MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 06 Mei 2017 16:34
Curahan Hati Jawara Paper Competition UMY Asal Banjarbaru, Susahnya Berprestasi di Negeri Joget
MEMBAWA PRESTASI: Dua siswa SMAN 4 Banjarbaru bersama pendamping usai mengikuti Paper Competition di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

PROKAL.CO, Gabrielle dan Fatima merasa bahagia sekaligus getir. Satu sisi memenangi kompetisi bergengsi. Sisi lain mengumpulkan ongkos sendiri tanpa dukungan pemerintah.

----------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

----------------------------------------------

SEMUA bermula dari keasikan Gabrielle Nida Tarlianty bermain Instagram. Dari media sosial itu, ia melihat pengumuman Paper Competition dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Iseng, Gabrielle mengajak temannya Fatimatuzzahra untuk ikut lomba tersebut.

Kedua siswa SMAN 4 Banjarbaru itu lalu memulai riset, menulis dan mengedit paper berjudul 'Melahirkan Generasi Uber untuk Kemajuan Bangsa'. Ada 25 SMA/SMK se-Indonesia yang ikutan lomba tersebut. Tak disangka, keduanya diberi kabar berhasil masuk nominasi tiga besar.
Undangan dari tanggal 1-3 Mei itu bukan hanya untuk presentasi di depan dewan juri. Bersaing dengan siswa nominator lainnya dari Nusa Tenggara Barat dan Yogyakarta. Tapi juga untuk terlibat dalam seminar internasional milik Jurusan Hubungan Internasional UMY.

"Saya tahu hadiahnya tak seberapa, hanya Rp500 ribu untuk Juara III, tapi ini UMY. Saya putuskan mengongkosi dari tiket pesawat hingga penginapan," kata ayah Gabrielle, Tarmidi, kemarin (5/5) sore di rumahnya di Jalan Angkasa Kelurahan Syamsudin Noor.

Bergengsi karena jurinya diisi bukan orang sembarangan, seperti peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Plus Golden Ticket bahwa anaknya selulus SMA nanti bisa masuk UMY tanpa tes.

Yang disayangkan Tarmidi adalah rendahnya apresiasi untuk prestasi di bidang tersebut. "Negara ini tidak menghargai prestasi di bidang sains atau akademik. Bandingkan misal dengan lomba joget atau nyanyi dangdut di televisi. Hadiahnya puluhan bahkan ratusan juta," imbuh Anggota DPRD Banjarbaru tersebut.

Sementara Risnawati, guru pembimbing tim SMA 4, mengamini pendapat Tarmidi. Ia mengambil contoh OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia). Dari Dinas Pendidikan provinsi dan kota tak ada sosialisasi. Boro-boro dukungan dalam bentuk pembinaan atau pembiayaan.
"Praktis siswa mencari informasi sendiri, meriset sendiri, dan akhirnya berangkat dengan ongkos sendiri," ujarnya sembari tertawa pahit.
Jika ini dibiarkan, Risnawati tak yakin bakal banyak anak-anak yang tertarik berkarir bidang akademik atau sains. Mereka bakal tergoda dunia entertain yang lebih menjamin secara ekonomi.

Kembali pada Tarmidi, ia meminta pembaca tak salah paham. "Ini demi semua anak. Bukan hanya karena saya anggota legislatif dan ini menyangkut anak saya, bukan!" tegasnya.

Yang menarik adalah pengakuan Gabrielle. Ini pengalaman pertamanya menggarap paper bertema serius. Dari pengakuan dewan juri, paper itu mengesankan karena dianggap segar. "Mengajukan solusi untuk masalah bangsa ini dengan rasa kekinian," ujarnya.

Prestasi ini membuat Gabrielle pede untuk ikut OPSI yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Kalau OPSI levelnya kan berbeda, meski sama-sama lomba tingkat nasional. Jelas saya tertarik ikut," pungkasnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .