MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 30 April 2017 16:51
Mengikuti Kampung Purun Banjarbaru Studi Banding ke Desa Palimbangan Sari

Lebih Semangat, Ingin Kembangkan Kreativitas

BELAJAR: Mujiatni (jilbab biru) menunjukkan hasil belajarnya menganyam bersama Hustaniah (tengah, jilbab hitam).

PROKAL.CO, Pagi masih buta. Tiga buah mobil dipenuhi para pengrajin purun yang kebanyakan perempuan terlihat melaju memecah keheningan desa menuju jalan A Yani, Kamis (27/4). Bersama pihak Kelurahan Palam, Radar Banjar Peduli (sayap sosial Radar Banjarmasin) turut mengantarkan pengrajin di Kampung Purun studi banding ke Desa Palimbangan Sari Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
----------------------------

Kegembiraan terpancar di wajah-wajah mereka. Bagaimana tidak, keinginan untuk berkunjung ke sesama pengrajin di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, sebenarnya sudah lama diidam-idamkan. “Amuntai sudah dikenal lebih dahulu, jadi kami ingin belajar ke sana, baik dari teknik menganyam ataupun pemasarannya,” ujar Siti Mariana, salah satu pengrajin di Kampung Purun yang mengaku sangat senang keinginan mereka ke Amuntai akhirnya terkabul.

Kegiatan studi banding itu terlaksana tak lepas dari dukungan Pemko Banjarbaru. Kegiatan itu dimasukkan sebagai salah satu rangkaian syukuran hari jadi Kota Banjarbaru ke-18 yang puncaknya jatuh pada tanggal 2 Mei yang akan datang. Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Banjarbaru Nadjmi Adani dan Wakil Walikota Darmawan Jaya Setiawan pada saat berkunjung ke Kampung Purun, Selasa (25/4) lalu. “Semoga dengan adanya studi banding bisa mendorong kreativitas di Kampung Purun,” ujar Nadjmi.

Ungkapan rasa terima kasih juga disampaikan oleh Lurah Palam M Agus Adrian yang turut mendampingi para pengrajin. “Kegiatan ini sangat bermanfaat menambah wawasan dan pengetahuan pengrajin. Semoga setelah ini produk kerajinan Kampung Purun semakin berkualitas dan bervariasi sehingga dapat memenuhi harapan konsumen,” ungkapnya. Selain Agus, juga turut mendampingi Kasi Ekobang Syafrudin Prawira Buana, Kasi Pemerintahan Ciptadi Sunaryo, Seksi Pemerintahan Rakhli, dan Irwandi Hidayat.

Di Desa Palimbangan Sari, rombongan disambut oleh Pembakal Ali Sadikin dan pendamping desa Mujahadah. “Alhamdulillah akhirnya bisa bersilaturahmi dengan pengrajin dari Banjarbaru, bisa saling tukar pendapat dan belajar bersama,” ucapnya. Meski telah menempuh perjalanan panjang sejauh 180 km, para pengrajin dari Kampung Purun terlihat antusias untuk belajar.

Ditemani Mujahadah, mereka mengunjungi rumah Mulyani dan Hustaniah. Di sana mereka belajar membuat motif anyaman dan cara menyimpan purun agar kualitasnya tetap terjaga. “Kebiasaan di sini purun yang telah dijemur disimpan di loteng rumah jadi tidak lembab dan tingkat kekeringannya terjaga sehingga bisa disimpan lebih lama,” Ali Sadikin menjelaskan. “Bahkan ada purun yang tersimpan sampai 2 tahun,” ungkapnya. Ali juga memberikan tips menumbuk yang baik agar purun tidak pecah.

Para pengrajin Kampung Purun mengaku terbantu sekali dengan kegiatan studi banding itu. “Ada banyak hal yang kami pelajari. Kami jadi lebih semangat berkreativitas dan yang paling penting kami bisa bertemu saudara perjuangan,” tutur Mujiatni di tengah perjalanan kembali pulang ke Banjarbaru. Bersinergi memang membahagiakan. Pemerintah dan lembaga sosial bergandengan tangan membuka pintu pengetahuan bagi warga agar wawasan merata hingga ke pelosok desa. (rbp)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52

Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)

  Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila…

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .