MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 16 Mei 2017 13:42
YA AMPUN..!! Perawat Digaji Cuma Rp 100 Ribu, Ya Protes La....

PROKAL.CO, TANJUNG - Meski profesi yang penting, perawat ternyata masih jenis profesi dengan pendapatan yang kecil di Banua. Di Kabupaten Tabalong ditemukan perawat masih digaji tak layak.  Ansar, Penyuluh Kesehatan di Puskesmas Panaan Kecamatan Bintang Ara mengeluh karena hanya bergaji Rp100 perbulan.

Kepada wartawan, Senin (15/5) kemarin dia mengaku uang sebanyak itu tidak mencukupi kehidupan dirinya, beserta keluarga. Istri dan satu anaknya. "Ya tidak cukup," katanya di Tanjung. 

Untung saja, rekan-rekannya merasa iba atas dirinya. Setiap sebulan sekali, mereka memberikan santunan sukarela. Meski itu juga tidak begitu banyak, paling tidak membantu kebutuhan sehari-hari. 

"Dapatnya tidak tentu. Sekitar Rp200ribu, terkadang pernah Rp500ribu," jelas pria berusia 30 tahun tersebut. 

Untuk hidup di Kabupaten Tabalong memang sangat sulit. Kebutuhan pokok dihargai cukup tinggi, sehingga untuk menutupinya Ansar pun pintar-pintar membagi peluang usaha. Setidaknya, sambil menjadi tenaga kerja sukarela (TKS) Puskesmas, dia sambil menyadap karet. 

Kalau dihitung, perjuangan dengan apa yang diterima Ansar tidak sebanding. Pasalnya, sehari-hari bekerja, perjalanan lebih dari seratus kilometer memasuki kawasan pedalaman Tabalong selalu ditempuh. Itu lantaran posisi Puskesmas Panaan dari rumahnya di Desa Tamunti Kecamatan Jaro. 

Jalan rusak, berlumpur dan jurang yang menjulang, adalah halangan yang harus dilewati. "Sudah berulang kali terguling dari atas ke bawah," kenangnya.

Memang, dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong menyediakan satu unit sepeda motor untuknya dan rekan sekerjanya. Digunakan bergoncengan satu sama lainnya. Tapi, medan tidak merestui demikian, lintasan hanya bisa dilintasi tanpa penumpang. 

Walhasil, kerelaan menggunakan sepeda motor sendiri harus dilakukan menghadapi medan. "Ya tidak apa-apa, demi warga masyarakat kita sendiri," kisahnya. 

Untung saja, setelah bekerja beberapa tahun, tepatnya sejak 2010 lalu, statusnya sebagai TKS atas kemauannya sendiri dihargai lebih. Paling tidak, dia diikutsertakan dalam pegawai kontrak program kegiatan penyuluhan. 

"Baru-baru ini saja menjalani kontrak program. Tunjangan tidak ada. Jaminan kesehatan tidak ada juga. BPJS saya bayar sendiri," jelasnya. 

Memang pendapatan status barunya lumayan membaik, tapi pembayarannya tetap harus bersabar. Pasalnya tidak setiap bulan, paling tidak bisa lima bulan sekali. 

Kondisi Ansar ternyata tidak dirasakan sendiri, setidaknya ada sebanyak 196 orang petugas kesehatan yang bekerja di lingkup Pemkab Tabalong. Status mereka tidak hanya TKS, namun juga honorer pekerja tidak tetap (PTT) dan Kontrak. 

Sebagai upaya perjuangan memperbaiki kesejahteraan, mereka semua mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong untuk menyampaikan aspirasinya. 

Paling tidak ada isi aspirasi yang disampaikan ada enam poin. Yaitu, agar petugas kesehatan berstatus TKS diangkat menjadi PTT atau Kontrak, upah PTT dan Kontrak harus sesuai upah minimum kabupaten (UMK) 2017, mendapatkan gaji ke 13 dan tunjangan hari raya, mendapatkan jaminan kesehatan nasional, mendapatkan cuti tahunan dan melahirkan. Ditambah, jika ada pengumuman tenaga kerja PTT dan Kontrak kesehatan lebih diutamakan, dan bersifat terbuka. Tentunya memprioritaskan putra dan putri Tabalong. 

Semua aspirasi itu dikoordinir oleh Forum Koordinasi Perawat Honorer Indonesia (FKPHI) Kabupaten Tabalong dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Mereka mengajak semua perawat untuk menyampaikan masalahnya. 

Ketua FKPHI Kabupaten Tabalong, Rizki mengatakan, aspirasi itu terlahir dari adanya penyampaian FKPHI pusat ke DPR RI. Ini bentuk perjuangan agar perawat bisa menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). "Kegiatan ini juga sekaligus untuk mengumpulkan data, sehingga bisa disampaikan ke masing-masing pemerintah daerah dan pusat," ujarnya.

Semua aspirasi itu diterima jajaran Komisi I Bidang Kesehatan, Pendidikan dan Kemasyarakatan pada DPRD Kabupaten Tabalong. Mereka siap membantu dan meminta Pemkab Tabalong untuk memenuhinya. 

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Tabalong, Kusnadi Uwis mengakui jika selama ini tenaga kesehatan kurang mendapatkan perhatian. Pasalnya yang lebih sering adalah guru atau tenaga pendidik.

"Kami sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan hak mereka (perawat), karena hak mereka kurang teraspirasi," ujarnya. Padahal diakuinya, perawat adalah ujung tombak kesehatan.  

Selanjutnya, DPRD akan memanggil dan membicarakanya dengan eksekutif. Setidaknya bisa memberikan status perawat TKS menjadi PTT atau kontrak. "Akan kami bicarakan ke bupati," sebutnya. 

Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Tabalong, H Mahdi Noor memberitahukan, belum bisa diputuskan. "Kami masih pelajari dulu," ujarnya. (ibn/yn/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:38

Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit

KANDANGAN – Arus Sungai Amandit yang meluap dan berarus kuat setelah hujan yang turun sejak Kamis…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Clean Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

BATULICIN - DPRD Tanbu menyetujui Raperda Penanggulangan Prostitusi, Perumahan dan Permukiman menjadi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Pantau Persiapan Penilaian Akreditasi

BATULICIN - RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:14

Bangun Rumah Tahfiz di Tiap Desa

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor mengatakan untuk mencegah kerusakan mental generasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:13

Penyandang Disabilitas Berat Terima Bantuan

BATULICIN - Penyandang disabilitas berat di Kabupaten Tanah Bumbu mendapat perhatian penuh dari pemerintah.…

Kamis, 14 Desember 2017 16:00

Marasnya..!! Pariwisata Kalsel Tak Dilirik Kemenpar

BANJARMASIN – Tak ada pariwisata Kalsel dalam 18 tujuan wisata unggulan 2018 yang dirilis Kementerian…

Kamis, 14 Desember 2017 15:58

Walikota Banjarmasin Membantah Akan Bangun Jembatan Kaca

BANJARMASIN - Jika Anda sudah membayangkan Banjarmasin bakal memiliki jembatan kaca, maka bersiaplah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .