MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Selasa, 11 April 2017 16:53
Publikasi Jurnal Ilmiah Terkendala Bahasa
Wakil Rektor I ULM Banjarmasin Profesor Dr Ahmad Alim Bachri

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Faktor bahasa masih menjadi kendala bagi publikasi jurnal ilmiah internasional di perguruan tinggi di Banua. Ketakpahaman akan bahasa tulis asing ditakutkan membuat banyak dosen Banua kalah bersaing dengan perguruan tinggi luar.

Di Kalimantan sendiri, publikasi penelitian bertaraf internasional masih dipegang Universitas Mulawarman (Unmul) yang Februari lalu dinyatakan yang terbaik di regional Kalimantan. Di level nasional, kampus terbesar di Kaltim itu menduduki peringkat ke-32. Penilaian tersebut dilakukan oleh Scopus.

Scopus merupakan pusat data publikasi ilmiah tepercaya di dunia. Sekaligus menjadi tolok ukur bonafide-tidaknya sebuah publikasi yang diterbitkan ilmuwan atau institusi penelitian. Berdasar kompilasi Scopus, per 21 Februari 2017, Unmul memublikasikan sebanyak 213 penelitian.

Sementara itu, perguruan tinggi di Kalimantan lainnya, seperti Universitas Tanjungpura di Pontianak, Kalimantan Barat, menduduki peringkat 45 dengan publikasi penelitian sebanyak 147. Disusul Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan di peringkat 48 dengan total publikasi sebanyak 140.

“Kendala yang paling utama untuk jurnal internasional adalah faktor bahasa,” ungkap Wakil Rektor I ULM Banjarmasin Profesor Dr Ahmad Alim Bachri, Senin (10/4).

Pengajar di Fakultas Ekonomi ULM Banjarmasin ini mengakui tidak semua dosen memiliki kemampuan berbahasa asing dengan baik. Sehingga cukup menjadi hambatan bagi mereka.“Mereka bisa saja ngomong bahasa Inggris lancar, tapi menulisnya tidak bisa, ini faktor grammar,” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, lanjutnya, Universitas Lambung Mangkurat memfasilitasi kepada mereka untuk belajar bagaimana supaya mereka bisa menyelesaikan jurnal Internasional yang tengah di garap.“Solusinya ya kita fasilitasi, karena kita punya laboratorium bahasa dan itu bisa dimanfaatkan bagi para dosen,” tambahnya.

Meski begitu, dia melihat produktivitas dan perkembangan sekarang sudah semakin bagus. Dari 1.030 dosen yang ada sudah ada sebanyak 270 orang yang memiliki gelar Doktor. Aturan dari pusat jumlah dosen bergelar Doktor targetnya sebanyak 30 persen. “Saya yakin tahun depan target itu tercapai,” katanya.

Untuk memberikan dorongan terhadap para dosen, universitas mengeluarkan kebijakan yang sangat proaktif dengan cara memberikan insentif bagi dosen-dosen yang menghasilkan karya ilmiah, buku, jurnal dan sebagainya. Jumlah insentif yang diberikan beraneka ragam tergantung kualifikasi jurnal yang dihasilkan.

“Karena tidak ada dosen yang bisa naik pangkat tanpa riset dan tidak ada publikasi tanpa riset demikian pula tidak dosen bisa naik pangkat tanpa ada pengabdian dengan masyarakat, tidak ada dosen yang bisa naik pangkat tanpa ada proses pendidikan dan pengajaran (Tri Dharma Perguruan Tinggi),” jelasnya.

Jadi, lanjut dia, jika salah satu Tri Dharma ditinggalkan, dosen tidak akan berkembang atau hanya sebagai dosen pelengkap saja. Apalagi dengan keluarnya Permenristekdikti Nomor 20 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan tunjangan Kehormatan Profesor.

Paling tidak dosen harus meningkatkan terus kemampuan penulisan jurnal ilmiah, karena terkait dengan jabatan fungsional, jadi setiap dosen itu harus membuat jurnal baik nasional maupun internasional. Rektor punya target dengan kementerian pertahun untuk menghasilkan jurnal sekitar 200 jurnal.

“Ada 18 yang sedang diusulkan,yang kita nilai memenuhi syarat untuk dipatenkan, sekarang sudah dalam proses, bahkan sudah ada beberapa yang sudah ditanggapi oleh Kemenkum HAM,” jelasnya. (gmp/yn/ran)


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 14:14

Mudik Naik Motor? Waspada Efeknya Bagi Kesehatan Anda

Menjelang Lebaran, tradisi mudik tak pernah absen setiap tahun. Membeludaknya jumlah pemudik membuat…

Selasa, 12 Juni 2018 14:05

Jangan Banyak Menyantap Sate Saat Berbuka, ini Resikonya

Menu sate sangat digemari orang Indonesia. Saat bulan Ramadan, sate juga jadi buruan orang-orang untuk…

Selasa, 12 Juni 2018 13:55

Jalan-Jalan ke Pasar Kajut: Konsep Lebih Besar, Jual Puluhan Jenis Kudapan

Pasar Kajut kembali di gelar di Banjarmasin. Karena bertepatan momentum Ramadan, diberi nama Pasar Kajut…

Senin, 11 Juni 2018 09:37

Temu Kangen Alumni SMAN 2 Banjarbaru Angkatan 1999

BANJARBARU - Alunan suara merdu Kamil (12), anak panti asuhan Al-AshoYayasan Hidayatullah Palam,…

Sabtu, 09 Juni 2018 12:01

Hindari Langsung Tidur Saat Rambut Masih Basah

Bagi kaum hawa pasti sangat menjaga kebersihan rambutnya bukan. Bahkan saking memperhatikannya, wanita…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:58

Jangan Gunakan Botol Air Kemasan Berulang-ulang, ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Di antara kita semua pasti masih banyak yang menggunakan botol air minum kemasan untuk isi ulang air.…

Jumat, 08 Juni 2018 14:36

Handuk Jarang Dicuci, Awas Jutaan Kuman Bersarang

Handuk kita gunakan setiap hari. Idealnya dua kali dalam sehari setelah mandi. Tapi sayangnya, nasib…

Jumat, 08 Juni 2018 14:35

Makan Sahur dengan Nasi Goreng Sebaiknya Dihindari

Menu makanan sangat menentukan bagaimana antusias seseorang untuk bangun bersahur. Sementara sahur sangat…

Kamis, 07 Juni 2018 13:36

Dampak Negatif Bermain Game Smartphone Bagi Kesehatan

Bermain game memang sangat seru. Saking serunya bahkan seseorang lupa sudah berapa lama dia bermain…

Rabu, 06 Juni 2018 10:28

Manfaat Melakukan Olahraga Ekstrem untuk Kesehatan dan Pikiran

Di dunia ini ada dua tipe olahraga. Yang pertama adalah olahraga yang umum dilakukan oleh orang banyak,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .