MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 10 Mei 2017 16:15
Tax Amnesty DJP KalSelTeng Raup Rp946,48 miliar
LEWATI TARGET: Hingga berakhirnya program tax amnesty yang ditutup pada 31 Maret lalu, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah meraup capaian hingga Rp946,48 miliar.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Hingga berakhirnya program tax amnesty yang ditutup pada 31 Maret lalu, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah meraup capaian hingga Rp946,48 miliar. Jumlah tersebut melebihi dari yang ditargetkan, yakni hanya Rp225 miliar.

Meski demikian, Kantor Wilayah DJP Kalselteng masih terus mendekati wajib pajak yang belum melaporkan harta kekayaan mereka. Kepala Kantor Wilayah (DJP) Kalselteng, Imam Ariffin, mengatakan, pihaknya memberi tenggat waktu dua tahun bagi wajib pajak agar merapikan surat pemberitahuan tahunan mereka.

Ariffin mengungkapkan, wajib pajak yang ada di Kalselteng masih ada yang nakal dan belum menyampaikan laporan harta kekayaan yang dimiliki. Meski sudah ada wajib pajak yang di endus pihaknya, namun Ariffin tak mau membeberkan wajib pajak tersebut.

“Masih ada wajib pajak yang nakal. Namun, setidaknya capaian tax amnesty di Kalselteng memuaskan, terbukti melebihi target yang diharapkan,” kata Ariffin di sela media gathering di kantor Wilayah DJP Kalselteng, Senin malam (8/5) tadi.

Pada kesempatan itu, Radar Banjarmasin menerima penghargaan dari DJP Kalselteng karena perannya turut serta memberitakan tax amnesty lalu.

Dengan masih adanya wajib pajak yang nakal tersebut, dirinya secara khusus meminta media untuk terus mengedukasi masyarakat soal pentingnya pembayaran pajak ini. “Ketika program tax amnesty lalu, peran media begitu besar, untuk itu kami sangat berterimakasih,” tutur Ariffin.

Bagaimana dengan pengemplang pajak yang masih nakal tersebut? Ariffin menegaskan, pihaknya tak segan akan memidanakan yang bersangkutan dan menjebloskan ke penjara. Dibeberkannya, sudah ada dua orang pengemplang pajak di Kalselteng yang sempat di bui karena pengemplang pajak.

Sementara, dalam jangka dua tahun ke depan, DJP Kalselteng terangnya akan terus melakukan verifikasi data wajib pajak yang belum menyampaikan SPT. “Kami tak segan memidanakan pengemplang pajak, karena sudah sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Terlebih sebutnya, saat ini transaksi semua wajib pajak termonitor karena adanya pembukaan data kerahasiaan bank. Untuk itu ia menyerukan, yang belum ikut segera melaporkan harta kekayaan mereka. “Pajak itu sifatnya memaksa. Dan manfaatnya pun untuk semua rakyat di negeri ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, tahun ini Kanwil DJP Kalselteng menarget penerimaan pemasukan negara melalui pajak orang pribadi, badan, PPN dan PPH mencapai Rp14,8 triliun. Diakuinya, tanpa bantuan dan peran media, susah merealisasikan target tersebut. “Kami minta dukungan media untuk kembali bersama-sama aktif menyosialisasikan masalah perpajakan kepada masyarakat, agar target yang dicanangkan bisa kembali tercapai,” tandasnya. (mof/ram/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*