MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 24 Mei 2017 17:57
Teatrikal Kenang Jumat Kelabu di Banjarmasin
TEATRIKAL: Mahasiwa Uniska dari Sanggar Titian Barantai melakukan atraksi mengenang Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 silam, di perempatan Jalan Lambung Mangkurat dan di halaman Mitra Plaza, kemarin siang.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Atraksi teatrikal mengenang peristiwa Jumat Kelabu dilakukan mahasiwa Uniska dari Sanggar Titian Barantai, kemarin. Kisah memilukan Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 itu masih membekas hingga sekarang. 

Ketua Umum Sanggar Titian Barantai Uniska Banjarmasin, Irfan Maulana Fadillah, mengatakan bahwa peringatan tragedi Jumat Kelabu dilaksanakan sebagai peringatan agar peristiwa tersebut bisa diambil hikmah dan menjadi terakhir di Kalsel. “Kami berharap tidak ada lagi korban jiwa,” harapnya. Atraksi teatrikal dilakukan dengan berkeliling di pusat kota Banjarmasin.

Mereka menginginkan Banjarmasin yang damai. “Kami menginginkan semua orang sadar jika tragedi tersebut hanya menyisakan sejarah dan luka,” tegasnya.

Kisah memilukan itu juga masih membekas bagi keluarga korban yang sanak familinya hingga saat ini tidak pernah kembali dari insiden tersebut.

Jambrud (57) hanya salah satu dari sekian keluarga korban yang masih menunggu kepulangan anggota keluarganya. Ia kehilangan putra keduanya Syahrani yang masih berusia 18 tahun kala itu setelah menjadi relawan dalam kejadian tersebut. Hingga saat ini, Jambrud pun tidak pernah percaya jika putranya sudah meninggal. “Kami tidak pernah melihat jasadnya. Jadi kami percaya bahwa dia masih hidup,” yakinnya.

Syahrani tak pernah pulang setelah dijemput rekannya agar menjadi relawan dalam kejadian tersebut. Jambrud menceritakan jika anaknya sempat pergi pada sore hari dan pulang saat senja, kembali lagi pergi saat malam hari dan tak pernah pulang. ”Sudah ditangati kada mau juga. Sampai ini kada bulik,” ucap Jambrud dengan logat Bahasa Banjar untuk mencegah anaknya berangkat.

Nana (34), adik Syahrani, menceritakan saat itu masih kelas IV SD. Seingatnya, setelah kehilangan Syahrani, ibunya sempat stres. “Kalau di rumah kami hibur. Wajar kalau ibu stres begitu. Tapi kami sekeluarga masih mengganggap Syahrani masih hidup,” ujarnya.

Tragedi Jumat Kelabu menelan ratusan korban jiwa karena amuk massa di beberapa pusat pertokoan di Banjarmasin. Bahkan ratusan mayat tanpa identitas dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemko Banjarmasin, di Gang PDI Jalan A Yani Km 22 Landasan Ulin, Banjarbaru.

Peristiwa Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 dipicu panasnya suhu kampanye pemilu. Usai salat Jumat segelintir warga melakukan pembakaran dan penjarahan terhadap toko dan pusat perbelanjaan. Selanjutnya aksi tersebut meluas ke segenap penjuru kota Banjarmasin, bahkan merembes ke isu SARA. Para penjarah yang tewas ditemukan terperangkap dalam pertokoan yang dijarah dan dibakar.  

Ahmad Tarmuji pedagang di kawasan pertokoan Sudimampir menjadi saksi peristiwa tersebut. Saat itu, dia ikut salat Jumat. Namun, gara-gara peristiwa itu dia tak bisa keluar. “Saat itu saya masih jualan di toko mesin Union. Saya ingat terperangkap hingga malam hari di masjid Noor. Pas mau pulang ke Kelayan juga tidak bisa karena penjagaan ketat,” kenangnya saat melihat aksi teatrikal tersebut.(eka/az/dye/ema)


BACA JUGA

Senin, 23 Juli 2018 16:41

Tiba di Madinah, Jemaah Banua Mengeluh Sakit Kepala dan Gatal-gatal

BANJARBARU - Baru tiba di Madinah beberapa hari, jemaah haji asal Banua kloter 01 dan 02 harus berhadapan…

Senin, 23 Juli 2018 16:26

Nasib Rumah Lanting di Banjarmasin Mulai Terlupakan

Di tengah gencarnya pembangunan siring beton, rumah lanting perlahan mulai rontok satu per satu. Lalu,…

Senin, 23 Juli 2018 15:59

Segini Ganti Rugi 15 Rumah di Jalan Taruna Praja Banjarbaru

BANJARBARU - Sebanyak 15 rumah warga Jalan Taruna Praja 1 RT 42, RW 9 rata dengan tanah, Sabtu (21/7)…

Senin, 23 Juli 2018 15:19

Alat Pemenang Proyek Rp12,7 M di Kotabaru Dipertanyakan

KOTABARU - Tidak terima digugurkan pada proyek Rp12,7 Miliar, PT Arta Cipta Permata (ACP) melayangkan…

Senin, 23 Juli 2018 12:59
Parlementaria

Anggaran untuk Kepemudaan Kalah dengan Daerah Lain

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun bidang…

Senin, 23 Juli 2018 12:56
Pemko Banjarbaru

Ketua TP PKK Banjarbaru Hadiri Pelatihan Pembuatan Hantaran

BANJARBARU - Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Kepala Dinas Koperasi UMKM…

Senin, 23 Juli 2018 11:36

Bebaskan Tanbu dari Campak dan Rubella

BATULICIN – Sebagai upaya meningkatkan kesehatan Anak di Kabupaten Tanah Bumbu, Kecamatan Sungai…

Senin, 23 Juli 2018 11:34

Prestasi Atlet Pelajar Asal Tanbu Membanggakan

BATULICIN - Atlet asal Kabupaten Tanah Bumbu memberikan sebuah persembahan terbaik bagi daerahnya dalam…

Senin, 23 Juli 2018 11:33

Pemkab Tanbu Lelang Jabatan Empat Eselon II

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengumumkan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama…

Minggu, 22 Juli 2018 11:30
Breaking News

Ulama Kharismatik Banjarbaru Berpulang

BANJARBARU - Umat Islam di Kalsel, khususnya warga Kota Banjarbaru kembali kehilangan ulama yang sangat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .