MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 14 Mei 2017 17:31
EKSLUSIF, Wawancara dengan Ajeng, Teman Dekat Siswa yang Tewas Bunuh Diri
Ajeng Siti Aisyah

PROKAL.CO, Ajeng Siti Aisyah bersedia berbagi kisahnya secara ekslusif kepada Radar Banjarmasin. Ajeng adalah pacar Irhami, siswa kelas IX SMP 10 Banjarbaru yang tewas karena menenggak racun pembasmi rumput. 

--------------------------- 

AJENG baru pulang dari sekolah, ia belum melepas pakaian olahraga berwarna hijau muda saat ditemui Radar Banjarmasin, kemarin (13/5) di rumahnya di Jalan Berkat Mufakat RT 14 Liang Anggang. 

Ia mengakui pikirannya terus diganggu Irhami. Apa sebenarnya alasan teman sekelasnya itu menenggak racun pembasmi rumput? Ajeng bahkan terpikir kembali ke Jawa Timur untuk melanjutkan sekolah.  

"Terpikir untuk kembali. Saya baru tujuh bulan di sini, pindahan dari Malang. Disitu ikut nenek, sementara orang tua di Banjarbaru. Yang mengajari saya Bahasa Banjar juga Irhami," ujarnya. 

Ajeng terbilang gadis kuat. Berkali-kali wawancara terhenti sejenak, matanya memerah seakan hendak tumpah, tapi berhasil ia tahan. Gadis 15 tahun ini bertekad meluruskan cerita yang selama ini beredar di masyarakat. 

"Ada yang menggosip, sayalah penyebab Irhami bunuh diri. Padahal hubungan kami baik-baik saja. Tak ada masalah. Saya pun sama tidak tahunya dengan orang lain," imbuhnya. 

Sekitar jam 11 siang, Selasa (9/5), Ajeng sudah pulang dari sekolah. Irhami berkali-kali nge-pingnya via Blackberry Messenger, tapi Ajeng tak mengetahuinya karena sedang terlelap kecapekan. 

Ketika ia dibangunkan, Irhami sudah menunggu di pagar rumah. Menunggang sepeda motor dengan muka pucat. "Ia hanya meminta maaf. Saya bilang atas apa? Jawabnya karena sudah meminum racun. Saya hanya bisa menangis," kisahnya. 

Ayah Ajeng yang memang sudah mengenal Irhami, karena ia sering menjemput dan mengantar putrinya ke sekolah, segera menyuruh karyawannya mengantar Irhami ke puskesmas. Dibantu seorang teman Irhami yang kebetulan berpapasan di jalan. 

Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Idaman, Ajeng bermalam untuk menungguinya. Selama perawatan, Ajeng terus menanyai sang kekasih. Apa kisah dibalik insiden itu. "Kenapa? Kenapa? Tapi jawabnya selalu kaina dan kaina (nanti dan nanti)," tirunya. 

Selagi di rumah sakit pula, Ajeng baru membuka ponselnya. Dan mendapati bahwa pagi itu, sebelum kemunculannya Irhami sudah mengirim pesan singkat berisi permintaan maaf. 

Rabu (10/5) sore, Irhami akhirnya meregang nyawa. Malam harinya, Ajeng dibawa anggota Polsek Banjarbaru Barat untuk diperiksa. Ia mengaku sudah lupa berapa pertanyaan yang diajukan penyidik. "Pastinya lama sekali," tukasnya. 

Diakuinya, Irhami memang sosok tertutup. Ketika ada masalah, ia memilih menyimpannya sendiri. Hingga mati pun, Irhami menutup rapat soal racun tersebut. "Dia lelaki pendiam," ungkapnya. 

Santer tersiar kabar, dua pekan sebelum insiden naas itu, Irhami terlibat perkelahian dengan remaja lain. Apakah ada kaitan atau tidak dengan kasus ini, masih gelap. Namun, Ajeng membenarkan kisah itu. 

"Dia berkelahi dengan junior dari kelas VII. Katanya sih gara-gara omongan tak enak. Saya sendiri mendengar kisah itu bukan dari mulut Irhami. Tapi dari teman-teman sekolah," tambahnya. 

Kasus ini belum menemui titik terang. Ada dua dugaan, pertama murni bunuh diri. Kedua, remaja 15 tahun itu berkelahi dan dicekoki racun oleh sang lawan. Dari keterangan Ajeng, ada rentang waktu lama. Dari kepergian Irhami dari rumah jam 9 dan kemunculannya di depan rumah Ajeng pada jam 11. Kemana Irhami dan bertemu siapa selama dua jam tersebut. Kurun waktu yang penuh misteri itu masih dalam penyelidikan polisi. (fud/zay/ema)


BACA JUGA

Senin, 22 Januari 2018 11:44

Henyndia Putri si Cantik dari RTMC, Hobi Memancing, Sering Diajak Foto

Kerja polisi itu tidak mudah. Mesti siaga 24 jam demi menjaga keamanan lingkungan. Lalu, apa yang mereka…

Senin, 22 Januari 2018 11:16

Mengenal Kandangan Aeromodelling Club, Terbang Manfaatkan Kelengangan Jalan Tugu Ketupat

Cabang olahraga (cabor) dirgantara, khususnya aeromodelling pesawat Remote Control (RC) ternyata juga…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Rabu, 17 Januari 2018 15:22

Polres Banjarbaru Luncurkan Aplikasi SIHARAT untuk Layani Publik

Demi melayani masyarakat sesuai dengan program Kapolri yaitu profesional modern dan tepercaya (promoter),…

Rabu, 17 Januari 2018 14:42

Kejar Target Kota Kelima di Indonesia yang Operasikan Bus Wisata

Pernah naik Mpok Siti, Bandros, Werkudara, ataukah Macito saat berkunjung ke kota-kota besar di Pulau…

Rabu, 17 Januari 2018 11:18

WOW! ini Aksi Nekat Siswa SMP di Gedung DPRD Banjarmasin

Serombongan pelajar SMP nekat mendatangi DPRD Banjarmasin. Bukan untuk berunjuk rasa, melainkan beraudiensi.…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:55

Salut..!! Ini Nih Para Srikandi Relawan Kebakaran Banjarmasin

Pernah mendengarkan lagu Sang Penakluk Api dari The Cangcuters? Kalau belum, coba saja dengarkan. Liriknya…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Jumat, 12 Januari 2018 13:52

Pelajaran Berharga AKP Ade Papa Rihi dari DEA dan FBI

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Ungkapan itu pantas dialamatkan untuk Ajun Komisaris Polisi (AKP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .