MANAGED BY:
SELASA
27 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 21 April 2017 16:10
Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Ditanya apa harapannya di Hari Kartini, Tina Kartina mengatakan, wanita bukan lemah seperti anggapan orang. Sebaliknya. Dia pun berpesan kepada para wanita agar menjadi sosok yang menyenangkan, sederhana dan bersyukur dengan semua keadaan. "Kalau kita bisa membahagiakan orang lain itu membahagiakan diri kita sendiri juga," ujarnya.

"Perempuan, pribadi istimewa. Padanya dititipkan benih pembangun negeri, pengukir zaman. Olehnya itu harus membekali diri dengan ketaatan pada aturan Ilahi, kecerdasan dan kebijaksanaan," timpal Hikmah.

Meninggalkan gugusan pulau dan lautnya yang membingkai kesederhanaan dan kearifan lokal, di tengah perkebunan kelapa sawit, masih di Kabupaten Kotabaru, tepatnya di Desa Bakau Kecamatan Pamukan Barat, berbatasan dengan Kaltim, Fatmawati guru muda tiap pagi buta berangkat dari rumah ke sekolah TK Pembina. Nyanyian serangga biasa menjadi temannya di perjalanan.

Sudah sepuluh tahun dia menghonor, mulai tahun 2007 sampai sekarang. Awalnya hanya mendapat honor Rp250 ribu sebulan. Kecintaannya terhadap dunia pendidikan dimulai sejak lulus SMK tahun 2003. "Senang saja kalau sama anak-anak," kata Ibu muda kelahiran 1984 ini.

Gaji seperempat juta tentu saja tidak cukup, namun waktu itu dia masih sendiri. "Ya masih bujang kan. Kalau kurang ya minta sama orang tua," kenangnya tertawa. Beruntung pada 2010 dia bersuamikan Ahmad Rosyid. Gaji seperempat juta itu membantu gaji suaminya yang bekerja sebagai sopir di perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Waktu terus berlalu. Murid-murid silih berganti datang dan pergi. Mengajar anak TK poin pentingnya adalah mengajar sambil bermain untuk membentuk pola karakter yang baik anak. Banyak anggapan mengajar anak TK mudah, namun sebaliknya, TK adalah masa kritis pembentukan karakter anak saat remaja.

"Susah sebenarnya mendidik anak usia TK. Kita harus lebih hati-hati. Karena usia ini karakternya baru terbentuk," ujar Fatma.

Hingga kemudian Fatma dikarunia anak lelaki. Ibu keturunan suku Banjar ini mulai merasakan meningkatnya kebutuhan hidup. Saat itu gajihnya sudah naik di kisaran Rp700 ribu sebulan. Biaya susu, dan lainnya, gajinya habis sebulan. "Bukan cuma saya, semua guru honor merasakan ini, tapi anehnya kami tetap bertahan mengajar," kenang Fatma tertawa.

Pengeluaran semakin berat, manakala misalnya Fatma mendapat tugas ke kota. Naik kapal delapan jam lamanya. Di kota pun harus menginap di penginapan sampai urusan beres. Biaya lagi. Tentu saja saat tugas ada dana dari sekolah, namun sampai di kota pengeluaran katanya bisa lebih. Misalnya membeli mainan yang di desanya sangat minim.

Hingga kemudian pada tahun 2013 ada program sarjana pendidikan untuk guru PAUD di Unlam sekarang ULM. Namun gaji Fatma tidak cukup. Beruntung suaminya mendukung. "Biaya dia yang bantu katanya. Dia bilang, pekerjaannya penuh risiko, sehingga baik kalau saya bisa meningkatkan karier di bidang pendidikan".

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52

Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)

  Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila…

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .