat bersentuhan dengan pertanian, maka terpikirlah ide untuk menginovasi gumbaan tradisional menjadi sedikit modern. Saya diberi waktu menyelesaikan proyek ini selama sebulan,” ujarnya.

Saat ditanya cara kerjanya, pria kelahiran 32 tahun tersebut menjelaskan, baling-baling yang ada pada gumbaan digerakkan oleh mesin yang tenaganya berpusat pada aki, dan sumber energi aki didapat dari tenaga surya.

“Tujuan memanfaatkan tenaga surya supaya mudah dibawa kemana saja, karena ‘kan biasanya gumbaan ini dibawa ke tengah sawah. Walau begitu, bisa juga menggunakan listrik rumah, karena ada juga colokan khususnya untuk listrik,”  tutur sarjana jebolan STIA Amuntai ini.

Kalau digunakan sewaktu siang di bawah sinar matahari, gumbaan ini kata dia bisa digunakan sehari penuh, namun bula malam dan tidak dicolok ke listrik tenaganya hanya bertahan selama tiga jam.

“Kalau tidak dipakai buat membersihkan padi, tenaga surya pada gumbaan ini bisa juga digunakan untuk penerangan saat malam bila listrik mati,” ungkapnya.

Sekarang kata dia gumbaannya menggunakan dua bahan, ada yang dari kayu dan alumunium serta sudah ia komersilkan. Untuk yang dari kayu ia patok harga Rp4 juta, dan yang dari alumunium mencapai Rp4,5 juta. “Sekarang kita lagi sibuk dalam persiapan membuat teknologi baru, yaitu mobil listrik dari bahan bekas,” ungkapnya. (why/yn/ram)


BACA JUGA

Rabu, 28 Juni 2017 16:20

Lebaran, Pasar Terapung Jadi Tempat Favorit

BANJARMASIN - Libur Lebaran banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur. Di Kalsel banyak destinasi…

Selasa, 20 Juni 2017 11:17

Belajar Hidup Mandiri Lewat Kegiatan Backpacking

BANJARMASIN – Fenomena wisata beransel atau kerap dikenal dengan istilah backpacking belakangan…

Kamis, 08 Juni 2017 04:11

Komunitas Pena Blogger Banua; Rutin Kopdar, Sering Sharing

Pena Blogger Banua menjadi salah satu komunitas blog yang beredar di Banjarmasin. Banyak kegiatan positif…

Senin, 05 Juni 2017 14:31

Sahur on the Road Bersama Komunitas Travelling

BANJARMASIN – Di tengah hujan gerimis, puluhan komunitas travelling atau pegiat jalan-jalan yang…

Minggu, 28 Mei 2017 14:42

Kala Payung Gantung, Jadi Tren Tempat Wisata di Banjarbaru

Jika selama ini payung difungsikan untuk melindungi badan dari rintik hujan dan terik matahari, lain…

Jumat, 26 Mei 2017 13:29

KENALIN NIH, Komunitas Nakama Onepiece Banjarmasin

Anak 90an mana yang tidak kenal dan akrab dengan anime yang satu ini? Ya, One Piece adalah sebuah anime…

Kamis, 25 Mei 2017 14:17

Rumah Pohon Desa Beruntung Jaya Viral di Media Sosial

Rumah Pohon di Cempaka menambah daftar panjang jujugan di Banjarbaru yang ngtren berkat media sosial.…

Kamis, 25 Mei 2017 12:52

Rumah Burung Paruh Bengkok, Basecamp Pehobi Burung Banjarmasin

BANJARMASIN – Hobi Jumadiono dalam memelihara burung berkicau memberikan dampak positif. Betapa…

Selasa, 23 Mei 2017 14:14

Adik Bupati Mardani Pimpin Pemuda Pancasila

BATULICIN - Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kabupaten Tanbu H Rois Sunandar berkomitmen dan bertanggungjawab…

Sabtu, 20 Mei 2017 15:47

EKSOTIS, Pantai Berpasir Putih dengan Hamparan Terumbu Karang

Meski baru diresmikan, Pantai Indah Lestari Tanjung Batu yang berada di Desa Sungai Loban Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .