MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 06 Mei 2017 16:34
Curahan Hati Jawara Paper Competition UMY Asal Banjarbaru, Susahnya Berprestasi di Negeri Joget
MEMBAWA PRESTASI: Dua siswa SMAN 4 Banjarbaru bersama pendamping usai mengikuti Paper Competition di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

PROKAL.CO, Gabrielle dan Fatima merasa bahagia sekaligus getir. Satu sisi memenangi kompetisi bergengsi. Sisi lain mengumpulkan ongkos sendiri tanpa dukungan pemerintah.

----------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

----------------------------------------------

SEMUA bermula dari keasikan Gabrielle Nida Tarlianty bermain Instagram. Dari media sosial itu, ia melihat pengumuman Paper Competition dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Iseng, Gabrielle mengajak temannya Fatimatuzzahra untuk ikut lomba tersebut.

Kedua siswa SMAN 4 Banjarbaru itu lalu memulai riset, menulis dan mengedit paper berjudul 'Melahirkan Generasi Uber untuk Kemajuan Bangsa'. Ada 25 SMA/SMK se-Indonesia yang ikutan lomba tersebut. Tak disangka, keduanya diberi kabar berhasil masuk nominasi tiga besar.
Undangan dari tanggal 1-3 Mei itu bukan hanya untuk presentasi di depan dewan juri. Bersaing dengan siswa nominator lainnya dari Nusa Tenggara Barat dan Yogyakarta. Tapi juga untuk terlibat dalam seminar internasional milik Jurusan Hubungan Internasional UMY.

"Saya tahu hadiahnya tak seberapa, hanya Rp500 ribu untuk Juara III, tapi ini UMY. Saya putuskan mengongkosi dari tiket pesawat hingga penginapan," kata ayah Gabrielle, Tarmidi, kemarin (5/5) sore di rumahnya di Jalan Angkasa Kelurahan Syamsudin Noor.

Bergengsi karena jurinya diisi bukan orang sembarangan, seperti peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Plus Golden Ticket bahwa anaknya selulus SMA nanti bisa masuk UMY tanpa tes.

Yang disayangkan Tarmidi adalah rendahnya apresiasi untuk prestasi di bidang tersebut. "Negara ini tidak menghargai prestasi di bidang sains atau akademik. Bandingkan misal dengan lomba joget atau nyanyi dangdut di televisi. Hadiahnya puluhan bahkan ratusan juta," imbuh Anggota DPRD Banjarbaru tersebut.

Sementara Risnawati, guru pembimbing tim SMA 4, mengamini pendapat Tarmidi. Ia mengambil contoh OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia). Dari Dinas Pendidikan provinsi dan kota tak ada sosialisasi. Boro-boro dukungan dalam bentuk pembinaan atau pembiayaan.
"Praktis siswa mencari informasi sendiri, meriset sendiri, dan akhirnya berangkat dengan ongkos sendiri," ujarnya sembari tertawa pahit.
Jika ini dibiarkan, Risnawati tak yakin bakal banyak anak-anak yang tertarik berkarir bidang akademik atau sains. Mereka bakal tergoda dunia entertain yang lebih menjamin secara ekonomi.

Kembali pada Tarmidi, ia meminta pembaca tak salah paham. "Ini demi semua anak. Bukan hanya karena saya anggota legislatif dan ini menyangkut anak saya, bukan!" tegasnya.

Yang menarik adalah pengakuan Gabrielle. Ini pengalaman pertamanya menggarap paper bertema serius. Dari pengakuan dewan juri, paper itu mengesankan karena dianggap segar. "Mengajukan solusi untuk masalah bangsa ini dengan rasa kekinian," ujarnya.

Prestasi ini membuat Gabrielle pede untuk ikut OPSI yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Kalau OPSI levelnya kan berbeda, meski sama-sama lomba tingkat nasional. Jelas saya tertarik ikut," pungkasnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 13:19

Sejarah Panjang Kain Sasirangan: Hasil Bertapa Patih Lambung Mangkurat 40 Hari 40 Malam

Seperti kain nusantara umumnya, kain sasirangan punya banyak cerita. Kain khas Kalsel ini dipercaya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25

Hunting Bareng di  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:33

Begini Kemeriahaan Hari Kemerdekaan di Lembaga Pemasyarakatan

Hari Kemerdekaan menjadi hari yang selalu ditunggu para narapidana setiap tahunnya. Alasannya lebih…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:54

Ketika Warga Angkasa Gelar Apel Sendiri

Upacara bendera 17 Agustus bukan milik kantor pemerintah atau sekolah semata. Itulah yang coba dibuktikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:37

Ketika Tahanan Polsekta Banjarmasin Timur Ikut Rayakan Kemerdekaan RI

Para tahanan Polsekta Banjarmasin Timur juga bisa merasakan kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Bahkan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…

Rabu, 09 Agustus 2017 15:02

Rio, Remaja Penderita Leukimia Perlu Pengobatan

Di saat teman-teman sebayanya sedang asik menikmati masa sekolah, M Rio Ramadhan terbaring lemas di…

Sabtu, 05 Agustus 2017 18:10

Kisah Jambret Muda yang Sudah Tiga Kali Masuk Penjara

Baru berumur 18 tahun, LB sudah punya riwayat kejahatan yang panjang. Aksi terakhirnya menjambret di…

Senin, 24 Juli 2017 08:33

Ada yang Ditangkap Saat Makan dengan Anak Istri

Ada yang Ditangkap Saat Makan dengan Anak Istri Seorang ibu rumah tangga tenaga kesehatan Puskesmas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .