MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 24 Mei 2017 17:57
Teatrikal Kenang Jumat Kelabu di Banjarmasin
TEATRIKAL: Mahasiwa Uniska dari Sanggar Titian Barantai melakukan atraksi mengenang Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 silam, di perempatan Jalan Lambung Mangkurat dan di halaman Mitra Plaza, kemarin siang.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Atraksi teatrikal mengenang peristiwa Jumat Kelabu dilakukan mahasiwa Uniska dari Sanggar Titian Barantai, kemarin. Kisah memilukan Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 itu masih membekas hingga sekarang. 

Ketua Umum Sanggar Titian Barantai Uniska Banjarmasin, Irfan Maulana Fadillah, mengatakan bahwa peringatan tragedi Jumat Kelabu dilaksanakan sebagai peringatan agar peristiwa tersebut bisa diambil hikmah dan menjadi terakhir di Kalsel. “Kami berharap tidak ada lagi korban jiwa,” harapnya. Atraksi teatrikal dilakukan dengan berkeliling di pusat kota Banjarmasin.

Mereka menginginkan Banjarmasin yang damai. “Kami menginginkan semua orang sadar jika tragedi tersebut hanya menyisakan sejarah dan luka,” tegasnya.

Kisah memilukan itu juga masih membekas bagi keluarga korban yang sanak familinya hingga saat ini tidak pernah kembali dari insiden tersebut.

Jambrud (57) hanya salah satu dari sekian keluarga korban yang masih menunggu kepulangan anggota keluarganya. Ia kehilangan putra keduanya Syahrani yang masih berusia 18 tahun kala itu setelah menjadi relawan dalam kejadian tersebut. Hingga saat ini, Jambrud pun tidak pernah percaya jika putranya sudah meninggal. “Kami tidak pernah melihat jasadnya. Jadi kami percaya bahwa dia masih hidup,” yakinnya.

Syahrani tak pernah pulang setelah dijemput rekannya agar menjadi relawan dalam kejadian tersebut. Jambrud menceritakan jika anaknya sempat pergi pada sore hari dan pulang saat senja, kembali lagi pergi saat malam hari dan tak pernah pulang. ”Sudah ditangati kada mau juga. Sampai ini kada bulik,” ucap Jambrud dengan logat Bahasa Banjar untuk mencegah anaknya berangkat.

Nana (34), adik Syahrani, menceritakan saat itu masih kelas IV SD. Seingatnya, setelah kehilangan Syahrani, ibunya sempat stres. “Kalau di rumah kami hibur. Wajar kalau ibu stres begitu. Tapi kami sekeluarga masih mengganggap Syahrani masih hidup,” ujarnya.

Tragedi Jumat Kelabu menelan ratusan korban jiwa karena amuk massa di beberapa pusat pertokoan di Banjarmasin. Bahkan ratusan mayat tanpa identitas dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemko Banjarmasin, di Gang PDI Jalan A Yani Km 22 Landasan Ulin, Banjarbaru.

Peristiwa Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 dipicu panasnya suhu kampanye pemilu. Usai salat Jumat segelintir warga melakukan pembakaran dan penjarahan terhadap toko dan pusat perbelanjaan. Selanjutnya aksi tersebut meluas ke segenap penjuru kota Banjarmasin, bahkan merembes ke isu SARA. Para penjarah yang tewas ditemukan terperangkap dalam pertokoan yang dijarah dan dibakar.  

Ahmad Tarmuji pedagang di kawasan pertokoan Sudimampir menjadi saksi peristiwa tersebut. Saat itu, dia ikut salat Jumat. Namun, gara-gara peristiwa itu dia tak bisa keluar. “Saat itu saya masih jualan di toko mesin Union. Saya ingat terperangkap hingga malam hari di masjid Noor. Pas mau pulang ke Kelayan juga tidak bisa karena penjagaan ketat,” kenangnya saat melihat aksi teatrikal tersebut.(eka/az/dye/ema)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 12:08

Waduh, Berkas Calon Independen Tapin Tidak Memenuhi Syarat

RANTAU – Setelah dilakukan verifikasi selama delapan hari oleh KPUD Tapin, berkas dukungan dari…

Senin, 11 Desember 2017 11:29

Dicari Terbaik dari yang Terbaik di Banjarbaru Go Green and Clean 2017

BANJARBARU – Program Banjarbaru Go Green and Clean tahun ini memasuki tahun ke-6, setelah pertama…

Senin, 11 Desember 2017 11:08

Selamat, Nadjmi Raih Penghargaan Menteri LHK

BANJARBARU - Hasil yang membanggakan ditorehkan Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani. Orang nomor satu…

Senin, 11 Desember 2017 10:56

Ajak Ulama Bahas Persoalan Tanbu

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming hadir dalam acara sarasehan bersama ulama se-Kabupaten…

Senin, 11 Desember 2017 10:56

Bentuk Destana Karhutla

BATULICIN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengakibatkan kerugian yang besar, baik dari segi ekonomi,…

Senin, 11 Desember 2017 10:55

Putus Rantai Kemiskinan

BATULICIN - Guna meningkatkan kesamaan gerak dan langkah dalam rangka pelaksanaan Program Keluarga Harapan…

Senin, 11 Desember 2017 10:50

Guru Harus Memiliki Kompetensi

MARABAHAN - Anak Berkebutuhan Khusus (Children With Special Needs) membutuhkan penanganan khusus yang…

Sabtu, 09 Desember 2017 15:56

TNI AU Sediakan 150 Beasiswa Untuk Belajar di SMA Pradita Dirgantara

BANJARBARU - Komandan Pangkalan Udara Sjamsudin Noor Letkol Pnb Abdul Haris mengundang pelajar terbaik…

Sabtu, 09 Desember 2017 15:52

Tanbu Juara Lomba Dayung Perahu Naga

BATULICIN - Tanah Bumbu berhasil menjadi juara Lomba Dayung Perahu Naga (Dragon Boat Open Race)…

Sabtu, 09 Desember 2017 15:50

Panen Perdana Varietas Ciherang

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming melakukan panen perdana padi varietas ciherang hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .