MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 29 Mei 2017 16:14
Mengunjungi Budidaya Madu Kelulut Simpur

Pasarnya Mampu Menembus Malaysia

MADU KELULUT: M Ari pakai (baju kuning) dan Sekcam Simpur Nafarin mencoba madu lebah kelulut dari sarangnya.

PROKAL.CO, Banyak cara yang bisa dilakukan para petani untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satunya dengan cara membudidayakan madu kelulut seperti yang digeluti Muhammad Arif warga Desa Ulin, Kecamatan Simpur.

======================

SALAHUDIN, Kandangan

=====================

SUDAH hampir tiga tahun Muhammad Ari menggeluti budidaya madu kelulut di sekitar pekarangan rumahnya. Tepatnya sejak tahun 2014 lalu. Bahkan saat ini madu kelulut miliknya sudah dipasarkan hingga ke Malaysia. “Berproduksi sekitar tahun 2015 dan mulai dipasarkan tahun 2016,” ujarnya saat ditemui, Kamis (25/5) pagi.

Diceritakannya, membudidayakan madu kelulut yang digelutinya sampai sekarang berawal saat kekesalannya karena beberapa kali membeli madu lebah tetapi tidak asli.

Ari mulai berpikir untuk berbudidaya madu kelulut sendiri dengan menggunakan bahan lebah triguna yang ada di sekitar lingkungan pedesaan.

Singkat cerita, dengan modal seadanya Arif mulai memberanikan diri membudidaya madu kelulut. Pertama ia mengumpulkan lebah triguna yang biasanya bersarang di batang-batang pohon dan rumah untuk dibuatkan sarangnya menggunakan boks.

“Saat pertama membudidaya berbagai cara dilakukan agar lebah triguna menghasilkan madunya. Sampai diketemukan cara yang jitu menurut saya,” tuturnya.

Agar hasil madu kelulut yang dihasilkan berkualitas baik, ada beberapa trik dengan menanam tumbuh-tumbuhan khusus di sekitar sarang yang dijadikan sebagai bahan makanan lebah triguna. “Bunga seperti bunga air mata pengantin dan bunga karindra yang ditanam, agar madu kelulut yang dihasilkan berkualitas lebih baik lagi,” ujarnya berbagi rahasia.

Dikatakan Ari, budidaya madu kelulut sebenarnya cukup mudah dilakukan. Panennya pun cuma memerlukan waktu beberapa bulan saja. “Sekitar tiga bulan sudah bisa panen,” katanya.

Dalam setiap panen, dari puluhan sarang lebah triguna yang dibudidayakannya dapat menghasilkan 30 puluhan liter. Madu kelulut memiliki rasa yang khas, agak masam dengan warna lebih cerah. Madu kelulut memiliki beberapa khasiat. Untuk perawatan kecantikan sampai kesehatan seperti kencing manis, maag sampai obat luka.

Untuk madu yang diproduksi dari hasil budidaya milik Ari, sudah memiliki label. Harga per liternya cukup terjangkau hanya Rp500 ribu. Ada juga yang dijual per botol sesuai ukuran, mulai dari harga Rp50 ribu. “Alhamdulillah sangat membantu ekonomi keluarga saya. Omsetnya sekali panen bisa Rp15 juta,” ujarnya.

Melihat kesuksesan Ari, sejak 2016 lalu dibentuklah kelompok Harapan Maju untuk membudidayakan lebah kelulut. Kini kelompok Harapan Maju sudah memiliki 25 sarang lebah kelulut. Tapi, saat ini lebahnya masih belum panen.

Selain warga Desa Ulin, Sekretaris Camat Simpur, Nafarin kini juga ikut membudidayakan lebah kelulut di rumahnya. “Ada empat sarang sudah saya budidayakan, hasilnya hanya untuk dikonsumsi sendiri buat keluarga di rumah,” ujarnya.

Menurut Nafarin, dirinya membudidaya lebah kelulut juga karena pengalaman yang sama (tertipu madu palsu) seperti yang dialami Ari. Setelah mengetahui budidaya yang dilakukan Ari dan melihat langsung ia pun langsung ikut membudidayakan lebah kelulut. “Ya hampir sama seperti apa yang terjadi dengan Ari, karena melihat budidayanya ternyata mudah jadi saya pun ikut membudidayakannya,” tuturnya.

Diungkapkannya, melihat potensi dari madu kelulut yang dapat dijadikan penghasilan tambahan bagi petani, jajarannya berkeinginan menjadikan wilayah Kecamatan Simpur sebagai agro madu kelulut di wilayah Kabupaten HSS. “Sehingga nanti warga yang datang bisa langsung melihat pembudidayaan lebah kelulut dan meminum madu dari sarang aslinya,” pungkasnya. (by/ram)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:18

Kreatif, Hasilkan Uang dari Modifikasi Gundam

Penggemar anime Jepang, pasti tahu dengan Gundam. Tak sebatas hanya di film. Karakternya sudah menjelma…

Jumat, 02 Februari 2018 12:15

Ini Jadinya Kalau Polwan Gabung Pasukan Raimas

Polisi harus siap ditugaskan di mana saja. Termasuk ditunjuk sebagai pasukan pengurai massa. Seperti…

Kamis, 01 Februari 2018 15:31

Kisah Syarif, Warga Sungai Besar yang Terbaring Sakit karena Diabetes

Syarif, warga Komplek Jeruk Raya, Kelurahan Sungai Besar sedang memerlukan bantuan. Pria berusia 40…

Kamis, 01 Februari 2018 13:38

Menengok Perajin Ukiran di Pierre Tendean

Orang Banjar pasti tak asing dengan ram angin, les plang, hingga jamang yang terbuat dari kayu ulin.…

Rabu, 31 Januari 2018 14:29

Melukis dengan Kopi di Kedai Hudes

Masih ingat dengan liputan berjudul 'Mengangkat Derajat Kopi Pengaron'? Sang narasumber, pendiri Hudes…

Selasa, 30 Januari 2018 17:45

Ketika Warga "Demo" di Rumah Kepala Dinas Saat Jam Kerja

Entah karena lelah, banyak habis biaya pulang-pergi ke kota, sekelompok warga menumpahkan kekesalannya…

Selasa, 30 Januari 2018 12:06

Mengenal Klub Motor BRIKC, Melanggar Aturan, Dikeluarkan

Sama-sama suka RX King. Itulah yang mengawali terbentuknya Banjarmasin Riders King Club (BRIKC). Sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .