MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 14 April 2017 18:27
Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Digadang-Gadang Pertama Ada di Indonesia

DESAIN JEMBATAN: Khairul Ahmad (22), mahasiswa asal Tanah Bumbu yang merancang jembatan kaca khusus pejalan kaki.

PROKAL.CO, Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa Semester 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jurusan tekhnik sipil ini berhasil merancang desain jembatan kaca khusus pejalan kaki. Jika terwujud, ini adalah jembatan kaca pertama ada di Indonesia.

-------------------------------------

Karyono, Batulicin

-------------------------------------

DESAIN jembatan kaca khusus pejalan kaki itu dibuat bersama sahabatnya bernama Mahatma Aji Pangestu, yang juga mahasiswa UMM jurusan tekhnik sipil. Mereka bukan mahasiswa yang biasa-biasa saja. Aji-sapaan akrab Mahatma Aji Pangestu adalah juara umum Kompetisi Bangunan Gedung Seluruh Indonesia.

Sementara Arul-panggilan akrab Khairul Ahmad adalah juara umum kategori Metodologi Pembangunan Kontruksi Tercepat dalam Kompetisi Jembatan Indonesia yang dilaksanakan Kemenristek Dikti di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Jawa Barat, 19-22 November 2015 yang lalu.

Untuk merampungkan desain jembatan kaca dengan tipe cable stayed

tersebut, Arul bertugas sebagai desainer jembatan, sedangkan Aji sebagai analis bangunan.

Jembatan kaca khusus pejalan kaki rancangannya tersebut akan dibangun diatas sungai di Kota Malang yang menghubungkan Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi kesatrian. Jembatan kaca khusus pejalan kaki itu, kata Arul dibangun tak hanya untuk penghubung dua kampung saja, namun fungsinya sebagai jembatan wisata.

“Kebetulan dua kampong itu kini jadi destinasi wisata baru di Kota Malang,” kata Arul, kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

“Itu merupakan yang pertama ada di Indonesia. Yang sudah ada justru di Provinsi Zhangjiajie, China,” imbuh warga Desa Polewali Marajae Kecamatan Batulicin.

Jembatan yang didesain oleh Aji dan Arul memiliki panjang 21 meter, lebar 1, 25 meter dan tinggi 1.5 meter. Bahannya besi bercampur baja dan alas jembatan jenis kaca akrilik.

“Akrilik inilah yang nantinya memiliki fungsi seperti kaca sehingga pengunjung dapat melihat bagian bawah jembatan,” kata Arul.

Jembatan yang dibangun di Kota Malang itu didesain memiliki kapasitas hingga 100 orang untuk melintas dan berhenti diatasnya dalam waktu bersamaan.

Namun dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan pengunjung, dalam prakteknya nanti kapasitas jembatan itu akan dibatasi 25 sampai 30 orang saja. Dikatakan Alumni SMKN I  Simpang Empat ini, jembatan itu bisa bertahan selama 20 tahun lebih jika dirawat dengan benar.

“Bisa lebih dari itu kalau saja perawatannya sesuai standard dan masyarakat bisa sama-sama menjaga,” kata putra pasangan Norliyan dan Harudin ini.

Jembatan yang disesainnya itu sebenarnya adalah jembatan sederhana, namun seolah-olah jembatan itu adalah jembatan gantung karena ditambahkan dengan aksesoris berupa sling (tali yang terbuat dari besi).  

Diceritakan Arul, ide membuat desain jembatan kaca tersebut berawal dari permintaan Walikota Malang Moch Anton yang meminta agar dibangunkan jembatan penghubung antar dua kampung tersebut.

“Bagaimana supaya jembatan yang dibangun itu menjadi menarik,” jelasnya.

Pertengahan bulan April 2017 ini, desain rancangannya tersebut akan mulai dibangun.

“Memang dibandingkan jembatan biasa, desain milik saya ini butuh anggaran dana yang lebih banyak, namun modelnya lebih menarik,” pungkasnya seraya mengatakan dalam dalam pembangunan proyek tersebut, dia ditugaskan untuk mengawasi langsung di lapangan agar pembangunan jembatan sesuai dengan desain. (kry)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .