MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 21 April 2017 16:10
Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Ditanya apa harapannya di Hari Kartini, Tina Kartina mengatakan, wanita bukan lemah seperti anggapan orang. Sebaliknya. Dia pun berpesan kepada para wanita agar menjadi sosok yang menyenangkan, sederhana dan bersyukur dengan semua keadaan. "Kalau kita bisa membahagiakan orang lain itu membahagiakan diri kita sendiri juga," ujarnya.

"Perempuan, pribadi istimewa. Padanya dititipkan benih pembangun negeri, pengukir zaman. Olehnya itu harus membekali diri dengan ketaatan pada aturan Ilahi, kecerdasan dan kebijaksanaan," timpal Hikmah.

Meninggalkan gugusan pulau dan lautnya yang membingkai kesederhanaan dan kearifan lokal, di tengah perkebunan kelapa sawit, masih di Kabupaten Kotabaru, tepatnya di Desa Bakau Kecamatan Pamukan Barat, berbatasan dengan Kaltim, Fatmawati guru muda tiap pagi buta berangkat dari rumah ke sekolah TK Pembina. Nyanyian serangga biasa menjadi temannya di perjalanan.

Sudah sepuluh tahun dia menghonor, mulai tahun 2007 sampai sekarang. Awalnya hanya mendapat honor Rp250 ribu sebulan. Kecintaannya terhadap dunia pendidikan dimulai sejak lulus SMK tahun 2003. "Senang saja kalau sama anak-anak," kata Ibu muda kelahiran 1984 ini.

Gaji seperempat juta tentu saja tidak cukup, namun waktu itu dia masih sendiri. "Ya masih bujang kan. Kalau kurang ya minta sama orang tua," kenangnya tertawa. Beruntung pada 2010 dia bersuamikan Ahmad Rosyid. Gaji seperempat juta itu membantu gaji suaminya yang bekerja sebagai sopir di perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Waktu terus berlalu. Murid-murid silih berganti datang dan pergi. Mengajar anak TK poin pentingnya adalah mengajar sambil bermain untuk membentuk pola karakter yang baik anak. Banyak anggapan mengajar anak TK mudah, namun sebaliknya, TK adalah masa kritis pembentukan karakter anak saat remaja.

"Susah sebenarnya mendidik anak usia TK. Kita harus lebih hati-hati. Karena usia ini karakternya baru terbentuk," ujar Fatma.

Hingga kemudian Fatma dikarunia anak lelaki. Ibu keturunan suku Banjar ini mulai merasakan meningkatnya kebutuhan hidup. Saat itu gajihnya sudah naik di kisaran Rp700 ribu sebulan. Biaya susu, dan lainnya, gajinya habis sebulan. "Bukan cuma saya, semua guru honor merasakan ini, tapi anehnya kami tetap bertahan mengajar," kenang Fatma tertawa.

Pengeluaran semakin berat, manakala misalnya Fatma mendapat tugas ke kota. Naik kapal delapan jam lamanya. Di kota pun harus menginap di penginapan sampai urusan beres. Biaya lagi. Tentu saja saat tugas ada dana dari sekolah, namun sampai di kota pengeluaran katanya bisa lebih. Misalnya membeli mainan yang di desanya sangat minim.

Hingga kemudian pada tahun 2013 ada program sarjana pendidikan untuk guru PAUD di Unlam sekarang ULM. Namun gaji Fatma tidak cukup. Beruntung suaminya mendukung. "Biaya dia yang bantu katanya. Dia bilang, pekerjaannya penuh risiko, sehingga baik kalau saya bisa meningkatkan karier di bidang pendidikan".

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .