MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 26 Mei 2017 18:01
Nonton Film "Bara di Bongkahan Batu" Kisah Nasib Warga di Sekitar Tambang
NONTON: Film yang mengisahkan tentang nasib para warga di kawasan tambang batubara di Kalsel tersebut diputar di Ruang Ghisya Novie's Guest House, Banjarbaru, Kamis (25/5)

PROKAL.CO, Debu berterbangan mengurangi jarak pandang, truk-truk besar lalu-lalang. Lubang-lubang menganga di tengah-tengah hijaunya hutan. Begitulah pemandangan yang ada dalam film dokumenter berjudul "Bara di Bongkahan Batu" yang diputar oleh Walhi Kalsel.

--------------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

--------------------------------------

Film yang mengisahkan tentang nasib para warga di kawasan tambang batubara di Kalsel tersebut diputar di Ruang Ghisya Novie's Guest House, Banjarbaru, Kamis (25/5).

Dalam film itu, terdapat beberapa kisah warga yang mengaku tanahnya dirampas oleh perusahan tambang batubara. Serta pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan perusahaan hingga menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Direktur Eksekutif Wahana lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel Kisworo Dwi Cahyono mengatakan, cerita-cerita di sekitar tambang dibuat dalam bentuk film agar publik dapat mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan. "Karena kalau hanya diceritakan masyarakat hanya membayangkan, tidak bisa melihat langsung kondisi real di sana," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Tujuan lain dalam pemutaran film dokumenter ialah untuk mengingatkan ke publik bahwa listrik yang mereka nikmati sekarang mengorbankan kehidupan orang lain, dan butuh proses yang panjang. "Di film itu memperlihatkan nasib seorang ibu yang kehilangan tanah, karena dijual oleh oknum ke perusahaan," ujar pria yang akrab disapa Cak Kis.

Dia menambahkan, ibu itu bernama Kartini tinggal di sekitar lokasi tambang di kawasan Balangan. Kartini dan sebagian warga lainnya bersikukuh tak ingin menjual tanahnya untuk perusahaan tambang, lantaran harganya sangat rendah. Tapi ternyata ada beberapa oknum yang malah menjual tanah mereka, tanpa sepengetahuan warga. "Jadi dia malah tidak mendapatkan apa-apa," tambahnya.

Kisworo mengaku miris dengan apa yang sudah dialami Kartini, padahal perusahaan yang menggarap lahannya pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Tapi nyatanya di lapangan tak berpihak dengan warga.

Sementara itu, Deputi Walhi Kalsel Rizqi Hidayat mengaku membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mengambil gambar kondisi tambang di beberapa daerah di Kalsel. "Kami mulai mengambil gambar Februari sampai awal April 2017," katanya.

Dia mengungkapkan, gambar yang dia ambil lebih banyak di permukiman sekitar tambang. Untuk merekam keluhan dan harapan warga sekitar. "Kami juga menemui tokoh-tokoh masyarakat yang selama ini melakukan peralawanan adanya tambang batubara," pungkasnya. (ris/ay/ran.ema)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 15:51

Fauzan Noor, Atlet Karate Kalsel yang Terbawa Dampak Euforia Zohri

Kisah perjuangan Lalu Muhammad Zohri yang jadi juara dunia lari di Finlandia, mengulang memori akan…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Rabu, 18 Juli 2018 16:24

Kriya Ketupat Sungai Baru, Banjir Orderan, Berdayakan Single Parent

Kreativitas tak mengenal batas. Kain sisa pun dapat disulap menjadi karya. Ini dilakukan Elisa R Suryanah…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Senin, 16 Juli 2018 14:46

Sisi Lain Raries Wijayanti, Pendiri Ikut Berbagi Community (IBC)

Kesadaran membantu sesama dimiliki Raries Wijayanti (28). Seorang Bidan di Puskesmas Pemurus Dalam.…

Senin, 16 Juli 2018 12:00

Mengunjungi Pengayuan, Kampung yang Warganya Hidup dari Kayu Galam

Di sisi kanan kiri Jln A Yani Km 26 Liang Anggang arah Pelaihari, banyak tumpukan dan olahan kayu galam…

Jumat, 13 Juli 2018 14:03

Membuat Olahan Bunga Berbahan Dasar Kain Jilbab

Bisnis crafting buket bunga kian berkembang di Banjarmasin. Tak melulu dari bunga segar atau olahan…

Kamis, 12 Juli 2018 16:09

Zainul Kirom, Penjual Cappucino Cincau yang Berhasil Jadi Sarjana

Zainul Kirom. Mahasiswa Fakultas Pertanian. Mengambil Program Studi Agronomi Universitas Lambung Mangkurat…

Kamis, 12 Juli 2018 15:40

Melihat Bisnis Kerajinan Tangan Ibel Toys di Banjarmasin

Usaha kerajinan tangan boneka bukanlah ide bisnis populer. Di Banjarmasin, pengusahanya masih bisa dihitung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .