MANAGED BY:
SABTU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 07 Juni 2017 03:44
Kisah 10 Polisi Hutan Mengejar Penambang Liar di Hutan Jorong
DUNIA KERAS: Kisah penambang batubara ilegal yang mempersenjatai diri dengan parang atau pistol bukanlah hal baru. Pertambangan Banua memang dunia yang keras.

PROKAL.CO, Pantja Satata selalu mengisi senjatanya dengan peluru tajam. Alasannya sederhana, musuhnya para penambang liar takkan berbaik hati melontarkan peluru karet saat bertemu polisi hutan seperti dirinya. 

 

SYARAFUDDIN, Banjarbaru 

 

SELAMA tiga malam, 10 polisi hutan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel terjebak di hutan di Desa Jorong Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka mengejar penambang batubara ilegal yang membalak hutan. 

Tim memasuki hutan pada Rabu (24/5) siang. Dan baru kembali ke Banjarbaru pada Minggu (28/5) dini hari. Membawa pulang satu unit excavator jenis PC 300, barang bukti yang ditinggal kabur para penambang. 

"Kami terjebak sampai tiga malam karena cuaca. Hujan deras terus-menerus. Jalan jadi licin dan menyulitkan truk trailer pengangkut alat berat masuk. Terlalu beresiko kalau dipaksakan," kata Pantja, kemarin (6/6). 

Pantja adalah ketua tim pengejar. Jabatannya sekarang adalah Kepala Seksi Pencegahan Kerusakan dan Perlindungan Hutan Dishut Kalsel. "Jadi terpaksa kami berjaga disitu. Sembari mencari-cari informasi identitas penambang yang kabur. Tapi semua warga kompak mengaku tidak tahu," imbuhnya. 

Ditanya apa jenis senpi yang dibawa dirinya dan anggota tim, ia menyebut senpi laras pendek jenis FN. Semuanya juga wajib mengenakan rompi anti peluru ketika menggelar aksi penyergapan. Dalam operasi semacam itu, sikap meremehkan sama saja dengan mengantarkan nyawa. 

"Dalam magasin, saya selalu memasukkan peluru tajam. Kenapa? Simpel sekali, penambang liar takkan berbaik hati melontarkan peluru karet kepada Anda," bebernya. 

Kisah penambang batubara ilegal yang mempersenjatai diri dengan parang atau pistol bukanlah hal baru. Pertambangan Banua memang dunia yang keras. 

Pengejaran ini bermula dari informasi warga yang resah. Dilaporkan adanya sekelompok penambang membalak hutan di Desa Jorong, sekitar tiga kilometer dari jalan raya. Dari temuan tim, hutan yang digunduli sudah seluas 10 hektare. Dengan dua hektare diantaranya telah menjadi area tambang.

Emas hitam itu lalu dijual ke pembeli mana saja yang tertarik. Kebetulan, lokasi hutan itu tak berjauhan dari pelabuhan khusus batubara. Hutan itu sendiri sekarang menyandang status hutan tanam industri. Benar ada izin pinjam pakai untuk tambang, tapi koordinat area tambang itu jelas-jelas di luar wilayah yang diizinkan. 

Excavator tak bertuan itu kini parkir di halaman depan kantor Dishut, Jalan Ahmad Yani kilometer 36 samping kampus Universitas Lambung Mangkurat. Hingga sekarang, belum ada yang mengklaim kepemilikan alat berat tersebut. 

"Jika ada yang datang mengklaim, kami takkan langsung percaya. Kami akan selidiki," pungkas Pantja. 

Ditambahkan Kepala Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq, ancaman yang menunggu para penambang liar itu bukan main-main. Merujuk pada Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Perlindungan Hutan, penambang bisa dipenjara maksimal 10 tahun atau didenda Rp20 miliar. 

"Hutan kita seluas 1,7 juta hektare. Harus diakui patroli polisi hutan kita belum maksimal kerjanya. Hanya beberapa titik yang bisa dipantau, termasuk penyergapan di hutan Jorong ini. Dukungan anggaran memang masih jadi kendala utama," kata Hanif. (fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 17:18

Anggap Tuntutan Jaksa Kabur

KOTABARU - Andi Tanrang melakukan pembelaan pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru, Kamis (20/7)…

Jumat, 21 Juli 2017 17:15

Bandar Arisan Online Raup 3 Miliar

PELAIHARI- Tak mau kalah dengan omzet arisan online di Martapura, jumlah uang yang beredar di arisan…

Jumat, 21 Juli 2017 17:00

Puluhan Sopir Truk di Banjarbaru Digeledah

BANJARBARU - Memanggul senapan laras panjang, rompi anti peluru dan helm tempur, Polres Banjarbaru menggelar…

Jumat, 21 Juli 2017 16:41

Gudang 700 Ribu Dextro Dibongkar Aparat

BANJARMASIN- Aparat gabungan yang terdiri dari Ditresnarkoba Polda Kalsel, Satresnarkoba Polresta Banjarmasin…

Kamis, 20 Juli 2017 16:13

NAH LO.. Kepala Sekolah Juga Jadi Tersangka Pungli

BANJARMASIN - Bak bola salju, kasus pungutan liar kepada siswa baru semakin membesar dan melibatkan…

Kamis, 20 Juli 2017 16:09

Iray Disebut Punya Rumah Baru dan Aset yang Lain

MARTAPURA - Peserta arisan yang mengharapkan agar uang mereka yang sudah disetor ke bandar Siti Raihanah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:09

Kembali Ditertibkan, Lapak PKL Disuruh Mundur

BANJARBARU - Satpol PP membagikan surat peringatan ke sejumlah PKL (Pedagang Kaki Lima) kemarin pagi…

Kamis, 20 Juli 2017 14:25

Jual Zenith, Penjaga Malam ini Berakhir di Jeruji Besi

BANJARMASIN - Abdul Mugeni alias Adul (41), telah merasakan dinginnya jeruji besi sel tahanan Mapolsekta…

Kamis, 20 Juli 2017 13:50

Satu Lagi, Kades Tertangkap Saber Pungli

PELAIHARI - Tim Saber Pungli Kabupaten Tanah Laut (Tala) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Kepala…

Rabu, 19 Juli 2017 19:54

Anak Gugat Ayah, Hakim Sarankan Untuk Berdamai

RANTAU -Sidang lanjutan anak gugat ayah di Pengadilan Negeri Rantau kembali bergulir, Selasa (18/7)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .