MANAGED BY:
SENIN
24 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 17 April 2017 12:15
Menguak Kehidupan Komunitas Anak Punk di Banjarmasin

Coba Patahkan Stigma Negatif

ANGKUT: Anak punk di Banjarmasin ditertibkan petugas Satpol PP, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam kurun waktu beberapa tahun ini sedang gencar-gencarnya menangkapi anak punk. Namun, stigma negatif komunitas punk adalah kumpulan anak berandalan coba mereka patahkan.

Salah satu perwakilan komunitas punk, Arida Bengis, menekankan terlebih dahulu bahwa punk itu bukan hanya sekadar fashion. Seperti yang dilihat kebanyakan, anak-anak punk memiliki fashion yang agak berbeda, seperti mengubah gaya rambut menjadi Mohawk, memakai baju dan jaket serba hitam dengan emblem-emblem band kesayangan, celana ketat, serta sepatu boots hitam mengkilap.

Menurut Arida, punk tidak seperti demikian. “Banyak orang-orang yang menilai punk hanya dari luarnya saja,” ujarnya.

Menurutnya, punk adalah sebuah prinsip untuk terus mandiri dalam kehidupan. Tidak bergantung banyak pada orang lain.

Untuk fashion yang mencuat di publik tersebut, Arida mengatakan seorang anak punk tidak harus memakai mode pakaian tersebut.

Di Banjarmasin, kehidupan komunitas punk sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. “Dulu sering ngumpul di belakang Hotel A,” ujarnya.

Dalam aktivitas nongkrong tersebut, Arida menceritakan banyak hal yang sering dibahas bersama teman-temannya. “Seringkali bahas isu-isu seputar musik, khususnya musik punk itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Arida mengatakan komunitasnya juga aktif melakukan diskusi serta pergerakan yang berhubungan dengan isu-isu sosial politik di Indonesia. “Kami ingin seperti punk yang di luar, aktif melakukan pergerakan,” jelasnya.

Isu apa paling sering mereka bahas? Arida bersama teman-temannya seringkali mengangkat diskusi mengenai persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.

Misalnya seperti bahas soal Marsinah dan Wiji Thukul. Selain itu mereka juga berusaha peduli terhadap nasib-nasib buruh, petani, serta nelayan. “Punk harus dekat dengan golongan yang termarjinalkan,” jelasnya.

Pada tanggal 1 Mei 2015 lalu, mereka bahkan mengadakan aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional di bundaran Hotel A. “Ini sebagai bentuk kontribusi kami terhadap perjuangan buruh, khususnya di Kalsel,” ceritanya.

Biasanya, hasil-hasil diskusi sering diubah menjadi karya musik. Pantas saja musik-musik punk seringkali memiliki lirik kritis terhadap pemerintahan yang sewenang-wenang.

Menurut Arida, dengan cara aktif melakukan pergerakan sosial dengan semangat kemandirian yang dipegang komunitas punk itu sendiri, mereka menjadi lebih kritis terhadap jalannya roda pemerintahan. “Kami seringkali mengadakan acara-acara musik tanpa sponsor. Murni urunan dari teman-teman punk, mandiri,” tegasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 24 Juli 2017 10:12

Progres Proyek Bandara Baru Satu Persen

BANJARBARU - Harapan masyarakat Banua untuk segera memiliki bandara bertaraf internasional sangatlah…

Senin, 24 Juli 2017 09:33
Parlementaria Banjarbaru

Dilema Lahan Pertanian di Kota Metropolis

BANJARBARU - Menjaga lahan pertanian di kota yang kian metropolis adalah sebuah dilema. Itu pula yang…

Senin, 24 Juli 2017 09:32
Kabar Tanah Bumbu

Diskominfo Gelar Pelatihan Admin Website

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar pelatihan admin…

Senin, 24 Juli 2017 09:31
Kabar Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Perdagangaan dan Perindustrian mengadakan operasi pasar di Kelurahan…

Senin, 24 Juli 2017 09:30
Kabar Tanah Bumbu

Tanbu Raih Peringkat Tiga

BATULICIN - Stand milik Kabupaten Tanah Bumbu berhasil menjadi juara terbaik ketiga dalam APKASI Otonomi…

Senin, 24 Juli 2017 08:45

Murhan Effendi Dilengserkan dari Kursi Sekretaris Golkar

BANJARMASIN – Belum lama menduduki Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalsel,…

Sabtu, 22 Juli 2017 17:22

Akhir Bulan PKB HSS Buka Penjaringan

KANDANGAN – Untuk menentukan siapa yang akan diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di…

Sabtu, 22 Juli 2017 17:20

Di Tapin, Golkar Berlabuh ke Petahana

RANTAU – Menyusul pernyataan dukungan yang diberikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai…

Sabtu, 22 Juli 2017 17:14
Kabar Batola

Asiikk..! ASN Bisa Jadi Kades

MARABAHAN – Kabar gembira bagi yang berminat menjadi kepala desa (kades). Dulu calon kades harus…

Sabtu, 22 Juli 2017 17:11

Ratusan Massa Tolak Full Day School

BANJARMASIN - Diterapkannya pola pendidikan sekolah Full Day School (FDS) banyak menuai kontroversi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .