MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 14 Mei 2017 17:31
EKSLUSIF, Wawancara dengan Ajeng, Teman Dekat Siswa yang Tewas Bunuh Diri
Ajeng Siti Aisyah

PROKAL.CO, Ajeng Siti Aisyah bersedia berbagi kisahnya secara ekslusif kepada Radar Banjarmasin. Ajeng adalah pacar Irhami, siswa kelas IX SMP 10 Banjarbaru yang tewas karena menenggak racun pembasmi rumput. 

--------------------------- 

AJENG baru pulang dari sekolah, ia belum melepas pakaian olahraga berwarna hijau muda saat ditemui Radar Banjarmasin, kemarin (13/5) di rumahnya di Jalan Berkat Mufakat RT 14 Liang Anggang. 

Ia mengakui pikirannya terus diganggu Irhami. Apa sebenarnya alasan teman sekelasnya itu menenggak racun pembasmi rumput? Ajeng bahkan terpikir kembali ke Jawa Timur untuk melanjutkan sekolah.  

"Terpikir untuk kembali. Saya baru tujuh bulan di sini, pindahan dari Malang. Disitu ikut nenek, sementara orang tua di Banjarbaru. Yang mengajari saya Bahasa Banjar juga Irhami," ujarnya. 

Ajeng terbilang gadis kuat. Berkali-kali wawancara terhenti sejenak, matanya memerah seakan hendak tumpah, tapi berhasil ia tahan. Gadis 15 tahun ini bertekad meluruskan cerita yang selama ini beredar di masyarakat. 

"Ada yang menggosip, sayalah penyebab Irhami bunuh diri. Padahal hubungan kami baik-baik saja. Tak ada masalah. Saya pun sama tidak tahunya dengan orang lain," imbuhnya. 

Sekitar jam 11 siang, Selasa (9/5), Ajeng sudah pulang dari sekolah. Irhami berkali-kali nge-pingnya via Blackberry Messenger, tapi Ajeng tak mengetahuinya karena sedang terlelap kecapekan. 

Ketika ia dibangunkan, Irhami sudah menunggu di pagar rumah. Menunggang sepeda motor dengan muka pucat. "Ia hanya meminta maaf. Saya bilang atas apa? Jawabnya karena sudah meminum racun. Saya hanya bisa menangis," kisahnya. 

Ayah Ajeng yang memang sudah mengenal Irhami, karena ia sering menjemput dan mengantar putrinya ke sekolah, segera menyuruh karyawannya mengantar Irhami ke puskesmas. Dibantu seorang teman Irhami yang kebetulan berpapasan di jalan. 

Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Idaman, Ajeng bermalam untuk menungguinya. Selama perawatan, Ajeng terus menanyai sang kekasih. Apa kisah dibalik insiden itu. "Kenapa? Kenapa? Tapi jawabnya selalu kaina dan kaina (nanti dan nanti)," tirunya. 

Selagi di rumah sakit pula, Ajeng baru membuka ponselnya. Dan mendapati bahwa pagi itu, sebelum kemunculannya Irhami sudah mengirim pesan singkat berisi permintaan maaf. 

Rabu (10/5) sore, Irhami akhirnya meregang nyawa. Malam harinya, Ajeng dibawa anggota Polsek Banjarbaru Barat untuk diperiksa. Ia mengaku sudah lupa berapa pertanyaan yang diajukan penyidik. "Pastinya lama sekali," tukasnya. 

Diakuinya, Irhami memang sosok tertutup. Ketika ada masalah, ia memilih menyimpannya sendiri. Hingga mati pun, Irhami menutup rapat soal racun tersebut. "Dia lelaki pendiam," ungkapnya. 

Santer tersiar kabar, dua pekan sebelum insiden naas itu, Irhami terlibat perkelahian dengan remaja lain. Apakah ada kaitan atau tidak dengan kasus ini, masih gelap. Namun, Ajeng membenarkan kisah itu. 

"Dia berkelahi dengan junior dari kelas VII. Katanya sih gara-gara omongan tak enak. Saya sendiri mendengar kisah itu bukan dari mulut Irhami. Tapi dari teman-teman sekolah," tambahnya. 

Kasus ini belum menemui titik terang. Ada dua dugaan, pertama murni bunuh diri. Kedua, remaja 15 tahun itu berkelahi dan dicekoki racun oleh sang lawan. Dari keterangan Ajeng, ada rentang waktu lama. Dari kepergian Irhami dari rumah jam 9 dan kemunculannya di depan rumah Ajeng pada jam 11. Kemana Irhami dan bertemu siapa selama dua jam tersebut. Kurun waktu yang penuh misteri itu masih dalam penyelidikan polisi. (fud/zay/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52

Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)

  Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila…

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .