MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 11 April 2017 11:47
Nasib Warga Kolong Jembatan Antasari: Dibantu, Bukan Cuma Diusir
TIDUR SEADANYA: Penghuni kolong Jembatan Antasari masih bertahan meski sudah dibongkar Satpol PP Kota Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Meski sudah diperingati beberapa kali, penghuni kolong Jembatan Antasari tak juga berpindah. Terakhir, Satpol PP Kota Banjarmasin memberikan tenggat waktu hingga kemarin untuk membereskan bangunan dan barang yang ada di kolong Jembatan Antasari. Pembongkaran sebelumnya sudah dilakukan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin pada 1 Februari lalu. Namun, penghuni masih saja tinggal di sana.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kondisi kolong Jembatan Antasari sebenarnya sudah ada yang dibongkar oleh penghuni. Hanya tersisa satu bangunan dengan berukuruan 2x1 meter. Bangunan ini pun hanya cukup untuk tidur satu orang saja.

Meski sudah dibongkar, masih terdapat barang penghuni kolong Jembatan Antasari. Barang yang sudah dikeluarkan tersebut hanya ditutupi terpal agar tidak kehujanan. Penghuni tetap tinggal di bawah Jembatan Antasari dengan menyusun sisa-sisa kayu yang ada.

Kolong Jembatan Antasari yang ditinggali itu memiliki tinggi satu meter dengan panjang dan lebar 10x10 meter. Ketika hendak masuk, harus jongkok. Jika berdiri kepala akan langsung mengenai bangunan jembatan. Mereka tinggal berbagi tempat dengan penghuni lainnya. Jumlahnya ada 33 orang.

“Kami tahu kalau kami ini salah. Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak memiliki rumah. Pekerjaan tetap pun tidak ada,” keluh Pirang, salah satu penghuni Jembatan Antasari, kemarin. “Kalau dibongkar, kami akan balik lagi. Kami ini miskin dari kecil, tanpa pendidikan,” sambungnya.

Pirang sudah berada di situ selama puluhan tahun. “Kami sudah punya anak di sini,” ujar pria berusia 70 tahun ini.

Hal serupa juga ditimpali Noor Janah. Penghuni dari kolong Jembatan Antasari ini juga terpaksa bertahan di kolong jembatan. Alasannya demi tetap bertahan hidup. Apalagi, sebagian besar penghuni kolong jembatan berprofesi sebagai pemulung dan buruh mengantar kelapa.

Sekali mengangkut dapatnya Rp30 ribu. Sepekan kelapa datang dua kali. Sekali datang, bisa mengangkat lima kali. “Tapi yang mengangkat anak-anak yang tinggal di sini. Termasuk anak saya. Anak saya juga mau cari kerjaan, tapi dengan pendidikan minim sulit dapat kerja,” bebernya.

Apalagi Noor Janah juga menderita kanker. “Kami tidak punya uang. Jangankan buat berobat, ini saja kami sekeluarga belum makan. Suami dan saya hanya minum teh,” lirihnya. Noor Janah justru berharap bantuan, bukan pengusiran.

Janah dulu memiliki tempat tinggal. Namun ketika ada penggusuran, dia hanya mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 1,5 juta. “Ya kalau ada bantuan kami sih berharap. Entah bantuan tempat tinggal atau lainnya,” ucap Janah.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnanigsih, mengaku miris dengan kondisi warga Banjarmasin seperti ini. Ia berharap ada penanganan dari pihak terkait mengenai masalah warga Banjarmasin yang berada di Jembatan Antasari. “Di satu sisi mereka juga salah tinggal di kolong jembatan. Di sisi lainnya ada alasan kemanusiaan. Saya berharap pemko bisa memfasilitasi persoalan ini,” pesannya.

Sekdako Banjarmasin, Hamli Kursani, mengatakan pihaknya akan mengkoordinasikan persoalan ini dengan Dinas Sosial Kota Banjarmasin. “Pemko punya rumah singgah, nanti apakah mereka akan dipindahkan ke sana atau dicarikan tempat tinggal baru,” tuntasnya.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:28

Gelar Syukuran HUT Kemerdekaan RI

BATULICIN - Kapolsek Sungai Loban Iptu H Tony Haryono SE bersama Satgas Baintelkam Polri memprakarsai…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:27

Plt Sekda Tanbu: ASN Harus Berkarya

BATULICIN - Pada dasarnya tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya semata bekerja, namun pada idealnya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:23

JCH Plus Asal Tanbu Dilepas Wabup

BATULICIN - Sebanyak 38 Jemaah Calon Haji (JCH) Plus asal Kabupaten Tanah Bumbu dilepas keberangkatannya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:38

Tak Ketinggalan, Jemaah Haji Kalsel Upacara Bendera di Mekkah

BANJARMASIN – Jemaah Calon Haji (JCH) dari Kalsel ini patut diacungi jempol. Bagaimana tidak,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:34

Lima Hari Irigasi Riam Kanan Dibersihkan

BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalsel bakal kembali melakukan pemeliharaan rutin saluran…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:12

Warga Banua Bangga, Pakaian Adat Presiden Berasal Dari Kalsel

Penampilan Presiden Joko Widodo dalam Upacara HUT Proklamasi RI ke-72 di Jakarta, Kamis (17/8) kemarin…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:01

Meneroka Konstelasi Politik Pilkada 2018: Bisa Melawan Kotak Kosong

Konstelasi politik lokal menyongsong pemilihan kepala daerah di 4 kabupaten di Kalsel mulai mengerucut.…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:42

PT SILO Beberkan Izin, Walhi: IUP Produksinya Janggal

KOTABARU - PT SILO Group (Sebuku Group) akhirnya membuka data dan memperlihatkan Izin Usaha Pertambangan…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:10

Peringatan Hari Kemerdekaan Pemprov, Hanya 16 Wakil Rakyat Terlihat

BANJARMASIN – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 yang dilaksanakan Pemerintah…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:08

Di HSS, Tiga Anak Lahir di Hari Istimewa

KANDANGAN – Tanggal 17 Agustus menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Momen apapun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .