MANAGED BY:
SELASA
22 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 13 Mei 2017 13:27
CATAT, Conch Siap Perbaiki Jalan
MERUSAK JALAN: Para pejabat DPD RI dan pejabat di Tabalong ketika menghentikan angkutan semen yang melintas di Mabuun, Rabu (10/5) kemarin.

PROKAL.CO, TANJUNG – Permasalahan kerusakan jalan yang disebabkan angkutan semen Conch sampai juga ke pusat. Setelah sebelumnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI datang ke Tabalong, pada Rabu (10/9) kemarin giliran Dewan Permusyawaratan Daerah (DPD) RI yang datang.

Tujuan kunjungan mereka ingin mengetahui secara langsung kondisi jalan rusak tersebut, sekaligus menemui manajemen PT Conch South Kalimantam Cement. Tentunya disertai sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) setempat.

Diantara yang turut mendampingi terlihat Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, Kapolres Tabalong AKBP Hardiono dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong H Darwin Awi.

Sedikitnya ada dua anggota DPD RI yang datang. Mereka terdiri dari Ketua Komisi II DPD RI, Parlindungan Purba dan Anggota DPD RI Habib Abdurahman Bahasyim atau yang biasa disebut Habib Banua.

Ada dua kali pertemuan dengan manajemen PT Conch dilakukan. Pertama, di Wisma Tamu Pertemuan Pembataan Tabalong, untuk mengetahui kebenaran informasi yang diterima mereka, sebelum nantinya ke pabrik semen.

Dalam kesempatam itu, DPD RI siap memfasilitasi Pemkab Tabalong dalam menangani permasalahan jalan dan tambang yang selama ini sulit karena berada dalam wewenang pemerintah pusat. "Nanti kami fasilitasi untuk berkomunikasi ke pemerintah pusat, di kementeriannya langsung," katanya.

Mereka cukup prihatin dengan kondisi jalan di Tabalong dan daerah lainnya, sampai ke Pelabuhan Tri Sakti  yang menjadi lintasan angkutan semen. Paling tidak, PT Conch bisa membuat jalan sendiri.

"Masa kalah dengan Adaro, yang punya jalan sendiri ke pelabuhan. Conch ini investor besar, seharusnya bisa bangun jalan sendiri. Jangan mengorbankan kepentingan masyarakat," tegasnya.

Mengorbankan masyarakat itu karena jalan rusak bisa menyebabkan kecelakaan di jalan. Begitu pula dengan angkutan semen yang menggunakan trailer secara berderetan, menyebabkan kesulitan untuk kendaraan kecil menyalip.

Belum lagi persoalan tambang yang melebihi kawasan berizin. Padahal hanya enam hektar, tapi operasional pengerukan sumber daya alam sudah melewati batas.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani berharap, kehadiran wakil rakyat tersebut bisa menjadi solusi bagi masyarakat dan Pemkab. Karena sudah berulang kali ditertibkan, tidak juga menimbulkan efek jera. "Bahkan saya sendiri turun tangan bersama Kapolres, tetap sama juga. Tidak jera," tegasnya.

Penertiban angkutan tersebut menggunakan batasan buku KIR atau batasan kemampuan kendaraan yang diizinkan. Itu pun tetap dilanggar. Apalagi, menggunakan kapasitas badan jalan yang hanya mampu 13 ton, karena kelas III. "Yang kami harapkan dari pemerintah pusat, paling tidak bisa meningkatkan kelas badan jalan paling tidak kelas dua atau satu," cetusnya.

Kapolres Tabalong sendiri membeberkan, untuk penertiban sudah sebanyak 115 kali tilang dikeluarkan. "Tapi tidak jera juga. Mareka masih merasa untung meski ditilang," tegasnya.

Akhirnya, karena sudah terlalu sering, keputusan untuk mengembalikan semen ke pabrik semen pun diterapkan. Itu berlaku hingga sekarang, namun tetap saja ada pelanggaran.

Humas PT Conch South Kalimantan Cement, Yandri menanggapi, jika mereka sendiri merasa tertekan oleh pihak angkutan, karena suplai semen dilakukan di luar dari tanggungjawab pabrik. "Kami juga kesulitan. Masalahnya waktu kami batasi muatan, jalan kami ke pabrik ditutup," cetusnya.

Namun, itu bukan alasan bagi DPD RI. Pasalnya, Conch adalah pemilik perusahaan yang bisa menekan distributornya, sehingga perlu dilakukan langkah penyelesaian di internal perusahaan.

Setelah diskusi dilakukan, semua meninjau jalan-jalan yang rusak. Khusus di Tabalong yang paling banyak berada di Mabuun arah ke Balikpapan, sampai ke Desa Saradang dimana pabrik Conch berada.

Sesampainya di jalan, mereka pun menghentikan angkutan semen dan menemukan salah satu dari mereka mengangkut dengan muatan 25 ton. Sayangnya, sopir angkutan menyatakan buku KIR hilang. Pun begitu, angkutan tersebut tetap disalahkan, karena melebihi beban kapasitas jalan yang hanya 13 ton.

Kegiatan akhirnya menuju Pabrik Conch. Kepala Administrasi Pabrik ditemui mereka, sambil meminta agar internal manajemen bisa mengeluarkan solusi untuk jalan yang rusak. Diharapkan, perbaikan tidak dilakukan pemerintah, karena anggaran cukup besar.

Permintaan tersebut akhirnya siap dipenuhi Conch. Agar cepat terealisasinya, juga dianjurkan supaya ada pemberitahuan ke manajemen pusat. Selain DPD juga berjanji akan menemui langsung ke manajemen di Jakarta. "Jangan sampai pusat tidak tahu waktu kami datang," tegas Parlindungan Purba. (ibn/ram/ema)


BACA JUGA

Senin, 21 Agustus 2017 18:07

Rakyat Kotabaru Siapkan Class Action Izin Tambang

KOTABARU - Guru besar sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof Dr Syaiful Bakhri…

Senin, 21 Agustus 2017 17:20

Wabup Ziarah Makam Pahlawan

BATULICIN - Wabup Tanbu H Sudian Noor melaksanakan ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Mattone Kecamatan…

Senin, 21 Agustus 2017 17:16

Rintik Hujan Warnai Upacara Penurunan Bendera

BATULICIN - Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) angkatan XIV Kabupaten Tanah Bumbu, menurunkan bendera…

Senin, 21 Agustus 2017 17:12

Paskibra Tanbu Sukses Jalankan Tugas

BATULICIN - Resepsi kenegaraan dan malam ramah tamah HUT Kemerdekaan RI ke-72 yang dilaksanakan di Perkantoran…

Senin, 21 Agustus 2017 16:51

Hasil Survey, Penduduk Kalsel Lebih Bahagia Ketimbang di Jakarta

BANJARMASIN - DKI Jakarta, selama ini memang populer. Menjadi lokasi ibukota negara, infrastrukturnya…

Senin, 21 Agustus 2017 16:06

Sanitasi Jadi Persoalan Akreditasi di Sekolah

BANJARMASIN –  Sanitasi, ketersediaan air bersih, dan kebersihan lingkungan menjadi aspek…

Senin, 21 Agustus 2017 16:02

Ke Banjarmasin, Presiden Akan Kenakan Baju Adat Banjar

BANJARMASIN – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan mengenakan pakaian adat kerajaan Banjar…

Minggu, 20 Agustus 2017 14:05

Melihat Kesungguhan Pemprov Membangun Landmark Km 0: Belum Apa-apa, Sudah Begini...

Membangun tugu 0 Km dengan desain megah dipastikan memakan anggaran tak sedikit. Karena itu, pemerintah…

Minggu, 20 Agustus 2017 13:57

Penduduk Miskin Kalsel Bertambah 10.000

BANJARMASIN - Ironis. Baru saja memperingati momen kemerdekaan, warga Banua harus dikejutkan dengan…

Minggu, 20 Agustus 2017 13:21

Sejarah Panjang Kain Sasirangan: Semakin Dikenal Masyarakat Luar

BANJARMASIN – Kepercayaan suku Banjar terhadap makna di balik warna kain ini merupakan keberlanjutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .