MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 16 Mei 2017 13:42
YA AMPUN..!! Perawat Digaji Cuma Rp 100 Ribu, Ya Protes La....

PROKAL.CO, TANJUNG - Meski profesi yang penting, perawat ternyata masih jenis profesi dengan pendapatan yang kecil di Banua. Di Kabupaten Tabalong ditemukan perawat masih digaji tak layak.  Ansar, Penyuluh Kesehatan di Puskesmas Panaan Kecamatan Bintang Ara mengeluh karena hanya bergaji Rp100 perbulan.

Kepada wartawan, Senin (15/5) kemarin dia mengaku uang sebanyak itu tidak mencukupi kehidupan dirinya, beserta keluarga. Istri dan satu anaknya. "Ya tidak cukup," katanya di Tanjung. 

Untung saja, rekan-rekannya merasa iba atas dirinya. Setiap sebulan sekali, mereka memberikan santunan sukarela. Meski itu juga tidak begitu banyak, paling tidak membantu kebutuhan sehari-hari. 

"Dapatnya tidak tentu. Sekitar Rp200ribu, terkadang pernah Rp500ribu," jelas pria berusia 30 tahun tersebut. 

Untuk hidup di Kabupaten Tabalong memang sangat sulit. Kebutuhan pokok dihargai cukup tinggi, sehingga untuk menutupinya Ansar pun pintar-pintar membagi peluang usaha. Setidaknya, sambil menjadi tenaga kerja sukarela (TKS) Puskesmas, dia sambil menyadap karet. 

Kalau dihitung, perjuangan dengan apa yang diterima Ansar tidak sebanding. Pasalnya, sehari-hari bekerja, perjalanan lebih dari seratus kilometer memasuki kawasan pedalaman Tabalong selalu ditempuh. Itu lantaran posisi Puskesmas Panaan dari rumahnya di Desa Tamunti Kecamatan Jaro. 

Jalan rusak, berlumpur dan jurang yang menjulang, adalah halangan yang harus dilewati. "Sudah berulang kali terguling dari atas ke bawah," kenangnya.

Memang, dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong menyediakan satu unit sepeda motor untuknya dan rekan sekerjanya. Digunakan bergoncengan satu sama lainnya. Tapi, medan tidak merestui demikian, lintasan hanya bisa dilintasi tanpa penumpang. 

Walhasil, kerelaan menggunakan sepeda motor sendiri harus dilakukan menghadapi medan. "Ya tidak apa-apa, demi warga masyarakat kita sendiri," kisahnya. 

Untung saja, setelah bekerja beberapa tahun, tepatnya sejak 2010 lalu, statusnya sebagai TKS atas kemauannya sendiri dihargai lebih. Paling tidak, dia diikutsertakan dalam pegawai kontrak program kegiatan penyuluhan. 

"Baru-baru ini saja menjalani kontrak program. Tunjangan tidak ada. Jaminan kesehatan tidak ada juga. BPJS saya bayar sendiri," jelasnya. 

Memang pendapatan status barunya lumayan membaik, tapi pembayarannya tetap harus bersabar. Pasalnya tidak setiap bulan, paling tidak bisa lima bulan sekali. 

Kondisi Ansar ternyata tidak dirasakan sendiri, setidaknya ada sebanyak 196 orang petugas kesehatan yang bekerja di lingkup Pemkab Tabalong. Status mereka tidak hanya TKS, namun juga honorer pekerja tidak tetap (PTT) dan Kontrak. 

Sebagai upaya perjuangan memperbaiki kesejahteraan, mereka semua mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong untuk menyampaikan aspirasinya. 

Paling tidak ada isi aspirasi yang disampaikan ada enam poin. Yaitu, agar petugas kesehatan berstatus TKS diangkat menjadi PTT atau Kontrak, upah PTT dan Kontrak harus sesuai upah minimum kabupaten (UMK) 2017, mendapatkan gaji ke 13 dan tunjangan hari raya, mendapatkan jaminan kesehatan nasional, mendapatkan cuti tahunan dan melahirkan. Ditambah, jika ada pengumuman tenaga kerja PTT dan Kontrak kesehatan lebih diutamakan, dan bersifat terbuka. Tentunya memprioritaskan putra dan putri Tabalong. 

Semua aspirasi itu dikoordinir oleh Forum Koordinasi Perawat Honorer Indonesia (FKPHI) Kabupaten Tabalong dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Mereka mengajak semua perawat untuk menyampaikan masalahnya. 

Ketua FKPHI Kabupaten Tabalong, Rizki mengatakan, aspirasi itu terlahir dari adanya penyampaian FKPHI pusat ke DPR RI. Ini bentuk perjuangan agar perawat bisa menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). "Kegiatan ini juga sekaligus untuk mengumpulkan data, sehingga bisa disampaikan ke masing-masing pemerintah daerah dan pusat," ujarnya.

Semua aspirasi itu diterima jajaran Komisi I Bidang Kesehatan, Pendidikan dan Kemasyarakatan pada DPRD Kabupaten Tabalong. Mereka siap membantu dan meminta Pemkab Tabalong untuk memenuhinya. 

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Tabalong, Kusnadi Uwis mengakui jika selama ini tenaga kesehatan kurang mendapatkan perhatian. Pasalnya yang lebih sering adalah guru atau tenaga pendidik.

"Kami sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan hak mereka (perawat), karena hak mereka kurang teraspirasi," ujarnya. Padahal diakuinya, perawat adalah ujung tombak kesehatan.  

Selanjutnya, DPRD akan memanggil dan membicarakanya dengan eksekutif. Setidaknya bisa memberikan status perawat TKS menjadi PTT atau kontrak. "Akan kami bicarakan ke bupati," sebutnya. 

Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Tabalong, H Mahdi Noor memberitahukan, belum bisa diputuskan. "Kami masih pelajari dulu," ujarnya. (ibn/yn/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 22 Agustus 2017 16:33

Innalillah.. Dua Jemaah Banua Dikabarkan Meninggal Dunia

BANJARMASIN - Berita duka datang dari Mekkah. Dua jemaah haji asal Banua dikabarkan telah meninggal…

Selasa, 22 Agustus 2017 16:07

Taksi Online Boleh Mengantar ke Bandara, Tapi Tak Boleh Menjemput

Meski sukses menjadi layanan transportasi idaman di berbagai daerah, kehadiran taksi online di Banua…

Selasa, 22 Agustus 2017 12:13

Proyek Tak Ada Anggaran, Bina Marga Masih Tutup Mulut

KOTABARU - Kisruh pekerjaan pemeliharaan jalan di Kecamatan Pulau Laut Timur terus berlanjut. Warga…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:57

Perekrutan di RS Idaman Dijamin Bebas Titipan dan Intrik

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani memberi garansi perekrutan pegawai Rumah Sakit Idaman…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:50

Nadjmi: Setop Ribut Tanah Uruk di Bandara Syamsudin Noor

BANJARBARU - Polemik tanah uruk untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor berlanjut. Diulas di media…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:40

Tanbu Gelar Tablig Akbar Dalam Rangka HUT RI ke-72

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Tablig Akbar dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:38

HUT RI ke-72 Momentum Membangun Daerah

BATULICIN - Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 bertema Indonesia Kerja Bersama. Dengan tema…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:37

Ini Dia Tiga Reperda Disahkan DPRD Tanbu

BATULICIN - Sebanyak tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tahun 2017 mendapat persetujuan…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:14
Kabar Batola

Kepala BPKAD Batola: Barang yang Dimanfaatkan Masyarakat Harus Diretribusi

MARABAHAN - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Barito Kuala (Batola)…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:09

Kelotok Karam, Tiga Orang Tenggelam

MARABAHAN - Sebuah kelotok yang ditumpangi 9 orang tenggelam di Perairan Sungai Barito, Desa Belandean,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .