MANAGED BY:
SABTU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 30 Mei 2017 15:58
Perajin Tas Purun Rantau: Bahan dari Kalteng, Lokal hanya untuk Tikar
MENGANYAM PURUN: Perajin Purun Sungai Rutas Norsabitah mengayam purun untuk membuat tas.

PROKAL.CO, Berbagai macam kerajinan tangan ada di Kabupaten Tapin. Salah satunya kerajinan tas purun di Desa Sungai Rutas Kecamatan Candi Laras Selatan.

-----------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

-----------------------------------

Untuk sampai ke Desa Sungai Rutas tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 25 menit kita sudah berada di sana. Saat memasuki Desa Sungai Rutas penulis banyak mendapati kerajinan-kerajinan yang terbuat dari Purun.

Di sini, untuk menemukan perajin tas purun tidaklah susah, karena ada beberapa orang yang biasa membuat tas purun. Salah satunya Norsabitah (42).

Wanita yang memiliki dua anak ini sudah belasan tahun menekuni kerajinan purun, karena menurutnya menjadi pengayam purun merupayakan upaya untuk menjaga kelestarian sekaligus menjadi mata pencariannya.

"Sudah hampir sekitar 20 tahunan saya menjadi perajin purun, dari awal ikut orang, sampai saya membuka sendiri," ungkapnya saat dijumpai penulis di rumahnya.

Selama 15 tahun ini dia sudah membuka sendiri usaha pembuatan tas purun di rumahnya. "Saya mencoba membuka sendiri, alhamdulillah bisa bertahan sampai sekarang," lanjutnya.

Bermodal peralatan yang masih manual, Norsabitah dapat membuat lima set tas purun dalam seharinya. "Jadi sehari set itu ada tiga tas, yang terdiri dari tas purun yang besar, tas purun sedang dan tas purun kecil," ucapnya.

Warga Desa Sungai Rutas RT 07 Kelurahan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin ini juga bercerita kalau bahan-bahannya membuat tas purun dia beli dari Kalimantan Tengah.

"Sebenarnya ada bahan dari sini, tetapi kalau bahan dari sini cocoknya hanya membuat tikar purun saja, sedangkan untuk tas kalau bahan dari sini hasilnya kurang bagus," ungkap ibu dua orang anak ini.

Walaupun sudah masuk Ramadan, dia tidak berniat meliburkan pekerjaannya. "Bedanya mungkin kalau bulan Ramadan saya lebih banyak istirahat," akunya.

Dalam membuatnya pun dia banyak menggunakan jasa dari orang lain, mulai dari memotong atau biasa disebut merihit sampai mengayam tidak bisa dikerjakannya sendiri. "Karena alatnya tidak ada terpaksa saya menggunakan jasa orang, merihit dan membabat upahnya sebesar 10 ribu rupiah sedangkan mengayam upahnya 500 rupiah," rincinya.

Norsabitah bercerita sekarang sudah banyak langganannya yang dari Margasari dan dia menjual kepada pelanggannya satu set seharga 50 ribu rupiah.

Kalau menjual tidak untuk langganan harganya berbeda. Untuk tas yang besar seharga Rp30 ribu, tas sedang Rp25 ribu dan tas kecil seharga Rp20 ribu satu buahnya.

Tas purunnya pun ada yang berbentuk segi empat dan ada juga yang berbentuk Bulat. Dan dulunya pun dia juga membuat tikar purun. "Saya sudah berhenti membuat tikar purun, karena penjualannya masih kurang dibandingkan tas purun dan sebenarnya membuat tikar purun lebih mudah dibanding tas purun," jelasnya.

Saat penulis mau tas yang sudah jadi, ternyata cuma ada tas bulat yang tidak ada pegangannya. "Jadi baru kemarin habis dibeli oleh pelanggan saya yang ada di Margasari," ceritanya.

Baginya membuat tas purun adalah hal yang tak bisa ia tinggalkan, karena sudah menjadi mata pencariannya. "Di sini pang sudah pencarian saya bersama keluarga untuk bertahan hidup," pungkasnya. (by/ram/ema)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…

Sabtu, 15 Juli 2017 15:59

Kiprah Pebasket Banjarmasin Trisna Gama Putri di PT DBL Indonesia

Trisna Gama Putri sukses menembus Honda DBL Indonesia All Star dan dikirim ke Australia pada tahun 2008…

Jumat, 14 Juli 2017 11:21

Kisah Sukses Habib Zaid Shabab Merintis Bisnis Konter Handphone Syihab

Meski baru berusia 28 tahun, namun Habib Zaid Shahab telah sukses mengelola bisnis konter ponsel. Sekarang…

Kamis, 13 Juli 2017 14:36

Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang.…

Selasa, 11 Juli 2017 14:27

Begini Kiprah Mahasiswa ULM Melestarikan Budaya Banjar

Permainan tradisonal Banjar kian tergerus dengan perkembangan zaman. Di era teknologi sekarang ini,…

Jumat, 07 Juli 2017 11:14

Keren! Transformasi Rantau Baru Menjadi Kawasan Pariwisata

Kawasan Rantau Baru akan terus diperindah. Setelah tercipta danau buatan di tengahnya, pemerintah setempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .