MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 14 Mei 2017 17:31
EKSLUSIF, Wawancara dengan Ajeng, Teman Dekat Siswa yang Tewas Bunuh Diri
Ajeng Siti Aisyah

PROKAL.CO, Ajeng Siti Aisyah bersedia berbagi kisahnya secara ekslusif kepada Radar Banjarmasin. Ajeng adalah pacar Irhami, siswa kelas IX SMP 10 Banjarbaru yang tewas karena menenggak racun pembasmi rumput. 

--------------------------- 

AJENG baru pulang dari sekolah, ia belum melepas pakaian olahraga berwarna hijau muda saat ditemui Radar Banjarmasin, kemarin (13/5) di rumahnya di Jalan Berkat Mufakat RT 14 Liang Anggang. 

Ia mengakui pikirannya terus diganggu Irhami. Apa sebenarnya alasan teman sekelasnya itu menenggak racun pembasmi rumput? Ajeng bahkan terpikir kembali ke Jawa Timur untuk melanjutkan sekolah.  

"Terpikir untuk kembali. Saya baru tujuh bulan di sini, pindahan dari Malang. Disitu ikut nenek, sementara orang tua di Banjarbaru. Yang mengajari saya Bahasa Banjar juga Irhami," ujarnya. 

Ajeng terbilang gadis kuat. Berkali-kali wawancara terhenti sejenak, matanya memerah seakan hendak tumpah, tapi berhasil ia tahan. Gadis 15 tahun ini bertekad meluruskan cerita yang selama ini beredar di masyarakat. 

"Ada yang menggosip, sayalah penyebab Irhami bunuh diri. Padahal hubungan kami baik-baik saja. Tak ada masalah. Saya pun sama tidak tahunya dengan orang lain," imbuhnya. 

Sekitar jam 11 siang, Selasa (9/5), Ajeng sudah pulang dari sekolah. Irhami berkali-kali nge-pingnya via Blackberry Messenger, tapi Ajeng tak mengetahuinya karena sedang terlelap kecapekan. 

Ketika ia dibangunkan, Irhami sudah menunggu di pagar rumah. Menunggang sepeda motor dengan muka pucat. "Ia hanya meminta maaf. Saya bilang atas apa? Jawabnya karena sudah meminum racun. Saya hanya bisa menangis," kisahnya. 

Ayah Ajeng yang memang sudah mengenal Irhami, karena ia sering menjemput dan mengantar putrinya ke sekolah, segera menyuruh karyawannya mengantar Irhami ke puskesmas. Dibantu seorang teman Irhami yang kebetulan berpapasan di jalan. 

Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Idaman, Ajeng bermalam untuk menungguinya. Selama perawatan, Ajeng terus menanyai sang kekasih. Apa kisah dibalik insiden itu. "Kenapa? Kenapa? Tapi jawabnya selalu kaina dan kaina (nanti dan nanti)," tirunya. 

Selagi di rumah sakit pula, Ajeng baru membuka ponselnya. Dan mendapati bahwa pagi itu, sebelum kemunculannya Irhami sudah mengirim pesan singkat berisi permintaan maaf. 

Rabu (10/5) sore, Irhami akhirnya meregang nyawa. Malam harinya, Ajeng dibawa anggota Polsek Banjarbaru Barat untuk diperiksa. Ia mengaku sudah lupa berapa pertanyaan yang diajukan penyidik. "Pastinya lama sekali," tukasnya. 

Diakuinya, Irhami memang sosok tertutup. Ketika ada masalah, ia memilih menyimpannya sendiri. Hingga mati pun, Irhami menutup rapat soal racun tersebut. "Dia lelaki pendiam," ungkapnya. 

Santer tersiar kabar, dua pekan sebelum insiden naas itu, Irhami terlibat perkelahian dengan remaja lain. Apakah ada kaitan atau tidak dengan kasus ini, masih gelap. Namun, Ajeng membenarkan kisah itu. 

"Dia berkelahi dengan junior dari kelas VII. Katanya sih gara-gara omongan tak enak. Saya sendiri mendengar kisah itu bukan dari mulut Irhami. Tapi dari teman-teman sekolah," tambahnya. 

Kasus ini belum menemui titik terang. Ada dua dugaan, pertama murni bunuh diri. Kedua, remaja 15 tahun itu berkelahi dan dicekoki racun oleh sang lawan. Dari keterangan Ajeng, ada rentang waktu lama. Dari kepergian Irhami dari rumah jam 9 dan kemunculannya di depan rumah Ajeng pada jam 11. Kemana Irhami dan bertemu siapa selama dua jam tersebut. Kurun waktu yang penuh misteri itu masih dalam penyelidikan polisi. (fud/zay/ema)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 13:44

Dewa Pahuluan: Memberi Tidak Meminta

“Boss, Bang Dewa dirawat di RS Ulin. Ulun mau naik pesawat dari CGK”. Begitu telepon Erwin…

Selasa, 21 November 2017 13:15

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 11 Banjarbaru

Senin (20/11) kemarin menjadi giliran Area Manager Lion Air Group, Agung Purnama, untuk mengisi program…

Senin, 20 November 2017 14:38

Melepas Kepergian Fitri Zamzam, Tokoh Penggerak Pemuda Banjarbaru

Kota Banjarbaru berduka. Salah satu tokoh penggerak pemuda di kota Idaman, Fitri Zamzam meninggal dunia,…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Sabtu, 18 November 2017 13:51

Asma, Penulis Cilik Peraih Penghargaan Nasional

Banua patut berbangga karena telah memiliki penulis cilik bernama Asma Taqiyya Jihada Fama. Bocah berusia…

Sabtu, 18 November 2017 13:17

Bangganya..!! Nur Aimah Akan Tampil di Kejuaraan Difabel Asia

Bangga, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Nur Aimah. Betapa tidak, atlet renang difabel…

Jumat, 17 November 2017 13:44

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 8 Banjarbaru

Meski menjadi pengalaman pertamanya menjadi pembicara di hadapan para siswa, tak membuat GM TIKI Banjarmasin…

Kamis, 16 November 2017 14:12

Bripka Ronny Setiadi, Polisi yang Jual Tanah demi Beli Mobil Ambulans

Menolong seorang wanita hamil yang hampir tak dapat tumpangan ke rumah sakit, membuat Bripka Ronny Setiadi…

Kamis, 16 November 2017 11:52

Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 4 dan 5 Banjarbaru

Kelas Inspirasi Rabu (15/11) kemarin dilaksanakan di dua sekolah sekaligus, yaitu di SMPN 4 Banjarbaru…

Kamis, 16 November 2017 10:34

Mengenal Lebih Dekat Sosok Pelatih Futsal di Banjarmasin

Sempat membela Yellow Alligator, Peseban Banjarmasin yang kini akan bertarung di babak nasional Liga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .