MANAGED BY:
SELASA
25 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 21 April 2017 16:10
Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

PROKAL.CO, Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya ke Pulau Sembilan, daerah paling ujung, terpisah laut dengan Pulau Kalimantan. Guru muda asal Garut Jawa Barat harus rela pisah dari suami dan anak lelakinya yang masih kecil.

----

"Saya belum pernah ke Kalimantan, dan lulus PNS ditugaskan ke SMPN 1 Pulau Sembilan. Dimana itu?" kenang lulusan STKIP Garut, 2007, ini kepada penulis belum lama tadi.

Dalam peta, guru matematika ini melihat sembilan pulau. Berada paling luar dari batas geografis Kalsel. Pulau-pulau kecil itu hanya berbatasan dengan luasnya Laut Jawa dan Selat Makassar.

Berbeda jauh dengan Garut. Dan di internet dia banyak membaca kisah-kisah mistis soal penduduk pulau yang mayoritas suku Mandar. Dia gamang dan khawatir.

Tiga tahun lalu, dia diantar suaminya, Hendrik Setiawan, yang juga guru di Jawa Barat. Mereka terbang melintasi Laut Jawa menuju Pulau Kalimantan.

Sampai di Kabupaten Kotabaru, dilanjutkan menggunakan kapal laut namanya Perintis, dua belas jam terapung sampailah mereka di Pulau Sembilan di pusat kota kecamatan.

Kekhawatirannya soal penduduk suku Mandar tidak terbukti. Yang dia lihat alam indah memesona dan senyum mengembang dari warganya. "Dan ternyata warga di sini luar biasa baiknya. Meski saya merasa berbeda karena masalah biasa, tapi sambutan dan penghargaan mereka luar biasa. Semua menyambut kayak keluarga," kata Kartina.

Hanya sebentar suaminya di sana, karena harus kembali mengajar di Jawa Barat. Tinggallah Kartina sendiri. Berat sekali awalnya berpisah dengan keluarga. Dia pun mengaku kerap menangis ketika memandang laut luas di depan, ribuan mil jaraknya dengan keluarga. Jika rindu memuncak, dia berjalan ke dermaga Desa Tanjung Nyiur, di sana sinyal hape lumayan baik.

Namun apa boleh buat, hidup tetap berjalan. Tugas sudah menanti. Anak-anak pulau menuntut ilmu.

Di sana Kartina tidak sendiri. Pada waktu hampir bersamaan, Nurhikmah gadis hitam manis berlesung pipit yang belum menikah tiba di sana. Nurhikmah juga diangkat jadi guru PNS, di SMAN 1 Pulau Sembilan. Nurhikmah sudah biasa di pedalaman, pada tahun 2012 dia sudah mengajar di pedalaman Watu Linggai Manggarai Timur NTT.

"Bedanya kalau di Linggai itu daratan, di sini itu laut semua. Tapi sama-sama daerah tertinggal," ujar Hikmah kepada penulis.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…

Minggu, 16 Juli 2017 19:23

Melihat Antusiasme Siswa Mengikuti FLS2N SMA/SMK se-Kalsel: Ingin Harumkan Banua ke Kancah Nasional

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA/SMK se-Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu…

Sabtu, 15 Juli 2017 15:59

Kiprah Pebasket Banjarmasin Trisna Gama Putri di PT DBL Indonesia

Trisna Gama Putri sukses menembus Honda DBL Indonesia All Star dan dikirim ke Australia pada tahun 2008…

Jumat, 14 Juli 2017 11:21

Kisah Sukses Habib Zaid Shabab Merintis Bisnis Konter Handphone Syihab

Meski baru berusia 28 tahun, namun Habib Zaid Shahab telah sukses mengelola bisnis konter ponsel. Sekarang…

Kamis, 13 Juli 2017 14:36

Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang.…

Selasa, 11 Juli 2017 14:27

Begini Kiprah Mahasiswa ULM Melestarikan Budaya Banjar

Permainan tradisonal Banjar kian tergerus dengan perkembangan zaman. Di era teknologi sekarang ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .