MANAGED BY:
KAMIS
27 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 16 April 2017 18:39
Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai
MENGGIURKAN: Penjual kue cincin Talipuk di Pasar Amuntai.

PROKAL.CO, Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup tua. Bahan baku kue ini khas karena  terbuat dari biji talipuk atau teratai.

========================== 

MUHAMMAD AKBAR, Amuntai

==========================

Talipuk atau Teratai (Nympheea) dalam bahasa latin, merupakan tanaman air yang memiliki bunga cantik. Didalam bunga yang mekar tersebut terdapat biji-bijian yang dapat disulap menjadi tepung sumber karbohidrat. Di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tepung ini dapat diolah menjadi kue yang cukup disukai warga.

Di Amuntai,  kue cincin talipuk  hanya dihargai Rp 500 perbuah . Cukup murah untuk proses dan bahan baku kue itu sendiri. Sedihnya kue ini semakin terpinggirkan dengan kue-kue kekinian yang lebih menarik.

Di salah satu sudut Pasar Induk Amuntai, aroma kue yang diproses melalui cara digoreng itu terciumwangi. Membuat  pengunjung pasar terbesar di HSU tersebut tergoda.

Tak sedikit pengujung yang datang menghapiri lapak milik Hj Noor (55). Pedagang wadai asal Kecamatan Danua Panggang itu mengatakan banyak sekali orang yang suka Talipuk.  "Memang orang-orang tertentu saja yang datang mencari kue ini. Entah kangen dengan rasa Wadai talipuk ini. Setidaknya masih ada penggemar kue buatan kami," ujarnya baru-baru ini.

Kalau pembeli dari berbagai latar belakang mulai pelajar, warga umum, pegawai sampai pedagang yang berjualan di pasar ini. "Sehari bisa menghabiskan adonan talipuk sekitar 2 kilo sampai satu belek. Tergantung musim pembeli. Yang jelas saat Pasar Kamis (hari pasar, red) jualan juga laris manis," jawabnya.

Untuk bahan baku kue, Noor yang ramah melayani pembeli ini mengatakan  bahwa Tepung teratai atau talipuk diperoleh dari warga juga di Kecamatan Banjang yang meracik biji teratai menjadi tepung.

Katanya biji teratai dipetik dari bunga lotus tersebut, selanjutnya direndam untuk proses pelepasan daging buah dan biji.

Selanjutnya, biji dikumpulkan dan dijemur lalu kemudian di tumbuk menjadi tepung lalu dijual. Harga satu belek tepung ukuran kurang dari 5 kilogram, sekitar Rp 50 ribu rupiah. Selanjutnya tepung tersebut di campur dengan gula merah.

Dalam sebulan sebut Noor mampu menghabiskan empat belek tepung teratai. Cara menggorengnya pun   pakai kayu dengan panjang sekitar 50 Cm, atau bambu yang dimasukkan ke lubang kue. Sebab model kue ini seperti huruf 'O'.

"Kalau ramai bisa habis empat belek dalam sebulan. Namun apabila sepi pembeli untung bisa habis tiga belek. Namun alhamdulillah lewat jualan ini anak-anak mampu menjadi sarjana. Bahkan ada yang sudah bekerja di kantoran," sebut perempuan yang berhaji melalui berkah jualan kue cinta tersebut.

Saat ini, tersisa dua penjual kue cinta yang masih bertahan di pasar besar HSU tersebut. Regenerasi katanya jangan ditanya, anak sekarang lebih pilih sekolah dibandingkan berjualan seperti ini.

"Ada yang pergi ada yang datang. Mudahan kue tradisional khas Amuntai ini. Bisa tetap ada. Meski banyak kue baru bermunculan saat ini," harapnya. (ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 26 April 2017 13:44

Mencoba Praktik Terapi Alternatif Al Fasdhu, Keluarkan Racun dari Kaki

AL Fasdhu adalah terapi mengeluarkan darah dari pembuluh vena yang di dalamnya terdapat sumbatan-sumbatan…

Sabtu, 22 April 2017 13:25

Kisah Warga Banua Bantu Pengungsi Suriah di Eropa

Niat awal Oce Oktoman Anggakusumah hanya ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun, rasa kemanusiaan pemuda…

Sabtu, 22 April 2017 12:46

Yulianti, Kartini dari Pedalaman Meratus, Mengajar Bermodal Ijazah Paket C

Mentari belum sempurna menampakkan diri, Yulianti (24) sudah bergegas mengenakan pakaian rapi untuk…

Jumat, 21 April 2017 16:10

Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya…

Jumat, 21 April 2017 15:52

Dese Yulianti, Komandan di Dunia Para Pria

Supel, energik dan tegas. Tiga kata ini mewakili sosok Kompol Dese Yulianti. Kapolsek Banjarmasin Timur…

Jumat, 21 April 2017 14:25

Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni…

Jumat, 21 April 2017 13:58

Kreatif Banget, Siswa ini Bikin Abon dari Kulit Nenas dan Pisang

Rusminah keranjingan buah nenas. Namun, setelah kenyang ia selalu merasa terganggu, melihat tumpukan…

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Sabtu, 15 April 2017 14:04

Syachrizal, Nama Baru Harapan Banua di Barito Putera

Barito Putera sering kesulitan mencari pemain lokal berkualitas. Kini harapan itu ada di pundak Syachrizal…

Jumat, 14 April 2017 18:27

Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .