MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 14 April 2017 18:27
Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Digadang-Gadang Pertama Ada di Indonesia

DESAIN JEMBATAN: Khairul Ahmad (22), mahasiswa asal Tanah Bumbu yang merancang jembatan kaca khusus pejalan kaki.

PROKAL.CO, Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa Semester 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jurusan tekhnik sipil ini berhasil merancang desain jembatan kaca khusus pejalan kaki. Jika terwujud, ini adalah jembatan kaca pertama ada di Indonesia.

-------------------------------------

Karyono, Batulicin

-------------------------------------

DESAIN jembatan kaca khusus pejalan kaki itu dibuat bersama sahabatnya bernama Mahatma Aji Pangestu, yang juga mahasiswa UMM jurusan tekhnik sipil. Mereka bukan mahasiswa yang biasa-biasa saja. Aji-sapaan akrab Mahatma Aji Pangestu adalah juara umum Kompetisi Bangunan Gedung Seluruh Indonesia.

Sementara Arul-panggilan akrab Khairul Ahmad adalah juara umum kategori Metodologi Pembangunan Kontruksi Tercepat dalam Kompetisi Jembatan Indonesia yang dilaksanakan Kemenristek Dikti di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Jawa Barat, 19-22 November 2015 yang lalu.

Untuk merampungkan desain jembatan kaca dengan tipe cable stayed

tersebut, Arul bertugas sebagai desainer jembatan, sedangkan Aji sebagai analis bangunan.

Jembatan kaca khusus pejalan kaki rancangannya tersebut akan dibangun diatas sungai di Kota Malang yang menghubungkan Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi kesatrian. Jembatan kaca khusus pejalan kaki itu, kata Arul dibangun tak hanya untuk penghubung dua kampung saja, namun fungsinya sebagai jembatan wisata.

“Kebetulan dua kampong itu kini jadi destinasi wisata baru di Kota Malang,” kata Arul, kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

“Itu merupakan yang pertama ada di Indonesia. Yang sudah ada justru di Provinsi Zhangjiajie, China,” imbuh warga Desa Polewali Marajae Kecamatan Batulicin.

Jembatan yang didesain oleh Aji dan Arul memiliki panjang 21 meter, lebar 1, 25 meter dan tinggi 1.5 meter. Bahannya besi bercampur baja dan alas jembatan jenis kaca akrilik.

“Akrilik inilah yang nantinya memiliki fungsi seperti kaca sehingga pengunjung dapat melihat bagian bawah jembatan,” kata Arul.

Jembatan yang dibangun di Kota Malang itu didesain memiliki kapasitas hingga 100 orang untuk melintas dan berhenti diatasnya dalam waktu bersamaan.

Namun dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan pengunjung, dalam prakteknya nanti kapasitas jembatan itu akan dibatasi 25 sampai 30 orang saja. Dikatakan Alumni SMKN I  Simpang Empat ini, jembatan itu bisa bertahan selama 20 tahun lebih jika dirawat dengan benar.

“Bisa lebih dari itu kalau saja perawatannya sesuai standard dan masyarakat bisa sama-sama menjaga,” kata putra pasangan Norliyan dan Harudin ini.

Jembatan yang disesainnya itu sebenarnya adalah jembatan sederhana, namun seolah-olah jembatan itu adalah jembatan gantung karena ditambahkan dengan aksesoris berupa sling (tali yang terbuat dari besi).  

Diceritakan Arul, ide membuat desain jembatan kaca tersebut berawal dari permintaan Walikota Malang Moch Anton yang meminta agar dibangunkan jembatan penghubung antar dua kampung tersebut.

“Bagaimana supaya jembatan yang dibangun itu menjadi menarik,” jelasnya.

Pertengahan bulan April 2017 ini, desain rancangannya tersebut akan mulai dibangun.

“Memang dibandingkan jembatan biasa, desain milik saya ini butuh anggaran dana yang lebih banyak, namun modelnya lebih menarik,” pungkasnya seraya mengatakan dalam dalam pembangunan proyek tersebut, dia ditugaskan untuk mengawasi langsung di lapangan agar pembangunan jembatan sesuai dengan desain. (kry)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Selasa, 09 Januari 2018 14:32

FKH Banjarmasin Tak Gentar Menanam Rambai di Tengah Kota

Gbo Green bukan sekadar kaos oblong bertema lingkungan. Atau kemana-mana pakai sepatu gunung. Ini menyangkut…

Senin, 08 Januari 2018 13:21

Kisah Sukses Moses, Berawal dari Sebuah Pahat Pemberian Ayah

  Siapa bilang hobi tak bisa dijadikan bisnis menjanjikan. Sudah banyak contoh mereka yang sukses.…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Minggu, 07 Januari 2018 06:46

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 1)

Kafe manapun yang dimasuki, pertanyaannya selalu sama. Dari papan menu ada pilihan Kopi Aceh, Gayo,…

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25

Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis

Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak…

Jumat, 05 Januari 2018 11:46

Bripda Anna Meirina, Polwan yang Aktif di Dunia Olahraga

Olahraga adalah bagian penting dalam hidup manusia. Pastinya bikin sehat jasmani dan rohani. Lebih dari…

Rabu, 03 Januari 2018 12:40

Serunya Menikmati Satu Jam Naik Bajaj Terbaru

“Bremm bremmm”… Itulah suara mesin bajaj yang baru beroperasi sepekan di Banjarmasin.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .