MANAGED BY:
KAMIS
27 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 09 April 2017 17:06
Kiprah Para Novelis Wanita Kalsel
Cantik itu Pujangga
NOVELIS: Rika salah seorang novelis wanita banua tinggal di Kota Banjarbaru.

PROKAL.CO, Dunia kepenulisan di Kalimantan Selatan semakin bergairah akhir-akhir ini karena diramaikan para novelis wanita. Tak hanya cantik, mereka piawai mengolah kata.

------------------------------------


Hujan turun di Banjarmasin sejak pagi Sabtu (8/4. Di rumahnya yang dipenuhi ratusan buku, Nailiya Hikmah berada di depan laptopnya. Dia sedang asik menulis saat wartawan mendatangi rumahnya di Jalan Flamboyan III, Kayutangi, Banjarmasin Utara.

Wanita kelahiran 29 Desember 1980 ini mengaku suka memanfaatkan waktunya untuk menulis dan membaca. Di lemari ruang tamunya, tersusun rapi ratusan buku-buku berbagai jenis.

Koleksi bukunya bukan hanya satu lemari saja, tapi ada sekitar 4-5 lemari lagi yang ada di ruang kerja dan kamar tidur. Ya, kalau dihitung-hitung sekitar 1.000 lebih. Bukan hanya buku novel saja tapi juga buku berisi ilmu pengetahuan. Bahkan karena saking banyaknya, ada yang hanya disusun di lantai.

Istri dari Jumiadi Khairi Fitri ini mengaku sudah hobi membaca dan menulis sejak kecil. Saat masih kecil sering membuat tulisan di kertas HVS. Lembaran kertas itu dijilid seadanya dibuat mirip buku-buku yang dijual di pasar.

Tidak ada budget khusus untuk membeli buku, namun biasanya kalau jalan-jalan ke toko buku dan melihat buku yang menarik langsung di beli. “Saya memang suka mengoleksi buku,” kata wanita yang mengajar sebagai dosen di Politeknik Negeri Banjarmasin ini.

Semasa kuliah dulu, ia sempat bikin perpustakaan kecil-kecilan di rumah. Tapi karena sudah diterima bekerja akhirnya aktifitas itu terhenti. Dirinya juga tidak tahu kenapa suka melihat buku-buku tersusun rapi di dalam lemari, yang jelas ada kesenangan tersendiri.“Satu keinginan yang belum tercapai yakni ingin membuat lemari buku di dalam kamar mandi,” ucapnya sembari tersenyum.

Kesukaannya membaca buku itu otomatis membuatnya hobi menulis. Semula menurut wanita yang menamatkan sekolah tingkat atasnya di SMA Negeri 1 Amuntai ini dia suka menulis puisi dan cerpen. Tapi lama-kelamaan terus berkembang mau membuat novel.

Novel pertama yang ditulisnya adalah Sekaca Cempaka. Novel itu menceritakan tentang cinta yang dipertalikan dalam beberapa kuntum bunga cempaka kuning yang tersimpan di dalam botol kaca. Novel setebal 252 Halaman ini menandai jejak pertama Nailiya dalam penulisan novel.

Meski telah memiliki anak empat, wanita berkerudung ini tetap semangat dalam menulis. "Setiap kali ingin menulis waktu yang paling enak malam hari sekitar pukul 22.00 Wita, setelah semua anak-anak saya Nadiya Nisrina, M Ihda Ulyadi serta sikembar M Azzam Bizzatifataa dan M Asmi Bizzatishafaa sudah pada tidur," ucapnya seraya mengatakan hanya ditemani secangkir teh tarik atau susu coklat dan cemilan, dia segera bertualang ke dunia imajinasi dan kata-kata.

Seperti Nailiya, Rika, salah seorang penulis novel wanita di Banua telah merilis novel pertamanya pada 25 Januari 2016 tadi. Novel itu berjudul Istri Muda. Melalui novel pertamanya itu, wanita berusia 26 tahun ini ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa tidak semua istri muda memiliki perilaku kejam seperti yang digambarkan di dalam sinetron. "Dalam buku saya, pembaca bisa menambah pengetahuan mengenai hal itu (istri muda). Tidak hanya menjudge tanpa tahu latar belakang seseorang memutuskan suatu pilihan untuk hidupnya," ujar wanita kelahiran Banjarmasin ini.

Rika mengaku menjadi novelis karena ingin menyalurkan hobi menulisnya yang sudah muncul sejak duduk di bangku SMP. Menurutnya, tidak ada hal yang lebih baik kecuali menulis. "Menulis itu menyenangkan, saya selalu berpikir dan mencari tahu segala hal untuk saya tuliskan," katanya.

Dia menambahkan, dengan cara mengungkapkan segala hal melalui tulisan, maka suatu saat ungkapan tersebut dapat dibuka kembali di lain waktu untuk sekadar mengingat atau menikmatinya lagi. "Dan yang paling penting, saya bisa memberikan pelajaran kepada orang lain tentang kehidupan. Serta, membuka pikiran semua orang untuk melihat sisi lain kehidupan dari pandangan saya dan orang-orang yang menginspirasi melalui tulisan saya," tambahnya.

Dia mengungkapkan dalam waktu dekat dirinya akan merilis novel keduanya yang menceritakan tentang kisah seorang pengidap penyakit lupus. Dari novel itu, dirinya akan kembali memberikan pelajaran tentang kehidupan. "Novelnya sudah 60 persen, sisa 40 persen lagi akan rampung," ungkapnya.

Selain menulis novel, Rika juga seorang pengarang puisi dan cerpen. Di mana pada tahun 2016 tadi, dirinya telah merilis buku puisi dan cerpen berjudul Kertas Bintang. "Jika ada waktu senggang saya selalu menulis, sejak SMP saya sudah mencoba menulis puisi cinta untuk pacar," pungkasnya.

Kebutuhan untuk menyampaikan sesuatu juga yang mendorong Pratiwi Juliani untuk tertarik menulis novel. Wanita kelahiran Amuntai 26 tahun lalu ini baru menulis sejak enam bulan terakhir. Untuk novel, ia sendiri baru mengikuti Kelas Menulis Kreatif di Banjarbaru. Jarak yang jauh dari Lok Paikat, Tapin, membuatnya harus pulang-pergi setiap pekan.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 26 April 2017 13:44

Mencoba Praktik Terapi Alternatif Al Fasdhu, Keluarkan Racun dari Kaki

AL Fasdhu adalah terapi mengeluarkan darah dari pembuluh vena yang di dalamnya terdapat sumbatan-sumbatan…

Sabtu, 22 April 2017 13:25

Kisah Warga Banua Bantu Pengungsi Suriah di Eropa

Niat awal Oce Oktoman Anggakusumah hanya ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun, rasa kemanusiaan pemuda…

Sabtu, 22 April 2017 12:46

Yulianti, Kartini dari Pedalaman Meratus, Mengajar Bermodal Ijazah Paket C

Mentari belum sempurna menampakkan diri, Yulianti (24) sudah bergegas mengenakan pakaian rapi untuk…

Jumat, 21 April 2017 16:10

Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya…

Jumat, 21 April 2017 15:52

Dese Yulianti, Komandan di Dunia Para Pria

Supel, energik dan tegas. Tiga kata ini mewakili sosok Kompol Dese Yulianti. Kapolsek Banjarmasin Timur…

Jumat, 21 April 2017 14:25

Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni…

Jumat, 21 April 2017 13:58

Kreatif Banget, Siswa ini Bikin Abon dari Kulit Nenas dan Pisang

Rusminah keranjingan buah nenas. Namun, setelah kenyang ia selalu merasa terganggu, melihat tumpukan…

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Minggu, 16 April 2017 18:39

Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai

Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup…

Sabtu, 15 April 2017 14:04

Syachrizal, Nama Baru Harapan Banua di Barito Putera

Barito Putera sering kesulitan mencari pemain lokal berkualitas. Kini harapan itu ada di pundak Syachrizal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .