MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Sabtu, 08 April 2017 18:31
Keren..! Petani di Desa Mantimin Ciptakan Gumbaan Bertenaga Surya
BERTENAGA SURYA: Supriansyah (dua dari kiri) bersama timnya dengan gumbaan tenaga surya yang mereka produksi.

PROKAL.CO, SEBUAH inovasi teknologi untuk mempermudah proses pertanian diciptakan oleh seorang petani asal Desa Mantimin, Kecamatan Batumandi, Ahmad Supriansyah.

Teknologi yang ia ciptakan itu yakni Gumbaan Tenaga Surya. Gumbaan adalah alat tradisional milik masyarakat Banjar, berfungsi untuk memisahkan padi yang berisi dengan hampa.

Kalau pengoperasian gumbaan tradisional secara manual  menggunakan tangan, maka Gumbaan Tenaga Surya yang ia beri merek Poro Tech ini bisa beroperasi secara otomatis. “Dengan begini, proses membersihkan gabah pun semakin mudah dan cepat,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Poro ini menuturkan, awal mula ia mendapatkan ide membuat teknologi ini saat ia diminta membuat sebuah teknologi,  untuk diikutkan dalam pameran teknologi tepat guna di Samarinda tahun 2014.

Syarat yang ditentukan kata dia yaitu harus menggunakan barang bekas serta menggunakan energi tak terbatas. Secara kebetulan kata dia, juga saat itu ada pembentukan pos pelayanan teknologi tepat guna atau Posyantek di Kecamatan Batumandi.

“Karena saya lihat di sini kebanyakan masyarakat bersentuhan dengan pertanian, maka terpikirlah ide untuk menginovasi gumbaan tradisional menjadi sedikit modern. Saya diberi waktu menyelesaikan proyek ini selama sebulan,” ujarnya.

Saat ditanya cara kerjanya, pria kelahiran 32 tahun tersebut menjelaskan, baling-baling yang ada pada gumbaan digerakkan oleh mesin yang tenaganya berpusat pada aki, dan sumber energi aki didapat dari tenaga surya.

“Tujuan memanfaatkan tenaga surya supaya mudah dibawa kemana saja, karena ‘kan biasanya gumbaan ini dibawa ke tengah sawah. Walau begitu, bisa juga menggunakan listrik rumah, karena ada juga colokan khususnya untuk listrik,”  tutur sarjana jebolan STIA Amuntai ini.

Kalau digunakan sewaktu siang di bawah sinar matahari, gumbaan ini kata dia bisa digunakan sehari penuh, namun bula malam dan tidak dicolok ke listrik tenaganya hanya bertahan selama tiga jam.

“Kalau tidak dipakai buat membersihkan padi, tenaga surya pada gumbaan ini bisa juga digunakan untuk penerangan saat malam bila listrik mati,” ungkapnya.

Sekarang kata dia gumbaannya menggunakan dua bahan, ada yang dari kayu dan alumunium serta sudah ia komersilkan. Untuk yang dari kayu ia patok harga Rp4 juta, dan yang dari alumunium mencapai Rp4,5 juta. “Sekarang kita lagi sibuk dalam persiapan membuat teknologi baru, yaitu mobil listrik dari bahan bekas,” ungkapnya. (why/yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:35

Lihat Tuh, Ekspresi Pak Nadjmi Saat Lomba Tarik Tambang

Dalam membangun dan menjaga kota, Polres Banjarbaru dan Pemko Banjarbaru boleh kompak. Tapi dalam lomba…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:33

Dimulai Hari ini, Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin

BANJARMASIN - Meningkatkan peran generasi muda agar peduli terhadap lingkungan hidup bisa melalui berbagai…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:05

Unik dan Seru..! Balap Jukung Pakai Helm di Jalan Veteran

BANJARMASIN - Ada yang unik dari perhelatan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72.…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:30

Ada yang Seru Nih di Halaman Pemko Banjarmasin

BANJARMASIN – Upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 RI di Pemko Banjarmasin terlihat lebih…

Kamis, 17 Agustus 2017 10:42

Seruu..!! Lomba 17 Agustus Ditempat ini

BANJARMASIN – Momen hari Kemerdekaan RI selalu diisi dengan penuh semangat. Tua muda, pria maupun…

Rabu, 16 Agustus 2017 14:57

Bagandut Lumpuhkan Penjajah Belanda

BANJARMASIN - Meski sempat ditentang sang ayah. Melalui Tarian Bagandut, sosok Bariyah yang diperankan…

Selasa, 15 Agustus 2017 14:57

Seru dan Kreatif, Lomba Layang-layang Berbahan 3R di Tapin

Angin memang sedang bagus hari itu. Satu persatu layang-layang mengangkasa, menghias langit Hutan Kota…

Senin, 14 Agustus 2017 13:16

Pocil Arjuna dan Srikandi Disuka Anak

MARTAPURA – Akhir pekan biasanya diisi sebagian warga Martapura, termasuk anak-anak dengan berolahraga…

Minggu, 13 Agustus 2017 10:28

Potret Budaya Wayang Kulit Banjar: Hidup Segan Mati Tak Mau

BANJARMASIN - Dalam pertunjukan wayang kulit Banjar, bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar.…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:07

Serunya Melukis Pemandangan di Pot Trotoar

RANTAU – Berbagai gambar pemandangan dilukis pelajar. Kanvas yang digunakan kali ini bukanlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .