MANAGED BY:
JUMAT
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 21 April 2017 14:25
Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Dilupakan BLT dan Raskin, Alhamdulillah dapat Rumah

TERTAWA: Sekdako Banjarbaru Said Abdullah dan Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan mengapit Heri Suntara dan Mugniansyah dalam peresmian rumah difabel di Jalan Trikora.

PROKAL.CO, Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni perdana rumah difabel, terobosan yang terbilang baru di Kalimantan Selatan.

-----------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

-----------------------------------------------

SELAMA ini Heri tinggal di sebuah perumahan tipe sederhana di kawasan Landasan Ulin bersama istri dan putrinya yang masih balita. Di situ ia membuka praktek pijat tradisional, pekerjaan yang akrab dilakoni seorang (maaf) tunanetra.

Heri tertarik menghuni rumah difabel karena rumahnya jauh dari jalan raya. "Rumahnya di pelosok, jauh masuk ke dalam. Jadi usaha saya sepi, tidak berkembang sejak buka tiga tahun lalu," ujarnya, Kamis (13/4) saat peresmian rumah difabel.

Sementara perumahan difabel itu memilih lokasi di Jalan Trikora, Kelurahan Guntung Manggis, sekitar 200 meter dari Rumah Sakit Idaman. Trikora masih banyak memiliki lahan kosong. Masih punya potensi besar untuk berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

"Ini bukan di tengah hutan, Trikora strategis. In shaa Allah bakal cocok untuk usaha saya. Yang terpenting mensyukuri nikmat yang ada," tukas pria 36 tahun itu sumringah. Heri tidak buta sejak lahir, ia kehilangan daya penglihatan pada usia tujuh tahun karena sakit.

Heri dan Mugniansyah, 40 tahun, calon penghuni rumah di sebelahnya, digandeng Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan dan Sekdako Banjarbaru Said Abdullah. Berkeliling meraba-raba tembok ruang tamu, kamar, dan toilet.

Sebelum peresmian rumah, mereka unjuk kebolehan melantunkan syair dan memukul rebana, memainkan Maulid Habsyi di depan para tamu undangan dan awak media.

"Kalau saya tinggal di belakang Kolam Renang Idaman, di Kemuning. Sampai sekarang masih ngontrak. In shaa Allah saya mau tinggal di sini," sambung Mugniansyah.

Mahyuni, difabel lainnya, mengaku sekarang merasa diperhatikan pemerintah. "Bagi seorang difabel, sudah biasa dilupakan lurah atau Ketua RT. Ketika ada pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) atau Raskin (Beras untuk Warga Miskin), sebagian kawan-kawan difabel sering terlewat," kisahnya.

Selain menjadi pemijat, sebagian difabel menjadi pengamen. Sekdako merasa prihatin. Selain diterpa panas dan hujan, usaha itu juga kadang membuat mereka lupa waktu. Terlewat dari salat lima waktu.

"Saya tidak memaksa mereka berhenti ngamen. Tapi alangkah bagusnya mencari pekerjaan lain yang lebih terhormat. Makanya di perumahan sini bakal ada pendopo yang diisi pelatihan-pelatihan keterampilan kerja," tukas Abdullah.

Perumahan difabel itu digagas Abdullah. Ditargetkan bakal ada 41 rumah untuk 41 kepala keluarga difabel. Menyusul pembangunan musala, pendopo, dan kantor sekretariat pengurus. Lengkap dengan pengadaan Alquran dalam huruf Braille.

Satu rumah ongkosnya mencapai Rp55 juta. Dikumpulkan dari iuran sukarela pejabat dan pegawai Pemko. Ditambah bantuan CSR dari perusahaan dan perbankan. Wawali Darmawan menyebut program ini bukti Banjarbaru sebagai kota ramah difabel. Ia mengimbau pejabat dan pegawainya tak ragu menyumbang sebagai amal jariyah. (by/ram) 


BACA JUGA

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…

Rabu, 09 Agustus 2017 15:02

Rio, Remaja Penderita Leukimia Perlu Pengobatan

Di saat teman-teman sebayanya sedang asik menikmati masa sekolah, M Rio Ramadhan terbaring lemas di…

Sabtu, 05 Agustus 2017 18:10

Kisah Jambret Muda yang Sudah Tiga Kali Masuk Penjara

Baru berumur 18 tahun, LB sudah punya riwayat kejahatan yang panjang. Aksi terakhirnya menjambret di…

Senin, 24 Juli 2017 08:33

Ada yang Ditangkap Saat Makan dengan Anak Istri

Ada yang Ditangkap Saat Makan dengan Anak Istri Seorang ibu rumah tangga tenaga kesehatan Puskesmas…

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .