MANAGED BY:
RABU
26 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 14 Mei 2017 17:31
EKSLUSIF, Wawancara dengan Ajeng, Teman Dekat Siswa yang Tewas Bunuh Diri
Ajeng Siti Aisyah

PROKAL.CO, Ajeng Siti Aisyah bersedia berbagi kisahnya secara ekslusif kepada Radar Banjarmasin. Ajeng adalah pacar Irhami, siswa kelas IX SMP 10 Banjarbaru yang tewas karena menenggak racun pembasmi rumput. 

--------------------------- 

AJENG baru pulang dari sekolah, ia belum melepas pakaian olahraga berwarna hijau muda saat ditemui Radar Banjarmasin, kemarin (13/5) di rumahnya di Jalan Berkat Mufakat RT 14 Liang Anggang. 

Ia mengakui pikirannya terus diganggu Irhami. Apa sebenarnya alasan teman sekelasnya itu menenggak racun pembasmi rumput? Ajeng bahkan terpikir kembali ke Jawa Timur untuk melanjutkan sekolah.  

"Terpikir untuk kembali. Saya baru tujuh bulan di sini, pindahan dari Malang. Disitu ikut nenek, sementara orang tua di Banjarbaru. Yang mengajari saya Bahasa Banjar juga Irhami," ujarnya. 

Ajeng terbilang gadis kuat. Berkali-kali wawancara terhenti sejenak, matanya memerah seakan hendak tumpah, tapi berhasil ia tahan. Gadis 15 tahun ini bertekad meluruskan cerita yang selama ini beredar di masyarakat. 

"Ada yang menggosip, sayalah penyebab Irhami bunuh diri. Padahal hubungan kami baik-baik saja. Tak ada masalah. Saya pun sama tidak tahunya dengan orang lain," imbuhnya. 

Sekitar jam 11 siang, Selasa (9/5), Ajeng sudah pulang dari sekolah. Irhami berkali-kali nge-pingnya via Blackberry Messenger, tapi Ajeng tak mengetahuinya karena sedang terlelap kecapekan. 

Ketika ia dibangunkan, Irhami sudah menunggu di pagar rumah. Menunggang sepeda motor dengan muka pucat. "Ia hanya meminta maaf. Saya bilang atas apa? Jawabnya karena sudah meminum racun. Saya hanya bisa menangis," kisahnya. 

Ayah Ajeng yang memang sudah mengenal Irhami, karena ia sering menjemput dan mengantar putrinya ke sekolah, segera menyuruh karyawannya mengantar Irhami ke puskesmas. Dibantu seorang teman Irhami yang kebetulan berpapasan di jalan. 

Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Idaman, Ajeng bermalam untuk menungguinya. Selama perawatan, Ajeng terus menanyai sang kekasih. Apa kisah dibalik insiden itu. "Kenapa? Kenapa? Tapi jawabnya selalu kaina dan kaina (nanti dan nanti)," tirunya. 

Selagi di rumah sakit pula, Ajeng baru membuka ponselnya. Dan mendapati bahwa pagi itu, sebelum kemunculannya Irhami sudah mengirim pesan singkat berisi permintaan maaf. 

Rabu (10/5) sore, Irhami akhirnya meregang nyawa. Malam harinya, Ajeng dibawa anggota Polsek Banjarbaru Barat untuk diperiksa. Ia mengaku sudah lupa berapa pertanyaan yang diajukan penyidik. "Pastinya lama sekali," tukasnya. 

Diakuinya, Irhami memang sosok tertutup. Ketika ada masalah, ia memilih menyimpannya sendiri. Hingga mati pun, Irhami menutup rapat soal racun tersebut. "Dia lelaki pendiam," ungkapnya. 

Santer tersiar kabar, dua pekan sebelum insiden naas itu, Irhami terlibat perkelahian dengan remaja lain. Apakah ada kaitan atau tidak dengan kasus ini, masih gelap. Namun, Ajeng membenarkan kisah itu. 

"Dia berkelahi dengan junior dari kelas VII. Katanya sih gara-gara omongan tak enak. Saya sendiri mendengar kisah itu bukan dari mulut Irhami. Tapi dari teman-teman sekolah," tambahnya. 

Kasus ini belum menemui titik terang. Ada dua dugaan, pertama murni bunuh diri. Kedua, remaja 15 tahun itu berkelahi dan dicekoki racun oleh sang lawan. Dari keterangan Ajeng, ada rentang waktu lama. Dari kepergian Irhami dari rumah jam 9 dan kemunculannya di depan rumah Ajeng pada jam 11. Kemana Irhami dan bertemu siapa selama dua jam tersebut. Kurun waktu yang penuh misteri itu masih dalam penyelidikan polisi. (fud/zay/ema)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…

Minggu, 16 Juli 2017 19:23

Melihat Antusiasme Siswa Mengikuti FLS2N SMA/SMK se-Kalsel: Ingin Harumkan Banua ke Kancah Nasional

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA/SMK se-Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu…

Sabtu, 15 Juli 2017 15:59

Kiprah Pebasket Banjarmasin Trisna Gama Putri di PT DBL Indonesia

Trisna Gama Putri sukses menembus Honda DBL Indonesia All Star dan dikirim ke Australia pada tahun 2008…

Jumat, 14 Juli 2017 11:21

Kisah Sukses Habib Zaid Shabab Merintis Bisnis Konter Handphone Syihab

Meski baru berusia 28 tahun, namun Habib Zaid Shahab telah sukses mengelola bisnis konter ponsel. Sekarang…

Kamis, 13 Juli 2017 14:36

Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang.…

Selasa, 11 Juli 2017 14:27

Begini Kiprah Mahasiswa ULM Melestarikan Budaya Banjar

Permainan tradisonal Banjar kian tergerus dengan perkembangan zaman. Di era teknologi sekarang ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .