MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 11 April 2017 11:47
Nasib Warga Kolong Jembatan Antasari: Dibantu, Bukan Cuma Diusir
TIDUR SEADANYA: Penghuni kolong Jembatan Antasari masih bertahan meski sudah dibongkar Satpol PP Kota Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Meski sudah diperingati beberapa kali, penghuni kolong Jembatan Antasari tak juga berpindah. Terakhir, Satpol PP Kota Banjarmasin memberikan tenggat waktu hingga kemarin untuk membereskan bangunan dan barang yang ada di kolong Jembatan Antasari. Pembongkaran sebelumnya sudah dilakukan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin pada 1 Februari lalu. Namun, penghuni masih saja tinggal di sana.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kondisi kolong Jembatan Antasari sebenarnya sudah ada yang dibongkar oleh penghuni. Hanya tersisa satu bangunan dengan berukuruan 2x1 meter. Bangunan ini pun hanya cukup untuk tidur satu orang saja.

Meski sudah dibongkar, masih terdapat barang penghuni kolong Jembatan Antasari. Barang yang sudah dikeluarkan tersebut hanya ditutupi terpal agar tidak kehujanan. Penghuni tetap tinggal di bawah Jembatan Antasari dengan menyusun sisa-sisa kayu yang ada.

Kolong Jembatan Antasari yang ditinggali itu memiliki tinggi satu meter dengan panjang dan lebar 10x10 meter. Ketika hendak masuk, harus jongkok. Jika berdiri kepala akan langsung mengenai bangunan jembatan. Mereka tinggal berbagi tempat dengan penghuni lainnya. Jumlahnya ada 33 orang.

“Kami tahu kalau kami ini salah. Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak memiliki rumah. Pekerjaan tetap pun tidak ada,” keluh Pirang, salah satu penghuni Jembatan Antasari, kemarin. “Kalau dibongkar, kami akan balik lagi. Kami ini miskin dari kecil, tanpa pendidikan,” sambungnya.

Pirang sudah berada di situ selama puluhan tahun. “Kami sudah punya anak di sini,” ujar pria berusia 70 tahun ini.

Hal serupa juga ditimpali Noor Janah. Penghuni dari kolong Jembatan Antasari ini juga terpaksa bertahan di kolong jembatan. Alasannya demi tetap bertahan hidup. Apalagi, sebagian besar penghuni kolong jembatan berprofesi sebagai pemulung dan buruh mengantar kelapa.

Sekali mengangkut dapatnya Rp30 ribu. Sepekan kelapa datang dua kali. Sekali datang, bisa mengangkat lima kali. “Tapi yang mengangkat anak-anak yang tinggal di sini. Termasuk anak saya. Anak saya juga mau cari kerjaan, tapi dengan pendidikan minim sulit dapat kerja,” bebernya.

Apalagi Noor Janah juga menderita kanker. “Kami tidak punya uang. Jangankan buat berobat, ini saja kami sekeluarga belum makan. Suami dan saya hanya minum teh,” lirihnya. Noor Janah justru berharap bantuan, bukan pengusiran.

Janah dulu memiliki tempat tinggal. Namun ketika ada penggusuran, dia hanya mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 1,5 juta. “Ya kalau ada bantuan kami sih berharap. Entah bantuan tempat tinggal atau lainnya,” ucap Janah.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnanigsih, mengaku miris dengan kondisi warga Banjarmasin seperti ini. Ia berharap ada penanganan dari pihak terkait mengenai masalah warga Banjarmasin yang berada di Jembatan Antasari. “Di satu sisi mereka juga salah tinggal di kolong jembatan. Di sisi lainnya ada alasan kemanusiaan. Saya berharap pemko bisa memfasilitasi persoalan ini,” pesannya.

Sekdako Banjarmasin, Hamli Kursani, mengatakan pihaknya akan mengkoordinasikan persoalan ini dengan Dinas Sosial Kota Banjarmasin. “Pemko punya rumah singgah, nanti apakah mereka akan dipindahkan ke sana atau dicarikan tempat tinggal baru,” tuntasnya.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 15:52

Banjir HSU Makin Parah, Sembilan dari Sepuluh Kecamatan Kebanjiran

AMUNTAI – Tanda-tanda banjir di Kabupaten HSU bakal surut masih belum terlihat. Bahkan daerah…

Senin, 20 November 2017 13:56

BOSDA Belum Sentuh Sekolah Keagamaan

BANJARMASIN - Mungkin ini akan menjadi kabar yang menggembirakan bagi sekolah Madrasah Aliah Negeri…

Senin, 20 November 2017 13:53

Pengamat: Bekas Kantor Gubernur Mending Dibangun Hotel Berbintang

BANJARMASIN – Rencana pembongkaran bangunan bekas perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel)…

Senin, 20 November 2017 13:48

Santri Ponpes Agen Pembaru Hidup Sehat

BANJARMASIN – Masyarakat sekarang banyak memilih konsumsi makanan cepat saji, serba praktis, dan…

Senin, 20 November 2017 13:47

GMPK Temukan Sejumlah Penyimpangan Dana Desa di Kalsel

BANJARMASIN – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)…

Senin, 20 November 2017 12:11
Kabar Banjarbaru

Nadjmi: Ayo Buat Kampung Lagi

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, nampaknya belum puas memunculkan nama-nama kampung untuk…

Senin, 20 November 2017 10:12

Pemkab Tabalong Realisasikan Saluran Air Bersih

TANJUNG - Warga desa Masingai Satu, Masingai Dua dan Bilas,  iri hati terkait penyaluran air bersih…

Senin, 20 November 2017 10:10

Hari Ini PKL di Kawasan Handil Bakti Ditertibkan

MARABAHAN – Aksi penertiban yang dilakukan Tim Gabungan Kabupaten Barito Kuala (Batola), …

Senin, 20 November 2017 10:08

Korban Kebakaran Terima Rumah Baru

BATULICIN - Eks korban kebakaran di Desa Karang Bintang Kecamatan Karang Bintang menerima bantuan dari…

Senin, 20 November 2017 10:07

Puncak Hari Kesehatan Nasional di Tanbu Berlangsung Meriah

BATULICIN - Keluarga besar Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu larut dalam kemeriahan lomba dan hiburan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .