MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 10 Mei 2017 16:34
Astaga, Anak Gugat Ayah Kandung Rp33 Miliar
TUNJUKKAN BUKTI: Haji Darlan memperlihatkan surat wasiat dari almarhum istrinya Hj Helyati yang mewariskan perusahaan kepadanya.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kasus anak menggugat orangtua kandung seperti yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat ternyata juga terjadi di Kalimantan Selatan.

Adalah Haji Rahmatullah (45) menggugat ayahnya bernama Haji Darlan (64) untuk mengembalikan uang sebesar Rp33 miliar. Uang tersebut diklaim sebagai hasil keuntungan perusahaan yang dijalankan ayahnya setelah ditinggal ibunya yang bernama Hj Helyati. Helyati yang merupakan direktur telah meninggal dunia.

Selanjutnya penggugat juga menuding ayahnya menjalankan usaha CV Karyati tanpa melibatkan seluruh ahli waris (dia dan adik-adiknya). Gugatan hukumnya saat ini tengah berproses di Pengadilan Negeri Rantau, Tapin.

Pada sidang lanjutan, Senin (8/5) yang dimpin ketua majelis hakim Sutiyono SH dan dua hakim anggota Akhamd Rosady SH dan Indra Kusuma Haryanto SH, kedua belah pihak hanya diwakili oleh kuasa hukum masing-masing. Penggugat diwakili salah satu tim kuasa hukumnya Abdurrahman SH sedangkan tergugat diwakili kuasa hukumnya Asep Mulya SH.

Kuasa hukum tergugat Asep Mulya SH mengatakan setiap persoalan dalam keluarga itu sejatinya dapat diselesaikan secara musyawarah. Bukan dengan menggugat orangtua ke pengadilan. Agama apapun mengajarkan agar anak untuk menghormati orangtua terlebih lagi dalam Islam.

“Allah mewajibkan anak menghormati orangtua, Rasulullah dalam sebuah hadist menyatakan ridho Allah tergantung ridho orangtua,” ujarnya.
Mulya mengatakan memang kliennya mendapat tawaran penyelesaian secara damai, tapi sayangnya sejumlah syarat yang diajukan oleh penggugat dinilai terlalu berlebihan.

Misalnya, penggugat ingin menduduki jabatan sebagai Direktur CV Karyati dengan kepemilikan saham 51 persen. Seluruh keuntungan CV Karyati setelah ibunya meninggal supaya dikembalikan ke rekening perusahaan. Pembagian keuntungan perseroan diubah susunan kepengurusannya dan pembagiannya Haji Darlan 20 persen, Haji Rahmatullah (Penggugat) 30 persen, dan tiga adiknya Haji Rahman 20 persen, Hj. Sri Wahyuni 15 persen dan Haji Wahyudi 15 persen.

“Padahal sesuai wasiat almarhum Hj Helyati menginginkan perusahaan itu dipimpin Haji Darlan dan terus dijalankan. Pembagian keuntungan dibagikan berdasarkan syariat Islam hanya itu saja,” jelasnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Haji Darlan. Meski saat ini ia tengah menghadapi gugatan dari sang anak, namun dirinya tetap membuka pintu perdamaian. Dirinya ingin anak-anaknya tetap rukun dan damai tidak ada perselisihan apapun. “Syarat tawaran perdamaian jangan sampai merugikan salah satu pihak, adil semuanya,” harapnya.

Sementara kuasa hukum penggugat, Abdurrahman SH membantah tudingan dari piihak tergugat yang menyebutkan bahwa gugatan yang dilakukan kliennya karena ingin meminta harta warisan. Padahal gugatan ini adalah soal perusahaan CV Karyati yang dijalankan oleh ayahnya.

Sebab kata Abdurrahman, menurut akte pendirian perusahaan, seharusnya diteruskan oleh ahli waris, namun pada kenyataannya hanya dijalankan oleh tergugat. "Kita ingin meluruskan ini, bahwa yang terjadi selama ini dalam tubuh perusahaan itu tidak benar," katanya.“Kita tidak melihat persoalan ayah penggugat, tapi siapa yang duduk sebagai pimpinan di perusahaan tersebut."

Dia menambahkan, selama perusahaan tersebut dijalankan oleh tergugat, tidak pernah ada data laporan pemasukan maupun pengeluaran yang jelas. Karena selama ini pemasukan perushaan malah masuk ke dalam rekening pribadi tergugat. “Kalau yang dijalankan seluruhnya sesuai dengan aturan, persoalan ini tidak bakal sampai ke meja hijau,” ujarnya. (gmp/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 12:18

Berkat Laporan Warga, Pengedar Ribuan Zenith Diringkus

BANJARMASIN - Syaiful Akhyar (48) tak berkutik tertangkap anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin…

Kamis, 24 Mei 2018 12:07

Diduga Depresi, Pria 30 Tahun Ditemukan Tergantung di Atas Pohon

PELAIHARI - Hati Simon (30) tak kuasa melihat jasad ayahnya,  Sudiran (58) dalam keadaaan tergantung…

Rabu, 23 Mei 2018 14:23

Warung Sakadup Digrebek Satpol PP, Eh Pelanggan Kabur Belum Bayar Lagi

BANJARMASIN - Pengunjung warung sakadup di belakang Terminal Induk Banjarmasin sontak berhamburan saat…

Rabu, 23 Mei 2018 13:00

Tersenggol Taksi, Nyawa Deddy Melayang

RANTAU - Deddy Irawan (38) harus kehilangan nyawa di Jalan A Yani atau tepatnya di depan Pondok Pesantren…

Rabu, 23 Mei 2018 11:43

Kasihannya.. Pria ini Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa di Bawah Jembatan

BANJARBARU - Nasib malang dialami M Yunan. Pria berusia 60 tahun itu ditemukan sudah tak bernyawa di…

Selasa, 22 Mei 2018 14:39

Dua Madi asal Sungai Danau Terciduk Bawa 18 Kilo Sabu

BANJARMASIN - 18 Kilogram Sabu gagal beredar di Kalsel. Narkoba tersebut dibawa oleh dua orang kurir…

Selasa, 22 Mei 2018 12:38

Pencuri Batu Bara di Sungai Barito Diringkus, Begini Cara Mereka Beraksi

BANJARMASIN - Delapan kawanan pencurian batu bara karungan yang diduga kerap beraksi di perairan Sungai…

Senin, 21 Mei 2018 13:29

Aparat Desa Manarap Tengah Akhirnya Meminta Maaf kepada Pengembang

Ini pelajaran bagi aparat desa. Karena permintaannya ditolak, mereka memasang portal untuk memblokade…

Senin, 21 Mei 2018 13:17

Bulan Ramadan, Balapan Liar Makin Menjadi di Banjarmasin

BANJARMASIN - Aksi balapan liar (bali) seakan tak ada habisnya. Bulan Ramadan ini, gelagatnya semakin…

Senin, 21 Mei 2018 10:26

Mayat Tanpa Busana Membusuk di Perkebunan Sawit

PELAIHARI -Mayat tanpa busana di temukan warga berlokasi diareal perkebunan sawit di PT SSU Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .