MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 21 April 2017 16:10
Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

PROKAL.CO, Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya ke Pulau Sembilan, daerah paling ujung, terpisah laut dengan Pulau Kalimantan. Guru muda asal Garut Jawa Barat harus rela pisah dari suami dan anak lelakinya yang masih kecil.

----

"Saya belum pernah ke Kalimantan, dan lulus PNS ditugaskan ke SMPN 1 Pulau Sembilan. Dimana itu?" kenang lulusan STKIP Garut, 2007, ini kepada penulis belum lama tadi.

Dalam peta, guru matematika ini melihat sembilan pulau. Berada paling luar dari batas geografis Kalsel. Pulau-pulau kecil itu hanya berbatasan dengan luasnya Laut Jawa dan Selat Makassar.

Berbeda jauh dengan Garut. Dan di internet dia banyak membaca kisah-kisah mistis soal penduduk pulau yang mayoritas suku Mandar. Dia gamang dan khawatir.

Tiga tahun lalu, dia diantar suaminya, Hendrik Setiawan, yang juga guru di Jawa Barat. Mereka terbang melintasi Laut Jawa menuju Pulau Kalimantan.

Sampai di Kabupaten Kotabaru, dilanjutkan menggunakan kapal laut namanya Perintis, dua belas jam terapung sampailah mereka di Pulau Sembilan di pusat kota kecamatan.

Kekhawatirannya soal penduduk suku Mandar tidak terbukti. Yang dia lihat alam indah memesona dan senyum mengembang dari warganya. "Dan ternyata warga di sini luar biasa baiknya. Meski saya merasa berbeda karena masalah biasa, tapi sambutan dan penghargaan mereka luar biasa. Semua menyambut kayak keluarga," kata Kartina.

Hanya sebentar suaminya di sana, karena harus kembali mengajar di Jawa Barat. Tinggallah Kartina sendiri. Berat sekali awalnya berpisah dengan keluarga. Dia pun mengaku kerap menangis ketika memandang laut luas di depan, ribuan mil jaraknya dengan keluarga. Jika rindu memuncak, dia berjalan ke dermaga Desa Tanjung Nyiur, di sana sinyal hape lumayan baik.

Namun apa boleh buat, hidup tetap berjalan. Tugas sudah menanti. Anak-anak pulau menuntut ilmu.

Di sana Kartina tidak sendiri. Pada waktu hampir bersamaan, Nurhikmah gadis hitam manis berlesung pipit yang belum menikah tiba di sana. Nurhikmah juga diangkat jadi guru PNS, di SMAN 1 Pulau Sembilan. Nurhikmah sudah biasa di pedalaman, pada tahun 2012 dia sudah mengajar di pedalaman Watu Linggai Manggarai Timur NTT.

"Bedanya kalau di Linggai itu daratan, di sini itu laut semua. Tapi sama-sama daerah tertinggal," ujar Hikmah kepada penulis.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .