MANAGED BY:
SENIN
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 14 April 2017 18:27
Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Digadang-Gadang Pertama Ada di Indonesia

DESAIN JEMBATAN: Khairul Ahmad (22), mahasiswa asal Tanah Bumbu yang merancang jembatan kaca khusus pejalan kaki.

PROKAL.CO, Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa Semester 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jurusan tekhnik sipil ini berhasil merancang desain jembatan kaca khusus pejalan kaki. Jika terwujud, ini adalah jembatan kaca pertama ada di Indonesia.

-------------------------------------

Karyono, Batulicin

-------------------------------------

DESAIN jembatan kaca khusus pejalan kaki itu dibuat bersama sahabatnya bernama Mahatma Aji Pangestu, yang juga mahasiswa UMM jurusan tekhnik sipil. Mereka bukan mahasiswa yang biasa-biasa saja. Aji-sapaan akrab Mahatma Aji Pangestu adalah juara umum Kompetisi Bangunan Gedung Seluruh Indonesia.

Sementara Arul-panggilan akrab Khairul Ahmad adalah juara umum kategori Metodologi Pembangunan Kontruksi Tercepat dalam Kompetisi Jembatan Indonesia yang dilaksanakan Kemenristek Dikti di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Jawa Barat, 19-22 November 2015 yang lalu.

Untuk merampungkan desain jembatan kaca dengan tipe cable stayed

tersebut, Arul bertugas sebagai desainer jembatan, sedangkan Aji sebagai analis bangunan.

Jembatan kaca khusus pejalan kaki rancangannya tersebut akan dibangun diatas sungai di Kota Malang yang menghubungkan Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi kesatrian. Jembatan kaca khusus pejalan kaki itu, kata Arul dibangun tak hanya untuk penghubung dua kampung saja, namun fungsinya sebagai jembatan wisata.

“Kebetulan dua kampong itu kini jadi destinasi wisata baru di Kota Malang,” kata Arul, kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

“Itu merupakan yang pertama ada di Indonesia. Yang sudah ada justru di Provinsi Zhangjiajie, China,” imbuh warga Desa Polewali Marajae Kecamatan Batulicin.

Jembatan yang didesain oleh Aji dan Arul memiliki panjang 21 meter, lebar 1, 25 meter dan tinggi 1.5 meter. Bahannya besi bercampur baja dan alas jembatan jenis kaca akrilik.

“Akrilik inilah yang nantinya memiliki fungsi seperti kaca sehingga pengunjung dapat melihat bagian bawah jembatan,” kata Arul.

Jembatan yang dibangun di Kota Malang itu didesain memiliki kapasitas hingga 100 orang untuk melintas dan berhenti diatasnya dalam waktu bersamaan.

Namun dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan pengunjung, dalam prakteknya nanti kapasitas jembatan itu akan dibatasi 25 sampai 30 orang saja. Dikatakan Alumni SMKN I  Simpang Empat ini, jembatan itu bisa bertahan selama 20 tahun lebih jika dirawat dengan benar.

“Bisa lebih dari itu kalau saja perawatannya sesuai standard dan masyarakat bisa sama-sama menjaga,” kata putra pasangan Norliyan dan Harudin ini.

Jembatan yang disesainnya itu sebenarnya adalah jembatan sederhana, namun seolah-olah jembatan itu adalah jembatan gantung karena ditambahkan dengan aksesoris berupa sling (tali yang terbuat dari besi).  

Diceritakan Arul, ide membuat desain jembatan kaca tersebut berawal dari permintaan Walikota Malang Moch Anton yang meminta agar dibangunkan jembatan penghubung antar dua kampung tersebut.

“Bagaimana supaya jembatan yang dibangun itu menjadi menarik,” jelasnya.

Pertengahan bulan April 2017 ini, desain rancangannya tersebut akan mulai dibangun.

“Memang dibandingkan jembatan biasa, desain milik saya ini butuh anggaran dana yang lebih banyak, namun modelnya lebih menarik,” pungkasnya seraya mengatakan dalam dalam pembangunan proyek tersebut, dia ditugaskan untuk mengawasi langsung di lapangan agar pembangunan jembatan sesuai dengan desain. (kry)


BACA JUGA

Minggu, 28 Mei 2017 13:35

Ekspedisi Islam Jilid III; Bubur Legenda Masjid Sultan Suriansyah (Bagian 2)

Bubur Ayam Khas Banjar yang acap kali jadi santapan khas buka di Masjid Sultan Suriansyah mempunyai…

Sabtu, 27 Mei 2017 08:48

Ekspedisi Islam Jilid III; Tradisi Rumpi Jelang Berbuka di Tanah “Merdeka” (Bagian 1)

Setelah sukses melakukan Ekspedisi Islam di Kawasan Pesisir pada Ramadan lalu, kini Ekspedisi Islam…

Jumat, 26 Mei 2017 18:01

Nonton Film "Bara di Bongkahan Batu" Kisah Nasib Warga di Sekitar Tambang

Debu berterbangan mengurangi jarak pandang, truk-truk besar lalu-lalang. Lubang-lubang menganga di tengah-tengah…

Minggu, 14 Mei 2017 17:31

EKSLUSIF, Wawancara dengan Ajeng, Teman Dekat Siswa yang Tewas Bunuh Diri

Ajeng Siti Aisyah bersedia berbagi kisahnya secara ekslusif kepada Radar Banjarmasin. Ajeng adalah pacar…

Jumat, 21 April 2017 16:10

Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya…

Jumat, 21 April 2017 15:52

Dese Yulianti, Komandan di Dunia Para Pria

Supel, energik dan tegas. Tiga kata ini mewakili sosok Kompol Dese Yulianti. Kapolsek Banjarmasin Timur…

Jumat, 21 April 2017 14:25

Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni…

Jumat, 21 April 2017 13:58

Kreatif Banget, Siswa ini Bikin Abon dari Kulit Nenas dan Pisang

Rusminah keranjingan buah nenas. Namun, setelah kenyang ia selalu merasa terganggu, melihat tumpukan…

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Minggu, 16 April 2017 18:39

Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai

Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .