MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Minggu, 07 Mei 2017 11:39
Penemu Intan Trisakti Gugat Pemerintah Rp10 Triliun
KONFERENSI PERS: Masdari Tasmin, Sabri Noor Herman dan Muhammad Mustangin siap mengorek kembali sejarah penemuan intan Trisakti seberat 166,75 karat itu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kasus 52 tahun lalu kini terbuka kembali. Raibnya intan Trisakti yang ditemukan 25 orang penambang intan di Kabupaten Banjar pada tahun 1965 silam, kembali mencuat. Tiga orang penambang yang masih hidup mengajukan gugatan kepada pemerintah pusat melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tak tanggung tanggung mereka menggugat ganti rugi senilai Rp10 triliun.

Dasar mereka adalah janji pemerintah yang belum membayar sisa pelunasan pembayaran intan yang didapat mereka puluhan tahun silam lalu. Untuk mengawal gugatan, tiga pengacara asal Kalsel yang dikuasakan oleh penambang rakyat yang menemukan intan tersebut, terdiri dari Masdari Tasmin, Sabri Noor Herman dan Muhammad Mustangin siap mengorek kembali sejarah penemuan intan Trisakti seberat 166,75 karat itu.

“Kami sudah mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Jakarta Pusat tanggal 15 Maret 2017 lalu,” kata Sabri Noor Herman, Sabtu (6/5) kemarin kepada awak media di Banjarmasin.

Dia menerangkan sidang sudah berjalan dua kali. Namun, pemerintah RI tak hadir pada saat sidang tersebut. Sidang pertama dilaksanakan pada 27 April lalu. Dan sidang kedua digelar pada 4 Mei 2017 tadi. Disebutkan pengacara senior itu, agenda sidang ketiga akan dihelat kembali pada 18 Mei mendatang.

“Sudah dua kali digelar sidang. Namun, pemerintah RI dalam hal ini Kementrian Sekretariat Negara RI belum juga berhadir, kami menyesalkan ini,” tutur Sabri.

Diterangkannya, sampai saat ini janji tertulis pemerintah RI melalui nota dinas Departemen Pertambangan tahun 1965 silam, menjanjikan akan membayarkan sisa harga intan Trisakti setelah adanya nilai harga yang ditentukan, setelah pemerintah mendapat keterangan dan penjelasan dari para ahli dalam dan luar negeri.

“Namun hingga kini tak kunjung ada kejelasan kapan pembayaran sisa yang dijanjikan itu. Sebab, hingga kini yang sudah diterima oleh 25 penambang, baru uang panjar senilai Rp200 juta, dan ketika itu uang tersebut dipakai untuk bertolak haji bagi semua penemu intan Trisakti,” katanya.

Sabri menambahkan, tak mau tahu keberadaan intan Trisakti tersebut. Mereka hanya menuntut haknya sebagai penemu intan yang kabarnya terbesar di Negara ini itu. “Berat intan Trisakti yang 166,75 karat itu, jika ditaksir saat ini nilainya mencapai Rp10 triliun. Jadi sangat jauh dari harga yang dibayarkan oleh pemerintah dahulu,” tukasnya.

Kenapa mereka baru menggugat? Masdari Tasmin menambahkan, tuntutan pembayaran yang dijanjikan pemerintah hingga kini belum juga dibayar. “Yang dibayarkan sebelumnya hanya panjar, jadi kami menagih janji,” tambah Masdari.

Masdari mengatakan, kondisi tiga penemu yang menuntut pelunasan itu, saat ini ada yang sedang sakit hingga strok. Karena itu, pihaknya juga berharap gugatan ini dapat dipenuhi oleh pemerintah RI. Sebab, ini adalah cidera janji (Wanprestasi) yang dilakukan oleh pemerintah pusat. “Kami juga berharap kepada wakil Kalsel yang ada di pusat untuk turut memperjuangkan kasus ini hingga tuntas,” ujarnya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 14:05

Melihat Kesungguhan Pemprov Membangun Landmark Km 0: Belum Apa-apa, Sudah Begini...

Membangun tugu 0 Km dengan desain megah dipastikan memakan anggaran tak sedikit. Karena itu, pemerintah…

Minggu, 20 Agustus 2017 13:57

Penduduk Miskin Kalsel Bertambah 10.000

BANJARMASIN - Ironis. Baru saja memperingati momen kemerdekaan, warga Banua harus dikejutkan dengan…

Minggu, 20 Agustus 2017 13:21

Sejarah Panjang Kain Sasirangan: Semakin Dikenal Masyarakat Luar

BANJARMASIN – Kepercayaan suku Banjar terhadap makna di balik warna kain ini merupakan keberlanjutan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 15:24

Kapolda Kalsel Bakal Beri Hadiah Pengunggah Video Polisi Pungli

BANJARMASIN - Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Rachmat Mulyana akan memberikan reward dan penghargaan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:17

Izin Tambang Pulau Laut Batal Demi Hukum

KOTABARU – Kisruh perizinan tambang di Pulau Laut memantik reaksi hingga ke ibukota. Guru Besar…

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:11

Pemerintah Didesak Bentuk Tim, Selidiki Ambruknya Jembatan

MARABAHAN –  Ambruknya jembatan Mandastana-Tanipah menimbulkan pelbagai spekulasi. Berhembus…

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:07

Bangga, Santri Darul Hijrah Jadi Paskibraka Istana

MARTAPURA - Seorang santri Darul Hijrah mendapat kehormatan menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka…

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:01

Satpol PP Banjarbaru Razia PKL Lagi, Disini Sasarannya

BANJARBARU - Satpol PP Banjarbaru kembali merazia pedagang kaki lima (PKL). Kali ini razia digelar malam…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:50

Anggaran Cekak, Premi BPJS untuk Honorer Ditunda

BANJARBARU - Pegawai honor pemko masih harus bersabar. Rencana menanggung premi asuransi ketenagakerjaan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:28

Gelar Syukuran HUT Kemerdekaan RI

BATULICIN - Kapolsek Sungai Loban Iptu H Tony Haryono SE bersama Satgas Baintelkam Polri memprakarsai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .