MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 11 April 2017 11:47
Nasib Warga Kolong Jembatan Antasari: Dibantu, Bukan Cuma Diusir
TIDUR SEADANYA: Penghuni kolong Jembatan Antasari masih bertahan meski sudah dibongkar Satpol PP Kota Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Meski sudah diperingati beberapa kali, penghuni kolong Jembatan Antasari tak juga berpindah. Terakhir, Satpol PP Kota Banjarmasin memberikan tenggat waktu hingga kemarin untuk membereskan bangunan dan barang yang ada di kolong Jembatan Antasari. Pembongkaran sebelumnya sudah dilakukan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin pada 1 Februari lalu. Namun, penghuni masih saja tinggal di sana.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kondisi kolong Jembatan Antasari sebenarnya sudah ada yang dibongkar oleh penghuni. Hanya tersisa satu bangunan dengan berukuruan 2x1 meter. Bangunan ini pun hanya cukup untuk tidur satu orang saja.

Meski sudah dibongkar, masih terdapat barang penghuni kolong Jembatan Antasari. Barang yang sudah dikeluarkan tersebut hanya ditutupi terpal agar tidak kehujanan. Penghuni tetap tinggal di bawah Jembatan Antasari dengan menyusun sisa-sisa kayu yang ada.

Kolong Jembatan Antasari yang ditinggali itu memiliki tinggi satu meter dengan panjang dan lebar 10x10 meter. Ketika hendak masuk, harus jongkok. Jika berdiri kepala akan langsung mengenai bangunan jembatan. Mereka tinggal berbagi tempat dengan penghuni lainnya. Jumlahnya ada 33 orang.

“Kami tahu kalau kami ini salah. Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak memiliki rumah. Pekerjaan tetap pun tidak ada,” keluh Pirang, salah satu penghuni Jembatan Antasari, kemarin. “Kalau dibongkar, kami akan balik lagi. Kami ini miskin dari kecil, tanpa pendidikan,” sambungnya.

Pirang sudah berada di situ selama puluhan tahun. “Kami sudah punya anak di sini,” ujar pria berusia 70 tahun ini.

Hal serupa juga ditimpali Noor Janah. Penghuni dari kolong Jembatan Antasari ini juga terpaksa bertahan di kolong jembatan. Alasannya demi tetap bertahan hidup. Apalagi, sebagian besar penghuni kolong jembatan berprofesi sebagai pemulung dan buruh mengantar kelapa.

Sekali mengangkut dapatnya Rp30 ribu. Sepekan kelapa datang dua kali. Sekali datang, bisa mengangkat lima kali. “Tapi yang mengangkat anak-anak yang tinggal di sini. Termasuk anak saya. Anak saya juga mau cari kerjaan, tapi dengan pendidikan minim sulit dapat kerja,” bebernya.

Apalagi Noor Janah juga menderita kanker. “Kami tidak punya uang. Jangankan buat berobat, ini saja kami sekeluarga belum makan. Suami dan saya hanya minum teh,” lirihnya. Noor Janah justru berharap bantuan, bukan pengusiran.

Janah dulu memiliki tempat tinggal. Namun ketika ada penggusuran, dia hanya mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 1,5 juta. “Ya kalau ada bantuan kami sih berharap. Entah bantuan tempat tinggal atau lainnya,” ucap Janah.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnanigsih, mengaku miris dengan kondisi warga Banjarmasin seperti ini. Ia berharap ada penanganan dari pihak terkait mengenai masalah warga Banjarmasin yang berada di Jembatan Antasari. “Di satu sisi mereka juga salah tinggal di kolong jembatan. Di sisi lainnya ada alasan kemanusiaan. Saya berharap pemko bisa memfasilitasi persoalan ini,” pesannya.

Sekdako Banjarmasin, Hamli Kursani, mengatakan pihaknya akan mengkoordinasikan persoalan ini dengan Dinas Sosial Kota Banjarmasin. “Pemko punya rumah singgah, nanti apakah mereka akan dipindahkan ke sana atau dicarikan tempat tinggal baru,” tuntasnya.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 12:49

Para Kartini Cilik Ikuti Lomba Mewarnai dan Fashion Show

BANJARMASIN – Puluhan anak-anak TK dan PAUD memadati loby Menara Pandang Siring Pierre Tendean,…

Senin, 23 April 2018 11:15

Serunya Gerak Jalan Sambil Memungut Sampah

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan didampingi Ketua DPRD Kota Banjarbaru…

Senin, 23 April 2018 10:39

Desa Purwodadi jadi Contoh Inovasi Daerah di Tanbu

BATULICIN - Saat ini, Kabupaten Tanah Bumbu sudah memiliki 220 lebih inovasi daerah. Dengan demikian,…

Senin, 23 April 2018 10:17

Muspika Sungai Loban Peringati Isra Mikraj

BATULICIN - Jajaran Pemerintah Kecamatan Sungai Loban bersama Unsur Muspika menggelar peringatan Isra…

Senin, 23 April 2018 10:16

Wabup Tanbu Serahkan Bansos ASN Purna Tugas

BATULICIN - Pemkab Tanbu memberikan perhatian yang besar kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Kabupaten…

Senin, 23 April 2018 09:56

Sosialisasi Pemilu dengan Kesenian Madihin

BATULICIN - Kesenian Tradisional Madihin menjadi media bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanah…

Minggu, 22 April 2018 12:28
BREAKING NEWS

CATAT..! Malam Ini Debat Kandidat Pilkada Tabalong

TANJUNG -Ingat malam debat kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tabalong. KPU setempat sudah…

Minggu, 22 April 2018 11:03
BREAKING NEWS

Ada 7.019 Nasi Kabuli Gratis di Murjani untuk Pecahkan MURI

BANJARBARU - Guna memperingati HUT ke-19 Kota Banjarbaru, Minggu (22/4) pagi ini digelar pemecahan…

Sabtu, 21 April 2018 12:03

Kesempatan Kerja Bagi Kaum Difabel Harus Diberikan Seluas-Luasnya

Pemberian kesempatan kerja untuk penyandang disabilitas di Kalsel belum digenjot maksimal. Padahal pemerintah…

Sabtu, 21 April 2018 11:39

Konsep Pasar Wadai di Banjarmasin Tahun ini Berbeda

BANJARMASIN - Soal konsep, Pasar Wadai pada Ramadhan Tahun 1439 Hijriyah ini takkan jauh berbeda dibanding…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .