MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 13 Mei 2017 13:37
Mahasiswa Protes Tarif Minimum PDAM
DIDEMO: PDAM Bandarmasih di demo Mahasiswa karena menerapkan tarif minimum yang dianggap memberatkan pelanggan. | Foto: M Oscar Fraby / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Pemberlakuan pemakaian air minum minimal 10 kubik oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, setelah terbitnya Peraturan Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum oleh PDAM Bandarmasih, menuai protes dari mahasiswa yang menyatakan diri sebagai masyarakat Banjarmasin.

Jumat (12/5) pagi kemarin, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) Kota Banjarmasin ngeluruk ke kantor PDAM Bandarmasih yang berada di Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin.

Kedatangan mereka untuk menyatakan keberatan atas sikap PDAM Bandarmasih yang memberlakukan pemakaian air minimal 10 meter kubik. Puluhan massa mendesak agar PDAM Bandarmasih membatalkan aturan tersebut karena bertolak belakang dengan visi perusahaan plat merah tersebut.

Koordinator Aksi, Zainul Muslihin, menuturkan, sejatinya PDAM Bandarmasih lebih fokus terhadap upaya meningkatkan akses pelayanan dasar terhadap kebutuhan air bersih. Bukan malah memberatkan pelanggan. Pihaknya menilai, saat ini PDAM Bandarmasih belum maksimal memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

“Seharusnya mutu pelayanan yang terus diperbaiki. Masih banyak pelanggan yang kesusahan air minum. Bukan malah menaikkan batas minimal pemakaian air yang menjadi beban warga kurang mampu,” kata Zainul kemarin.

Zainul menilai, Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tersebut, merugikan pelanggan. Dia memberi contoh pelanggan yang rumahnya jarang di huni, dan yang biasanya hanya bayar abonemen Rp15 ribu dalam 1 bulan. Sekarang dengan adanya peraturan tarif minimum 10 kubik ini, pelanggan pun harus membayar Rp65 ribu.

Belum lagi lanjutnya, pelanggan yang hanya memakai di bawah 10 kubik sebulan demi penghematan. “Ini begitu memberatkan pelanggan. Coba bayangkan masyarakat yang mau berhemat memakai dalam Sebulan hanya 5-8 kubik. Masa mereka harus dipaksa membayar 10 kubik,” ujarnya sembari mendesak kebijakan ini segera dicabut.

Sementara, Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Yudha Achmadi, mengatakan implementasi atas pemakaian minimal air minimum sebagai tindak lanjut terbitnya Permendagri Nomor 71 Tahun 2016. Diterangkannya, pihaknya sudah mengkaji secara seksama terkait kebijakan tarif minimum tersebut.

Menurutnya, pemakaian 10 meter kubik merupakan standar kebutuhan pokok per kepala keluarga dalam satu bulan. Untuk diketahui, tarif minimum ini diberlakukan sejak rekening tagihan Januari 2017 yang dibayarkan pada Februari 2017 tadi.  “Ini sudah kebijakan nasional yang memang harus diberlakukan,” kata Yudha di hadapan massa.

Di sisi lain, DPRD Kota Banjarmasin tidak bisa berbuat banyak dengan lahirnya Permendagri ini. Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Rusmali, mengatakan kebijakan itu sudah menjadi keputusan pemerintah pusat. Pihaknya tidak bisa melakukan protes atas sikap manajemen PDAM Bandarmasih yang memberlakukan pemakaian minimal air bersih sebesar 10 meter kubik.

Dirinya hanya meminta manajemen PDAM Bandarmasih agar segera dan terus meningkatkan pelayanan atas akses air bersih di Kota Banjarmasin. Tak hanya itu, dirinya mendesak manajemen PDAM Bandarmasih untuk menekan kebocoran pipa distribusi untuk memastikan pelanggan tetap menerima pelayanan prima. “Ini keputusan pusat. Kami tak bisa melarang PDAM. Namun, kami meminta PDAM segera meningkatkan pelayanan air bersih di kota ini,” tegas Iwan. (mof/ram/ema)


BACA JUGA

Jumat, 18 Agustus 2017 17:12

Warga Banua Bangga, Pakaian Adat Presiden Berasal Dari Kalsel

Penampilan Presiden Joko Widodo dalam Upacara HUT Proklamasi RI ke-72 di Jakarta, Kamis (17/8) kemarin…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:01

Meneroka Konstelasi Politik Pilkada 2018: Bisa Melawan Kotak Kosong

Konstelasi politik lokal menyongsong pemilihan kepala daerah di 4 kabupaten di Kalsel mulai mengerucut.…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:42

PT SILO Beberkan Izin, Walhi: IUP Produksinya Janggal

KOTABARU - PT SILO Group (Sebuku Group) akhirnya membuka data dan memperlihatkan Izin Usaha Pertambangan…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:10

Peringatan Hari Kemerdekaan Pemprov, Hanya 16 Wakil Rakyat Terlihat

BANJARMASIN – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 yang dilaksanakan Pemerintah…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:08

Di HSS, Tiga Anak Lahir di Hari Istimewa

KANDANGAN – Tanggal 17 Agustus menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Momen apapun…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:43

Dua Ribu Pelamar di RS Idaman Dinyatakan Gugur

BANJARBARU - Pendaftaran lowongan pegawai Rumah Sakit Idaman sudah ditutup. Dari tiga ribu pelamar yang…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:25

Sabar Yaa.. Warga Banjarmasin Belum Bisa Ubah Data e-KTP

BANJARMASIN – Warga Banjarmasin yang akan mengubah data pada e-KTP (Elektronik Kartu Tanda Penduduk)…

Jumat, 18 Agustus 2017 14:16

Pawai Obor Peringati HUT RI

BATULICIN - Ratusan peserta mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan…

Jumat, 18 Agustus 2017 14:12

Bangga Mengabdi di Tanbu

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming dan Wabup Tanbu H Sudian Noor memberikan ucapan selamat kepada…

Jumat, 18 Agustus 2017 14:08

HUT NKRI Diwarnai Hujan Rintik

BATULICIN - Rintik-rintik hujan membasahi lapangan upacara di Kantor Bupati Tanah Bumbu, kemarin pagi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .