MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 30 April 2017 16:51
Mengikuti Kampung Purun Banjarbaru Studi Banding ke Desa Palimbangan Sari

Lebih Semangat, Ingin Kembangkan Kreativitas

BELAJAR: Mujiatni (jilbab biru) menunjukkan hasil belajarnya menganyam bersama Hustaniah (tengah, jilbab hitam).

PROKAL.CO, Pagi masih buta. Tiga buah mobil dipenuhi para pengrajin purun yang kebanyakan perempuan terlihat melaju memecah keheningan desa menuju jalan A Yani, Kamis (27/4). Bersama pihak Kelurahan Palam, Radar Banjar Peduli (sayap sosial Radar Banjarmasin) turut mengantarkan pengrajin di Kampung Purun studi banding ke Desa Palimbangan Sari Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
----------------------------

Kegembiraan terpancar di wajah-wajah mereka. Bagaimana tidak, keinginan untuk berkunjung ke sesama pengrajin di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, sebenarnya sudah lama diidam-idamkan. “Amuntai sudah dikenal lebih dahulu, jadi kami ingin belajar ke sana, baik dari teknik menganyam ataupun pemasarannya,” ujar Siti Mariana, salah satu pengrajin di Kampung Purun yang mengaku sangat senang keinginan mereka ke Amuntai akhirnya terkabul.

Kegiatan studi banding itu terlaksana tak lepas dari dukungan Pemko Banjarbaru. Kegiatan itu dimasukkan sebagai salah satu rangkaian syukuran hari jadi Kota Banjarbaru ke-18 yang puncaknya jatuh pada tanggal 2 Mei yang akan datang. Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Banjarbaru Nadjmi Adani dan Wakil Walikota Darmawan Jaya Setiawan pada saat berkunjung ke Kampung Purun, Selasa (25/4) lalu. “Semoga dengan adanya studi banding bisa mendorong kreativitas di Kampung Purun,” ujar Nadjmi.

Ungkapan rasa terima kasih juga disampaikan oleh Lurah Palam M Agus Adrian yang turut mendampingi para pengrajin. “Kegiatan ini sangat bermanfaat menambah wawasan dan pengetahuan pengrajin. Semoga setelah ini produk kerajinan Kampung Purun semakin berkualitas dan bervariasi sehingga dapat memenuhi harapan konsumen,” ungkapnya. Selain Agus, juga turut mendampingi Kasi Ekobang Syafrudin Prawira Buana, Kasi Pemerintahan Ciptadi Sunaryo, Seksi Pemerintahan Rakhli, dan Irwandi Hidayat.

Di Desa Palimbangan Sari, rombongan disambut oleh Pembakal Ali Sadikin dan pendamping desa Mujahadah. “Alhamdulillah akhirnya bisa bersilaturahmi dengan pengrajin dari Banjarbaru, bisa saling tukar pendapat dan belajar bersama,” ucapnya. Meski telah menempuh perjalanan panjang sejauh 180 km, para pengrajin dari Kampung Purun terlihat antusias untuk belajar.

Ditemani Mujahadah, mereka mengunjungi rumah Mulyani dan Hustaniah. Di sana mereka belajar membuat motif anyaman dan cara menyimpan purun agar kualitasnya tetap terjaga. “Kebiasaan di sini purun yang telah dijemur disimpan di loteng rumah jadi tidak lembab dan tingkat kekeringannya terjaga sehingga bisa disimpan lebih lama,” Ali Sadikin menjelaskan. “Bahkan ada purun yang tersimpan sampai 2 tahun,” ungkapnya. Ali juga memberikan tips menumbuk yang baik agar purun tidak pecah.

Para pengrajin Kampung Purun mengaku terbantu sekali dengan kegiatan studi banding itu. “Ada banyak hal yang kami pelajari. Kami jadi lebih semangat berkreativitas dan yang paling penting kami bisa bertemu saudara perjuangan,” tutur Mujiatni di tengah perjalanan kembali pulang ke Banjarbaru. Bersinergi memang membahagiakan. Pemerintah dan lembaga sosial bergandengan tangan membuka pintu pengetahuan bagi warga agar wawasan merata hingga ke pelosok desa. (rbp)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Selasa, 09 Januari 2018 14:32

FKH Banjarmasin Tak Gentar Menanam Rambai di Tengah Kota

Gbo Green bukan sekadar kaos oblong bertema lingkungan. Atau kemana-mana pakai sepatu gunung. Ini menyangkut…

Senin, 08 Januari 2018 13:21

Kisah Sukses Moses, Berawal dari Sebuah Pahat Pemberian Ayah

  Siapa bilang hobi tak bisa dijadikan bisnis menjanjikan. Sudah banyak contoh mereka yang sukses.…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Minggu, 07 Januari 2018 06:46

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 1)

Kafe manapun yang dimasuki, pertanyaannya selalu sama. Dari papan menu ada pilihan Kopi Aceh, Gayo,…

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25

Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis

Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak…

Jumat, 05 Januari 2018 11:46

Bripda Anna Meirina, Polwan yang Aktif di Dunia Olahraga

Olahraga adalah bagian penting dalam hidup manusia. Pastinya bikin sehat jasmani dan rohani. Lebih dari…

Rabu, 03 Januari 2018 12:40

Serunya Menikmati Satu Jam Naik Bajaj Terbaru

“Bremm bremmm”… Itulah suara mesin bajaj yang baru beroperasi sepekan di Banjarmasin.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .