MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 30 April 2017 16:51
Mengikuti Kampung Purun Banjarbaru Studi Banding ke Desa Palimbangan Sari

Lebih Semangat, Ingin Kembangkan Kreativitas

BELAJAR: Mujiatni (jilbab biru) menunjukkan hasil belajarnya menganyam bersama Hustaniah (tengah, jilbab hitam).

PROKAL.CO, Pagi masih buta. Tiga buah mobil dipenuhi para pengrajin purun yang kebanyakan perempuan terlihat melaju memecah keheningan desa menuju jalan A Yani, Kamis (27/4). Bersama pihak Kelurahan Palam, Radar Banjar Peduli (sayap sosial Radar Banjarmasin) turut mengantarkan pengrajin di Kampung Purun studi banding ke Desa Palimbangan Sari Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
----------------------------

Kegembiraan terpancar di wajah-wajah mereka. Bagaimana tidak, keinginan untuk berkunjung ke sesama pengrajin di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, sebenarnya sudah lama diidam-idamkan. “Amuntai sudah dikenal lebih dahulu, jadi kami ingin belajar ke sana, baik dari teknik menganyam ataupun pemasarannya,” ujar Siti Mariana, salah satu pengrajin di Kampung Purun yang mengaku sangat senang keinginan mereka ke Amuntai akhirnya terkabul.

Kegiatan studi banding itu terlaksana tak lepas dari dukungan Pemko Banjarbaru. Kegiatan itu dimasukkan sebagai salah satu rangkaian syukuran hari jadi Kota Banjarbaru ke-18 yang puncaknya jatuh pada tanggal 2 Mei yang akan datang. Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Banjarbaru Nadjmi Adani dan Wakil Walikota Darmawan Jaya Setiawan pada saat berkunjung ke Kampung Purun, Selasa (25/4) lalu. “Semoga dengan adanya studi banding bisa mendorong kreativitas di Kampung Purun,” ujar Nadjmi.

Ungkapan rasa terima kasih juga disampaikan oleh Lurah Palam M Agus Adrian yang turut mendampingi para pengrajin. “Kegiatan ini sangat bermanfaat menambah wawasan dan pengetahuan pengrajin. Semoga setelah ini produk kerajinan Kampung Purun semakin berkualitas dan bervariasi sehingga dapat memenuhi harapan konsumen,” ungkapnya. Selain Agus, juga turut mendampingi Kasi Ekobang Syafrudin Prawira Buana, Kasi Pemerintahan Ciptadi Sunaryo, Seksi Pemerintahan Rakhli, dan Irwandi Hidayat.

Di Desa Palimbangan Sari, rombongan disambut oleh Pembakal Ali Sadikin dan pendamping desa Mujahadah. “Alhamdulillah akhirnya bisa bersilaturahmi dengan pengrajin dari Banjarbaru, bisa saling tukar pendapat dan belajar bersama,” ucapnya. Meski telah menempuh perjalanan panjang sejauh 180 km, para pengrajin dari Kampung Purun terlihat antusias untuk belajar.

Ditemani Mujahadah, mereka mengunjungi rumah Mulyani dan Hustaniah. Di sana mereka belajar membuat motif anyaman dan cara menyimpan purun agar kualitasnya tetap terjaga. “Kebiasaan di sini purun yang telah dijemur disimpan di loteng rumah jadi tidak lembab dan tingkat kekeringannya terjaga sehingga bisa disimpan lebih lama,” Ali Sadikin menjelaskan. “Bahkan ada purun yang tersimpan sampai 2 tahun,” ungkapnya. Ali juga memberikan tips menumbuk yang baik agar purun tidak pecah.

Para pengrajin Kampung Purun mengaku terbantu sekali dengan kegiatan studi banding itu. “Ada banyak hal yang kami pelajari. Kami jadi lebih semangat berkreativitas dan yang paling penting kami bisa bertemu saudara perjuangan,” tutur Mujiatni di tengah perjalanan kembali pulang ke Banjarbaru. Bersinergi memang membahagiakan. Pemerintah dan lembaga sosial bergandengan tangan membuka pintu pengetahuan bagi warga agar wawasan merata hingga ke pelosok desa. (rbp)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .