MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 17 April 2017 12:15
Menguak Kehidupan Komunitas Anak Punk di Banjarmasin

Coba Patahkan Stigma Negatif

ANGKUT: Anak punk di Banjarmasin ditertibkan petugas Satpol PP, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam kurun waktu beberapa tahun ini sedang gencar-gencarnya menangkapi anak punk. Namun, stigma negatif komunitas punk adalah kumpulan anak berandalan coba mereka patahkan.

Salah satu perwakilan komunitas punk, Arida Bengis, menekankan terlebih dahulu bahwa punk itu bukan hanya sekadar fashion. Seperti yang dilihat kebanyakan, anak-anak punk memiliki fashion yang agak berbeda, seperti mengubah gaya rambut menjadi Mohawk, memakai baju dan jaket serba hitam dengan emblem-emblem band kesayangan, celana ketat, serta sepatu boots hitam mengkilap.

Menurut Arida, punk tidak seperti demikian. “Banyak orang-orang yang menilai punk hanya dari luarnya saja,” ujarnya.

Menurutnya, punk adalah sebuah prinsip untuk terus mandiri dalam kehidupan. Tidak bergantung banyak pada orang lain.

Untuk fashion yang mencuat di publik tersebut, Arida mengatakan seorang anak punk tidak harus memakai mode pakaian tersebut.

Di Banjarmasin, kehidupan komunitas punk sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. “Dulu sering ngumpul di belakang Hotel A,” ujarnya.

Dalam aktivitas nongkrong tersebut, Arida menceritakan banyak hal yang sering dibahas bersama teman-temannya. “Seringkali bahas isu-isu seputar musik, khususnya musik punk itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Arida mengatakan komunitasnya juga aktif melakukan diskusi serta pergerakan yang berhubungan dengan isu-isu sosial politik di Indonesia. “Kami ingin seperti punk yang di luar, aktif melakukan pergerakan,” jelasnya.

Isu apa paling sering mereka bahas? Arida bersama teman-temannya seringkali mengangkat diskusi mengenai persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.

Misalnya seperti bahas soal Marsinah dan Wiji Thukul. Selain itu mereka juga berusaha peduli terhadap nasib-nasib buruh, petani, serta nelayan. “Punk harus dekat dengan golongan yang termarjinalkan,” jelasnya.

Pada tanggal 1 Mei 2015 lalu, mereka bahkan mengadakan aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional di bundaran Hotel A. “Ini sebagai bentuk kontribusi kami terhadap perjuangan buruh, khususnya di Kalsel,” ceritanya.

Biasanya, hasil-hasil diskusi sering diubah menjadi karya musik. Pantas saja musik-musik punk seringkali memiliki lirik kritis terhadap pemerintahan yang sewenang-wenang.

Menurut Arida, dengan cara aktif melakukan pergerakan sosial dengan semangat kemandirian yang dipegang komunitas punk itu sendiri, mereka menjadi lebih kritis terhadap jalannya roda pemerintahan. “Kami seringkali mengadakan acara-acara musik tanpa sponsor. Murni urunan dari teman-teman punk, mandiri,” tegasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 14:05

Tiga Bulan, Sudah Dua Korban Meregang Nyawa di PT Conch

BANJARMASIN – Kasus kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan perusahaan semen PT Conch South…

Selasa, 21 November 2017 13:53

Tak Kunjung Surut, Warga Tolak Ajakan Mengungsi

AMUNTAI – Sudah sepekan banjir menggenangi wilayah Desa Danau Teratai, Kecamatan Banjang, Hulu…

Selasa, 21 November 2017 13:33

BOSDA untuk Sekolah Keagamaan, Disdik Minta Ditelaah Lagi

BANJARMASIN – Usulan DRPD Kalsel untuk membagikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) kepada…

Selasa, 21 November 2017 13:30

Tak Ada Spanduk Atau Baliho, Pilkada Tabalong Sepi

TANJUNG – Pilkada Tabalong di depan mata, tapi kok sepi-sepi saja. Tidak ada geliat yang menunjukkan…

Selasa, 21 November 2017 13:24

Banjir di HSU, Pemerintah Daerah Segera Cari Solusi

BANJARMASIN – Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini membuat sejumlah kecamatan yang ada…

Selasa, 21 November 2017 12:29

Air Ledeng Seperti Susu, PDAM: Itu Air Masih Layak Digunakan

BANJARBARU - Warga Komplek Guntung Manggis Living Style, Kelurahan Guntung Manggis, dua hari terakhir…

Selasa, 21 November 2017 12:11

FAKTA, Kesadaran Warga Banjarmasin Membuang Sampah Masih Rendah

BANJARMASIN – Slogan Banjarmasin sebagai Kota Baiman (Barasih wan Nyaman) terus digaungkan Pemko…

Selasa, 21 November 2017 09:33

SMPC Batulicin Berlangsung Meriah

BATULICIN - Ratusan peserta ramaikan kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) Batulicin yang dilaksanakan…

Selasa, 21 November 2017 09:32

Wings Air Dukung Peningkatan Pariwisata Tanbu

BATULICIN - Maskapai penerbangan Wings Air kini memasuki satu tahun operasional rute penerbangan…

Selasa, 21 November 2017 09:31

Pertandingan Olahraga Antar SKPD

BATULICIN - Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Tanah Bumbu akan menyelenggarakan pertandingan olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .