MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 21 April 2017 16:10
Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Pada masa inilah keuangan keluarga kecil ini benar-benar diuji. Harus benar-benar hemat. Gaji suaminya hanya gaji buruh. Sementara Fatma selain bayar semester juga harus keluarkan biaya kuliah seminggu sekali ke pusat kota kabupaten. Kalau lewat laut biaya naik kapal Rp50 ribu, tambah menginap di penginapan murah dua atau tiga hari.

Namun jika gelombang tinggi, Fatma harus keluarkan biaya hingga enam tujuh digit. Naik ojek dari desa ke jalan provinsi Rp100 ribu. Naik taksi ke Desa Tarjun, kemudian naik kapal penyeberangan feri ke Desa Stagen. Dari Stagen naik ojek lagi ke pusat kota. "Itu habis lima ratus ribuan. Belum nanti nginap di kota".

Balik ke rumah habis kuliah, Fatma kadang mengumpulkan karton. Dia membuatnya menjadi mainan, atau gambar buah dan bentuk huruf. "Daripada beli mainan. Mending bikin sendiri untuk anak-anak TK. Lebih hemat," akunya.

Waktu berjalan, tahun 2015 dia lulus, gelar SPd berhak dia sandang di ujung namanya. Dan rezeki datang lagi, gajinya kemudian naik jadi Rp800 ribu sebulan. Namun anaknya bertambah besar, sudah bisa jajan dan kebutuhan lainnya.

Kini Fatma menunggu ada tes PNS atau ada program pengangkatan. "Biar lebih enak mengajar. Tidak pusing lagi memikirkan dapur," ucapnya.

Ditanya harapannya di hari Kartini, polos Fatma menjawab agar pemerintah memperhatikan nasib guru-guru honor di pedalaman. Katanya guru-guru lokal itulah yang bisa bertahan lama mengajar di desa. Mereka besar tumbuh besar di sana dan kemudian mengajar anak-anak desa.

Tokoh masyarakat di sana, M Rabbiansyah akrab disapa Robi, menjelaskan Fatma adalah guru teladan di desa. Tetap bertahan meski dengan gaji yang sangat minim. "Pemerintah harus berani membayar gaji mereka sesuai UMK. Buruh sawit saja yang tidak sekolah wajib perusahaan membayar upah sesuai UMK yaitu dua koma tiga juta. Kenapa yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas dan tanggung jawabnya lebih besar dibayar jauh dari UMK," ujar Ketua Serikat Pekerja di tempatnya ini.

"Guru untuk mencerdaskan anak kita, bidan dan perawat jelas bahkan untuk menolong nyawa sanak saudara kita semuanya, tetapi semua seolah diabaikan. Semoga momen hari Kartini kita semua khususnya pemangku kebijakan bisa terbuka mata hatinya," ujar lelaki yang anaknya masih sekolah dididik Fatma di TK. (zal/yn/ran)

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .