MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 06 Mei 2017 16:34
Curahan Hati Jawara Paper Competition UMY Asal Banjarbaru, Susahnya Berprestasi di Negeri Joget
MEMBAWA PRESTASI: Dua siswa SMAN 4 Banjarbaru bersama pendamping usai mengikuti Paper Competition di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

PROKAL.CO, Gabrielle dan Fatima merasa bahagia sekaligus getir. Satu sisi memenangi kompetisi bergengsi. Sisi lain mengumpulkan ongkos sendiri tanpa dukungan pemerintah.

----------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

----------------------------------------------

SEMUA bermula dari keasikan Gabrielle Nida Tarlianty bermain Instagram. Dari media sosial itu, ia melihat pengumuman Paper Competition dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Iseng, Gabrielle mengajak temannya Fatimatuzzahra untuk ikut lomba tersebut.

Kedua siswa SMAN 4 Banjarbaru itu lalu memulai riset, menulis dan mengedit paper berjudul 'Melahirkan Generasi Uber untuk Kemajuan Bangsa'. Ada 25 SMA/SMK se-Indonesia yang ikutan lomba tersebut. Tak disangka, keduanya diberi kabar berhasil masuk nominasi tiga besar.
Undangan dari tanggal 1-3 Mei itu bukan hanya untuk presentasi di depan dewan juri. Bersaing dengan siswa nominator lainnya dari Nusa Tenggara Barat dan Yogyakarta. Tapi juga untuk terlibat dalam seminar internasional milik Jurusan Hubungan Internasional UMY.

"Saya tahu hadiahnya tak seberapa, hanya Rp500 ribu untuk Juara III, tapi ini UMY. Saya putuskan mengongkosi dari tiket pesawat hingga penginapan," kata ayah Gabrielle, Tarmidi, kemarin (5/5) sore di rumahnya di Jalan Angkasa Kelurahan Syamsudin Noor.

Bergengsi karena jurinya diisi bukan orang sembarangan, seperti peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Plus Golden Ticket bahwa anaknya selulus SMA nanti bisa masuk UMY tanpa tes.

Yang disayangkan Tarmidi adalah rendahnya apresiasi untuk prestasi di bidang tersebut. "Negara ini tidak menghargai prestasi di bidang sains atau akademik. Bandingkan misal dengan lomba joget atau nyanyi dangdut di televisi. Hadiahnya puluhan bahkan ratusan juta," imbuh Anggota DPRD Banjarbaru tersebut.

Sementara Risnawati, guru pembimbing tim SMA 4, mengamini pendapat Tarmidi. Ia mengambil contoh OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia). Dari Dinas Pendidikan provinsi dan kota tak ada sosialisasi. Boro-boro dukungan dalam bentuk pembinaan atau pembiayaan.
"Praktis siswa mencari informasi sendiri, meriset sendiri, dan akhirnya berangkat dengan ongkos sendiri," ujarnya sembari tertawa pahit.
Jika ini dibiarkan, Risnawati tak yakin bakal banyak anak-anak yang tertarik berkarir bidang akademik atau sains. Mereka bakal tergoda dunia entertain yang lebih menjamin secara ekonomi.

Kembali pada Tarmidi, ia meminta pembaca tak salah paham. "Ini demi semua anak. Bukan hanya karena saya anggota legislatif dan ini menyangkut anak saya, bukan!" tegasnya.

Yang menarik adalah pengakuan Gabrielle. Ini pengalaman pertamanya menggarap paper bertema serius. Dari pengakuan dewan juri, paper itu mengesankan karena dianggap segar. "Mengajukan solusi untuk masalah bangsa ini dengan rasa kekinian," ujarnya.

Prestasi ini membuat Gabrielle pede untuk ikut OPSI yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Kalau OPSI levelnya kan berbeda, meski sama-sama lomba tingkat nasional. Jelas saya tertarik ikut," pungkasnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 10 April 2018 20:30

Perjuangan Siswa Kotabaru Ikuti UNBK: 10 Jam Arungi Laut, Dihantam Gelombang 2 Meter

Mereka mesti berjibaku arungi ombak dua meter, arungi laut selama 10 jam hanya untuk ikut UNBK. ==========================…

Senin, 09 April 2018 15:36

Beratnya Perjuangan Nurjenah, Bidan Desa Terpencil di Pulau Burung

Nama Nurjenah tidak asing lagi bagi Warga Desa Pulau Burung Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Dia…

Sabtu, 07 April 2018 11:41

Indahnya Pesona Dayak Meratus di Desa Kapul

Akhir Maret tadi, Pesona Dayak Meratus digelar di Desa Kapul, Kecamatan Halong. Ini kali keempat saya…

Jumat, 06 April 2018 14:10

Gubernur Bantu Modal Usaha Kakek-Nenek yang Asuh Dua Cucu di Kotabaru

Jafar, 50, tidak dapat menyembunyikan isak tangisnya. Rabu (4/4) tadi, Radar Banjarmasin menyerahkan…

Jumat, 06 April 2018 12:03

GEMES..! Radhika Dhafi Pratama, si Model Cilik Berprestasi

Kecil-kecil cabai rawit. Meski masih berusia 5 tahun, Radhika Dhafi Pratama sudah banyak meraih prestasi…

Kamis, 05 April 2018 12:11

Noor Ainah, Wakil Pantomim dari Banjarmasin

Motivasi Noor Ainah untuk bermain pantomim begitu polos. Dia ingin mejeng di halaman koran. Dilihat…

Rabu, 04 April 2018 14:48

Masyarakat Bingung Menyelamatkan Peninggalan Sejarah di Desa Pipitak Jaya

Desa Pipitak Jaya akan tenggelam karena pembangunan bendungan. Masyarakat bingung ingin menyelamatkan…

Selasa, 03 April 2018 15:03

Sulitnya UNBK di Pelosok Pulau, Puluhan Kilometer Cari Sinyal

Edi Rohaedi mesti menempuh puluhan kilometer mencari sinyal internet. Ujian nasional di SMK pelosok…

Selasa, 03 April 2018 14:54

Mengenal Shintya Subhan, Penerjemah Bahasa Isyarat

Dengan gerakan tangan, bibir dan mata, seorang interpreter bisa membuka jendela wawasan kaum difabel.…

Senin, 02 April 2018 17:27

Menelusuri Kesaktian Orang Mandar di Pesisir Kalsel

Pernah dengar kesaktian orang Mandar? Ternyata kesaktian itu ada yang berasal dari ilmu hitam. Tapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .