MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 21 April 2017 16:10
Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

PROKAL.CO, Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya ke Pulau Sembilan, daerah paling ujung, terpisah laut dengan Pulau Kalimantan. Guru muda asal Garut Jawa Barat harus rela pisah dari suami dan anak lelakinya yang masih kecil.

----

"Saya belum pernah ke Kalimantan, dan lulus PNS ditugaskan ke SMPN 1 Pulau Sembilan. Dimana itu?" kenang lulusan STKIP Garut, 2007, ini kepada penulis belum lama tadi.

Dalam peta, guru matematika ini melihat sembilan pulau. Berada paling luar dari batas geografis Kalsel. Pulau-pulau kecil itu hanya berbatasan dengan luasnya Laut Jawa dan Selat Makassar.

Berbeda jauh dengan Garut. Dan di internet dia banyak membaca kisah-kisah mistis soal penduduk pulau yang mayoritas suku Mandar. Dia gamang dan khawatir.

Tiga tahun lalu, dia diantar suaminya, Hendrik Setiawan, yang juga guru di Jawa Barat. Mereka terbang melintasi Laut Jawa menuju Pulau Kalimantan.

Sampai di Kabupaten Kotabaru, dilanjutkan menggunakan kapal laut namanya Perintis, dua belas jam terapung sampailah mereka di Pulau Sembilan di pusat kota kecamatan.

Kekhawatirannya soal penduduk suku Mandar tidak terbukti. Yang dia lihat alam indah memesona dan senyum mengembang dari warganya. "Dan ternyata warga di sini luar biasa baiknya. Meski saya merasa berbeda karena masalah biasa, tapi sambutan dan penghargaan mereka luar biasa. Semua menyambut kayak keluarga," kata Kartina.

Hanya sebentar suaminya di sana, karena harus kembali mengajar di Jawa Barat. Tinggallah Kartina sendiri. Berat sekali awalnya berpisah dengan keluarga. Dia pun mengaku kerap menangis ketika memandang laut luas di depan, ribuan mil jaraknya dengan keluarga. Jika rindu memuncak, dia berjalan ke dermaga Desa Tanjung Nyiur, di sana sinyal hape lumayan baik.

Namun apa boleh buat, hidup tetap berjalan. Tugas sudah menanti. Anak-anak pulau menuntut ilmu.

Di sana Kartina tidak sendiri. Pada waktu hampir bersamaan, Nurhikmah gadis hitam manis berlesung pipit yang belum menikah tiba di sana. Nurhikmah juga diangkat jadi guru PNS, di SMAN 1 Pulau Sembilan. Nurhikmah sudah biasa di pedalaman, pada tahun 2012 dia sudah mengajar di pedalaman Watu Linggai Manggarai Timur NTT.

"Bedanya kalau di Linggai itu daratan, di sini itu laut semua. Tapi sama-sama daerah tertinggal," ujar Hikmah kepada penulis.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .