MANAGED BY:
SELASA
23 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Minggu, 14 Mei 2017 17:50
Kasus Anak Kandung Gugat Ayah
Haji Darlan Siap Bayar Kewajiban, Asalkan Sang Anak Cabut Gugatan
H Darlan

PROKAL.CO,  

TAPIN - Kasus gugatan perdata yang dilakukan Haji Rahmatullah (45) kepada ayah kandungnya, Haji Darlan (65) warga Jalan Aluh Idut, Rantau, Kabupaten Tapin membuat heboh. Bagaimana seorang anak menggugat ayahnya sendiri ?

Radar Banjarmasin berhasil mewawancarai Haji Rahmat begitu panggilan Haji Rahmatullah, Jumat (12/5). Pria yang sekarang menetap di

Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) itu mengemukakan alasan kenapa dia sampai mengajukan gugatan kepada ayahnya.

Semenjak ibunya (Hj Helyati) meninggal, kata Haji Rahmat, masih ada kewajiban-kewajiban perusaaan CV Karyati yang belum diselesaikan seperti dana reklamasi dan reboisasi tambang. Nilainya pun tidak sedikit, nominalnya kurang lebih Rp60 miliar.

"Karena inilah saya mengajukan gugatan, untuk mengumpulkan uang untuk biaya reklamasi atau menutup bekas galian pertambangan CV Karyati nanti," jelas Haji Rahmat ketika dihubungi melalui telepon, Jumat (12/5).

Jadi apa yang dilakukannya, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan bersama ayah dan ketiga adiknya. "Intinya untuk memperbaiki dan menyelamatkan perusahaan keluarga juga," tambahnya.

Sebelumnya, menurut Haji Rahmat, sekitar setahun lalu, dia sudah mencoba duduk bersama untuk membicarakan secara musyawarah dengan ayah dan ketiga adiknya, Haji Rahman Hidayat, Hj Sri Wahyuni dan Haji Wahyudi. Dia menyarankan kepada Haji Darlan agar untuk sementara tidak menjalankan perusahaan tersebut karena akte perusaaan belum diperbaharui. Namun sayangnya, niatnya itu tidak mendapat respon baik.

"Sebelum menggugat setahun saya sudah bersabar, selama setahun itu sudah didekati dan dilakukan upaya musyawarah tapi tidak direspon, karena itu saya mengajukan gugatan," kata Haji Rahmat.

Menurutnya, gugatan ini bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi melainkan untuk ayah dan adik-adiknya. Karena dengan dilibatkannya dia dan seluruh adik-adiknya dalam perusahaan segala bentuk pengeluaran dan pemasukan perusahaan harus sepengetahuan dan persetujuan bersama.

"Jadi kalau ada keperluan untuk mengambil uang, baik dari saya maupun adik-adik saya harus ada persetujuan bersama," jelasnya.

Haji Rahmat optimistis 90 persen dapat memenangkan gugatan ini. Pasalnya ia mengklaim memiliki bukti-bukti, seperti akte yang belum ada perubahan menyangkut ahli waris dan bukti produksi. Melihat bukti-bukti dasar itu saya yakin memenangkan gugatan ini," jelasnya.

Menanggapi upaya yang dilakukan putranya yang ingin menyelesaikan masalah reklamasi dan reboisasi, Haji Darlan melemah. Dia menyatakan pihaknya bersedia membayar semua biayanya. Bahkan dia berjanji dapat menyiapkan dalam kurun waktu satu minggu ini. "Kalau itu alasannya, saya bisa terima dan saya bisa menyiapkan dalam satu minggu ini," katanya.

Tapi, jika dirinya bersedia untuk menyiapkan dana reklamasi dan reboisasi, dia berharap anaknya bisa arif dan bijaksana mau mencabut gugatannya. "Tapi asal dari pihak penggugat mau mencabut semua gugatan atau tuntutan di pengadilan," ucapnya.

Haji Darlan bercerita, setelah istrinya meninggal pada 16 Oktober 2015, ia mau menjalankan kegiatan di tambang dan mau mengubah kepengurusan CV Karyati di depan notaris. Tapi setelah hari yang sudah ditentukan ternyata Haji Rahmat tidak kunjung datang. Bahkan dia sempat mencoba menghubungi namun tidak ada respon.

"Dua kali saya menghubungi, tapi karena tidak ada respon, lalu saya konsultasi dengan dinas terkait," ujarnya.

Setelah dipelajari oleh pihak dinas mengenai permasalahan tersebut, jelas Haji Darlan, karena dalam surat kuasa masih ada namanya, maka dipersilahkan menjalankan perusahaan tanpa harus merubah kepengurusan.

Sekitar 2 bulan berjalan, Februari 2016 perusahaan mendapat keuntungan yang kemudian dibagikan kepada anak-anaknya sesuai wasiat dari istrinya. "Hasil keuntungan perusahaan selama dua bulan itu saya gunakan untuk memberangkatkan Haji Rahmat, istrinya dan cucu-cucu umroh," jelasnya.

Kemudian setelah 8 bulan perusahaan berjalan, lagi-lagi perusahaan mendapatkan keuntungan. Hasilnya dibagikan kepada anak-anaknya. "Waktu itu anak-anak termasuk Haji Rahmat saya kasih Rp1,3 miliar," tambahnya.

Selanjutnya setelah 3 bulan berjalan tepatnya bulan Januari 2017, perusahaan yang dikelolanya kembali mendapat hasil. Tapi sebelum itu, dia bercerita kepada anak keduanya (Haji rahman) bahwa ada catatan yang dibuat ibunya sebelum meninggal, isinya mengenai uang yang dipinjam beberapa orang anaknya, dan ia merasa itu perlu diketahui oleh seluruh anak-anaknya.

"Menurut buku yang dicatat almarhumah, bahwa Haji Rahman ada utang sekitar Rp1,3 miliar dan Haji Rahmat Rp5 miliar lebih. Saya mengatakan kepadanya bukan untuk menagih tapi menceritakan saja catatan yang disimpan almarhumah agar mereka tahu," jelasnya.(mr-147/ij/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 23 Mei 2017 06:16

Terdakwa Korupsi Seragam Satpol PP Dijebloskan ke Suka Miskin

BANJARMASIN - Sudirman Ishaka yang duduk sebagai terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan baju seragam…

Selasa, 23 Mei 2017 06:10

EDAN, Istri Napi Selundupkan Sabu ke Penjara, Ketahuan Begini Jadinya

BANJARMASIN - Lusia Lisnawati (34) harus menerima akibat ulah nekatnya menyelundupkan sabu ke dalam…

Senin, 22 Mei 2017 14:49

Di Banjarbaru Karaoke Dilarang Beroperasi

  BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan, selama Ramadan, tempat hiburan karaoke dilarang…

Senin, 22 Mei 2017 12:58
BREAKING NEWS

KASIHAN, Nenek Pemulung Ditemukan Tewas

BANJARMASIN-Kehebohan terjadi seketika di kawasan Pasar Lima Banjarmasin, Senin (21/5) pagi ini sekitar…

Senin, 22 Mei 2017 00:28

TRAGIS, MR X Ditemukan Mengapung di Sungai Barito

MARABAHAN –  Seorang pemuda tanpa identintas atau Mr X ditemukan tewas dalam keadaan tertelungkup…

Senin, 22 Mei 2017 00:24

ASTAGA, Bocah 3 Tahun Minta Tolong Terkunci di Dalam Mobil

BANJARMASIN – Ini mungkin peringatan bagi para orangtua yang memiliki anak kecil,  jangan…

Minggu, 21 Mei 2017 13:08

Diamuk Warga, Pengantin Baru Ini Bertobat

BANJARBARU - Ramadhan Syah mendapat pelajaran berharga. Aksinya menjambret yang berujung pada amukan…

Minggu, 21 Mei 2017 06:28

DARAH DINGIN, Membunuh Lalu Telan Jin

BANJARMASIN-Cukup tenang  bawaan M Nurdin ketika berada di markas Polsekta Banjarmasin Selatan. …

Minggu, 21 Mei 2017 05:38

Obok-obok Karaoke, Belasan Pengunjung Terindikasi Narkoba

BANJARMASIN-Empat belas orang yang terjaring dari hasil operasi Bersinar yang dilakukan tim Gabungan…

Sabtu, 20 Mei 2017 15:39

Polres Kotabaru Panen 1.000 Pelanggar Lalu Lintas

KOTABARU – Polres Kotabaru terus menggelar operasi Intan, hasilnya sudah lebih lima ratus pelanggaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .