MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 21 April 2017 16:10
Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Di Pulau Sembilan listrik hanya menyala pada malam hari, dan sinyal seluler hanya ada di titik tertentu. Para pelajar kekurangan informasi. Jangankan baca berbagai macam tulisan di internet, buku cetak saja sangat minim. Terkadang dengan hanya mengandalkan kualitas jaringan EDGE dia menjalin komunikasi dengan teman dan keluarganya.

Nurhikmah adalah lulusan Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 2008. Dari muda sudah sering berkegiatan dalam tema pendidikan. Lepas kuliah dia sibuk mengajar, di Pinrang, NTT, balik ke Gowa Makassar dan kemudian ke Pulau Sembilan.

Kepada para sahabatnya Nurhikmah menceritakan keterbatasan Pulau Sembilan. Anak-anak yang hanya kenal laut namun punya semangat tinggi. Dia pun meminta bantuan buku-buku. Dan dalam waktu singkat Rumah Baca Ceria Ana' Eke berdiri. Ana' Eke berasal dari bahasa lokal, Mandar, yang artinya anak-anak.
Tina Kartina, bersama guru wanita lainnya Reni Novika asal Jatim yang mengajar di SD. Kemudian Arni Anissa dan May Sarah honor yang sudah hampir sepuluh tahun, bersama-sama mengembangkan Rumah Baca Ana' Eke.

Buku-buku terus berdatangan. Bukan cuma buku anak-anak, tapi juga untuk remaja dan dewasa. Bahkan buku kisah Dahlan Iskan juga ada. Novel, buku Iptek semuanya. Juga buku untuk warga seperti beternak, melaut, pertukangan dan lainnya. "Sudah banyak, sudah ratusan buku," ungkap Nurhikmah.

Buku-buku itu datang dari segala penjuru, dari orang-orang yang peduli. Sulawesi, Pulau Jawa dan lainnya. "Dan banyak juga kiriman dari Banjarmasin. Kan ada beberapa anak sini yang kuliah di Banjarmasin, mereka yang kemudian galang bantuan untuk buku," jelasnya.

Para guru wanita ini rutin di hari tertentu keliling pulau membawa buku. Buku dimasukkan dalam tas dan dibagikan kepada warga atau anak-anak. Nanti mereka ke sana lagi mengambil untuk dibagikan ke desa atau pulau lainnya. Kadang naik kapal kadang jalan kaki saja menerabas kebun atau padang ilalang.

Dan sekarang sudah ada beberapa rumah baca. Masyarakat menyambutnya antusias. Anak-anak pada sore hari ramai di pinggir pantai, duduk membaca buku. Yang belum bisa membaca diajarkan. Kadang juga di rumah warga yang tinggi, membaca ditemani pemandangan indah gugusan pulau. Betapa gembiranya Hikmah melihat buku bisa digandrungi anak-anak, meski pada sebagian waktu anak-anak itu harus membagi waktunya membantu orang tua.

Dari semua keterbatasan saran di pulau terpencil Nurhikmah belajar satu hal: usahakan jangan sakit. Jika sudah sakit berat urusannya. Dia pernah suatu waktu diserang penyakit sampai muntah darah. Puskesmas di sana tidak sanggup, ingin ke kota kapal Perintis belum datang. Naik speedboat atau nyewa kapal sendiri berat di kantong. Terpaksa Hikmah harus bersabar menunggu Perintis yang datang seminggu sekali. "Itu susahnya di sana," ujarnya.

Juga kalau musim buruk, gelombang besar. Kapal tidak ada berani ke luar pulau atau masuk. Sembako pun jadi mahal. Apa boleh buat tabungan untuk mudik kembali berkurang. Juga kalau musim kemarau mereka harus ke desa paling ujung hanya untuk mendapatkan air minum.

Sama saja dengan Kartina, Hikmah pun sering merindukan keluarga di kampung halaman. Jika sudah sakit dan tidak berdaya luasnya lautan kadang ingin direnangi. Andai laut itu sekeras daratan, bisa dipijak untuk sampai ke Pinrang Sulawesi Selatan. Sayang beberapa kali ditanya apa penyakitnya Nurhikmah enggan membahasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:23

Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru

Tombak ulin yang tengahnya berlubang mereka angkat ke depan wajah. Kemudian mereka tiup pangkalnya,…

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…

Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.…

Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,…

Jumat, 01 Desember 2017 15:06

Pukulan Telak Bagi Guru Daerah Terpencil

Tiga edisi laporan masyarakat Paminggir sudah diterbitkan. Tulisan ini ibarat catatan kaki. Menyuarakan…

Kamis, 30 November 2017 15:20

ML Siang-Malam, Iwak Karing Bikin Hipertensi

JELANG AZAN ISYA, diawali lampu yang berkedap-kedip, listrik mendadak padam. Tanpa dikomando, para guru…

Rabu, 29 November 2017 13:44

Bekantan dan Kerbau Rawa Terancam Tergusur

Bekantan liar hidup bebas di Paminggir. Habitat monyet hidung panjang kebanggaan Kalsel ini bukti bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .