MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 21 April 2017 14:25
Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Dilupakan BLT dan Raskin, Alhamdulillah dapat Rumah

TERTAWA: Sekdako Banjarbaru Said Abdullah dan Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan mengapit Heri Suntara dan Mugniansyah dalam peresmian rumah difabel di Jalan Trikora.

PROKAL.CO, Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni perdana rumah difabel, terobosan yang terbilang baru di Kalimantan Selatan.

-----------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

-----------------------------------------------

SELAMA ini Heri tinggal di sebuah perumahan tipe sederhana di kawasan Landasan Ulin bersama istri dan putrinya yang masih balita. Di situ ia membuka praktek pijat tradisional, pekerjaan yang akrab dilakoni seorang (maaf) tunanetra.

Heri tertarik menghuni rumah difabel karena rumahnya jauh dari jalan raya. "Rumahnya di pelosok, jauh masuk ke dalam. Jadi usaha saya sepi, tidak berkembang sejak buka tiga tahun lalu," ujarnya, Kamis (13/4) saat peresmian rumah difabel.

Sementara perumahan difabel itu memilih lokasi di Jalan Trikora, Kelurahan Guntung Manggis, sekitar 200 meter dari Rumah Sakit Idaman. Trikora masih banyak memiliki lahan kosong. Masih punya potensi besar untuk berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

"Ini bukan di tengah hutan, Trikora strategis. In shaa Allah bakal cocok untuk usaha saya. Yang terpenting mensyukuri nikmat yang ada," tukas pria 36 tahun itu sumringah. Heri tidak buta sejak lahir, ia kehilangan daya penglihatan pada usia tujuh tahun karena sakit.

Heri dan Mugniansyah, 40 tahun, calon penghuni rumah di sebelahnya, digandeng Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan dan Sekdako Banjarbaru Said Abdullah. Berkeliling meraba-raba tembok ruang tamu, kamar, dan toilet.

Sebelum peresmian rumah, mereka unjuk kebolehan melantunkan syair dan memukul rebana, memainkan Maulid Habsyi di depan para tamu undangan dan awak media.

"Kalau saya tinggal di belakang Kolam Renang Idaman, di Kemuning. Sampai sekarang masih ngontrak. In shaa Allah saya mau tinggal di sini," sambung Mugniansyah.

Mahyuni, difabel lainnya, mengaku sekarang merasa diperhatikan pemerintah. "Bagi seorang difabel, sudah biasa dilupakan lurah atau Ketua RT. Ketika ada pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) atau Raskin (Beras untuk Warga Miskin), sebagian kawan-kawan difabel sering terlewat," kisahnya.

Selain menjadi pemijat, sebagian difabel menjadi pengamen. Sekdako merasa prihatin. Selain diterpa panas dan hujan, usaha itu juga kadang membuat mereka lupa waktu. Terlewat dari salat lima waktu.

"Saya tidak memaksa mereka berhenti ngamen. Tapi alangkah bagusnya mencari pekerjaan lain yang lebih terhormat. Makanya di perumahan sini bakal ada pendopo yang diisi pelatihan-pelatihan keterampilan kerja," tukas Abdullah.

Perumahan difabel itu digagas Abdullah. Ditargetkan bakal ada 41 rumah untuk 41 kepala keluarga difabel. Menyusul pembangunan musala, pendopo, dan kantor sekretariat pengurus. Lengkap dengan pengadaan Alquran dalam huruf Braille.

Satu rumah ongkosnya mencapai Rp55 juta. Dikumpulkan dari iuran sukarela pejabat dan pegawai Pemko. Ditambah bantuan CSR dari perusahaan dan perbankan. Wawali Darmawan menyebut program ini bukti Banjarbaru sebagai kota ramah difabel. Ia mengimbau pejabat dan pegawainya tak ragu menyumbang sebagai amal jariyah. (by/ram) 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Selasa, 09 Januari 2018 14:32

FKH Banjarmasin Tak Gentar Menanam Rambai di Tengah Kota

Gbo Green bukan sekadar kaos oblong bertema lingkungan. Atau kemana-mana pakai sepatu gunung. Ini menyangkut…

Senin, 08 Januari 2018 13:21

Kisah Sukses Moses, Berawal dari Sebuah Pahat Pemberian Ayah

  Siapa bilang hobi tak bisa dijadikan bisnis menjanjikan. Sudah banyak contoh mereka yang sukses.…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Minggu, 07 Januari 2018 06:46

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 1)

Kafe manapun yang dimasuki, pertanyaannya selalu sama. Dari papan menu ada pilihan Kopi Aceh, Gayo,…

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25

Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis

Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak…

Jumat, 05 Januari 2018 11:46

Bripda Anna Meirina, Polwan yang Aktif di Dunia Olahraga

Olahraga adalah bagian penting dalam hidup manusia. Pastinya bikin sehat jasmani dan rohani. Lebih dari…

Rabu, 03 Januari 2018 12:40

Serunya Menikmati Satu Jam Naik Bajaj Terbaru

“Bremm bremmm”… Itulah suara mesin bajaj yang baru beroperasi sepekan di Banjarmasin.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .