MANAGED BY:
RABU
26 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Selasa, 11 April 2017 16:53
Publikasi Jurnal Ilmiah Terkendala Bahasa
Wakil Rektor I ULM Banjarmasin Profesor Dr Ahmad Alim Bachri

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Faktor bahasa masih menjadi kendala bagi publikasi jurnal ilmiah internasional di perguruan tinggi di Banua. Ketakpahaman akan bahasa tulis asing ditakutkan membuat banyak dosen Banua kalah bersaing dengan perguruan tinggi luar.

Di Kalimantan sendiri, publikasi penelitian bertaraf internasional masih dipegang Universitas Mulawarman (Unmul) yang Februari lalu dinyatakan yang terbaik di regional Kalimantan. Di level nasional, kampus terbesar di Kaltim itu menduduki peringkat ke-32. Penilaian tersebut dilakukan oleh Scopus.

Scopus merupakan pusat data publikasi ilmiah tepercaya di dunia. Sekaligus menjadi tolok ukur bonafide-tidaknya sebuah publikasi yang diterbitkan ilmuwan atau institusi penelitian. Berdasar kompilasi Scopus, per 21 Februari 2017, Unmul memublikasikan sebanyak 213 penelitian.

Sementara itu, perguruan tinggi di Kalimantan lainnya, seperti Universitas Tanjungpura di Pontianak, Kalimantan Barat, menduduki peringkat 45 dengan publikasi penelitian sebanyak 147. Disusul Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan di peringkat 48 dengan total publikasi sebanyak 140.

“Kendala yang paling utama untuk jurnal internasional adalah faktor bahasa,” ungkap Wakil Rektor I ULM Banjarmasin Profesor Dr Ahmad Alim Bachri, Senin (10/4).

Pengajar di Fakultas Ekonomi ULM Banjarmasin ini mengakui tidak semua dosen memiliki kemampuan berbahasa asing dengan baik. Sehingga cukup menjadi hambatan bagi mereka.“Mereka bisa saja ngomong bahasa Inggris lancar, tapi menulisnya tidak bisa, ini faktor grammar,” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, lanjutnya, Universitas Lambung Mangkurat memfasilitasi kepada mereka untuk belajar bagaimana supaya mereka bisa menyelesaikan jurnal Internasional yang tengah di garap.“Solusinya ya kita fasilitasi, karena kita punya laboratorium bahasa dan itu bisa dimanfaatkan bagi para dosen,” tambahnya.

Meski begitu, dia melihat produktivitas dan perkembangan sekarang sudah semakin bagus. Dari 1.030 dosen yang ada sudah ada sebanyak 270 orang yang memiliki gelar Doktor. Aturan dari pusat jumlah dosen bergelar Doktor targetnya sebanyak 30 persen. “Saya yakin tahun depan target itu tercapai,” katanya.

Untuk memberikan dorongan terhadap para dosen, universitas mengeluarkan kebijakan yang sangat proaktif dengan cara memberikan insentif bagi dosen-dosen yang menghasilkan karya ilmiah, buku, jurnal dan sebagainya. Jumlah insentif yang diberikan beraneka ragam tergantung kualifikasi jurnal yang dihasilkan.

“Karena tidak ada dosen yang bisa naik pangkat tanpa riset dan tidak ada publikasi tanpa riset demikian pula tidak dosen bisa naik pangkat tanpa ada pengabdian dengan masyarakat, tidak ada dosen yang bisa naik pangkat tanpa ada proses pendidikan dan pengajaran (Tri Dharma Perguruan Tinggi),” jelasnya.

Jadi, lanjut dia, jika salah satu Tri Dharma ditinggalkan, dosen tidak akan berkembang atau hanya sebagai dosen pelengkap saja. Apalagi dengan keluarnya Permenristekdikti Nomor 20 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan tunjangan Kehormatan Profesor.

Paling tidak dosen harus meningkatkan terus kemampuan penulisan jurnal ilmiah, karena terkait dengan jabatan fungsional, jadi setiap dosen itu harus membuat jurnal baik nasional maupun internasional. Rektor punya target dengan kementerian pertahun untuk menghasilkan jurnal sekitar 200 jurnal.

“Ada 18 yang sedang diusulkan,yang kita nilai memenuhi syarat untuk dipatenkan, sekarang sudah dalam proses, bahkan sudah ada beberapa yang sudah ditanggapi oleh Kemenkum HAM,” jelasnya. (gmp/yn/ran)


BACA JUGA

Kamis, 20 Juli 2017 13:58

Ada Apa..? Polisi Tiba-tiba Datang ke Rumah Nenek Serah

BANJARMASIN - Seorang nenek terharu setelah setelah menerima kedatangan dua orang anggota Polri didampingi…

Rabu, 19 Juli 2017 19:13

Boyong Artis Ibukota Salawatan di Banjarbaru

BANJARBARU – Harapan ribuan jemaah pengajian Al-Munawarah di Banua untuk salawatan sekaligus…

Rabu, 19 Juli 2017 12:36

KREATIF, Bikin Bouqet Bunga Dari Sasirangan

BANJARMASIN - Ada saja cara untuk melestarikan kain sasirangan. Yasmine Qamaraniqa, cewek cantik yang…

Senin, 17 Juli 2017 10:19

Kanker Serviks Ancaman Serius Bagi Wanita, Deteksi Dini Sebelum Terlambat

AMUNTAI – Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tengah gencar menyosialisasikan Germas…

Jumat, 14 Juli 2017 10:45

Subhanallah.. Jemaah Membludak di Haul ke 79 Syekh Kasyful Anwar

MARTAPURA – Syekh Kasyful Anwar tetap hidup di hati umat, meski ulama karismatik Martapura itu…

Selasa, 11 Juli 2017 15:03

Hebat! Selain Itik Alabio, Itik Asal HSU Ini Juga Tembus Kaltim

AMUNTAI - Selain itik Alabio di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) juga ada jenis itik kawin silang yang…

Sabtu, 08 Juli 2017 20:27

Menelusuri Sejarah Rumah Makan Padang di Banjarmasin

Rumah Makan Padang menjamur di Kota Banjarmasin. Tidak hanya bertebaran di jalan-jalan utama. Tapi,…

Jumat, 07 Juli 2017 14:51
OPINI

Menyoal Tudingan Syi’ah Terhadap Quraish Shihab

Pasca diundang menjadi Khatib Idul Fitri di Istiqlal, ada perang opini yang menurut saya demikian jorok…

Kamis, 06 Juli 2017 12:37
Dulu Demam Batu Kini Demam Besi

Pedang Berstempel VOC Jadi Buruan Warga Kalsel

BANJARMASIN - Booming batu akik kian meredup. Kini sebagian kolektor beralih pada bisnis benda-benda…

Kamis, 06 Juli 2017 12:32

Salut..! Aksi Polisi Danau Panggang Evakuasi Bumil Naik Speed Boat

AMUNTAI – Aksi heroik diperlihatkan seorang anggota polisi. Bukan untuk menggagalkan sebuah tindak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .