MANAGED BY:
SENIN
24 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 16 April 2017 18:39
Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai
MENGGIURKAN: Penjual kue cincin Talipuk di Pasar Amuntai.

PROKAL.CO, Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup tua. Bahan baku kue ini khas karena  terbuat dari biji talipuk atau teratai.

========================== 

MUHAMMAD AKBAR, Amuntai

==========================

Talipuk atau Teratai (Nympheea) dalam bahasa latin, merupakan tanaman air yang memiliki bunga cantik. Didalam bunga yang mekar tersebut terdapat biji-bijian yang dapat disulap menjadi tepung sumber karbohidrat. Di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tepung ini dapat diolah menjadi kue yang cukup disukai warga.

Di Amuntai,  kue cincin talipuk  hanya dihargai Rp 500 perbuah . Cukup murah untuk proses dan bahan baku kue itu sendiri. Sedihnya kue ini semakin terpinggirkan dengan kue-kue kekinian yang lebih menarik.

Di salah satu sudut Pasar Induk Amuntai, aroma kue yang diproses melalui cara digoreng itu terciumwangi. Membuat  pengunjung pasar terbesar di HSU tersebut tergoda.

Tak sedikit pengujung yang datang menghapiri lapak milik Hj Noor (55). Pedagang wadai asal Kecamatan Danua Panggang itu mengatakan banyak sekali orang yang suka Talipuk.  "Memang orang-orang tertentu saja yang datang mencari kue ini. Entah kangen dengan rasa Wadai talipuk ini. Setidaknya masih ada penggemar kue buatan kami," ujarnya baru-baru ini.

Kalau pembeli dari berbagai latar belakang mulai pelajar, warga umum, pegawai sampai pedagang yang berjualan di pasar ini. "Sehari bisa menghabiskan adonan talipuk sekitar 2 kilo sampai satu belek. Tergantung musim pembeli. Yang jelas saat Pasar Kamis (hari pasar, red) jualan juga laris manis," jawabnya.

Untuk bahan baku kue, Noor yang ramah melayani pembeli ini mengatakan  bahwa Tepung teratai atau talipuk diperoleh dari warga juga di Kecamatan Banjang yang meracik biji teratai menjadi tepung.

Katanya biji teratai dipetik dari bunga lotus tersebut, selanjutnya direndam untuk proses pelepasan daging buah dan biji.

Selanjutnya, biji dikumpulkan dan dijemur lalu kemudian di tumbuk menjadi tepung lalu dijual. Harga satu belek tepung ukuran kurang dari 5 kilogram, sekitar Rp 50 ribu rupiah. Selanjutnya tepung tersebut di campur dengan gula merah.

Dalam sebulan sebut Noor mampu menghabiskan empat belek tepung teratai. Cara menggorengnya pun   pakai kayu dengan panjang sekitar 50 Cm, atau bambu yang dimasukkan ke lubang kue. Sebab model kue ini seperti huruf 'O'.

"Kalau ramai bisa habis empat belek dalam sebulan. Namun apabila sepi pembeli untung bisa habis tiga belek. Namun alhamdulillah lewat jualan ini anak-anak mampu menjadi sarjana. Bahkan ada yang sudah bekerja di kantoran," sebut perempuan yang berhaji melalui berkah jualan kue cinta tersebut.

Saat ini, tersisa dua penjual kue cinta yang masih bertahan di pasar besar HSU tersebut. Regenerasi katanya jangan ditanya, anak sekarang lebih pilih sekolah dibandingkan berjualan seperti ini.

"Ada yang pergi ada yang datang. Mudahan kue tradisional khas Amuntai ini. Bisa tetap ada. Meski banyak kue baru bermunculan saat ini," harapnya. (ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…

Minggu, 16 Juli 2017 19:23

Melihat Antusiasme Siswa Mengikuti FLS2N SMA/SMK se-Kalsel: Ingin Harumkan Banua ke Kancah Nasional

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA/SMK se-Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu…

Sabtu, 15 Juli 2017 15:59

Kiprah Pebasket Banjarmasin Trisna Gama Putri di PT DBL Indonesia

Trisna Gama Putri sukses menembus Honda DBL Indonesia All Star dan dikirim ke Australia pada tahun 2008…

Jumat, 14 Juli 2017 11:21

Kisah Sukses Habib Zaid Shabab Merintis Bisnis Konter Handphone Syihab

Meski baru berusia 28 tahun, namun Habib Zaid Shahab telah sukses mengelola bisnis konter ponsel. Sekarang…

Kamis, 13 Juli 2017 14:36

Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang.…

Selasa, 11 Juli 2017 14:27

Begini Kiprah Mahasiswa ULM Melestarikan Budaya Banjar

Permainan tradisonal Banjar kian tergerus dengan perkembangan zaman. Di era teknologi sekarang ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .