MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Kamis, 11 Mei 2017 01:36
Medika
Berbahaya, Waspadai Gangguan Gagal Hati
Ilustrasi

PROKAL.CO, Selain jantung dan ginjal, hati juga akan sangat berbahaya apabila mengalami gagal fungsi. Gagal hati atau dalam istilah medisnya liver failure adalah kondisi organ hati yang sudah rusak secara permanen. Apabila ditangani dengan langkah yang salah, gangguan ini akan menyebabkan kematian. 

Gangguan ini memiliki beberapa penyebab. Penyebab paling umum adalah dikarenakan sebelumnya pasien pernah mengidap sirosis hati, hepatitis, gizi buruk, serta mengonsumi alkohol dari batas wajar.

dr Hendy Arizal memaparkan bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan akan menyebabkan fungsi hati menjadi rusak dan racun dalam tubuh tidak akan diproses oleh hati. “Banyak kasus alkoholik yang berujung pada kegagalan hati,” tuturnya.

Secara umum, gangguan gagal hati terbagi menjadi dua tahap. Yang pertama adalah gagal hati akut dan gagal hati kronis. Gagal hati akut adalah gangguan gagal hati yang terjadi selama 8 jam. Setelah itu memang ada sub-bagian gagal hati akut yang disebut sebagai gagal hati sub-akut. Pada tahap ini, pasien bisa menderita gangguan gagal hati sampai dengan 26 minggu.

Setelah tahap sub-akut, gangguan gagal hati tak kunjung sembuh disebut sebagai gangguan gagal hati kronis. Pada tahap ini, organ hati akan rusak secara perlahan. Setelah beberapa tahun, organ hati akan rusak seutuhnya dan terjadilah kematian fungsi hati.

Apa saja gejala-gejala yang ditimbulkan dari gejala ini? Gejala yang paling sering terlihat adalah muntah, lesu, mengantuk, pembengkakan pada perut, serta pasien akan merasa kebingungan dengan kondisi sekitarnya.

Penanganan gagal hati dilakukan dengan cara melihat hasil dari tingkat keparahan pasien. Apabila gagal hati hanya sekadar masuk tahapan gagal hati akut maka pasien akan diberikan obat-obatan semata. 

Kalau sudah mencapai tahapan kronis, pihak medis akan mempertimbangkan keputusan untuk melakukan transplantasi hati apabila memungkinkan. 

Ada beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit ini, diantaranya dengan cara tes darah untuk menilai fungsi hati, dilakukannya CT Scan atau USG, atau pemeriksaan hati melalui biopsi untuk mengetahui penyebab kerusakan hati.(mr-149/gr/dye/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .