MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 02 Juni 2017 13:25
Belia Terjaring Bersama PSK
DIBAWAH UMUR: Salah satu remaja dibawah umur yang terjaring bersama pekerja seks komersial di Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN-  Berita ini harusnya menjadi peringatan bagi orang tua. Polsek Banjarmasin Tengah, menjaring sejumlah belia, Kamis (1/5) dini hari kemarin. Meski belum jelas statusnya, tetapi mereka terjaring bersama sejumlah wanita yang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK).

Para belia ini terjaring di dua kawasan berbeda di Banjarmasin. Yakni di pasar Harum Manis dan bekas Hotel HI di jalan Ujung Murung.

Kapolsekta Banjarmasin Tengah Kompol Uskiansyah, mengungkapkan penjaringan sejumlah belia tersebut  berdasarkan informasi masyarakat. Personelnya kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian. 

“Pengakuan salah satu diantara 3 belia yang berusia 17 tahun kepada kami, mereka mengaku pasaran jual diri dari Rp250 ribu hingga seterusnya tergantung nego,” jelas Uskiansyah.

Uski, mengatakan miris dengan kondisi seorang belia yang masih perlu pengawasan dan kasih sayang orang tua. Bagaimana tidak, di usianya seperti itu sudah menggeluti pekerjaan itu.

“Hasil introgasi karena faktor ekonomi dan lingkungan, ya untuk menekan itu mereka kami serahkan ke rumah singgah Dinas Sosial Banjarmasin  yang ada di Lingkar Selatan jalan Gubernur Subarjo, untuk proses pembinaan selanjutnya,” jelas Uskiansyah.

  Radar Banjarmasin yang menyambangi rumah singgah menemui  dua orang belia yang tengah duduk santai di selasar ruang rumah singgah. Perempuan itu tak ingin  menyebut namanya, tapi ia menyebut usianya 20 tahun dan mengaku warga Belitung Darat, Banjarmasin Barat .

“Saya diantar kesini karena terjaring razia yang tadi menjenguk kakak saya. Malam itu saya menemani bibi saya berjualan di pasar, saya bukan PSK,” ujarnya.

Ketika wartawan menanyakan siapa saja terjaring, dia  menyebut ada 6 orang perempuan termasuk dia. Namun satu dipulangkan karena orangnya panic dan stress. Sementara yang ada didalam sedang istirahat ada empat orang. Hanya satu orang yang dikenalnya.

“Kalo yang tiga orang saya tidak kenal, tapi katanya mereka ya itu deh maksudnya kabarnya mereka berjual diri. Tapi tak tahu, apa benar, yang jelas saya tidak,” ujarnya.

Orang yang dimaksud perempuan berbadan kurus dan berambut panjang ini, tengah tidur pulas di dalam bilik rumah singgah. Penulis menggali lebih dalam dengan sebab kenapa mereka terjaring.  “Memang kami sama terjaring tapi berbeda lokasi. Ya, tak tahu apa mereka berjual diri,” ucapnya.

Salah satu belia yang terjaring mengaku warga Teluk Tiram berinisial HA (15).  Belia berparas cukup cantik ini mengaku masih bersekolah kelas 8 atau II menengah pertama disalah satu SMP swasta di Banjarmasin Tengah.  “Mama saya masih ada, tapi dia kawin lagi dan ayah tidak tahu kemana,” jawabnya dengan wajah cemberut.

Belia lainnya, berinisial TA,  dengan polosnya menceritakan prosesnya terjaring di kawasan Pasar Harum Manis.  “Ayah dan ibu saya masih ada dan mampu membiayai, ayah saya masih kuat bekerja sebagai makelar motor di pasar, kata siapa saya jual diri,” timpalnya.

Belia yang mengaku warga Teluk Tiram ini, menyebut bahwa malam itu sejak pukul 10 malam dia dan HA, serta DI bermain ke pasar Harum menemui teman ibu angkatnya. Niat mereka kesana untuk bernyanyi.

“Mau karaokean kami kesitu, tengah malamnya tahu-tahunya datang Polisi merazia kami, yang orang dewasa dibubarkan dan kami digelandang,” ujarnya.

Terpisah Kasi Rehabilitasi Sosial TS dan KTK Hasan Basri, mengatakan mereka akan dibina oleh pembina di rumah singgah dan akan dimalam selama beberapa hari.

“Paling tidak dua hari mereka akan dimalamkan untuk dibina dan apabila kembali terjaring lagi maka akan kita antar ke rumah Panti yang ada di Banjarbaru, disana mereka akan diberikan pelatihan apapun selama 4 bulan,” ujarnya.

 

Anak-Anak Rentan karena Masih Labil

Dugaan adanya prostitusi yang melibatkan anak-anak yang masih di bawah umur mendapat perhatian dari sosiolog FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Prof Dr Wahyu.

Menurutnya, fenomena ini adalah suatu penyimpangan sosial. Perlu peran serta dari berbagai pihak. Karena masalah ini bukan hanya terletak pada si anak atau pengguna jasa saja, melainkan ada masalah di balik prostitusi tersebut.

Dia menilai ada oknum-oknum yang memanfaatkan anak-anak ini sebagai objek dalam prostitusi. “Saya kira ini bukan suatu pekerjaan yang tunggal tapi sistematis, jadi ada pihak-pihak yang mengendalikannya,” kata Wahyu, Kamis (1/6).

Anak-anak tersebut, menurut Wahyu, adalah orang yang sudah menjadi korban. Para pelaku memanfaatkan kekurang tahuan si anak, misalnya membujuk dengan memberikan iming-iming mendapatkan keuntungan dalam materi apabila mau ikut terjun sebagai pekerja seks komersil.

“Secara umurnya mereka belum matang, tingkat emosinya juga labil, mereka belum bisa memilih mana yang baik atau tidak, belum bisa menegakkan secara lebih normatif, itu yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tersebut,” jelasnya.

Untuk mengatasinya, lanjut Wahyu, perlu asuhan dan bimbingan dari orangtua untuk mengantarkan anak-anak ke dunia pendidikan. Dengan begitu mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik atau memiliki akhalakul karimah.

Dia menambahkan perlu pendekatan aspek struktural yang harus dilakukan secara terpadu. Dari keluarga serta lingkungan mereka tinggal. Peranan itu diyakini mampu mengubah kepribadian anak.

“dari aspek keluarga, orangtua harus ikut bertanggungjawab untuk mengantarkan anak menuju masa depan yang lebih baik. Pendekatan lingkungan itu tokoh agama, tokoh masyarakat juga ikut peduli untuk sama-sama mengingatkan,” jelasnya. (lan/gmp/ran/ema)

 


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 12:45

Waduh, Kabut Asap Masih Mengganggu Penerbangan

BANJARBARU - Kabut dalam beberapa hari terakhir masih menyelimuti sejumlah wilayah. Utamanya, pada pagi…

Rabu, 19 September 2018 12:43

Laporan Perusakan Gedung Dicabut, Ternyata ini Pertimbangan Dewan

BANJARMASIN – Orang tua mahasiswa yang berdemo Jumat (14/9) silam, akhirnya bisa tenang. Setelah…

Rabu, 19 September 2018 12:38

Jemaah Haji Kloter 13 Disambut Haru dan Soto Banjar

Jemaah haji kloter 13, gabungan dari Kota Banjarbaru, Banjarmasin dan Kabupaten Balangan, Selasa (18/9)…

Rabu, 19 September 2018 12:36

Dikejar Herder Lalu Dijenguk Pacar

Dibuntuti pria tak dikenal, menangis dalam tahanan, dan dijenguk kekasih tersayang. Inilah pengakuan…

Rabu, 19 September 2018 12:16
Pemko Banjarbaru

Ketua PKK Pantau Pemberian Imunisasi MR

BANJARBARU - Ketua TP PKK Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani didampingi Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru…

Rabu, 19 September 2018 10:33
Pemko Banjarbaru

Berharap Pemerintah Segera Realisasikan Pembayaran Tunggakan BPJS

BANJARBARU - Polemik tertunggaknya pembayaran BPJS Kesehatan kepada RS Idaman Banjarbaru berdampak terhadap…

Rabu, 19 September 2018 10:25
Pemkab Tanah Bumbu

Plt Bupati Bantu Pembangunan Masjid

BATULICIN - Plt Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor menyerahkan bantuan hibah keagamaan untuk rehab/pembangunan…

Rabu, 19 September 2018 10:22
Pemkab Tanah Bumbu

PSK dan Pengelola Karaoke Diamankan

BATULICIN - Gangguan ketertiban umum akan penyakit masyarakat seakan tak ada habisnya. Dengan alasan…

Rabu, 19 September 2018 10:20
Pemkab Tanah Bumbu

Jumlah DPT Tanbu 215.574 Pemilih

BATULICIN – KPUD Tanbu melaksanakan Rapat Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Rabu, 19 September 2018 10:14

Lomba Foto Bakal Hiasi Milad Kota Banjarmasin

PEWARTA foto, pehobi fotografi, atau pun pemula yang baru belajar memotret, diajak untuk meramaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .