MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 24 Mei 2017 17:57
Teatrikal Kenang Jumat Kelabu di Banjarmasin
TEATRIKAL: Mahasiwa Uniska dari Sanggar Titian Barantai melakukan atraksi mengenang Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 silam, di perempatan Jalan Lambung Mangkurat dan di halaman Mitra Plaza, kemarin siang.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Atraksi teatrikal mengenang peristiwa Jumat Kelabu dilakukan mahasiwa Uniska dari Sanggar Titian Barantai, kemarin. Kisah memilukan Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 itu masih membekas hingga sekarang. 

Ketua Umum Sanggar Titian Barantai Uniska Banjarmasin, Irfan Maulana Fadillah, mengatakan bahwa peringatan tragedi Jumat Kelabu dilaksanakan sebagai peringatan agar peristiwa tersebut bisa diambil hikmah dan menjadi terakhir di Kalsel. “Kami berharap tidak ada lagi korban jiwa,” harapnya. Atraksi teatrikal dilakukan dengan berkeliling di pusat kota Banjarmasin.

Mereka menginginkan Banjarmasin yang damai. “Kami menginginkan semua orang sadar jika tragedi tersebut hanya menyisakan sejarah dan luka,” tegasnya.

Kisah memilukan itu juga masih membekas bagi keluarga korban yang sanak familinya hingga saat ini tidak pernah kembali dari insiden tersebut.

Jambrud (57) hanya salah satu dari sekian keluarga korban yang masih menunggu kepulangan anggota keluarganya. Ia kehilangan putra keduanya Syahrani yang masih berusia 18 tahun kala itu setelah menjadi relawan dalam kejadian tersebut. Hingga saat ini, Jambrud pun tidak pernah percaya jika putranya sudah meninggal. “Kami tidak pernah melihat jasadnya. Jadi kami percaya bahwa dia masih hidup,” yakinnya.

Syahrani tak pernah pulang setelah dijemput rekannya agar menjadi relawan dalam kejadian tersebut. Jambrud menceritakan jika anaknya sempat pergi pada sore hari dan pulang saat senja, kembali lagi pergi saat malam hari dan tak pernah pulang. ”Sudah ditangati kada mau juga. Sampai ini kada bulik,” ucap Jambrud dengan logat Bahasa Banjar untuk mencegah anaknya berangkat.

Nana (34), adik Syahrani, menceritakan saat itu masih kelas IV SD. Seingatnya, setelah kehilangan Syahrani, ibunya sempat stres. “Kalau di rumah kami hibur. Wajar kalau ibu stres begitu. Tapi kami sekeluarga masih mengganggap Syahrani masih hidup,” ujarnya.

Tragedi Jumat Kelabu menelan ratusan korban jiwa karena amuk massa di beberapa pusat pertokoan di Banjarmasin. Bahkan ratusan mayat tanpa identitas dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemko Banjarmasin, di Gang PDI Jalan A Yani Km 22 Landasan Ulin, Banjarbaru.

Peristiwa Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 dipicu panasnya suhu kampanye pemilu. Usai salat Jumat segelintir warga melakukan pembakaran dan penjarahan terhadap toko dan pusat perbelanjaan. Selanjutnya aksi tersebut meluas ke segenap penjuru kota Banjarmasin, bahkan merembes ke isu SARA. Para penjarah yang tewas ditemukan terperangkap dalam pertokoan yang dijarah dan dibakar.  

Ahmad Tarmuji pedagang di kawasan pertokoan Sudimampir menjadi saksi peristiwa tersebut. Saat itu, dia ikut salat Jumat. Namun, gara-gara peristiwa itu dia tak bisa keluar. “Saat itu saya masih jualan di toko mesin Union. Saya ingat terperangkap hingga malam hari di masjid Noor. Pas mau pulang ke Kelayan juga tidak bisa karena penjagaan ketat,” kenangnya saat melihat aksi teatrikal tersebut.(eka/az/dye/ema)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 17:21

Latdas PMR SMK PP N Banjarbaru, Latih Siswa Peduli Sesama

BANJARBARU - SMK PP Negeri Banjarbaru melengkapi keterampilan dasar peserta didiknya dengan membangun…

Senin, 19 Februari 2018 14:37
Berita Tabalong

ASN Tabalong Diingatkan Soal Netralitas Pilkada

TANJUNG - Lagi-lagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tabalong diingatkan…

Senin, 19 Februari 2018 14:34

Tata Kawasan Tambang Kalsel, Dewan Siapkan Perda Tambang

Salah satu pemicu persoalan tambang di Kalimantan Selatan adalah tidak adanya peraturan daerah yang…

Senin, 19 Februari 2018 14:29

Persiapkan Acara Haul, Tim Sound System Kerja Ekstra

MARTAPURA – Pemasangan pengeras suara di Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul ternyata sudah dilaksanakan…

Senin, 19 Februari 2018 13:54

Disbudpar Minta Bantuan Satpol PP Tertibkan Pedagang Siring Tandean

BANJARMASIN - Pukul 15:00 Wita, puluhan pedagang kaki lima (PKL) mulai membuka lapak di Siring Pirre…

Senin, 19 Februari 2018 13:14

Dewan Ingin ada CCTV Online di Pembatuan

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru mengapresiasi program Pemkot Banjarbaru yang mengaktifkan CCTV secara online…

Senin, 19 Februari 2018 11:14
Pemko Banjarbaru

Wakil Walikota Hadiri Musyawarah KONI Banjarbaru

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan bersama perwakilan KONI Kalsel Syarifudin,…

Senin, 19 Februari 2018 10:14

Mardani Serahkan Donasi Warga Banua untuk Palestina

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming menyerahkan donasi warga banua untuk rakyat Palestina hasil…

Senin, 19 Februari 2018 10:13

Rencana DKBP3A Tanah Bumbu Bentuk SRA

BATULICIN - Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten…

Senin, 19 Februari 2018 10:11

Anak Ponpes Darul Ijabah Gunung Tinggi Dilatih Kesamaptaan

BATULICIN - Puluhan Santri Pondok Pesantren Darul Ijabah Gunung Tinggi Kecamatan Batulicin dilatih kesamaptaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .