MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 16 Mei 2017 13:42
YA AMPUN..!! Perawat Digaji Cuma Rp 100 Ribu, Ya Protes La....

PROKAL.CO, TANJUNG - Meski profesi yang penting, perawat ternyata masih jenis profesi dengan pendapatan yang kecil di Banua. Di Kabupaten Tabalong ditemukan perawat masih digaji tak layak.  Ansar, Penyuluh Kesehatan di Puskesmas Panaan Kecamatan Bintang Ara mengeluh karena hanya bergaji Rp100 perbulan.

Kepada wartawan, Senin (15/5) kemarin dia mengaku uang sebanyak itu tidak mencukupi kehidupan dirinya, beserta keluarga. Istri dan satu anaknya. "Ya tidak cukup," katanya di Tanjung. 

Untung saja, rekan-rekannya merasa iba atas dirinya. Setiap sebulan sekali, mereka memberikan santunan sukarela. Meski itu juga tidak begitu banyak, paling tidak membantu kebutuhan sehari-hari. 

"Dapatnya tidak tentu. Sekitar Rp200ribu, terkadang pernah Rp500ribu," jelas pria berusia 30 tahun tersebut. 

Untuk hidup di Kabupaten Tabalong memang sangat sulit. Kebutuhan pokok dihargai cukup tinggi, sehingga untuk menutupinya Ansar pun pintar-pintar membagi peluang usaha. Setidaknya, sambil menjadi tenaga kerja sukarela (TKS) Puskesmas, dia sambil menyadap karet. 

Kalau dihitung, perjuangan dengan apa yang diterima Ansar tidak sebanding. Pasalnya, sehari-hari bekerja, perjalanan lebih dari seratus kilometer memasuki kawasan pedalaman Tabalong selalu ditempuh. Itu lantaran posisi Puskesmas Panaan dari rumahnya di Desa Tamunti Kecamatan Jaro. 

Jalan rusak, berlumpur dan jurang yang menjulang, adalah halangan yang harus dilewati. "Sudah berulang kali terguling dari atas ke bawah," kenangnya.

Memang, dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong menyediakan satu unit sepeda motor untuknya dan rekan sekerjanya. Digunakan bergoncengan satu sama lainnya. Tapi, medan tidak merestui demikian, lintasan hanya bisa dilintasi tanpa penumpang. 

Walhasil, kerelaan menggunakan sepeda motor sendiri harus dilakukan menghadapi medan. "Ya tidak apa-apa, demi warga masyarakat kita sendiri," kisahnya. 

Untung saja, setelah bekerja beberapa tahun, tepatnya sejak 2010 lalu, statusnya sebagai TKS atas kemauannya sendiri dihargai lebih. Paling tidak, dia diikutsertakan dalam pegawai kontrak program kegiatan penyuluhan. 

"Baru-baru ini saja menjalani kontrak program. Tunjangan tidak ada. Jaminan kesehatan tidak ada juga. BPJS saya bayar sendiri," jelasnya. 

Memang pendapatan status barunya lumayan membaik, tapi pembayarannya tetap harus bersabar. Pasalnya tidak setiap bulan, paling tidak bisa lima bulan sekali. 

Kondisi Ansar ternyata tidak dirasakan sendiri, setidaknya ada sebanyak 196 orang petugas kesehatan yang bekerja di lingkup Pemkab Tabalong. Status mereka tidak hanya TKS, namun juga honorer pekerja tidak tetap (PTT) dan Kontrak. 

Sebagai upaya perjuangan memperbaiki kesejahteraan, mereka semua mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong untuk menyampaikan aspirasinya. 

Paling tidak ada isi aspirasi yang disampaikan ada enam poin. Yaitu, agar petugas kesehatan berstatus TKS diangkat menjadi PTT atau Kontrak, upah PTT dan Kontrak harus sesuai upah minimum kabupaten (UMK) 2017, mendapatkan gaji ke 13 dan tunjangan hari raya, mendapatkan jaminan kesehatan nasional, mendapatkan cuti tahunan dan melahirkan. Ditambah, jika ada pengumuman tenaga kerja PTT dan Kontrak kesehatan lebih diutamakan, dan bersifat terbuka. Tentunya memprioritaskan putra dan putri Tabalong. 

Semua aspirasi itu dikoordinir oleh Forum Koordinasi Perawat Honorer Indonesia (FKPHI) Kabupaten Tabalong dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Mereka mengajak semua perawat untuk menyampaikan masalahnya. 

Ketua FKPHI Kabupaten Tabalong, Rizki mengatakan, aspirasi itu terlahir dari adanya penyampaian FKPHI pusat ke DPR RI. Ini bentuk perjuangan agar perawat bisa menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). "Kegiatan ini juga sekaligus untuk mengumpulkan data, sehingga bisa disampaikan ke masing-masing pemerintah daerah dan pusat," ujarnya.

Semua aspirasi itu diterima jajaran Komisi I Bidang Kesehatan, Pendidikan dan Kemasyarakatan pada DPRD Kabupaten Tabalong. Mereka siap membantu dan meminta Pemkab Tabalong untuk memenuhinya. 

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Tabalong, Kusnadi Uwis mengakui jika selama ini tenaga kesehatan kurang mendapatkan perhatian. Pasalnya yang lebih sering adalah guru atau tenaga pendidik.

"Kami sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan hak mereka (perawat), karena hak mereka kurang teraspirasi," ujarnya. Padahal diakuinya, perawat adalah ujung tombak kesehatan.  

Selanjutnya, DPRD akan memanggil dan membicarakanya dengan eksekutif. Setidaknya bisa memberikan status perawat TKS menjadi PTT atau kontrak. "Akan kami bicarakan ke bupati," sebutnya. 

Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Tabalong, H Mahdi Noor memberitahukan, belum bisa diputuskan. "Kami masih pelajari dulu," ujarnya. (ibn/yn/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 15:29

HEDEH..!! Warga Keluhkan Proses Adminstrasi Ganti Nopol Terlalu Ribet

ATURAN baru mengenai pengurusan pelat nomor kendaraan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No…

Selasa, 24 April 2018 15:23

Gangguan Server dan Listrik Padam, Warnai UNBK SMP di Martapura

MARTAPURA – Para pelajar SMP sempat panik saat tiba-tiba lampu padam di gedung SMK 1 Martapura.…

Selasa, 24 April 2018 15:17

Ayo Buruan Unduh Aplikasi Sasirangan, Dijamin Banyak Manfaatnya

18 hari setelah diluncurkan, pengunduh aplikasi Sasirangan terus melonjak. Hampir dua kali lipat sejak…

Selasa, 24 April 2018 15:13

Menjelang Akhir Semester II Tp. 2017/2018, Siswa Kelas XI Ikuti Ujian Lisan

BANJARBARU - Setelah sebelumnya ikuti ujian seminar  magang (prakerin) secara berkelompok,…

Selasa, 24 April 2018 15:04

Hari Pertama UNBK SMP di Banjarmasin, Lagi-Lagi Ada Gangguan

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama untuk SMP berlangsung kemarin (23/4). Lalu, apakah…

Selasa, 24 April 2018 15:01

Pemko Telat Bayar Tagihan Kantor, Hamdi: Ini Memalukan!

BANJARMASIN - Sejumlah dinas, bagian dan badan di Pemko Banjarmasin dibuat "babak-beluar". Dalam rapat…

Selasa, 24 April 2018 14:52

Pelaku Seni Tuntut Gedung Bina Satria Difungsikan Seperti Semula

BANJARBARU - Gedung Bina Satria dulu dibangun untuk menjadi wadah kegiatan kepemudaan dan wadah berekspresi…

Selasa, 24 April 2018 14:48

Mantap..! SMK Pertanian Banjarbaru Pertahankan Piala PMR Tingkat Kalsel

BANJARBARU - SMKPP Negeri Banjarbaru memiliki berbagai kegiatan untuk menunjang kemampuan…

Selasa, 24 April 2018 14:36

Kerbau Rawa di Paminggir HSU Diincar Wisatawan Tiongkok

AMUNTAI - Kabar gembira bagi peternak kerbau rawa di Kecamatan Paminggir Kecamatan Hulu Sungai Utara…

Selasa, 24 April 2018 14:14
Pemkab Tabalong

Plt Bupati Tabalong Beri Apresiasi SMPN 1 Tanta

TANJUNG - SMPN 1 Tanta ternyata turut meramaikan peringatan tujuh hari untuk bumi di Taman Ruang Terbuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .