MANAGED BY:
KAMIS
27 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 17 April 2017 12:15
Menguak Kehidupan Komunitas Anak Punk di Banjarmasin

Coba Patahkan Stigma Negatif

ANGKUT: Anak punk di Banjarmasin ditertibkan petugas Satpol PP, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam kurun waktu beberapa tahun ini sedang gencar-gencarnya menangkapi anak punk. Namun, stigma negatif komunitas punk adalah kumpulan anak berandalan coba mereka patahkan.

Salah satu perwakilan komunitas punk, Arida Bengis, menekankan terlebih dahulu bahwa punk itu bukan hanya sekadar fashion. Seperti yang dilihat kebanyakan, anak-anak punk memiliki fashion yang agak berbeda, seperti mengubah gaya rambut menjadi Mohawk, memakai baju dan jaket serba hitam dengan emblem-emblem band kesayangan, celana ketat, serta sepatu boots hitam mengkilap.

Menurut Arida, punk tidak seperti demikian. “Banyak orang-orang yang menilai punk hanya dari luarnya saja,” ujarnya.

Menurutnya, punk adalah sebuah prinsip untuk terus mandiri dalam kehidupan. Tidak bergantung banyak pada orang lain.

Untuk fashion yang mencuat di publik tersebut, Arida mengatakan seorang anak punk tidak harus memakai mode pakaian tersebut.

Di Banjarmasin, kehidupan komunitas punk sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. “Dulu sering ngumpul di belakang Hotel A,” ujarnya.

Dalam aktivitas nongkrong tersebut, Arida menceritakan banyak hal yang sering dibahas bersama teman-temannya. “Seringkali bahas isu-isu seputar musik, khususnya musik punk itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Arida mengatakan komunitasnya juga aktif melakukan diskusi serta pergerakan yang berhubungan dengan isu-isu sosial politik di Indonesia. “Kami ingin seperti punk yang di luar, aktif melakukan pergerakan,” jelasnya.

Isu apa paling sering mereka bahas? Arida bersama teman-temannya seringkali mengangkat diskusi mengenai persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.

Misalnya seperti bahas soal Marsinah dan Wiji Thukul. Selain itu mereka juga berusaha peduli terhadap nasib-nasib buruh, petani, serta nelayan. “Punk harus dekat dengan golongan yang termarjinalkan,” jelasnya.

Pada tanggal 1 Mei 2015 lalu, mereka bahkan mengadakan aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional di bundaran Hotel A. “Ini sebagai bentuk kontribusi kami terhadap perjuangan buruh, khususnya di Kalsel,” ceritanya.

Biasanya, hasil-hasil diskusi sering diubah menjadi karya musik. Pantas saja musik-musik punk seringkali memiliki lirik kritis terhadap pemerintahan yang sewenang-wenang.

Menurut Arida, dengan cara aktif melakukan pergerakan sosial dengan semangat kemandirian yang dipegang komunitas punk itu sendiri, mereka menjadi lebih kritis terhadap jalannya roda pemerintahan. “Kami seringkali mengadakan acara-acara musik tanpa sponsor. Murni urunan dari teman-teman punk, mandiri,” tegasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 27 April 2017 14:57
Berita Tanah Bumbu

Wabup Lepas Peserta Roadbike Touring 2017

BATULICIN - Wabup Tanbu H Sudian Noor melepas peserta Road Bike Touring Tahun 2017, Minggu (23/4) di…

Kamis, 27 April 2017 13:26

Pemko Banjarmasin Rekrut 17 Karyawan Kontrak untuk Bagian Keuangan

BANJARMASIN – Untuk menutupi kekurangan karyawan di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, Badan…

Kamis, 27 April 2017 13:13

Sungai Miai Wakili Banjarmasin di Lomba Kelurahan se-Kalsel

BANJARMASIN – Kelurahan Sungai Miai mewakili Kota Banjarmasin untuk lomba tingkat Provinsi Kalimantan…

Kamis, 27 April 2017 10:34

Semarakan Hardiknas, Pemkab Batola Adakan Lomba Kesenian Tradisional

MARABAHAN - Halaman Kantor Bupati Barito Kuala (Batola), Rabu (26/04), dipenuhi para siswa TK, SD, dan…

Kamis, 27 April 2017 10:01
Berita Batola

Batola Optimis Mampu Eliminasi Filariasis

MARABAHAN - Setelah melaksanakan program penanggulangan melalui Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM)…

Rabu, 26 April 2017 13:58

Anak TK Ini Minta Mobil, Ibu Negara Malah Beri Ini....

BANJARBARU - Sesuai dengan rencana, Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo bersama Mufidah Jusuf Kalla dan…

Rabu, 26 April 2017 13:48

Balita Penderita Atresia Ani Diunjungi Kadinkes Banjar

MARTAPURA - Sehari setelah pemberitaan soal Winda Bungsu Selvina (4), balita penderita Atresia Ani atau…

Rabu, 26 April 2017 13:36

DPRD Kalsel Kesal Lihat Jalan Gubernur Syarkawi Rusak Parah

BANJARMASIN – Rusak parahnya Jalan Gubernur Syarkawi yang merupakan jalur alternatif menuju kota…

Rabu, 26 April 2017 13:19

Asosiasi Angkutan Semen Minta Dispensasi Bisa Lewat Melebihi Tonase

TANJUNG – Di tengah tuntutan masyarakat dan semakin seringnya penertiban yang dilakukan Dinas…

Rabu, 26 April 2017 13:10

Warga Adat Dayak Meratus Demo, Mereka Menuntut Agar..

BATULICIN - Puluhan warga Adat Dayak Meratus berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tanah Bumbu, kemarin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .