MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 26 Mei 2017 18:01
Nonton Film "Bara di Bongkahan Batu" Kisah Nasib Warga di Sekitar Tambang
NONTON: Film yang mengisahkan tentang nasib para warga di kawasan tambang batubara di Kalsel tersebut diputar di Ruang Ghisya Novie's Guest House, Banjarbaru, Kamis (25/5)

PROKAL.CO, Debu berterbangan mengurangi jarak pandang, truk-truk besar lalu-lalang. Lubang-lubang menganga di tengah-tengah hijaunya hutan. Begitulah pemandangan yang ada dalam film dokumenter berjudul "Bara di Bongkahan Batu" yang diputar oleh Walhi Kalsel.

--------------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

--------------------------------------

Film yang mengisahkan tentang nasib para warga di kawasan tambang batubara di Kalsel tersebut diputar di Ruang Ghisya Novie's Guest House, Banjarbaru, Kamis (25/5).

Dalam film itu, terdapat beberapa kisah warga yang mengaku tanahnya dirampas oleh perusahan tambang batubara. Serta pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan perusahaan hingga menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Direktur Eksekutif Wahana lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel Kisworo Dwi Cahyono mengatakan, cerita-cerita di sekitar tambang dibuat dalam bentuk film agar publik dapat mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan. "Karena kalau hanya diceritakan masyarakat hanya membayangkan, tidak bisa melihat langsung kondisi real di sana," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Tujuan lain dalam pemutaran film dokumenter ialah untuk mengingatkan ke publik bahwa listrik yang mereka nikmati sekarang mengorbankan kehidupan orang lain, dan butuh proses yang panjang. "Di film itu memperlihatkan nasib seorang ibu yang kehilangan tanah, karena dijual oleh oknum ke perusahaan," ujar pria yang akrab disapa Cak Kis.

Dia menambahkan, ibu itu bernama Kartini tinggal di sekitar lokasi tambang di kawasan Balangan. Kartini dan sebagian warga lainnya bersikukuh tak ingin menjual tanahnya untuk perusahaan tambang, lantaran harganya sangat rendah. Tapi ternyata ada beberapa oknum yang malah menjual tanah mereka, tanpa sepengetahuan warga. "Jadi dia malah tidak mendapatkan apa-apa," tambahnya.

Kisworo mengaku miris dengan apa yang sudah dialami Kartini, padahal perusahaan yang menggarap lahannya pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Tapi nyatanya di lapangan tak berpihak dengan warga.

Sementara itu, Deputi Walhi Kalsel Rizqi Hidayat mengaku membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mengambil gambar kondisi tambang di beberapa daerah di Kalsel. "Kami mulai mengambil gambar Februari sampai awal April 2017," katanya.

Dia mengungkapkan, gambar yang dia ambil lebih banyak di permukiman sekitar tambang. Untuk merekam keluhan dan harapan warga sekitar. "Kami juga menemui tokoh-tokoh masyarakat yang selama ini melakukan peralawanan adanya tambang batubara," pungkasnya. (ris/ay/ran.ema)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…

Rabu, 09 Agustus 2017 15:02

Rio, Remaja Penderita Leukimia Perlu Pengobatan

Di saat teman-teman sebayanya sedang asik menikmati masa sekolah, M Rio Ramadhan terbaring lemas di…

Sabtu, 05 Agustus 2017 18:10

Kisah Jambret Muda yang Sudah Tiga Kali Masuk Penjara

Baru berumur 18 tahun, LB sudah punya riwayat kejahatan yang panjang. Aksi terakhirnya menjambret di…

Senin, 24 Juli 2017 08:33

Ada yang Ditangkap Saat Makan dengan Anak Istri

Ada yang Ditangkap Saat Makan dengan Anak Istri Seorang ibu rumah tangga tenaga kesehatan Puskesmas…

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .