MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 13 Mei 2017 13:37
Mahasiswa Protes Tarif Minimum PDAM
DIDEMO: PDAM Bandarmasih di demo Mahasiswa karena menerapkan tarif minimum yang dianggap memberatkan pelanggan. | Foto: M Oscar Fraby / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Pemberlakuan pemakaian air minum minimal 10 kubik oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, setelah terbitnya Peraturan Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum oleh PDAM Bandarmasih, menuai protes dari mahasiswa yang menyatakan diri sebagai masyarakat Banjarmasin.

Jumat (12/5) pagi kemarin, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) Kota Banjarmasin ngeluruk ke kantor PDAM Bandarmasih yang berada di Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin.

Kedatangan mereka untuk menyatakan keberatan atas sikap PDAM Bandarmasih yang memberlakukan pemakaian air minimal 10 meter kubik. Puluhan massa mendesak agar PDAM Bandarmasih membatalkan aturan tersebut karena bertolak belakang dengan visi perusahaan plat merah tersebut.

Koordinator Aksi, Zainul Muslihin, menuturkan, sejatinya PDAM Bandarmasih lebih fokus terhadap upaya meningkatkan akses pelayanan dasar terhadap kebutuhan air bersih. Bukan malah memberatkan pelanggan. Pihaknya menilai, saat ini PDAM Bandarmasih belum maksimal memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

“Seharusnya mutu pelayanan yang terus diperbaiki. Masih banyak pelanggan yang kesusahan air minum. Bukan malah menaikkan batas minimal pemakaian air yang menjadi beban warga kurang mampu,” kata Zainul kemarin.

Zainul menilai, Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tersebut, merugikan pelanggan. Dia memberi contoh pelanggan yang rumahnya jarang di huni, dan yang biasanya hanya bayar abonemen Rp15 ribu dalam 1 bulan. Sekarang dengan adanya peraturan tarif minimum 10 kubik ini, pelanggan pun harus membayar Rp65 ribu.

Belum lagi lanjutnya, pelanggan yang hanya memakai di bawah 10 kubik sebulan demi penghematan. “Ini begitu memberatkan pelanggan. Coba bayangkan masyarakat yang mau berhemat memakai dalam Sebulan hanya 5-8 kubik. Masa mereka harus dipaksa membayar 10 kubik,” ujarnya sembari mendesak kebijakan ini segera dicabut.

Sementara, Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Yudha Achmadi, mengatakan implementasi atas pemakaian minimal air minimum sebagai tindak lanjut terbitnya Permendagri Nomor 71 Tahun 2016. Diterangkannya, pihaknya sudah mengkaji secara seksama terkait kebijakan tarif minimum tersebut.

Menurutnya, pemakaian 10 meter kubik merupakan standar kebutuhan pokok per kepala keluarga dalam satu bulan. Untuk diketahui, tarif minimum ini diberlakukan sejak rekening tagihan Januari 2017 yang dibayarkan pada Februari 2017 tadi.  “Ini sudah kebijakan nasional yang memang harus diberlakukan,” kata Yudha di hadapan massa.

Di sisi lain, DPRD Kota Banjarmasin tidak bisa berbuat banyak dengan lahirnya Permendagri ini. Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Rusmali, mengatakan kebijakan itu sudah menjadi keputusan pemerintah pusat. Pihaknya tidak bisa melakukan protes atas sikap manajemen PDAM Bandarmasih yang memberlakukan pemakaian minimal air bersih sebesar 10 meter kubik.

Dirinya hanya meminta manajemen PDAM Bandarmasih agar segera dan terus meningkatkan pelayanan atas akses air bersih di Kota Banjarmasin. Tak hanya itu, dirinya mendesak manajemen PDAM Bandarmasih untuk menekan kebocoran pipa distribusi untuk memastikan pelanggan tetap menerima pelayanan prima. “Ini keputusan pusat. Kami tak bisa melarang PDAM. Namun, kami meminta PDAM segera meningkatkan pelayanan air bersih di kota ini,” tegas Iwan. (mof/ram/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:38

Semarak, Aceh pun Ikuti Banjarbaru Creative Expo 

BANJARBARU – Banjarbaru Creative Expo 2017 meraih sambutan positif. Pemilik stan tak hanya Urang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:37

2 November, Terminal Tipe A Gambut Barakat Akan Beroperasi

BANJARMASIN – Plang rambu lalu lintas dengan tanda dilarang melintas bagi angkutan kota antarprovinsi…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:30

Warga Minta Video Blokade Sekolah di IG Dihapus

MARTAPURA - Warga akhirnya ramai-ramai membongkar pagar yang memblokade akses jalan SMPN 4 Sungai Tabuk,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20

Bedah Rumah Bagi Warga Miskin

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Sosial memberikan bantuan berupa bedah rumah untuk warga kurang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:19

Sebanyak 50 Nelayan Dapat Rumah Gratis

BATULICIN - Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) Nelayan Desa Sungai Cuka Kecamatan Satui akan mendapatkan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:18

Tim Penilai LSS Kalsel Kunjungi Tanbu

BATULICIN - Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Propinsi Kalsel tahun 2017 telah berjalan. Penilaian mengarah …

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:15

Kewalahan Urusi PJU di Banjarbaru, Swasta Akan Diizinkan Masuk

BANJARBARU - Yang terang hanya di pusat kota, selebihnya di pinggiran dan pelosok masih gelap. Belum…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:04

PPP Masih Rahasiakan Balon di Pilkada Tabalong

BANJARMASIN – Di Kalimantan Selatan (Kalsel) ada empat kabupaten yang akan melaksanakan Pemilihan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:56

Mantap, Polisi dan Linmas Bergabung Amankan Pilkada HSS

KANDANGAN – Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) HSS 2018 nanti,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:53

Cari Itik Luar untuk Pemurnian Bibit Itik Alabio

AMUNTAI – Itik Alabio yang sekarang banyak ditemukan di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .