MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 16 April 2017 18:39
Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai
MENGGIURKAN: Penjual kue cincin Talipuk di Pasar Amuntai.

PROKAL.CO, Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup tua. Bahan baku kue ini khas karena  terbuat dari biji talipuk atau teratai.

========================== 

MUHAMMAD AKBAR, Amuntai

==========================

Talipuk atau Teratai (Nympheea) dalam bahasa latin, merupakan tanaman air yang memiliki bunga cantik. Didalam bunga yang mekar tersebut terdapat biji-bijian yang dapat disulap menjadi tepung sumber karbohidrat. Di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tepung ini dapat diolah menjadi kue yang cukup disukai warga.

Di Amuntai,  kue cincin talipuk  hanya dihargai Rp 500 perbuah . Cukup murah untuk proses dan bahan baku kue itu sendiri. Sedihnya kue ini semakin terpinggirkan dengan kue-kue kekinian yang lebih menarik.

Di salah satu sudut Pasar Induk Amuntai, aroma kue yang diproses melalui cara digoreng itu terciumwangi. Membuat  pengunjung pasar terbesar di HSU tersebut tergoda.

Tak sedikit pengujung yang datang menghapiri lapak milik Hj Noor (55). Pedagang wadai asal Kecamatan Danua Panggang itu mengatakan banyak sekali orang yang suka Talipuk.  "Memang orang-orang tertentu saja yang datang mencari kue ini. Entah kangen dengan rasa Wadai talipuk ini. Setidaknya masih ada penggemar kue buatan kami," ujarnya baru-baru ini.

Kalau pembeli dari berbagai latar belakang mulai pelajar, warga umum, pegawai sampai pedagang yang berjualan di pasar ini. "Sehari bisa menghabiskan adonan talipuk sekitar 2 kilo sampai satu belek. Tergantung musim pembeli. Yang jelas saat Pasar Kamis (hari pasar, red) jualan juga laris manis," jawabnya.

Untuk bahan baku kue, Noor yang ramah melayani pembeli ini mengatakan  bahwa Tepung teratai atau talipuk diperoleh dari warga juga di Kecamatan Banjang yang meracik biji teratai menjadi tepung.

Katanya biji teratai dipetik dari bunga lotus tersebut, selanjutnya direndam untuk proses pelepasan daging buah dan biji.

Selanjutnya, biji dikumpulkan dan dijemur lalu kemudian di tumbuk menjadi tepung lalu dijual. Harga satu belek tepung ukuran kurang dari 5 kilogram, sekitar Rp 50 ribu rupiah. Selanjutnya tepung tersebut di campur dengan gula merah.

Dalam sebulan sebut Noor mampu menghabiskan empat belek tepung teratai. Cara menggorengnya pun   pakai kayu dengan panjang sekitar 50 Cm, atau bambu yang dimasukkan ke lubang kue. Sebab model kue ini seperti huruf 'O'.

"Kalau ramai bisa habis empat belek dalam sebulan. Namun apabila sepi pembeli untung bisa habis tiga belek. Namun alhamdulillah lewat jualan ini anak-anak mampu menjadi sarjana. Bahkan ada yang sudah bekerja di kantoran," sebut perempuan yang berhaji melalui berkah jualan kue cinta tersebut.

Saat ini, tersisa dua penjual kue cinta yang masih bertahan di pasar besar HSU tersebut. Regenerasi katanya jangan ditanya, anak sekarang lebih pilih sekolah dibandingkan berjualan seperti ini.

"Ada yang pergi ada yang datang. Mudahan kue tradisional khas Amuntai ini. Bisa tetap ada. Meski banyak kue baru bermunculan saat ini," harapnya. (ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 15:51

Fauzan Noor, Atlet Karate Kalsel yang Terbawa Dampak Euforia Zohri

Kisah perjuangan Lalu Muhammad Zohri yang jadi juara dunia lari di Finlandia, mengulang memori akan…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Rabu, 18 Juli 2018 16:24

Kriya Ketupat Sungai Baru, Banjir Orderan, Berdayakan Single Parent

Kreativitas tak mengenal batas. Kain sisa pun dapat disulap menjadi karya. Ini dilakukan Elisa R Suryanah…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Senin, 16 Juli 2018 14:46

Sisi Lain Raries Wijayanti, Pendiri Ikut Berbagi Community (IBC)

Kesadaran membantu sesama dimiliki Raries Wijayanti (28). Seorang Bidan di Puskesmas Pemurus Dalam.…

Senin, 16 Juli 2018 12:00

Mengunjungi Pengayuan, Kampung yang Warganya Hidup dari Kayu Galam

Di sisi kanan kiri Jln A Yani Km 26 Liang Anggang arah Pelaihari, banyak tumpukan dan olahan kayu galam…

Jumat, 13 Juli 2018 14:03

Membuat Olahan Bunga Berbahan Dasar Kain Jilbab

Bisnis crafting buket bunga kian berkembang di Banjarmasin. Tak melulu dari bunga segar atau olahan…

Kamis, 12 Juli 2018 16:09

Zainul Kirom, Penjual Cappucino Cincau yang Berhasil Jadi Sarjana

Zainul Kirom. Mahasiswa Fakultas Pertanian. Mengambil Program Studi Agronomi Universitas Lambung Mangkurat…

Kamis, 12 Juli 2018 15:40

Melihat Bisnis Kerajinan Tangan Ibel Toys di Banjarmasin

Usaha kerajinan tangan boneka bukanlah ide bisnis populer. Di Banjarmasin, pengusahanya masih bisa dihitung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .