MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 06 Mei 2017 16:34
Curahan Hati Jawara Paper Competition UMY Asal Banjarbaru, Susahnya Berprestasi di Negeri Joget
MEMBAWA PRESTASI: Dua siswa SMAN 4 Banjarbaru bersama pendamping usai mengikuti Paper Competition di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

PROKAL.CO, Gabrielle dan Fatima merasa bahagia sekaligus getir. Satu sisi memenangi kompetisi bergengsi. Sisi lain mengumpulkan ongkos sendiri tanpa dukungan pemerintah.

----------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

----------------------------------------------

SEMUA bermula dari keasikan Gabrielle Nida Tarlianty bermain Instagram. Dari media sosial itu, ia melihat pengumuman Paper Competition dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Iseng, Gabrielle mengajak temannya Fatimatuzzahra untuk ikut lomba tersebut.

Kedua siswa SMAN 4 Banjarbaru itu lalu memulai riset, menulis dan mengedit paper berjudul 'Melahirkan Generasi Uber untuk Kemajuan Bangsa'. Ada 25 SMA/SMK se-Indonesia yang ikutan lomba tersebut. Tak disangka, keduanya diberi kabar berhasil masuk nominasi tiga besar.
Undangan dari tanggal 1-3 Mei itu bukan hanya untuk presentasi di depan dewan juri. Bersaing dengan siswa nominator lainnya dari Nusa Tenggara Barat dan Yogyakarta. Tapi juga untuk terlibat dalam seminar internasional milik Jurusan Hubungan Internasional UMY.

"Saya tahu hadiahnya tak seberapa, hanya Rp500 ribu untuk Juara III, tapi ini UMY. Saya putuskan mengongkosi dari tiket pesawat hingga penginapan," kata ayah Gabrielle, Tarmidi, kemarin (5/5) sore di rumahnya di Jalan Angkasa Kelurahan Syamsudin Noor.

Bergengsi karena jurinya diisi bukan orang sembarangan, seperti peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Plus Golden Ticket bahwa anaknya selulus SMA nanti bisa masuk UMY tanpa tes.

Yang disayangkan Tarmidi adalah rendahnya apresiasi untuk prestasi di bidang tersebut. "Negara ini tidak menghargai prestasi di bidang sains atau akademik. Bandingkan misal dengan lomba joget atau nyanyi dangdut di televisi. Hadiahnya puluhan bahkan ratusan juta," imbuh Anggota DPRD Banjarbaru tersebut.

Sementara Risnawati, guru pembimbing tim SMA 4, mengamini pendapat Tarmidi. Ia mengambil contoh OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia). Dari Dinas Pendidikan provinsi dan kota tak ada sosialisasi. Boro-boro dukungan dalam bentuk pembinaan atau pembiayaan.
"Praktis siswa mencari informasi sendiri, meriset sendiri, dan akhirnya berangkat dengan ongkos sendiri," ujarnya sembari tertawa pahit.
Jika ini dibiarkan, Risnawati tak yakin bakal banyak anak-anak yang tertarik berkarir bidang akademik atau sains. Mereka bakal tergoda dunia entertain yang lebih menjamin secara ekonomi.

Kembali pada Tarmidi, ia meminta pembaca tak salah paham. "Ini demi semua anak. Bukan hanya karena saya anggota legislatif dan ini menyangkut anak saya, bukan!" tegasnya.

Yang menarik adalah pengakuan Gabrielle. Ini pengalaman pertamanya menggarap paper bertema serius. Dari pengakuan dewan juri, paper itu mengesankan karena dianggap segar. "Mengajukan solusi untuk masalah bangsa ini dengan rasa kekinian," ujarnya.

Prestasi ini membuat Gabrielle pede untuk ikut OPSI yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Kalau OPSI levelnya kan berbeda, meski sama-sama lomba tingkat nasional. Jelas saya tertarik ikut," pungkasnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Senin, 18 Desember 2017 14:41

Derita Naufal, Anak Kaum Masjid yang Mengidap Kelenjar Getah Bening

Brahim (32) sudah terlihat berputus asa menyembuhkan anak bungsunya, Muhammad Naufal Al Azzam (1,5)…

Jumat, 15 Desember 2017 15:23

Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru

Tombak ulin yang tengahnya berlubang mereka angkat ke depan wajah. Kemudian mereka tiup pangkalnya,…

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…

Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.…

Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan…

Senin, 04 Desember 2017 15:30

Memprihatinkan..!! Sulitnya Akses Pendidikan di Pulau Sembilan

Tak hanya persoalan kesehatan, masyarakat Pulau Sembilan juga masih tertinggal dalam urusan pendidikan.…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,…

Jumat, 01 Desember 2017 15:06

Pukulan Telak Bagi Guru Daerah Terpencil

Tiga edisi laporan masyarakat Paminggir sudah diterbitkan. Tulisan ini ibarat catatan kaki. Menyuarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .