MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 17 April 2017 12:15
Menguak Kehidupan Komunitas Anak Punk di Banjarmasin

Coba Patahkan Stigma Negatif

ANGKUT: Anak punk di Banjarmasin ditertibkan petugas Satpol PP, beberapa waktu lalu.

Ada Punk Asli, Ada Juga yang Abal-abal

 

BANJARMASIN – Komunitas punk di Banjarmasin terbagi menjadi dua. Ada punk yang benar-benar menjalankan prinsipnya, ada pula punk hanya ikut-ikutan.

 

Yang sering ditangkapi pihak Satpol PP, Arida menjelaskan bahwa mereka termasuk dalam kelompok punk yang hanya ikut-ikutan semata. “Mereka hanya mengikuti fashion punk tanpa melihat esensi punk itu sendiri,” jelasnya.

 

Bahkan, Arida pernah melihat anak-anak kecil yang mengenakan pakaian ala punk di daerah Kampung Melayu, Banjarmasin. “Parahnya, mereka membawa senjata-senjata tajam, seperti pisau dan celurit,” ujarnya. Hal-hal tersebut mengakibatkan pandangan orang awam terhadap punk menjadi negatif.

 

Apakah mereka sudah melakukan edukasi terhadap kelompok-kelompok punk seperti itu? Arida menjawabnya sudah melakukan. Namun, masih ada saja oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab membuat punk menjadi negatif di mata publik.

 

Arida memberikan tips untuk membedakan anak punk yang benar dan anak punk ikut-ikutan.

 

“Selain hanya ikut-ikutan fashion seperti rambut Mohawk dan pakaian serba hitam, mereka kalau ditanya soal isu-isu sosial politik cuma bisa diam. Mereka juga kurang tahu prinsip-prinsip punk yang diajarkan punk itu sendiri, seperti kemandirian dalam menjalani hidup,” jelasnya.

 

Arida merasa kecewa dengan pihak-pihak yang sering melabeli punk dengan perkumpulan negatif. “Biasanya pemerintah dan juga media-media suka memelintir,” tuturnya.

 

Menurutnya, pihak yang suka memberikan label itu harus lebih mencari tahu seperti apa makna kehidupan punk sebenarnya. “Intinya, jangan cuma melihat di permukaan,” pesannya.(mr-149/gr/dye)

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 12:03

Kesempatan Kerja Bagi Kaum Difabel Harus Diberikan Seluas-Luasnya

Pemberian kesempatan kerja untuk penyandang disabilitas di Kalsel belum digenjot maksimal. Padahal pemerintah…

Sabtu, 21 April 2018 11:39

Konsep Pasar Wadai di Banjarmasin Tahun ini Berbeda

BANJARMASIN - Soal konsep, Pasar Wadai pada Ramadhan Tahun 1439 Hijriyah ini takkan jauh berbeda dibanding…

Sabtu, 21 April 2018 11:37

PARAH..!! Taksi Online Jadi Korban Sweeping Lagi

BANJARMASIN - Aksi sweeping terhadap taksi online masih saja terjadi. Yang terbaru terjadi pada Kamis…

Sabtu, 21 April 2018 11:29

Lampu PJU di persimpangan R.O Ulin-Trikora Jadi 'Lampu Disko'

BANJARBARU – Sudah seminggu terakhir lampu penerangan jalan di persimpangan R.O Ulin-Trikora kedap-kedip.…

Sabtu, 21 April 2018 11:18

Bus Wisata dan Rumah Disabilitas di Banjarbaru Diresmikan

BANJARBARU - Acara puncak HUT ke-19 Banjarbaru, Jumat (20/4) kemarin digelar. Ada beberapa inovasi dan…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Warga Desa Kintapura Tuntut PT PKIS Hentikan Panen Sawit

PELAIHARI - Puluhan orang dari warga Desa Kintapura, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut (Tala) meminta…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Camat Sungai Loban Berpesan Jaga Persatuan dan Kesatuan

BATULICIN - Sampai saat ini, telah banyak prestasi yang diukir Kecamatan Sungai Loban, baik di tingkat…

Sabtu, 21 April 2018 10:12

Tanah Bumbu Book Fair Kembali Digelar

BATULICIN - Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-15 Kabupaten Tanah Bumbu dan Pesta Adat Mappanretasi…

Sabtu, 21 April 2018 10:10

Wabup Tanbu Lepas Kontingen Peparpeda Tingkat Provinsi

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor melepas Kontingen Pekan Paralympic Pelajar Daerah…

Jumat, 20 April 2018 19:30

Kapolda Kalsel Minta TPS Harus Mudah Dijangkau

RANTAU - Kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulyana berharap antara Kepolisian Polres Tapin, bersama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .