MANAGED BY:
SELASA
27 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 11 April 2017 11:47
Nasib Warga Kolong Jembatan Antasari: Dibantu, Bukan Cuma Diusir
TIDUR SEADANYA: Penghuni kolong Jembatan Antasari masih bertahan meski sudah dibongkar Satpol PP Kota Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Meski sudah diperingati beberapa kali, penghuni kolong Jembatan Antasari tak juga berpindah. Terakhir, Satpol PP Kota Banjarmasin memberikan tenggat waktu hingga kemarin untuk membereskan bangunan dan barang yang ada di kolong Jembatan Antasari. Pembongkaran sebelumnya sudah dilakukan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin pada 1 Februari lalu. Namun, penghuni masih saja tinggal di sana.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kondisi kolong Jembatan Antasari sebenarnya sudah ada yang dibongkar oleh penghuni. Hanya tersisa satu bangunan dengan berukuruan 2x1 meter. Bangunan ini pun hanya cukup untuk tidur satu orang saja.

Meski sudah dibongkar, masih terdapat barang penghuni kolong Jembatan Antasari. Barang yang sudah dikeluarkan tersebut hanya ditutupi terpal agar tidak kehujanan. Penghuni tetap tinggal di bawah Jembatan Antasari dengan menyusun sisa-sisa kayu yang ada.

Kolong Jembatan Antasari yang ditinggali itu memiliki tinggi satu meter dengan panjang dan lebar 10x10 meter. Ketika hendak masuk, harus jongkok. Jika berdiri kepala akan langsung mengenai bangunan jembatan. Mereka tinggal berbagi tempat dengan penghuni lainnya. Jumlahnya ada 33 orang.

“Kami tahu kalau kami ini salah. Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak memiliki rumah. Pekerjaan tetap pun tidak ada,” keluh Pirang, salah satu penghuni Jembatan Antasari, kemarin. “Kalau dibongkar, kami akan balik lagi. Kami ini miskin dari kecil, tanpa pendidikan,” sambungnya.

Pirang sudah berada di situ selama puluhan tahun. “Kami sudah punya anak di sini,” ujar pria berusia 70 tahun ini.

Hal serupa juga ditimpali Noor Janah. Penghuni dari kolong Jembatan Antasari ini juga terpaksa bertahan di kolong jembatan. Alasannya demi tetap bertahan hidup. Apalagi, sebagian besar penghuni kolong jembatan berprofesi sebagai pemulung dan buruh mengantar kelapa.

Sekali mengangkut dapatnya Rp30 ribu. Sepekan kelapa datang dua kali. Sekali datang, bisa mengangkat lima kali. “Tapi yang mengangkat anak-anak yang tinggal di sini. Termasuk anak saya. Anak saya juga mau cari kerjaan, tapi dengan pendidikan minim sulit dapat kerja,” bebernya.

Apalagi Noor Janah juga menderita kanker. “Kami tidak punya uang. Jangankan buat berobat, ini saja kami sekeluarga belum makan. Suami dan saya hanya minum teh,” lirihnya. Noor Janah justru berharap bantuan, bukan pengusiran.

Janah dulu memiliki tempat tinggal. Namun ketika ada penggusuran, dia hanya mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 1,5 juta. “Ya kalau ada bantuan kami sih berharap. Entah bantuan tempat tinggal atau lainnya,” ucap Janah.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnanigsih, mengaku miris dengan kondisi warga Banjarmasin seperti ini. Ia berharap ada penanganan dari pihak terkait mengenai masalah warga Banjarmasin yang berada di Jembatan Antasari. “Di satu sisi mereka juga salah tinggal di kolong jembatan. Di sisi lainnya ada alasan kemanusiaan. Saya berharap pemko bisa memfasilitasi persoalan ini,” pesannya.

Sekdako Banjarmasin, Hamli Kursani, mengatakan pihaknya akan mengkoordinasikan persoalan ini dengan Dinas Sosial Kota Banjarmasin. “Pemko punya rumah singgah, nanti apakah mereka akan dipindahkan ke sana atau dicarikan tempat tinggal baru,” tuntasnya.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Senin, 26 Juni 2017 16:35

Hari Kedua Lebaran, Arus Lalulintas di Amuntai Merayap

AMUNTAI - H+1 Pasca Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah atau Senin (26/6) sekitar pukul 11.30 wita mengalami…

Senin, 26 Juni 2017 16:33

Ramai, Kapal Ferry Kotabaru Antre Lebih Lama 45 Menit di Laut

KOTABARU - Dari pantauan wartawan di lapangan, arus lebaran hari kedua di pelabuhan fery tujuan Tg Serdang…

Minggu, 25 Juni 2017 15:12

Salat Idulfitri, Walikota ini Didaulat Jadi Khatib

BANJARMASIN – Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H ini ternyata benar-benar menjadi hari istimewa…

Minggu, 25 Juni 2017 11:42

Ribuan Warga Balangan Salat Ied di Masjid Al Akbar

PARINGIN - Pelaksanaan salat Ied pada Minggu (25/6) di Kabupaten Balangan terpusat di masjid Al Akbar…

Minggu, 25 Juni 2017 11:20

Ini Pesan Bupati HSU Abdul Wahid Saat Salat Idulfitri

AMUNTAI - Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1438 Hijrah bagi Bupati dan Wabup Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul…

Minggu, 25 Juni 2017 11:17

Begini Cara Warga Amuntai Rayakan Malam Takbir

AMUNTAI - Iring-iringan pawai takbir juga dilaksanakan jajaran Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara…

Sabtu, 24 Juni 2017 16:04

Alhamdulillah, Korban Kebakaran Balangan Digelontor Bantuan

PARINGIN – Warga Desa Mungkur Uyam Kecamatan Juai yang rumahnya menjadi korban kebakaran, Sabtu…

Sabtu, 24 Juni 2017 13:48

Rute Takbiran di Kota Banjarmasin Malam ini, Catat Ya!

BANJARMASIN - Perhatian-perhatian, bagi warga Banjarmasin yang ingin ikut maupun ingin menyaksikan…

Sabtu, 24 Juni 2017 11:58

Pemudik Jalur Udara Tak Sebanyak Tahun Lalu

    BANJARBARU – H-3 menjelang lebaran ternyata tak begitu berpengaruh terhadap aktivitas…

Jumat, 23 Juni 2017 08:27

Besok Kanwil Kemenag Pantau Hilal di Tempat ini

  BANJARMASIN – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .