MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 14 April 2017 18:27
Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Digadang-Gadang Pertama Ada di Indonesia

DESAIN JEMBATAN: Khairul Ahmad (22), mahasiswa asal Tanah Bumbu yang merancang jembatan kaca khusus pejalan kaki.

PROKAL.CO, Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa Semester 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jurusan tekhnik sipil ini berhasil merancang desain jembatan kaca khusus pejalan kaki. Jika terwujud, ini adalah jembatan kaca pertama ada di Indonesia.

-------------------------------------

Karyono, Batulicin

-------------------------------------

DESAIN jembatan kaca khusus pejalan kaki itu dibuat bersama sahabatnya bernama Mahatma Aji Pangestu, yang juga mahasiswa UMM jurusan tekhnik sipil. Mereka bukan mahasiswa yang biasa-biasa saja. Aji-sapaan akrab Mahatma Aji Pangestu adalah juara umum Kompetisi Bangunan Gedung Seluruh Indonesia.

Sementara Arul-panggilan akrab Khairul Ahmad adalah juara umum kategori Metodologi Pembangunan Kontruksi Tercepat dalam Kompetisi Jembatan Indonesia yang dilaksanakan Kemenristek Dikti di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Jawa Barat, 19-22 November 2015 yang lalu.

Untuk merampungkan desain jembatan kaca dengan tipe cable stayed

tersebut, Arul bertugas sebagai desainer jembatan, sedangkan Aji sebagai analis bangunan.

Jembatan kaca khusus pejalan kaki rancangannya tersebut akan dibangun diatas sungai di Kota Malang yang menghubungkan Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi kesatrian. Jembatan kaca khusus pejalan kaki itu, kata Arul dibangun tak hanya untuk penghubung dua kampung saja, namun fungsinya sebagai jembatan wisata.

“Kebetulan dua kampong itu kini jadi destinasi wisata baru di Kota Malang,” kata Arul, kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

“Itu merupakan yang pertama ada di Indonesia. Yang sudah ada justru di Provinsi Zhangjiajie, China,” imbuh warga Desa Polewali Marajae Kecamatan Batulicin.

Jembatan yang didesain oleh Aji dan Arul memiliki panjang 21 meter, lebar 1, 25 meter dan tinggi 1.5 meter. Bahannya besi bercampur baja dan alas jembatan jenis kaca akrilik.

“Akrilik inilah yang nantinya memiliki fungsi seperti kaca sehingga pengunjung dapat melihat bagian bawah jembatan,” kata Arul.

Jembatan yang dibangun di Kota Malang itu didesain memiliki kapasitas hingga 100 orang untuk melintas dan berhenti diatasnya dalam waktu bersamaan.

Namun dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan pengunjung, dalam prakteknya nanti kapasitas jembatan itu akan dibatasi 25 sampai 30 orang saja. Dikatakan Alumni SMKN I  Simpang Empat ini, jembatan itu bisa bertahan selama 20 tahun lebih jika dirawat dengan benar.

“Bisa lebih dari itu kalau saja perawatannya sesuai standard dan masyarakat bisa sama-sama menjaga,” kata putra pasangan Norliyan dan Harudin ini.

Jembatan yang disesainnya itu sebenarnya adalah jembatan sederhana, namun seolah-olah jembatan itu adalah jembatan gantung karena ditambahkan dengan aksesoris berupa sling (tali yang terbuat dari besi).  

Diceritakan Arul, ide membuat desain jembatan kaca tersebut berawal dari permintaan Walikota Malang Moch Anton yang meminta agar dibangunkan jembatan penghubung antar dua kampung tersebut.

“Bagaimana supaya jembatan yang dibangun itu menjadi menarik,” jelasnya.

Pertengahan bulan April 2017 ini, desain rancangannya tersebut akan mulai dibangun.

“Memang dibandingkan jembatan biasa, desain milik saya ini butuh anggaran dana yang lebih banyak, namun modelnya lebih menarik,” pungkasnya seraya mengatakan dalam dalam pembangunan proyek tersebut, dia ditugaskan untuk mengawasi langsung di lapangan agar pembangunan jembatan sesuai dengan desain. (kry)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .