MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 29 Mei 2017 16:17
Sepuluh Bahan Pokok Mulai Naik
Ilustrasi Sembako

PROKAL.CO, TANJUNG – Sepuluh bahan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Tabalong mengalami kenaikan pada awal Ramadan 2017 ini. Bahan pokok itu seperti beras lokal, minyak goreng curah, cabe merah biasa, cabe merah keriting, bawang Prei, singkong, wortel, kentang, ikan kembung, ikan mas dan ikan papuyu.

Informasi tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabalong Muhammad Herman, di Tanjung, kemarin.

Peningkatan harga itu terjadi dengan rata-rata dua sampai 27 persen dari harga pasaran pekan sebelumnya. Tertinggi terjadi pada cabe merah biasa dan cabe merah keriting dengan kenaikan Rp6 ribu per kilogram.

Untuk menjaga stabilitas harga, Disperindag akan melakukan operasi pasar di beberapa titik kawasan di Kabupaten Tabalong. Salah satunya di depan kantor mereka. Yaitu dengan menggelar pasar murah. "Bahan pokok yang kami jual lebih murah dari pasaran, karena kami menjual berdasarkan harga distributor," katanya.

Bahan pokok yang dijual tersebut diantaranya kebutuhan yang saat ini mengalami kenaikan dan sebagian tidak. Meski demikian, diharapkan bisa memberi efek menormalkan harga di pasaran.

Adapun bahan pokok itu terdiri dari gula, tepung, minyak goreng, beras, makanan ringan dan sabun cuci. Semua itu dilaksanakan bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) cabang Berabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

"Kegiatan ini juga kami laksanakan berdasarkan undang-undang perlindungan konsumen," cetusnya, sembari menyebutkan aturan lainnya.

Selain itu, untuk menjaga para pembeli dari bahan makanan kedaluwarsa, Disperindagkop Kabupaten Tabalong juga melakukan razia ke sejumlah pertokoan dan mini market.

Hasil dari program tersebut, ternyata didapati sejumlah bahan makanan yang melebihi batas layak konsumsi. Sehingga, dilakukan penyitaan. "Kami juga mendapatkan bahan makanan dari negeri Cina yang tidak ada izin dan sampel halalnya," tegasnya.

Pantauan wartawan saat dilakukannya operasi pasar, masyarakat terlihat sangat antusias membelinya. Mereka beralasan, bahan makanan yang dijual lebih murah dari harga yang berlalu di pasaran. (ibn/by/ram/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*