MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 29 Mei 2017 16:14
Mengunjungi Budidaya Madu Kelulut Simpur

Pasarnya Mampu Menembus Malaysia

MADU KELULUT: M Ari pakai (baju kuning) dan Sekcam Simpur Nafarin mencoba madu lebah kelulut dari sarangnya.

PROKAL.CO, Banyak cara yang bisa dilakukan para petani untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satunya dengan cara membudidayakan madu kelulut seperti yang digeluti Muhammad Arif warga Desa Ulin, Kecamatan Simpur.

======================

SALAHUDIN, Kandangan

=====================

SUDAH hampir tiga tahun Muhammad Ari menggeluti budidaya madu kelulut di sekitar pekarangan rumahnya. Tepatnya sejak tahun 2014 lalu. Bahkan saat ini madu kelulut miliknya sudah dipasarkan hingga ke Malaysia. “Berproduksi sekitar tahun 2015 dan mulai dipasarkan tahun 2016,” ujarnya saat ditemui, Kamis (25/5) pagi.

Diceritakannya, membudidayakan madu kelulut yang digelutinya sampai sekarang berawal saat kekesalannya karena beberapa kali membeli madu lebah tetapi tidak asli.

Ari mulai berpikir untuk berbudidaya madu kelulut sendiri dengan menggunakan bahan lebah triguna yang ada di sekitar lingkungan pedesaan.

Singkat cerita, dengan modal seadanya Arif mulai memberanikan diri membudidaya madu kelulut. Pertama ia mengumpulkan lebah triguna yang biasanya bersarang di batang-batang pohon dan rumah untuk dibuatkan sarangnya menggunakan boks.

“Saat pertama membudidaya berbagai cara dilakukan agar lebah triguna menghasilkan madunya. Sampai diketemukan cara yang jitu menurut saya,” tuturnya.

Agar hasil madu kelulut yang dihasilkan berkualitas baik, ada beberapa trik dengan menanam tumbuh-tumbuhan khusus di sekitar sarang yang dijadikan sebagai bahan makanan lebah triguna. “Bunga seperti bunga air mata pengantin dan bunga karindra yang ditanam, agar madu kelulut yang dihasilkan berkualitas lebih baik lagi,” ujarnya berbagi rahasia.

Dikatakan Ari, budidaya madu kelulut sebenarnya cukup mudah dilakukan. Panennya pun cuma memerlukan waktu beberapa bulan saja. “Sekitar tiga bulan sudah bisa panen,” katanya.

Dalam setiap panen, dari puluhan sarang lebah triguna yang dibudidayakannya dapat menghasilkan 30 puluhan liter. Madu kelulut memiliki rasa yang khas, agak masam dengan warna lebih cerah. Madu kelulut memiliki beberapa khasiat. Untuk perawatan kecantikan sampai kesehatan seperti kencing manis, maag sampai obat luka.

Untuk madu yang diproduksi dari hasil budidaya milik Ari, sudah memiliki label. Harga per liternya cukup terjangkau hanya Rp500 ribu. Ada juga yang dijual per botol sesuai ukuran, mulai dari harga Rp50 ribu. “Alhamdulillah sangat membantu ekonomi keluarga saya. Omsetnya sekali panen bisa Rp15 juta,” ujarnya.

Melihat kesuksesan Ari, sejak 2016 lalu dibentuklah kelompok Harapan Maju untuk membudidayakan lebah kelulut. Kini kelompok Harapan Maju sudah memiliki 25 sarang lebah kelulut. Tapi, saat ini lebahnya masih belum panen.

Selain warga Desa Ulin, Sekretaris Camat Simpur, Nafarin kini juga ikut membudidayakan lebah kelulut di rumahnya. “Ada empat sarang sudah saya budidayakan, hasilnya hanya untuk dikonsumsi sendiri buat keluarga di rumah,” ujarnya.

Menurut Nafarin, dirinya membudidaya lebah kelulut juga karena pengalaman yang sama (tertipu madu palsu) seperti yang dialami Ari. Setelah mengetahui budidaya yang dilakukan Ari dan melihat langsung ia pun langsung ikut membudidayakan lebah kelulut. “Ya hampir sama seperti apa yang terjadi dengan Ari, karena melihat budidayanya ternyata mudah jadi saya pun ikut membudidayakannya,” tuturnya.

Diungkapkannya, melihat potensi dari madu kelulut yang dapat dijadikan penghasilan tambahan bagi petani, jajarannya berkeinginan menjadikan wilayah Kecamatan Simpur sebagai agro madu kelulut di wilayah Kabupaten HSS. “Sehingga nanti warga yang datang bisa langsung melihat pembudidayaan lebah kelulut dan meminum madu dari sarang aslinya,” pungkasnya. (by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:50

Mengunjungi Danau Biru Berwarna Hijau di Desa Pugaan Tabalong

Kabupaten Tabalong memiliki objek wisata buatan yang cukup menjanjikan sebagai destinasi rekreasi keluarga.…

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Rabu, 15 November 2017 15:30

Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan…

Rabu, 15 November 2017 11:13

Mengenal Komunitas N Gage Lovers Banjarmasin

bentuk yang unik, bak mangkuk yang dibelah, membuat handphone (HP) Jadul berupa N Gage sangat digemari.…

Selasa, 14 November 2017 15:12

Werner Laule - Siti Farida Elyanor, pasangan Jerman-Kelua yang Suka Bertualang

Werner Laule dan Siti Farida Elyanor berlibur di Banua sejak 28 September lalu. Pasangan Jerman-Kelua…

Selasa, 14 November 2017 12:19

Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain…

Selasa, 14 November 2017 11:27

Kelas Inspirasi GMC + di SMP Islam Terpadu Qardhan Hasana

Dono Prasetyo menjadi General Manager sebuah hotel berbintang dalam usia begitu muda. Ia percaya, sukses…

Jumat, 10 November 2017 11:33

Sukiman, Pahlawan Pendidikan dari Wilayah Paminggir

Kalau ikhlas semua jadi enteng dan nyaman. Itu semboyan penguat asa Sukiman dalam menjalani perannya…

Jumat, 10 November 2017 11:07

Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru

Satu tahun sudah destinasi wisata Kampung Purun di Kelurahan Palm, Banjarbaru diperkenalkan. Bagaimanakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .