MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 17 April 2017 12:15
Menguak Kehidupan Komunitas Anak Punk di Banjarmasin

Coba Patahkan Stigma Negatif

ANGKUT: Anak punk di Banjarmasin ditertibkan petugas Satpol PP, beberapa waktu lalu.

Ada Punk Asli, Ada Juga yang Abal-abal

 

BANJARMASIN – Komunitas punk di Banjarmasin terbagi menjadi dua. Ada punk yang benar-benar menjalankan prinsipnya, ada pula punk hanya ikut-ikutan.

 

Yang sering ditangkapi pihak Satpol PP, Arida menjelaskan bahwa mereka termasuk dalam kelompok punk yang hanya ikut-ikutan semata. “Mereka hanya mengikuti fashion punk tanpa melihat esensi punk itu sendiri,” jelasnya.

 

Bahkan, Arida pernah melihat anak-anak kecil yang mengenakan pakaian ala punk di daerah Kampung Melayu, Banjarmasin. “Parahnya, mereka membawa senjata-senjata tajam, seperti pisau dan celurit,” ujarnya. Hal-hal tersebut mengakibatkan pandangan orang awam terhadap punk menjadi negatif.

 

Apakah mereka sudah melakukan edukasi terhadap kelompok-kelompok punk seperti itu? Arida menjawabnya sudah melakukan. Namun, masih ada saja oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab membuat punk menjadi negatif di mata publik.

 

Arida memberikan tips untuk membedakan anak punk yang benar dan anak punk ikut-ikutan.

 

“Selain hanya ikut-ikutan fashion seperti rambut Mohawk dan pakaian serba hitam, mereka kalau ditanya soal isu-isu sosial politik cuma bisa diam. Mereka juga kurang tahu prinsip-prinsip punk yang diajarkan punk itu sendiri, seperti kemandirian dalam menjalani hidup,” jelasnya.

 

Arida merasa kecewa dengan pihak-pihak yang sering melabeli punk dengan perkumpulan negatif. “Biasanya pemerintah dan juga media-media suka memelintir,” tuturnya.

 

Menurutnya, pihak yang suka memberikan label itu harus lebih mencari tahu seperti apa makna kehidupan punk sebenarnya. “Intinya, jangan cuma melihat di permukaan,” pesannya.(mr-149/gr/dye)

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 24 Oktober 2017 10:40

Ditunda atau Dibatalkan? Kampus IPDN di Kalsel Masih Belum Jelas

BANJARBARU - Semasa zaman Gubernur Rudy Ariffin, mencuat rencana pembangunan kampus IPDN (Institut Pemerintah…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:28

Sambil Menunggu Moratorium, Tim Gambut Raya Kebut Proposal

BANJARMASIN – Meski pusat belum mencabut moratorium pemekaran wilayah, panitia pelaksana penuntutan…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:22

LOH..??! Pengusaha Banua Juga Tolak Perppu Ormas

BANJARMASIN - Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas terus menuai kritik tajam. Terbaru, sejumlah pengusaha…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:10

Tolak Perppu Ormas ke DPRD, Tak Ada Wakil Rakyat yang Menyambut

BANJARMASIN – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ulama dan Tokoh Banua (FKUTB)…

Selasa, 24 Oktober 2017 09:54

Pohon Trembesi Ditanam Berjejer, Gak Takut Kena Listrik?

BANJARBARU - Dalam beberapa bulan terakhir Dinas Kehutanan Kalsel gencar melalukan penanaman pohon di…

Selasa, 24 Oktober 2017 09:49

Jadi Lahan Parkir, Sub Terminal Taman Sari Ditertibkan

BANJARMASIN – Sub Terminal Taman Sari yang selama ini diambil alih tempat parkir sepeda motor…

Selasa, 24 Oktober 2017 09:43

Toko Mainan dan Spare part Dirazia, ini Hasilnya

BANJARMASIN – Sidak ke beberapa toko mainan dan toko spare part dilakukan Dinas Perindustrian…

Selasa, 24 Oktober 2017 08:52

Gerakan Masyarakat Sehat Harus Digelorakan

BATULICIN - Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) terus gencar dilakukan Pemkab Tanbu. Kali ini dilakukan…

Selasa, 24 Oktober 2017 08:51

Diskominfo Lakukan Pembinaan Tahap Akhir

BATULICIN - Dalam upaya mewujudkan Desa Saring Sungai Binjai menjadi desa pemenang lomba Peningkatan…

Selasa, 24 Oktober 2017 08:46

Ratusan Peserta Ramaikan SMPC Batulicin

BATULICIN - Ratusan peserta ikut meramaikan kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) yang dilaksanakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .