MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 09 April 2017 17:06
Kiprah Para Novelis Wanita Kalsel
Cantik itu Pujangga
NOVELIS: Rika salah seorang novelis wanita banua tinggal di Kota Banjarbaru.

PROKAL.CO, Dunia kepenulisan di Kalimantan Selatan semakin bergairah akhir-akhir ini karena diramaikan para novelis wanita. Tak hanya cantik, mereka piawai mengolah kata.

------------------------------------


Hujan turun di Banjarmasin sejak pagi Sabtu (8/4. Di rumahnya yang dipenuhi ratusan buku, Nailiya Hikmah berada di depan laptopnya. Dia sedang asik menulis saat wartawan mendatangi rumahnya di Jalan Flamboyan III, Kayutangi, Banjarmasin Utara.

Wanita kelahiran 29 Desember 1980 ini mengaku suka memanfaatkan waktunya untuk menulis dan membaca. Di lemari ruang tamunya, tersusun rapi ratusan buku-buku berbagai jenis.

Koleksi bukunya bukan hanya satu lemari saja, tapi ada sekitar 4-5 lemari lagi yang ada di ruang kerja dan kamar tidur. Ya, kalau dihitung-hitung sekitar 1.000 lebih. Bukan hanya buku novel saja tapi juga buku berisi ilmu pengetahuan. Bahkan karena saking banyaknya, ada yang hanya disusun di lantai.

Istri dari Jumiadi Khairi Fitri ini mengaku sudah hobi membaca dan menulis sejak kecil. Saat masih kecil sering membuat tulisan di kertas HVS. Lembaran kertas itu dijilid seadanya dibuat mirip buku-buku yang dijual di pasar.

Tidak ada budget khusus untuk membeli buku, namun biasanya kalau jalan-jalan ke toko buku dan melihat buku yang menarik langsung di beli. “Saya memang suka mengoleksi buku,” kata wanita yang mengajar sebagai dosen di Politeknik Negeri Banjarmasin ini.

Semasa kuliah dulu, ia sempat bikin perpustakaan kecil-kecilan di rumah. Tapi karena sudah diterima bekerja akhirnya aktifitas itu terhenti. Dirinya juga tidak tahu kenapa suka melihat buku-buku tersusun rapi di dalam lemari, yang jelas ada kesenangan tersendiri.“Satu keinginan yang belum tercapai yakni ingin membuat lemari buku di dalam kamar mandi,” ucapnya sembari tersenyum.

Kesukaannya membaca buku itu otomatis membuatnya hobi menulis. Semula menurut wanita yang menamatkan sekolah tingkat atasnya di SMA Negeri 1 Amuntai ini dia suka menulis puisi dan cerpen. Tapi lama-kelamaan terus berkembang mau membuat novel.

Novel pertama yang ditulisnya adalah Sekaca Cempaka. Novel itu menceritakan tentang cinta yang dipertalikan dalam beberapa kuntum bunga cempaka kuning yang tersimpan di dalam botol kaca. Novel setebal 252 Halaman ini menandai jejak pertama Nailiya dalam penulisan novel.

Meski telah memiliki anak empat, wanita berkerudung ini tetap semangat dalam menulis. "Setiap kali ingin menulis waktu yang paling enak malam hari sekitar pukul 22.00 Wita, setelah semua anak-anak saya Nadiya Nisrina, M Ihda Ulyadi serta sikembar M Azzam Bizzatifataa dan M Asmi Bizzatishafaa sudah pada tidur," ucapnya seraya mengatakan hanya ditemani secangkir teh tarik atau susu coklat dan cemilan, dia segera bertualang ke dunia imajinasi dan kata-kata.

Seperti Nailiya, Rika, salah seorang penulis novel wanita di Banua telah merilis novel pertamanya pada 25 Januari 2016 tadi. Novel itu berjudul Istri Muda. Melalui novel pertamanya itu, wanita berusia 26 tahun ini ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa tidak semua istri muda memiliki perilaku kejam seperti yang digambarkan di dalam sinetron. "Dalam buku saya, pembaca bisa menambah pengetahuan mengenai hal itu (istri muda). Tidak hanya menjudge tanpa tahu latar belakang seseorang memutuskan suatu pilihan untuk hidupnya," ujar wanita kelahiran Banjarmasin ini.

Rika mengaku menjadi novelis karena ingin menyalurkan hobi menulisnya yang sudah muncul sejak duduk di bangku SMP. Menurutnya, tidak ada hal yang lebih baik kecuali menulis. "Menulis itu menyenangkan, saya selalu berpikir dan mencari tahu segala hal untuk saya tuliskan," katanya.

Dia menambahkan, dengan cara mengungkapkan segala hal melalui tulisan, maka suatu saat ungkapan tersebut dapat dibuka kembali di lain waktu untuk sekadar mengingat atau menikmatinya lagi. "Dan yang paling penting, saya bisa memberikan pelajaran kepada orang lain tentang kehidupan. Serta, membuka pikiran semua orang untuk melihat sisi lain kehidupan dari pandangan saya dan orang-orang yang menginspirasi melalui tulisan saya," tambahnya.

Dia mengungkapkan dalam waktu dekat dirinya akan merilis novel keduanya yang menceritakan tentang kisah seorang pengidap penyakit lupus. Dari novel itu, dirinya akan kembali memberikan pelajaran tentang kehidupan. "Novelnya sudah 60 persen, sisa 40 persen lagi akan rampung," ungkapnya.

Selain menulis novel, Rika juga seorang pengarang puisi dan cerpen. Di mana pada tahun 2016 tadi, dirinya telah merilis buku puisi dan cerpen berjudul Kertas Bintang. "Jika ada waktu senggang saya selalu menulis, sejak SMP saya sudah mencoba menulis puisi cinta untuk pacar," pungkasnya.

Kebutuhan untuk menyampaikan sesuatu juga yang mendorong Pratiwi Juliani untuk tertarik menulis novel. Wanita kelahiran Amuntai 26 tahun lalu ini baru menulis sejak enam bulan terakhir. Untuk novel, ia sendiri baru mengikuti Kelas Menulis Kreatif di Banjarbaru. Jarak yang jauh dari Lok Paikat, Tapin, membuatnya harus pulang-pergi setiap pekan.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .