MANAGED BY:
KAMIS
27 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Jumat, 21 April 2017 15:12
MIRIS..!! Pembagian Beras Sejahtera Bermasalah, Jatah Terpaksa Dibagi Rata
RASTRA: Warga Tabalong menerima pembagian beras sejahtera (Rastra) dari pemerintah.

PROKAL.CO, TANJUNG - Permasalahan pembagian beras sejahtera (Rastra) terjadi di Desa Takulat Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Warga Miskin penerimanya terpaksa harus berbagi jatah dengan penerima yang tidak kebagian, sehingga jatah yang diterima kali ini tidak seperti biasanya.

Kemunculan persoalan ini lantaran jumlah penerima yang layak di Desa Takulat sebagian tidak masuk daftar. Akhirnya, aparat pemerintah desa setempat mengeluarkan kebijakan untuk membagi rata jatah yang ada.

Keputusan tersebut terpaksa diambil demi untuk meredam perselisihan antar warga. Agar tidak terjadi kecemburuan antara warga yang satu dengan lainnya.

Kepala Desa Takulat, Asdin Lambause mengungkapkan, pola pembagian Rastra untuk warga miskin itu dengan cara membentuk dua kelompok penerima. "Pembagian pertama diterima kelompok A, selanjutnya jika pembagian lagi baru diterima kelompok B," terangnya, Kamis (20/4) kemarin.

Di Desa Tamiyang sedikitnya ada sebanyak 40 kepala keluarga (KK) miskin yang layak menerima Rastra. Sementara yang terdaftar baru sebanyak 18 KK. "Banyak warga miskin di desa kami," terangnya.

Pembagian Rastra sendiri sesuai petunjuk pemerintah pusat hanya diberi 15 kilogram beras dalam satu kemasan karung per bulan per KK. Namun, karena masalah ini, terpaksa jatah sebulan pun menjadi dua bulan.

Permasalahan ini pun disampaikan Pembakal di hadapan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani ketika menggelar pertemuan di salah satu rumah warga di Desa Tamiyang. Pertemuan digelar atas permintaan warga ke Pemkab Tabalong.

Setelah mendengarkan dulu persoalannya, bupati memutuskan akan membantu warga yang tidak menerima Rastra. Khusus keluarga miskin namun tidak terdaftar sebagai penerimanya.

"Sebetulnya tidak boleh dibagi. Tapi saya akan perjuangkan, dari 18 KK penerima menjadi 40 KK," tutur Anang Syakhfiani di hadapan warga Desa Tamiyang.

Untuk memastikan pembagiannya berjalan lancar, dia meminta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tabalong H Yuhani agar bisa melaksanakan sebagaimana permintaan warga. Yaitu, memasukan mereka sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Pemkab Tabalong.

Meski begitu, dia berharap warga tidak bergantung pada Rastra dalam pemenuhan kebutuhan keseharian. Melainkan tetap harus berupaya dengan rajin bertani atau menanam padi sawah miliknya.

Kepala Dinsos Kabupaten Tabalong menyatakan jika pembagian Rastra di Desa Takulat tidak sesuai aturan. "Itu memang tidak boleh," ucapnya. “Seharusnya, kepala desa membawa masalah ini ke musyawarah kecamatan untuk memutuskan penerima Rastra. Kemudian, data yang disepakati di musyawarah menjadi rujukan Dinsos dan pemerintah pusat untuk membantu.”

Pun begitu, Yuhani memberitahukan, masalah tersebut akan segera diselesaikan dengan cara memenuhi permintaan warga desa, sesuai kebijakan bupati. "Nanti kami tambah, apalagi ini untuk kepentingan warga," imbuhnya. (ibn/by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 27 April 2017 14:57
Berita Tanah Bumbu

Wabup Lepas Peserta Roadbike Touring 2017

BATULICIN - Wabup Tanbu H Sudian Noor melepas peserta Road Bike Touring Tahun 2017, Minggu (23/4) di…

Kamis, 27 April 2017 13:26

Pemko Banjarmasin Rekrut 17 Karyawan Kontrak untuk Bagian Keuangan

BANJARMASIN – Untuk menutupi kekurangan karyawan di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, Badan…

Kamis, 27 April 2017 13:13

Sungai Miai Wakili Banjarmasin di Lomba Kelurahan se-Kalsel

BANJARMASIN – Kelurahan Sungai Miai mewakili Kota Banjarmasin untuk lomba tingkat Provinsi Kalimantan…

Kamis, 27 April 2017 10:34

Semarakan Hardiknas, Pemkab Batola Adakan Lomba Kesenian Tradisional

MARABAHAN - Halaman Kantor Bupati Barito Kuala (Batola), Rabu (26/04), dipenuhi para siswa TK, SD, dan…

Kamis, 27 April 2017 10:01
Berita Batola

Batola Optimis Mampu Eliminasi Filariasis

MARABAHAN - Setelah melaksanakan program penanggulangan melalui Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM)…

Rabu, 26 April 2017 13:58

Anak TK Ini Minta Mobil, Ibu Negara Malah Beri Ini....

BANJARBARU - Sesuai dengan rencana, Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo bersama Mufidah Jusuf Kalla dan…

Rabu, 26 April 2017 13:36

DPRD Kalsel Kesal Lihat Jalan Gubernur Syarkawi Rusak Parah

BANJARMASIN – Rusak parahnya Jalan Gubernur Syarkawi yang merupakan jalur alternatif menuju kota…

Rabu, 26 April 2017 13:19

Asosiasi Angkutan Semen Minta Dispensasi Bisa Lewat Melebihi Tonase

TANJUNG – Di tengah tuntutan masyarakat dan semakin seringnya penertiban yang dilakukan Dinas…

Rabu, 26 April 2017 13:10

Warga Adat Dayak Meratus Demo, Mereka Menuntut Agar..

BATULICIN - Puluhan warga Adat Dayak Meratus berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tanah Bumbu, kemarin…

Rabu, 26 April 2017 12:52

11 Menit Ibu Negara Berkunjung ke Pasar Ulin, Pasar Malah jadi Sepi

Kunjungan Ibu Negara Iriana ke Pasar Ulin Raya hanya selama 11 menit. Tapi dampaknya bukan main, pasar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .