MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 24 Mei 2017 17:57
Teatrikal Kenang Jumat Kelabu di Banjarmasin
TEATRIKAL: Mahasiwa Uniska dari Sanggar Titian Barantai melakukan atraksi mengenang Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 silam, di perempatan Jalan Lambung Mangkurat dan di halaman Mitra Plaza, kemarin siang.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Atraksi teatrikal mengenang peristiwa Jumat Kelabu dilakukan mahasiwa Uniska dari Sanggar Titian Barantai, kemarin. Kisah memilukan Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 itu masih membekas hingga sekarang. 

Ketua Umum Sanggar Titian Barantai Uniska Banjarmasin, Irfan Maulana Fadillah, mengatakan bahwa peringatan tragedi Jumat Kelabu dilaksanakan sebagai peringatan agar peristiwa tersebut bisa diambil hikmah dan menjadi terakhir di Kalsel. “Kami berharap tidak ada lagi korban jiwa,” harapnya. Atraksi teatrikal dilakukan dengan berkeliling di pusat kota Banjarmasin.

Mereka menginginkan Banjarmasin yang damai. “Kami menginginkan semua orang sadar jika tragedi tersebut hanya menyisakan sejarah dan luka,” tegasnya.

Kisah memilukan itu juga masih membekas bagi keluarga korban yang sanak familinya hingga saat ini tidak pernah kembali dari insiden tersebut.

Jambrud (57) hanya salah satu dari sekian keluarga korban yang masih menunggu kepulangan anggota keluarganya. Ia kehilangan putra keduanya Syahrani yang masih berusia 18 tahun kala itu setelah menjadi relawan dalam kejadian tersebut. Hingga saat ini, Jambrud pun tidak pernah percaya jika putranya sudah meninggal. “Kami tidak pernah melihat jasadnya. Jadi kami percaya bahwa dia masih hidup,” yakinnya.

Syahrani tak pernah pulang setelah dijemput rekannya agar menjadi relawan dalam kejadian tersebut. Jambrud menceritakan jika anaknya sempat pergi pada sore hari dan pulang saat senja, kembali lagi pergi saat malam hari dan tak pernah pulang. ”Sudah ditangati kada mau juga. Sampai ini kada bulik,” ucap Jambrud dengan logat Bahasa Banjar untuk mencegah anaknya berangkat.

Nana (34), adik Syahrani, menceritakan saat itu masih kelas IV SD. Seingatnya, setelah kehilangan Syahrani, ibunya sempat stres. “Kalau di rumah kami hibur. Wajar kalau ibu stres begitu. Tapi kami sekeluarga masih mengganggap Syahrani masih hidup,” ujarnya.

Tragedi Jumat Kelabu menelan ratusan korban jiwa karena amuk massa di beberapa pusat pertokoan di Banjarmasin. Bahkan ratusan mayat tanpa identitas dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemko Banjarmasin, di Gang PDI Jalan A Yani Km 22 Landasan Ulin, Banjarbaru.

Peristiwa Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 dipicu panasnya suhu kampanye pemilu. Usai salat Jumat segelintir warga melakukan pembakaran dan penjarahan terhadap toko dan pusat perbelanjaan. Selanjutnya aksi tersebut meluas ke segenap penjuru kota Banjarmasin, bahkan merembes ke isu SARA. Para penjarah yang tewas ditemukan terperangkap dalam pertokoan yang dijarah dan dibakar.  

Ahmad Tarmuji pedagang di kawasan pertokoan Sudimampir menjadi saksi peristiwa tersebut. Saat itu, dia ikut salat Jumat. Namun, gara-gara peristiwa itu dia tak bisa keluar. “Saat itu saya masih jualan di toko mesin Union. Saya ingat terperangkap hingga malam hari di masjid Noor. Pas mau pulang ke Kelayan juga tidak bisa karena penjagaan ketat,” kenangnya saat melihat aksi teatrikal tersebut.(eka/az/dye/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:38

Semarak, Aceh pun Ikuti Banjarbaru Creative Expo 

BANJARBARU – Banjarbaru Creative Expo 2017 meraih sambutan positif. Pemilik stan tak hanya Urang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:37

2 November, Terminal Tipe A Gambut Barakat Akan Beroperasi

BANJARMASIN – Plang rambu lalu lintas dengan tanda dilarang melintas bagi angkutan kota antarprovinsi…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:30

Warga Minta Video Blokade Sekolah di IG Dihapus

MARTAPURA - Warga akhirnya ramai-ramai membongkar pagar yang memblokade akses jalan SMPN 4 Sungai Tabuk,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20

Bedah Rumah Bagi Warga Miskin

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Sosial memberikan bantuan berupa bedah rumah untuk warga kurang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:19

Sebanyak 50 Nelayan Dapat Rumah Gratis

BATULICIN - Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) Nelayan Desa Sungai Cuka Kecamatan Satui akan mendapatkan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:18

Tim Penilai LSS Kalsel Kunjungi Tanbu

BATULICIN - Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Propinsi Kalsel tahun 2017 telah berjalan. Penilaian mengarah …

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:15

Kewalahan Urusi PJU di Banjarbaru, Swasta Akan Diizinkan Masuk

BANJARBARU - Yang terang hanya di pusat kota, selebihnya di pinggiran dan pelosok masih gelap. Belum…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:04

PPP Masih Rahasiakan Balon di Pilkada Tabalong

BANJARMASIN – Di Kalimantan Selatan (Kalsel) ada empat kabupaten yang akan melaksanakan Pemilihan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:56

Mantap, Polisi dan Linmas Bergabung Amankan Pilkada HSS

KANDANGAN – Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) HSS 2018 nanti,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:16

Siap-siap, Tahun 2018 Banjarmasin Terapkan Transaksi Non Tunai

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin bakal menerbitkan transaksi non tunai pada 2018. Hal tersebut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .