MANAGED BY:
KAMIS
27 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 21 April 2017 14:25
Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Dilupakan BLT dan Raskin, Alhamdulillah dapat Rumah

TERTAWA: Sekdako Banjarbaru Said Abdullah dan Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan mengapit Heri Suntara dan Mugniansyah dalam peresmian rumah difabel di Jalan Trikora.

PROKAL.CO, Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni perdana rumah difabel, terobosan yang terbilang baru di Kalimantan Selatan.

-----------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

-----------------------------------------------

SELAMA ini Heri tinggal di sebuah perumahan tipe sederhana di kawasan Landasan Ulin bersama istri dan putrinya yang masih balita. Di situ ia membuka praktek pijat tradisional, pekerjaan yang akrab dilakoni seorang (maaf) tunanetra.

Heri tertarik menghuni rumah difabel karena rumahnya jauh dari jalan raya. "Rumahnya di pelosok, jauh masuk ke dalam. Jadi usaha saya sepi, tidak berkembang sejak buka tiga tahun lalu," ujarnya, Kamis (13/4) saat peresmian rumah difabel.

Sementara perumahan difabel itu memilih lokasi di Jalan Trikora, Kelurahan Guntung Manggis, sekitar 200 meter dari Rumah Sakit Idaman. Trikora masih banyak memiliki lahan kosong. Masih punya potensi besar untuk berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

"Ini bukan di tengah hutan, Trikora strategis. In shaa Allah bakal cocok untuk usaha saya. Yang terpenting mensyukuri nikmat yang ada," tukas pria 36 tahun itu sumringah. Heri tidak buta sejak lahir, ia kehilangan daya penglihatan pada usia tujuh tahun karena sakit.

Heri dan Mugniansyah, 40 tahun, calon penghuni rumah di sebelahnya, digandeng Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan dan Sekdako Banjarbaru Said Abdullah. Berkeliling meraba-raba tembok ruang tamu, kamar, dan toilet.

Sebelum peresmian rumah, mereka unjuk kebolehan melantunkan syair dan memukul rebana, memainkan Maulid Habsyi di depan para tamu undangan dan awak media.

"Kalau saya tinggal di belakang Kolam Renang Idaman, di Kemuning. Sampai sekarang masih ngontrak. In shaa Allah saya mau tinggal di sini," sambung Mugniansyah.

Mahyuni, difabel lainnya, mengaku sekarang merasa diperhatikan pemerintah. "Bagi seorang difabel, sudah biasa dilupakan lurah atau Ketua RT. Ketika ada pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) atau Raskin (Beras untuk Warga Miskin), sebagian kawan-kawan difabel sering terlewat," kisahnya.

Selain menjadi pemijat, sebagian difabel menjadi pengamen. Sekdako merasa prihatin. Selain diterpa panas dan hujan, usaha itu juga kadang membuat mereka lupa waktu. Terlewat dari salat lima waktu.

"Saya tidak memaksa mereka berhenti ngamen. Tapi alangkah bagusnya mencari pekerjaan lain yang lebih terhormat. Makanya di perumahan sini bakal ada pendopo yang diisi pelatihan-pelatihan keterampilan kerja," tukas Abdullah.

Perumahan difabel itu digagas Abdullah. Ditargetkan bakal ada 41 rumah untuk 41 kepala keluarga difabel. Menyusul pembangunan musala, pendopo, dan kantor sekretariat pengurus. Lengkap dengan pengadaan Alquran dalam huruf Braille.

Satu rumah ongkosnya mencapai Rp55 juta. Dikumpulkan dari iuran sukarela pejabat dan pegawai Pemko. Ditambah bantuan CSR dari perusahaan dan perbankan. Wawali Darmawan menyebut program ini bukti Banjarbaru sebagai kota ramah difabel. Ia mengimbau pejabat dan pegawainya tak ragu menyumbang sebagai amal jariyah. (by/ram) 


BACA JUGA

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Minggu, 16 April 2017 18:39

Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai

Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup…

Minggu, 09 April 2017 17:06
Kiprah Para Novelis Wanita Kalsel

Cantik itu Pujangga

Dunia kepenulisan di Kalimantan Selatan semakin bergairah akhir-akhir ini karena diramaikan para novelis…

Jumat, 07 April 2017 11:22

Mengunjungi Rumah Lanting Tersisa di Kampung Sasirangan

Di tengah gencarnya pembangunan siring beton yang menggusur pinggiran sungai, masih ada tersisa warga…

Kamis, 06 April 2017 16:30

Saprah Amal, Tradisi Lelang Tradisional yang Masih Dipertahankan di HSU

Saprah Amal atau proses lelang jajanan atau barang lekat pada tradisi masyarakat Hulu Sungai Utara.…

Rabu, 05 April 2017 16:10

Kisah Pilu Yuda, Pengamen Banjarmasin Bersuara Mirip Charly Setia Band

Yuda Karsa Saputra, pengamen bersuara merdu yang suaranya mirip Charly ‘Setia Band’ belakangan…

Rabu, 05 April 2017 15:21

Mengenal LK3, Pengawal Keberagaman di Banua

Di tengah hiruk-pikuk persoalan sentimen SARA yang terjadi akhir-akhir ini, di Banjarmasin ternyata…

Selasa, 04 April 2017 20:56

Subhanallah.. Ada Bayi Kembar Tiga Lahir di Hari Haul Guru Sekumpul

Tangisan bayi kembar tiga menggema di Puskesmas tengah-tengah perkebunan kelapa sawit. Di ujung banua…

Selasa, 04 April 2017 18:46

Menikmati Keindahan Pantai Indah Lestari Tanjung Batu

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal akan objek wisata pantainya. Diantaranya adalah Pantai Rindu Alam dan…

Minggu, 02 April 2017 12:43

Melihat Industri Kopiah Hulu Pasar Hulu Sungai Utara

Kopiah merupakan sebuah penutup kepala yang identik dengan Muslim. Semua negara punya kopiah berbeda-beda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .