MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Minggu, 14 Mei 2017 17:50
Kasus Anak Kandung Gugat Ayah
Haji Darlan Siap Bayar Kewajiban, Asalkan Sang Anak Cabut Gugatan
H Darlan

PROKAL.CO,  

TAPIN - Kasus gugatan perdata yang dilakukan Haji Rahmatullah (45) kepada ayah kandungnya, Haji Darlan (65) warga Jalan Aluh Idut, Rantau, Kabupaten Tapin membuat heboh. Bagaimana seorang anak menggugat ayahnya sendiri ?

Radar Banjarmasin berhasil mewawancarai Haji Rahmat begitu panggilan Haji Rahmatullah, Jumat (12/5). Pria yang sekarang menetap di

Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) itu mengemukakan alasan kenapa dia sampai mengajukan gugatan kepada ayahnya.

Semenjak ibunya (Hj Helyati) meninggal, kata Haji Rahmat, masih ada kewajiban-kewajiban perusaaan CV Karyati yang belum diselesaikan seperti dana reklamasi dan reboisasi tambang. Nilainya pun tidak sedikit, nominalnya kurang lebih Rp60 miliar.

"Karena inilah saya mengajukan gugatan, untuk mengumpulkan uang untuk biaya reklamasi atau menutup bekas galian pertambangan CV Karyati nanti," jelas Haji Rahmat ketika dihubungi melalui telepon, Jumat (12/5).

Jadi apa yang dilakukannya, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan bersama ayah dan ketiga adiknya. "Intinya untuk memperbaiki dan menyelamatkan perusahaan keluarga juga," tambahnya.

Sebelumnya, menurut Haji Rahmat, sekitar setahun lalu, dia sudah mencoba duduk bersama untuk membicarakan secara musyawarah dengan ayah dan ketiga adiknya, Haji Rahman Hidayat, Hj Sri Wahyuni dan Haji Wahyudi. Dia menyarankan kepada Haji Darlan agar untuk sementara tidak menjalankan perusahaan tersebut karena akte perusaaan belum diperbaharui. Namun sayangnya, niatnya itu tidak mendapat respon baik.

"Sebelum menggugat setahun saya sudah bersabar, selama setahun itu sudah didekati dan dilakukan upaya musyawarah tapi tidak direspon, karena itu saya mengajukan gugatan," kata Haji Rahmat.

Menurutnya, gugatan ini bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi melainkan untuk ayah dan adik-adiknya. Karena dengan dilibatkannya dia dan seluruh adik-adiknya dalam perusahaan segala bentuk pengeluaran dan pemasukan perusahaan harus sepengetahuan dan persetujuan bersama.

"Jadi kalau ada keperluan untuk mengambil uang, baik dari saya maupun adik-adik saya harus ada persetujuan bersama," jelasnya.

Haji Rahmat optimistis 90 persen dapat memenangkan gugatan ini. Pasalnya ia mengklaim memiliki bukti-bukti, seperti akte yang belum ada perubahan menyangkut ahli waris dan bukti produksi. Melihat bukti-bukti dasar itu saya yakin memenangkan gugatan ini," jelasnya.

Menanggapi upaya yang dilakukan putranya yang ingin menyelesaikan masalah reklamasi dan reboisasi, Haji Darlan melemah. Dia menyatakan pihaknya bersedia membayar semua biayanya. Bahkan dia berjanji dapat menyiapkan dalam kurun waktu satu minggu ini. "Kalau itu alasannya, saya bisa terima dan saya bisa menyiapkan dalam satu minggu ini," katanya.

Tapi, jika dirinya bersedia untuk menyiapkan dana reklamasi dan reboisasi, dia berharap anaknya bisa arif dan bijaksana mau mencabut gugatannya. "Tapi asal dari pihak penggugat mau mencabut semua gugatan atau tuntutan di pengadilan," ucapnya.

Haji Darlan bercerita, setelah istrinya meninggal pada 16 Oktober 2015, ia mau menjalankan kegiatan di tambang dan mau mengubah kepengurusan CV Karyati di depan notaris. Tapi setelah hari yang sudah ditentukan ternyata Haji Rahmat tidak kunjung datang. Bahkan dia sempat mencoba menghubungi namun tidak ada respon.

"Dua kali saya menghubungi, tapi karena tidak ada respon, lalu saya konsultasi dengan dinas terkait," ujarnya.

Setelah dipelajari oleh pihak dinas mengenai permasalahan tersebut, jelas Haji Darlan, karena dalam surat kuasa masih ada namanya, maka dipersilahkan menjalankan perusahaan tanpa harus merubah kepengurusan.

Sekitar 2 bulan berjalan, Februari 2016 perusahaan mendapat keuntungan yang kemudian dibagikan kepada anak-anaknya sesuai wasiat dari istrinya. "Hasil keuntungan perusahaan selama dua bulan itu saya gunakan untuk memberangkatkan Haji Rahmat, istrinya dan cucu-cucu umroh," jelasnya.

Kemudian setelah 8 bulan perusahaan berjalan, lagi-lagi perusahaan mendapatkan keuntungan. Hasilnya dibagikan kepada anak-anaknya. "Waktu itu anak-anak termasuk Haji Rahmat saya kasih Rp1,3 miliar," tambahnya.

Selanjutnya setelah 3 bulan berjalan tepatnya bulan Januari 2017, perusahaan yang dikelolanya kembali mendapat hasil. Tapi sebelum itu, dia bercerita kepada anak keduanya (Haji rahman) bahwa ada catatan yang dibuat ibunya sebelum meninggal, isinya mengenai uang yang dipinjam beberapa orang anaknya, dan ia merasa itu perlu diketahui oleh seluruh anak-anaknya.

"Menurut buku yang dicatat almarhumah, bahwa Haji Rahman ada utang sekitar Rp1,3 miliar dan Haji Rahmat Rp5 miliar lebih. Saya mengatakan kepadanya bukan untuk menagih tapi menceritakan saja catatan yang disimpan almarhumah agar mereka tahu," jelasnya.(mr-147/ij/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 11:32

KLOP DAH..! Suami Menjambret, Istri yang Carikan Penadah

BANJARMASIN - Mereka bukan hanya pasangan hidup, tapi juga rekanan dalam aksi kejahatan. Jika suaminya…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Lagi, Tempat Prostitusi di Tanbu Berhasil Dibongkar

BATULICIN - Praktik prostitusi secara sembunyi-sembunyi masih saja terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu.…

Sabtu, 21 April 2018 10:27

Tujuh Pemabuk di Pelabuhan Trisakti Digelandang Aparat

BANJARMASIN - Tujuh orang pemabuk diamankan aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL),  Jumat…

Sabtu, 21 April 2018 10:22

Meresahkan, Permainan Boling Asmara di Tanah Bumbu Ditutup

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersikap tegas dengan menutup permainan boling asmara yang biasa beroperasi…

Sabtu, 21 April 2018 09:49
BREAKING NEWS

Pengendara Motor Tabrak Sepeda, Dua Ibu-ibu Terkapar Dijalan, Begini Kondisinya

BANJARBARU - Lakalantas terjadi di Jalan A Yani Km 23, Landasan Ulin. Sabtu (21/4) sekitar pukul 07.45…

Jumat, 20 April 2018 20:53
Breaking News

Api Mengamuk di Pasar Empat Serangkai Kotabaru

KOTABARU - Api mengamuk di Pasar Empat Serangkai pusat kota Kabupaten Kotabaru, Jumat (20/4) malam…

Jumat, 20 April 2018 13:33

Sabri Tipu Puluhan Pencari Kerja, Ternyata Begini Modusnya

BANJARMASIN - Bermodalkan akal licik dan dusta, Sabri (36) warga Jalan Kelayan A No 33 RT 4 Rw 1 Kelurahan…

Jumat, 20 April 2018 13:23

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Seruduk Mobil Lagi Parkir

BANJARMASIN - Setelah melindas pohon dan menabrak mobil Xenia, pengemudi truk tanpa muatan diamankan…

Kamis, 19 April 2018 14:18

Keluarga Korban Akhirnya Angkat Bicara Terkait Hubungan Mulin dan Pelaku

MARTAPURA – Jenazah Siti Mulinnikmah dikebumikan bersebelahan dengan kubur kakeknya di alkah keluarga,…

Kamis, 19 April 2018 11:52

Kodok Bikin Onar di Kuin Selatan, Polisi Datang, ini yang Terjadi

BANJARMASIN - Keonaran terjadi di Jalan Kuin Selatan,  tepat di depan Gang Ukhuwah Islamiah RT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .