MANAGED BY:
MINGGU
25 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 03 Juni 2017 15:34
Abu Batu Bara Jadi Struktur Jalan
INOVASI: Untuk memanfaatkan limbah B3 sebanyak itu, PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah berinovasi dengan cara memanfaatkan FABA sebagai struktur jalan (Road Base).

PROKAL.CO, TANAH LAUT – Hingga saat ini, batu bara menjadi solusi terbaik untuk menghasilkan energi listrik yang murah. Dari puluhan pembangkit listrik PLN di Tanah Air, lebih dari 50 persen adalah pembangkit tenaga listrik tenaga uap (PLTU) yang mengonsumsi batu bara.

Dalam setahun, semua PLTU tersebut rata-rata menghabiskan 50,2 juta ton limbah batu bara. Khusus di Kalsel, di PLTU Asam Asam, setiap hari mengonsumsi batu bara mencapai 4 ribu ton perhari. Sedangkan volume produksi (B3) Bahan Berbahaya dan Beracun atau abu terbang dan abu dasar (FABA) atau fly ash dan bottom ash mencapai 160 ton per hari di 4 unit pembangkit.

Untuk memanfaatkan limbah B3 sebanyak itu, PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah berinovasi dengan cara memanfaatkan FABA sebagai struktur jalan (Road Base). Pengelolaan ini merupakan pertama kali yang berhasil diimplementasikan dari PLTU PLN di Indonesia.

Dasar PLTU Asam Asam mengelola limbah B3 ini sendiri setelah mengantongi izin dari (KLHK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sesuai keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SK.942/Menlhk/Setjen/PLB.3/2/2016. Atas dasar tersebut, diimplementasikanlah dengan membuat akses jalan PLTU Asam Asam sepanjang 1 Km di Desa Asam Asam Kabupaten Tanah Laut. Program ini juga sebagai bentuk dukungan PLN terhadap kesepakatan bersama antara Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dirjen (PSLB3) Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup, serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR tentang kerjasama penelitian pengembangan dan penerapan teknologi serta percepatan pemanfaatan abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash) dari PLTU batu bara untuk pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat.

Kepala Divisi Keselamatan Kesehatan Kerja Keamanan Lingkungan PT PLN (Persero), Helmi Najamuddin, mengaku bahwa pihaknya sempat cukup kesulitan menampung fly ash dan bottom ash di berbagai PLTU. Termasuk salah satunya PLTU Asam Asam. “Jika tak dimanfaatkan seperti ini, lahan yang kami perlukan semakin lama semakin banyak demi menampung ini,” ujar Helmi, kemarin.

Program pengelolaan limbah ini sejalan dengan salah satu misi PLN, yaitu menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. “Program 35 ribu MW yang dicetuskan PLN berpotensi meningkatkan produksi fly ash dan bottom ash pula. Maka dari itu perlu penyerapan dan pemanfaatan yang sebanding demi terjaganya lingkungan,” jelasnya.

Direktur Verifikasi Limbah B3 dan non B3 KLHK, Sayid Muhadhar, menyebut bahwa pemanfaatan limbah batu bara diakunya masih minim dibandingkan dengan Negara lain. “Kita selama ini hanya di Pulau Jawa yang memanfaatkan. Jika di luar negeri, mereka menyerap fly ash dan bottom ash sebagai bahan pembuatan jalan, jembatan, paving blok,” terangnya.

Mengelola dan memanfaatkan limbah B3 ini tak sembarangan, dan harus mendapat izin terlebih dahulu. Dengan tak adanya izin tersebut pemanfaatan limbah bisa melanggar hukum. “Untuk mendapat izin, harus ada dokumen lingkungan. Salah satu syaratnya pula harus jelas kualitas produknya yakni harus ber SNI,” terangnya.

Rombongan juga diajak keluar ruangan. Mereka diperlihatkan hasil pemanfaatan fly ash dan bottom ash sebagai struktur jalan. Meski ketika itu hujan turun, peserta yang datang pula dari perwakilan PLN dari regional lain tampak antusias. Dengan adanya implementasi ini, PLN dari regional lain dapat belajar dan memahami pemanfaatan limbah B3. “Ini suatu pencapaian. Semoga setelah ini ada tindak lanjut yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur di negeri ini,” harap GM PLN Kalselteng, Purnomo.

Sementara, untuk dapat dipakai sebagai bahan infrastruktur pembangunan, Bidang Teknik Lingkungan Jalan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Gugun Gunawan mewanti wanti agar spesifikasi hasil limbah B3 tersebut sesuai dengan klasifikasi dan SNI.

Pasalnya, ketika spesifikasi limbah B3 tersebut tak memenuhi syarat, akan sulit masuk kepasaran dan dipakai oleh Negara, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Untuk mendapat spesifiksi dan menaikkan mutu, Gugun menyebut tak sulit, terlebih dana yang digelontorkan dari uang sendiri.

Dia mengingatkan lagi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tak akan menerima barang ketika tak sesuai spesifikasi. “Ini yang perlu diingat, mutu atau spesifikasi yang dibawah, tak akan bisa dipakai, ujung ujungnya ketika dipaksakan, malah akan berbuntut ke ranah hukum. Dan akan terkendala,” tekan Gugun kemarin.

Peluang dipakainya limbah B3 dari batu bara ini sebutnya sangat terbuka lebar. Pasalnya, tahun ini hingga tahun 2019 mendatang, ada sepanjang 2.477 Km jalan nasional yang akan di bangun. Itu belum jalan tol yang akan di bangun sepanjang 1.000 Km. “Beton yang masuk kriteria adalah F dan C. di limbah B3 di PLTU Asam Asam ini diharapkan kriteria F agar dapat diterima,” terangnya.

Disisi lain, Kepala Divisi Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan Lingkungan PT PLN (Persero), Helmi Najamuddin menyatakan, saat ini pemanfaatan limbah B3 sebagai struktur jalan masih tahap awal atau pilot project. Kedepan dengan terus dilakukan pengembangan dan peningkatan. Tak mustahil spesfikasinya dapat menjangkau semua pekerjaan.

Diungkapkannya, hasil penelitian laboratorium menunjukkan limbah B3 dari PLTU Asam Asam sudah bagus yang peruntukannya untuk jalan provinsi. “Kami akan memberikan data lengkap hasil limbah kami, tinggal PUPR yang mencocokkan dan memanfaatkan ke proyek di daerah mana. Kami berharapnya barang bekas ini termanfaatkan,” ujar Helmi.

Dipilihnya limbah B3 oleh PLTU Asam Asam sebagai road base karena selain memiliki daya tahan yang kuat juga minim biaya. Helmi menyebut, berdasarkan hasil kajian Universitas Lambung Mangkurat, lapisan struktur jalan di sub base fly ash persentasenya 70 persen, sedangkan bottom ash 20 persen. Sementara, semen hanya 10 persen. Dan di lapisan pondasi bawah, fly ash persentasenya 40 persen, sama dengan semen. Sedangkan bottom ash 20 persen. “Ini kan dapat menekan, harga semen,” tukasnya.

Kenapa PLTU Asam Asam memanfaatkan limbah B3 untuk road base. Helmy menambahkan, biaya pemanfaatan jauh lebih murah daripada dimusnahkan. “Biaya untuk jalan sepanjang 2 km nilainya hanya Rp294 ribu per ton. Bandingkan dengan pemusnahan yang biayanya mencapai Rp1 juta perton,” tandasya. (mof/ema)


BACA JUGA

Minggu, 25 Juni 2017 15:12

Salat Idulfitri, Walikota ini Didaulat Jadi Khatib

BANJARMASIN – Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H ini ternyata benar-benar menjadi hari istimewa…

Minggu, 25 Juni 2017 11:42

Ribuan Warga Balangan Salat Ied di Masjid Al Akbar

PARINGIN - Pelaksanaan salat Ied pada Minggu (25/6) di Kabupaten Balangan terpusat di masjid Al Akbar…

Minggu, 25 Juni 2017 11:20

Ini Pesan Bupati HSU Abdul Wahid Saat Salat Idulfitri

AMUNTAI - Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1438 Hijrah bagi Bupati dan Wabup Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul…

Minggu, 25 Juni 2017 11:17

Begini Cara Warga Amuntai Rayakan Malam Takbir

AMUNTAI - Iring-iringan pawai takbir juga dilaksanakan jajaran Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara…

Sabtu, 24 Juni 2017 16:04

Alhamdulillah, Korban Kebakaran Balangan Digelontor Bantuan

PARINGIN – Warga Desa Mungkur Uyam Kecamatan Juai yang rumahnya menjadi korban kebakaran, Sabtu…

Sabtu, 24 Juni 2017 13:48

Rute Takbiran di Kota Banjarmasin Malam ini, Catat Ya!

BANJARMASIN - Perhatian-perhatian, bagi warga Banjarmasin yang ingin ikut maupun ingin menyaksikan…

Sabtu, 24 Juni 2017 11:58

Pemudik Jalur Udara Tak Sebanyak Tahun Lalu

    BANJARBARU – H-3 menjelang lebaran ternyata tak begitu berpengaruh terhadap aktivitas…

Jumat, 23 Juni 2017 08:27

Besok Kanwil Kemenag Pantau Hilal di Tempat ini

  BANJARMASIN – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan…

Jumat, 23 Juni 2017 08:21

Seluruh Polsek jadi Rest Area untuk Pemudik

KANDANGAN – Di musim mudik lebaran 2017 ini, Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadikan seluruh…

Jumat, 23 Juni 2017 08:18

PENTING, ini Ketentuan Zakat Fitrah

BANJARBARU - Mendekati Idul Fitri, umat Islam mulai menyiapkan kewajiban menunaikan zakat fitrah. Kantor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .