MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 19 Mei 2017 14:17
Raja Zenith Amuntai H Tinghui Dijerat Kasus Baru
BARANG BUKTI: Barang bukti zenith yang ditemukan polisi di apotek H Tinghui. Raja zenith amuntai ini kini dijerat dengan kasus baru pencucian uang.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Supian Sauri alias Haji Tinghui yang sempat terjerat dengan kepemilikan Zenith bernilai miliaran rupiah kini sudah ditunggu kasus lain. Polda Kalsel menemukan indikasi tindak pencucian uang yang dilakukan oleh pungusaha asal Amuntai ini.

Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Rachmat Mulyana mengatakan ditengarai hasil penjualan obat daftar G merek Zenith dan Dextro yang telah dilakoni oleh Tinghui sejak tahun 2006. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Subdit II Bidang Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Ditkrimsus Polda Kalsel yang dipimpin AKBP Doni Adi Santoso, hasil penjualan obat-obatan daftar G yang dilakukan pelaku diduga sengaja disimpan dalam rekening bank yang berbeda-beda. Ada 24 rekening yang ditemukan dari pelaku.

“Omsetnya 1 Miliar perbulan, total uang yang disita dari puluhan rekening itu jumlahnya Rp15.034.521.925,” sebut Kapolda, Kamis (18/5).

Menurut orang nomor satu di Polda Kalsel ini, pengungkapan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diungkap oleh jajarannya ini merupakan yang terbesar di Kalsel. “Rencananya Mabes akan join investigastion untu menyelidiki tersangka,” jelasnya.

Jika terbukti, Tinghui akan dijerat dengan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. “Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” tegasnya.

Itu berarti hukuman yang berat bagi Tinghui. Pasalnya sejak dia terjerat hukum karena apotik miliknya yang berada di jalan Abdul Gani Majidi, Kelurahan Paliwara, Amuntai Tengah yang digerebek oleh jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU) pada 2016 lalu, penanganan kasusnya diliputi kontroversi. Setelah divonis 9 tahun di Pengadilan Negeri Amuntai, dia banding dan akhirnya hanya divonis hukuman penjara 18 bulan dan denda Rp 10 juta subsider enam bulan di Pengadilan Tinggi Kalsel. Vonis ini hanya sedikit lebih berat dari tuntutan JPU yang menuntutnya dengan hukuman 1 tahun penjara denda Rp 10 juta subsider 6 bulan.

Haji Tinghui ditangkap dengan jumlah obat-obatan fantastis, yaitu 56 kardus zenith atau jika dihitung mencapai 1,500.900 butir dan apabila dinominalkan dalam rupiah mencapai 2,6 miliar. Sementara Dextro sebanyak empat kardus dalam dua box, dengan jumlah 374.064 butir, dengan nominal mencapai Rp 97.776.640. (gmp/yn/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:53

Ngamuk Bawa Parang, Polisi Datang Langsung Bercebur ke Sungai

BARABAI – Warga Barabai Darat Hulu Sungai Tengah Rabu (13/12) malam kemarin sempat dibuat heboh…

Jumat, 15 Desember 2017 15:50

Terdakwa Kasus Suap Beberkan Suap Lain di PDAM

Terdakwa kasus suap untuk pengesahan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih, Muslih akhirnya membuka…

Jumat, 15 Desember 2017 15:32

ADA APA? Ratusan Warga Serbu KPUD HSS

KANDANGAN –  Merasa tidak puas dengan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten…

Jumat, 15 Desember 2017 15:05

Banjarmasin Bakal Miliki Perda untuk Pil Teler

BANJARMASIN - Sebentar lagi Banjarmasin memiliki perda larangan pil untuk teler. Patut dicatat, pasal…

Jumat, 15 Desember 2017 14:56

Sengketa, Rumah Mewah di Kayutangi Dieksekusi

BANJARMASIN - Sebuah rumah dan lahan kosong yang berlokasi di jalan Hasan Basri Banjarmasin,  Rt…

Kamis, 14 Desember 2017 16:05

Rugikan Negara Rp 1,7 Miliar, Mantan Kadisdik HST Ditahan

BARABAI - Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) HST Dia Udini akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri…

Kamis, 14 Desember 2017 10:43

Satu Tahanan di Rutan Polda Kalsel Terjangkit TBC

BANJARMASIN - Satu orang dari sembilan puluh tahanan di Rutan Polda Kalsel terjangkit  Tubercolosis…

Rabu, 13 Desember 2017 15:37

Waduh..! Bupati Kotabaru Dituntut Rp102 Miliar

KOTABARU - Pernah mendengar pegawai menuntut kepala daerah ganti kerugian jabatan senilai Rp100 miliar…

Rabu, 13 Desember 2017 15:11

Polisi Razia Knalpot Blong ke Sekolah

BANJARBARU - Banyaknya keluhan dari masyarakat tentang masih adanya balapan liar dan penggunaan knalpot…

Rabu, 13 Desember 2017 14:32

KNKT Investigasi Kapal Karam di Sungai Barito

BANJARMASIN - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menginvestigasi insiden karamnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .