MANAGED BY:
MINGGU
30 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 11 April 2017 11:47
Nasib Warga Kolong Jembatan Antasari: Dibantu, Bukan Cuma Diusir
TIDUR SEADANYA: Penghuni kolong Jembatan Antasari masih bertahan meski sudah dibongkar Satpol PP Kota Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Meski sudah diperingati beberapa kali, penghuni kolong Jembatan Antasari tak juga berpindah. Terakhir, Satpol PP Kota Banjarmasin memberikan tenggat waktu hingga kemarin untuk membereskan bangunan dan barang yang ada di kolong Jembatan Antasari. Pembongkaran sebelumnya sudah dilakukan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin pada 1 Februari lalu. Namun, penghuni masih saja tinggal di sana.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kondisi kolong Jembatan Antasari sebenarnya sudah ada yang dibongkar oleh penghuni. Hanya tersisa satu bangunan dengan berukuruan 2x1 meter. Bangunan ini pun hanya cukup untuk tidur satu orang saja.

Meski sudah dibongkar, masih terdapat barang penghuni kolong Jembatan Antasari. Barang yang sudah dikeluarkan tersebut hanya ditutupi terpal agar tidak kehujanan. Penghuni tetap tinggal di bawah Jembatan Antasari dengan menyusun sisa-sisa kayu yang ada.

Kolong Jembatan Antasari yang ditinggali itu memiliki tinggi satu meter dengan panjang dan lebar 10x10 meter. Ketika hendak masuk, harus jongkok. Jika berdiri kepala akan langsung mengenai bangunan jembatan. Mereka tinggal berbagi tempat dengan penghuni lainnya. Jumlahnya ada 33 orang.

“Kami tahu kalau kami ini salah. Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak memiliki rumah. Pekerjaan tetap pun tidak ada,” keluh Pirang, salah satu penghuni Jembatan Antasari, kemarin. “Kalau dibongkar, kami akan balik lagi. Kami ini miskin dari kecil, tanpa pendidikan,” sambungnya.

Pirang sudah berada di situ selama puluhan tahun. “Kami sudah punya anak di sini,” ujar pria berusia 70 tahun ini.

Hal serupa juga ditimpali Noor Janah. Penghuni dari kolong Jembatan Antasari ini juga terpaksa bertahan di kolong jembatan. Alasannya demi tetap bertahan hidup. Apalagi, sebagian besar penghuni kolong jembatan berprofesi sebagai pemulung dan buruh mengantar kelapa.

Sekali mengangkut dapatnya Rp30 ribu. Sepekan kelapa datang dua kali. Sekali datang, bisa mengangkat lima kali. “Tapi yang mengangkat anak-anak yang tinggal di sini. Termasuk anak saya. Anak saya juga mau cari kerjaan, tapi dengan pendidikan minim sulit dapat kerja,” bebernya.

Apalagi Noor Janah juga menderita kanker. “Kami tidak punya uang. Jangankan buat berobat, ini saja kami sekeluarga belum makan. Suami dan saya hanya minum teh,” lirihnya. Noor Janah justru berharap bantuan, bukan pengusiran.

Janah dulu memiliki tempat tinggal. Namun ketika ada penggusuran, dia hanya mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 1,5 juta. “Ya kalau ada bantuan kami sih berharap. Entah bantuan tempat tinggal atau lainnya,” ucap Janah.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnanigsih, mengaku miris dengan kondisi warga Banjarmasin seperti ini. Ia berharap ada penanganan dari pihak terkait mengenai masalah warga Banjarmasin yang berada di Jembatan Antasari. “Di satu sisi mereka juga salah tinggal di kolong jembatan. Di sisi lainnya ada alasan kemanusiaan. Saya berharap pemko bisa memfasilitasi persoalan ini,” pesannya.

Sekdako Banjarmasin, Hamli Kursani, mengatakan pihaknya akan mengkoordinasikan persoalan ini dengan Dinas Sosial Kota Banjarmasin. “Pemko punya rumah singgah, nanti apakah mereka akan dipindahkan ke sana atau dicarikan tempat tinggal baru,” tuntasnya.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Minggu, 30 April 2017 16:40

Sahbirin: Jalan Rusak di Kalsel, Dinas Terkait Jangan Diam

BANJARMASIN – Rusaknya beberapa ruas jalan nasional di wilayah Kalsel menjadi perhatian serius…

Sabtu, 29 April 2017 19:58

Menyongsong Pilkada Empat Kabupaten 2018 di Kalsel, Petahana Siap Maju?

Ada empat kabupaten di Kalsel yang akan menyelenggarakan Pilkada tahun 2018 nanti. Mulai dari Tabalong,…

Sabtu, 29 April 2017 12:40

Baru Tiga Bulan, Sahbirin Kembali Rombak Pejabatnya

BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor kembali merombak susunan pejabat struktural Pemprov…

Sabtu, 29 April 2017 12:12

Eksekusi Lahan Bandara Beres, Kontraktor Langsung Tancap Gas

BANJARBARU - Usai sudah eksekusi 17 rumah dan 19 bidang tanah yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura I…

Sabtu, 29 April 2017 12:08

Nah.. 7 Karyawan Karaoke dan Hotel di Banjarbaru Terinfeksi HIV

BANJARBARU - Tahun ini Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banjarbaru gencar melakukan konseling dan tes…

Sabtu, 29 April 2017 12:01
Berita Tanah Bumbu

Tanbu Gelar Dragon Boat Race se-Kalimantan

BATULICIN - Sebanyak 39 tim mengikuti Lomba Dayung Perahu Naga  (Dragon Boat)  Naga se-Kalimantan…

Sabtu, 29 April 2017 11:50

Tingkatkan Pelayanan Publik Melalui E-Government

BATULICIN - Pemkab Tanbu menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-21…

Sabtu, 29 April 2017 11:48
Berita Tanah Bumbu

Seruu.. Band Coklat Ramaikan Expo Pembangunan di Tanbu

BATULICIN - Sederet artis Indonesia ramaikan Expo Pembangunan Pemkab Tanbu dan Pesta Laut Mappanretasi…

Sabtu, 29 April 2017 11:42

Jembatan Antasan Kecil Barat Mulai Dikerjakan

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin bakal melakukan rehab terhadap Jembatan Antasan Kecil…

Jumat, 28 April 2017 17:25
Berita Batola

Diharapkan Pacu Kemajuan Pembangunan

MARABAHAN - Pembangunan desa dan kelurahan harus terus disemangati agar terus mencapai perkembangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .