MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 17 April 2017 12:15
Menguak Kehidupan Komunitas Anak Punk di Banjarmasin

Coba Patahkan Stigma Negatif

ANGKUT: Anak punk di Banjarmasin ditertibkan petugas Satpol PP, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam kurun waktu beberapa tahun ini sedang gencar-gencarnya menangkapi anak punk. Namun, stigma negatif komunitas punk adalah kumpulan anak berandalan coba mereka patahkan.

Salah satu perwakilan komunitas punk, Arida Bengis, menekankan terlebih dahulu bahwa punk itu bukan hanya sekadar fashion. Seperti yang dilihat kebanyakan, anak-anak punk memiliki fashion yang agak berbeda, seperti mengubah gaya rambut menjadi Mohawk, memakai baju dan jaket serba hitam dengan emblem-emblem band kesayangan, celana ketat, serta sepatu boots hitam mengkilap.

Menurut Arida, punk tidak seperti demikian. “Banyak orang-orang yang menilai punk hanya dari luarnya saja,” ujarnya.

Menurutnya, punk adalah sebuah prinsip untuk terus mandiri dalam kehidupan. Tidak bergantung banyak pada orang lain.

Untuk fashion yang mencuat di publik tersebut, Arida mengatakan seorang anak punk tidak harus memakai mode pakaian tersebut.

Di Banjarmasin, kehidupan komunitas punk sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. “Dulu sering ngumpul di belakang Hotel A,” ujarnya.

Dalam aktivitas nongkrong tersebut, Arida menceritakan banyak hal yang sering dibahas bersama teman-temannya. “Seringkali bahas isu-isu seputar musik, khususnya musik punk itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Arida mengatakan komunitasnya juga aktif melakukan diskusi serta pergerakan yang berhubungan dengan isu-isu sosial politik di Indonesia. “Kami ingin seperti punk yang di luar, aktif melakukan pergerakan,” jelasnya.

Isu apa paling sering mereka bahas? Arida bersama teman-temannya seringkali mengangkat diskusi mengenai persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.

Misalnya seperti bahas soal Marsinah dan Wiji Thukul. Selain itu mereka juga berusaha peduli terhadap nasib-nasib buruh, petani, serta nelayan. “Punk harus dekat dengan golongan yang termarjinalkan,” jelasnya.

Pada tanggal 1 Mei 2015 lalu, mereka bahkan mengadakan aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional di bundaran Hotel A. “Ini sebagai bentuk kontribusi kami terhadap perjuangan buruh, khususnya di Kalsel,” ceritanya.

Biasanya, hasil-hasil diskusi sering diubah menjadi karya musik. Pantas saja musik-musik punk seringkali memiliki lirik kritis terhadap pemerintahan yang sewenang-wenang.

Menurut Arida, dengan cara aktif melakukan pergerakan sosial dengan semangat kemandirian yang dipegang komunitas punk itu sendiri, mereka menjadi lebih kritis terhadap jalannya roda pemerintahan. “Kami seringkali mengadakan acara-acara musik tanpa sponsor. Murni urunan dari teman-teman punk, mandiri,” tegasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 12:54

Gara-Gara 37 Meter, Pembebasan Lahan di Muara Kelayan Belum Selesai

BANJARMASIN - Pembebasan lahan di Muara Kelayan menyisakan masalah. Dari 175 petak tanah dan bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:29

Jelang Lebaran, Tunjangan ASN Diharapkan Jangan Molor

BANJARMASIN - Mantan Wakil Walikota Banjarmasin, Irwan Anshari meminta kekisruhan pembebastugasan Hamli…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:09

Komisi III DPRD Balangan Studi Banding ke Boyolali

PARINGIN - Komisi III DPRD Kabupaten Balangan belum lama tadi melakukan studi banding ke Dinas…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:37

Tak Kalah dengan Bubur Sabilal, Bubur Masjid Al Jihad Juga Lezat

BANJARMASIN - Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin…

Jumat, 25 Mei 2018 17:20
Berita Tabalong

Tabalong Urutan Keempat UN SMP Kalsel

TANJUNG - Hasil ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs)…

Jumat, 25 Mei 2018 15:36

1001 Kisah Pesantren: Tak Punya Banyak Aturan

Sudah umum didengar ada guru di pesantren yang ditakuti santrinya. Tapi beda dengan Gus Jam, pimpinan…

Jumat, 25 Mei 2018 15:15

Meriah, Alalak Utara Sambut Sukacita Paman Birin

Jarum jam baru menunjukan pukul 01.00 Wita dini hari.  Namun suasana di areal lingkungan Masjid …

Jumat, 25 Mei 2018 15:10

PLN Jaga Pasokan Listrik Masjid, Ibadah Jadi Nyaman

BANJARMASIN - Memasuki Ramadan, PLN Area Banjarmasin melaksanakan kegiatan peduli instalasi listrik…

Jumat, 25 Mei 2018 14:39

Herman: Sudahlah, Sebaiknya Pak Ibnu Manut Saja

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyarankan agar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina…

Jumat, 25 Mei 2018 14:35

Tidak Membuat Jera, Denda Warung Sakadup Dinilai Terlalu Kecil

BANJARMASIN - Razia warung sakadup digelar maraton. Sejak Selasa (22/5) hingga kemarin (24/5), sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .