MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 14 Mei 2017 17:31
EKSLUSIF, Wawancara dengan Ajeng, Teman Dekat Siswa yang Tewas Bunuh Diri
Ajeng Siti Aisyah

PROKAL.CO, Ajeng Siti Aisyah bersedia berbagi kisahnya secara ekslusif kepada Radar Banjarmasin. Ajeng adalah pacar Irhami, siswa kelas IX SMP 10 Banjarbaru yang tewas karena menenggak racun pembasmi rumput. 

--------------------------- 

AJENG baru pulang dari sekolah, ia belum melepas pakaian olahraga berwarna hijau muda saat ditemui Radar Banjarmasin, kemarin (13/5) di rumahnya di Jalan Berkat Mufakat RT 14 Liang Anggang. 

Ia mengakui pikirannya terus diganggu Irhami. Apa sebenarnya alasan teman sekelasnya itu menenggak racun pembasmi rumput? Ajeng bahkan terpikir kembali ke Jawa Timur untuk melanjutkan sekolah.  

"Terpikir untuk kembali. Saya baru tujuh bulan di sini, pindahan dari Malang. Disitu ikut nenek, sementara orang tua di Banjarbaru. Yang mengajari saya Bahasa Banjar juga Irhami," ujarnya. 

Ajeng terbilang gadis kuat. Berkali-kali wawancara terhenti sejenak, matanya memerah seakan hendak tumpah, tapi berhasil ia tahan. Gadis 15 tahun ini bertekad meluruskan cerita yang selama ini beredar di masyarakat. 

"Ada yang menggosip, sayalah penyebab Irhami bunuh diri. Padahal hubungan kami baik-baik saja. Tak ada masalah. Saya pun sama tidak tahunya dengan orang lain," imbuhnya. 

Sekitar jam 11 siang, Selasa (9/5), Ajeng sudah pulang dari sekolah. Irhami berkali-kali nge-pingnya via Blackberry Messenger, tapi Ajeng tak mengetahuinya karena sedang terlelap kecapekan. 

Ketika ia dibangunkan, Irhami sudah menunggu di pagar rumah. Menunggang sepeda motor dengan muka pucat. "Ia hanya meminta maaf. Saya bilang atas apa? Jawabnya karena sudah meminum racun. Saya hanya bisa menangis," kisahnya. 

Ayah Ajeng yang memang sudah mengenal Irhami, karena ia sering menjemput dan mengantar putrinya ke sekolah, segera menyuruh karyawannya mengantar Irhami ke puskesmas. Dibantu seorang teman Irhami yang kebetulan berpapasan di jalan. 

Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Idaman, Ajeng bermalam untuk menungguinya. Selama perawatan, Ajeng terus menanyai sang kekasih. Apa kisah dibalik insiden itu. "Kenapa? Kenapa? Tapi jawabnya selalu kaina dan kaina (nanti dan nanti)," tirunya. 

Selagi di rumah sakit pula, Ajeng baru membuka ponselnya. Dan mendapati bahwa pagi itu, sebelum kemunculannya Irhami sudah mengirim pesan singkat berisi permintaan maaf. 

Rabu (10/5) sore, Irhami akhirnya meregang nyawa. Malam harinya, Ajeng dibawa anggota Polsek Banjarbaru Barat untuk diperiksa. Ia mengaku sudah lupa berapa pertanyaan yang diajukan penyidik. "Pastinya lama sekali," tukasnya. 

Diakuinya, Irhami memang sosok tertutup. Ketika ada masalah, ia memilih menyimpannya sendiri. Hingga mati pun, Irhami menutup rapat soal racun tersebut. "Dia lelaki pendiam," ungkapnya. 

Santer tersiar kabar, dua pekan sebelum insiden naas itu, Irhami terlibat perkelahian dengan remaja lain. Apakah ada kaitan atau tidak dengan kasus ini, masih gelap. Namun, Ajeng membenarkan kisah itu. 

"Dia berkelahi dengan junior dari kelas VII. Katanya sih gara-gara omongan tak enak. Saya sendiri mendengar kisah itu bukan dari mulut Irhami. Tapi dari teman-teman sekolah," tambahnya. 

Kasus ini belum menemui titik terang. Ada dua dugaan, pertama murni bunuh diri. Kedua, remaja 15 tahun itu berkelahi dan dicekoki racun oleh sang lawan. Dari keterangan Ajeng, ada rentang waktu lama. Dari kepergian Irhami dari rumah jam 9 dan kemunculannya di depan rumah Ajeng pada jam 11. Kemana Irhami dan bertemu siapa selama dua jam tersebut. Kurun waktu yang penuh misteri itu masih dalam penyelidikan polisi. (fud/zay/ema)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .