MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Minggu, 14 Mei 2017 17:50
Kasus Anak Kandung Gugat Ayah
Haji Darlan Siap Bayar Kewajiban, Asalkan Sang Anak Cabut Gugatan
H Darlan

PROKAL.CO,  

TAPIN - Kasus gugatan perdata yang dilakukan Haji Rahmatullah (45) kepada ayah kandungnya, Haji Darlan (65) warga Jalan Aluh Idut, Rantau, Kabupaten Tapin membuat heboh. Bagaimana seorang anak menggugat ayahnya sendiri ?

Radar Banjarmasin berhasil mewawancarai Haji Rahmat begitu panggilan Haji Rahmatullah, Jumat (12/5). Pria yang sekarang menetap di

Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) itu mengemukakan alasan kenapa dia sampai mengajukan gugatan kepada ayahnya.

Semenjak ibunya (Hj Helyati) meninggal, kata Haji Rahmat, masih ada kewajiban-kewajiban perusaaan CV Karyati yang belum diselesaikan seperti dana reklamasi dan reboisasi tambang. Nilainya pun tidak sedikit, nominalnya kurang lebih Rp60 miliar.

"Karena inilah saya mengajukan gugatan, untuk mengumpulkan uang untuk biaya reklamasi atau menutup bekas galian pertambangan CV Karyati nanti," jelas Haji Rahmat ketika dihubungi melalui telepon, Jumat (12/5).

Jadi apa yang dilakukannya, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan bersama ayah dan ketiga adiknya. "Intinya untuk memperbaiki dan menyelamatkan perusahaan keluarga juga," tambahnya.

Sebelumnya, menurut Haji Rahmat, sekitar setahun lalu, dia sudah mencoba duduk bersama untuk membicarakan secara musyawarah dengan ayah dan ketiga adiknya, Haji Rahman Hidayat, Hj Sri Wahyuni dan Haji Wahyudi. Dia menyarankan kepada Haji Darlan agar untuk sementara tidak menjalankan perusahaan tersebut karena akte perusaaan belum diperbaharui. Namun sayangnya, niatnya itu tidak mendapat respon baik.

"Sebelum menggugat setahun saya sudah bersabar, selama setahun itu sudah didekati dan dilakukan upaya musyawarah tapi tidak direspon, karena itu saya mengajukan gugatan," kata Haji Rahmat.

Menurutnya, gugatan ini bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi melainkan untuk ayah dan adik-adiknya. Karena dengan dilibatkannya dia dan seluruh adik-adiknya dalam perusahaan segala bentuk pengeluaran dan pemasukan perusahaan harus sepengetahuan dan persetujuan bersama.

"Jadi kalau ada keperluan untuk mengambil uang, baik dari saya maupun adik-adik saya harus ada persetujuan bersama," jelasnya.

Haji Rahmat optimistis 90 persen dapat memenangkan gugatan ini. Pasalnya ia mengklaim memiliki bukti-bukti, seperti akte yang belum ada perubahan menyangkut ahli waris dan bukti produksi. Melihat bukti-bukti dasar itu saya yakin memenangkan gugatan ini," jelasnya.

Menanggapi upaya yang dilakukan putranya yang ingin menyelesaikan masalah reklamasi dan reboisasi, Haji Darlan melemah. Dia menyatakan pihaknya bersedia membayar semua biayanya. Bahkan dia berjanji dapat menyiapkan dalam kurun waktu satu minggu ini. "Kalau itu alasannya, saya bisa terima dan saya bisa menyiapkan dalam satu minggu ini," katanya.

Tapi, jika dirinya bersedia untuk menyiapkan dana reklamasi dan reboisasi, dia berharap anaknya bisa arif dan bijaksana mau mencabut gugatannya. "Tapi asal dari pihak penggugat mau mencabut semua gugatan atau tuntutan di pengadilan," ucapnya.

Haji Darlan bercerita, setelah istrinya meninggal pada 16 Oktober 2015, ia mau menjalankan kegiatan di tambang dan mau mengubah kepengurusan CV Karyati di depan notaris. Tapi setelah hari yang sudah ditentukan ternyata Haji Rahmat tidak kunjung datang. Bahkan dia sempat mencoba menghubungi namun tidak ada respon.

"Dua kali saya menghubungi, tapi karena tidak ada respon, lalu saya konsultasi dengan dinas terkait," ujarnya.

Setelah dipelajari oleh pihak dinas mengenai permasalahan tersebut, jelas Haji Darlan, karena dalam surat kuasa masih ada namanya, maka dipersilahkan menjalankan perusahaan tanpa harus merubah kepengurusan.

Sekitar 2 bulan berjalan, Februari 2016 perusahaan mendapat keuntungan yang kemudian dibagikan kepada anak-anaknya sesuai wasiat dari istrinya. "Hasil keuntungan perusahaan selama dua bulan itu saya gunakan untuk memberangkatkan Haji Rahmat, istrinya dan cucu-cucu umroh," jelasnya.

Kemudian setelah 8 bulan perusahaan berjalan, lagi-lagi perusahaan mendapatkan keuntungan. Hasilnya dibagikan kepada anak-anaknya. "Waktu itu anak-anak termasuk Haji Rahmat saya kasih Rp1,3 miliar," tambahnya.

Selanjutnya setelah 3 bulan berjalan tepatnya bulan Januari 2017, perusahaan yang dikelolanya kembali mendapat hasil. Tapi sebelum itu, dia bercerita kepada anak keduanya (Haji rahman) bahwa ada catatan yang dibuat ibunya sebelum meninggal, isinya mengenai uang yang dipinjam beberapa orang anaknya, dan ia merasa itu perlu diketahui oleh seluruh anak-anaknya.

"Menurut buku yang dicatat almarhumah, bahwa Haji Rahman ada utang sekitar Rp1,3 miliar dan Haji Rahmat Rp5 miliar lebih. Saya mengatakan kepadanya bukan untuk menagih tapi menceritakan saja catatan yang disimpan almarhumah agar mereka tahu," jelasnya.(mr-147/ij/ran/ema)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 10:42

Sopir Pingsan, Truk Kontainer Lompati Median Jalan

BANJARBARU - Pengguna jalan yang melintas di Jalan A Yani Km 23, Sabtu (18/11) kemarin dihebohkan…

Minggu, 19 November 2017 10:33

Ya Ampun, Tingginya Transaksi Narkoba di Serambi Mekkah

MARTAPURA - Kabupaten Banjar adalah penyangga Kota Banjarmasin, efeknya tentu beragam. Salah satunya…

Sabtu, 18 November 2017 13:12

Peti Kemas Berisi Rokok Dibobol Maling, Ratusan Juta Lenyap

BANJARMASIN - Rokok senilai ratusan juta rupiah di peti kemas area kawasan pelabuhan Trisakti Banjarmasin,…

Sabtu, 18 November 2017 13:09

Buron Satu Tahun, Akhirnya Penganiaya Fatmila Diringkus

RANTAU - Setelah hampir satu tahun lebih melarikan diri, akhirnya seorang pelaku penganiayaan berhasil…

Sabtu, 18 November 2017 13:04

Rumah Pengedar Sabu di Kuin Selatan Digerebek

BANJARMASIN - Lagi-lagi anggota Buser Polsekta Banjarmasin  Barat berhasil menangkap seorang …

Jumat, 17 November 2017 15:37

Razia Lagi di Eks Pembatuan, Dikira PSK, Ternyata Pelajar

BANJARBARU - Gadis 15 tahun hampir saja dibawa Satpol PP. Andai sang nenek, Sutirah tidak mati-matian…

Jumat, 17 November 2017 15:30

ASTAGFIRULLAH..!! Ayah Haus Seks, Anak Kandung Ditiduri, Kini Hamil 2 Bulan

KOTABARU - Jika sampai Melati akhirnya mengadukan ayahnya, artinya habis sudah kesabarannya. Selama…

Jumat, 17 November 2017 13:49

Digelar Dua Pekan, Operasi Zebra di Banjarbaru Jaring Ribuan Pengendara

BANJARBARU - Digelar selama dua pekan, operasi Zebra Intan 2017 Selasa (14/11) tadi telah berakhir.…

Jumat, 17 November 2017 11:40

Resahkan Warga Jalan Simpang Anem, Penjual Sabu Diringkus

BANJARMASIN - Ardian Noor (31) tak bisa berkutik saat tertangkap tangan membawa sabu oleh anggota Polsekta…

Jumat, 17 November 2017 11:27

Kaca Mobil Dipalu, Uang Pak Kades Rp100 Juta Raib

RANTAU - Warga desa Pematang Karangan Hulu,  kecamatan Tapin Tengah,  dikagetkan peristiwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .