MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Minggu, 07 Mei 2017 11:39
Penemu Intan Trisakti Gugat Pemerintah Rp10 Triliun
KONFERENSI PERS: Masdari Tasmin, Sabri Noor Herman dan Muhammad Mustangin siap mengorek kembali sejarah penemuan intan Trisakti seberat 166,75 karat itu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kasus 52 tahun lalu kini terbuka kembali. Raibnya intan Trisakti yang ditemukan 25 orang penambang intan di Kabupaten Banjar pada tahun 1965 silam, kembali mencuat. Tiga orang penambang yang masih hidup mengajukan gugatan kepada pemerintah pusat melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tak tanggung tanggung mereka menggugat ganti rugi senilai Rp10 triliun.

Dasar mereka adalah janji pemerintah yang belum membayar sisa pelunasan pembayaran intan yang didapat mereka puluhan tahun silam lalu. Untuk mengawal gugatan, tiga pengacara asal Kalsel yang dikuasakan oleh penambang rakyat yang menemukan intan tersebut, terdiri dari Masdari Tasmin, Sabri Noor Herman dan Muhammad Mustangin siap mengorek kembali sejarah penemuan intan Trisakti seberat 166,75 karat itu.

“Kami sudah mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Jakarta Pusat tanggal 15 Maret 2017 lalu,” kata Sabri Noor Herman, Sabtu (6/5) kemarin kepada awak media di Banjarmasin.

Dia menerangkan sidang sudah berjalan dua kali. Namun, pemerintah RI tak hadir pada saat sidang tersebut. Sidang pertama dilaksanakan pada 27 April lalu. Dan sidang kedua digelar pada 4 Mei 2017 tadi. Disebutkan pengacara senior itu, agenda sidang ketiga akan dihelat kembali pada 18 Mei mendatang.

“Sudah dua kali digelar sidang. Namun, pemerintah RI dalam hal ini Kementrian Sekretariat Negara RI belum juga berhadir, kami menyesalkan ini,” tutur Sabri.

Diterangkannya, sampai saat ini janji tertulis pemerintah RI melalui nota dinas Departemen Pertambangan tahun 1965 silam, menjanjikan akan membayarkan sisa harga intan Trisakti setelah adanya nilai harga yang ditentukan, setelah pemerintah mendapat keterangan dan penjelasan dari para ahli dalam dan luar negeri.

“Namun hingga kini tak kunjung ada kejelasan kapan pembayaran sisa yang dijanjikan itu. Sebab, hingga kini yang sudah diterima oleh 25 penambang, baru uang panjar senilai Rp200 juta, dan ketika itu uang tersebut dipakai untuk bertolak haji bagi semua penemu intan Trisakti,” katanya.

Sabri menambahkan, tak mau tahu keberadaan intan Trisakti tersebut. Mereka hanya menuntut haknya sebagai penemu intan yang kabarnya terbesar di Negara ini itu. “Berat intan Trisakti yang 166,75 karat itu, jika ditaksir saat ini nilainya mencapai Rp10 triliun. Jadi sangat jauh dari harga yang dibayarkan oleh pemerintah dahulu,” tukasnya.

Kenapa mereka baru menggugat? Masdari Tasmin menambahkan, tuntutan pembayaran yang dijanjikan pemerintah hingga kini belum juga dibayar. “Yang dibayarkan sebelumnya hanya panjar, jadi kami menagih janji,” tambah Masdari.

Masdari mengatakan, kondisi tiga penemu yang menuntut pelunasan itu, saat ini ada yang sedang sakit hingga strok. Karena itu, pihaknya juga berharap gugatan ini dapat dipenuhi oleh pemerintah RI. Sebab, ini adalah cidera janji (Wanprestasi) yang dilakukan oleh pemerintah pusat. “Kami juga berharap kepada wakil Kalsel yang ada di pusat untuk turut memperjuangkan kasus ini hingga tuntas,” ujarnya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 16:48

DDDT Rendah, Pulau Laut Berisiko Krisis Air

BANJARMASIN - Mantan dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Karta Sirang dihadirkan…

Kamis, 24 Mei 2018 13:29

MSAM Komitmen Bangun Ekonomi dan Mental-Spritual

Muhammad Akbar terbata berkisah. Beberapa tahun silam dia menamatkan SMP. "Maunya jadi tentara tapi…

Kamis, 24 Mei 2018 13:25

Selamat, Polda Kalsel Hari ini Resmi Jadi Tipe A

BANJARMASIN – Sejarah baru tercipta bagi kepolisian daerah (Polda) Kalimantan Selatan.  Hari…

Kamis, 24 Mei 2018 13:22

Tak Terurus, Makam Massal Jumat Kelabu Semakin Dilupakan

Makam Massal Jumat Kelabu 23 Mei 1997, nampaknya sudah dilupakan. Kuburan ratusan mayat tanpa identitas,…

Kamis, 24 Mei 2018 12:59

Menolak Lupa, Bukan Mengungkit Luka

SANGGAR Titian Barantai dari Universitas Islam Kalimantan layak mendapat acungan jempol. Sejak tahun…

Kamis, 24 Mei 2018 12:53

NAH LO.. Komisi ASN Sebut Pemeriksaan Inspektorat Atas Hamli Tidak Sah

Hamli Kursani kini berada di atas angin. Komisi ASN menyatakan pemeriksaan Inspektorat atas Hamli tidak…

Kamis, 24 Mei 2018 12:37

Pajak Tanah Uruk Bandara, Pemko Banjarbaru Bakal Dapat Satu Miliar

BANJARBARU - Jika tak ada aral melintang, Pemko Banjarbaru kemungkinan mendapatkan pajak tanah uruk…

Kamis, 24 Mei 2018 12:25

Fenomena Anak Sekolah Berburu Tanda Tangan Imam

BANJARMASIN - Bulan Ramadan pasti ingat waktu masih sekolah. Karena sekolah menugaskan untuk minta tanda…

Kamis, 24 Mei 2018 12:10
Pemkab Batola

Normiliyani Berpesan Tingkatkan Kepedulian Kepada Sesama

BATOLA - Bupati Barito Kuala Batola,  Noormiliyani AS mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:09
Pemko Banjarbaru

Nadjmi Bagikan Bingkisan dan Zakat untuk Kaum Duafa

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani didampingi Ketua TP PKK Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .