MANAGED BY:
SELASA
26 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 07 Juni 2017 03:44
Kisah 10 Polisi Hutan Mengejar Penambang Liar di Hutan Jorong
DUNIA KERAS: Kisah penambang batubara ilegal yang mempersenjatai diri dengan parang atau pistol bukanlah hal baru. Pertambangan Banua memang dunia yang keras.

PROKAL.CO, Pantja Satata selalu mengisi senjatanya dengan peluru tajam. Alasannya sederhana, musuhnya para penambang liar takkan berbaik hati melontarkan peluru karet saat bertemu polisi hutan seperti dirinya. 

 

SYARAFUDDIN, Banjarbaru 

 

SELAMA tiga malam, 10 polisi hutan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel terjebak di hutan di Desa Jorong Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka mengejar penambang batubara ilegal yang membalak hutan. 

Tim memasuki hutan pada Rabu (24/5) siang. Dan baru kembali ke Banjarbaru pada Minggu (28/5) dini hari. Membawa pulang satu unit excavator jenis PC 300, barang bukti yang ditinggal kabur para penambang. 

"Kami terjebak sampai tiga malam karena cuaca. Hujan deras terus-menerus. Jalan jadi licin dan menyulitkan truk trailer pengangkut alat berat masuk. Terlalu beresiko kalau dipaksakan," kata Pantja, kemarin (6/6). 

Pantja adalah ketua tim pengejar. Jabatannya sekarang adalah Kepala Seksi Pencegahan Kerusakan dan Perlindungan Hutan Dishut Kalsel. "Jadi terpaksa kami berjaga disitu. Sembari mencari-cari informasi identitas penambang yang kabur. Tapi semua warga kompak mengaku tidak tahu," imbuhnya. 

Ditanya apa jenis senpi yang dibawa dirinya dan anggota tim, ia menyebut senpi laras pendek jenis FN. Semuanya juga wajib mengenakan rompi anti peluru ketika menggelar aksi penyergapan. Dalam operasi semacam itu, sikap meremehkan sama saja dengan mengantarkan nyawa. 

"Dalam magasin, saya selalu memasukkan peluru tajam. Kenapa? Simpel sekali, penambang liar takkan berbaik hati melontarkan peluru karet kepada Anda," bebernya. 

Kisah penambang batubara ilegal yang mempersenjatai diri dengan parang atau pistol bukanlah hal baru. Pertambangan Banua memang dunia yang keras. 

Pengejaran ini bermula dari informasi warga yang resah. Dilaporkan adanya sekelompok penambang membalak hutan di Desa Jorong, sekitar tiga kilometer dari jalan raya. Dari temuan tim, hutan yang digunduli sudah seluas 10 hektare. Dengan dua hektare diantaranya telah menjadi area tambang.

Emas hitam itu lalu dijual ke pembeli mana saja yang tertarik. Kebetulan, lokasi hutan itu tak berjauhan dari pelabuhan khusus batubara. Hutan itu sendiri sekarang menyandang status hutan tanam industri. Benar ada izin pinjam pakai untuk tambang, tapi koordinat area tambang itu jelas-jelas di luar wilayah yang diizinkan. 

Excavator tak bertuan itu kini parkir di halaman depan kantor Dishut, Jalan Ahmad Yani kilometer 36 samping kampus Universitas Lambung Mangkurat. Hingga sekarang, belum ada yang mengklaim kepemilikan alat berat tersebut. 

"Jika ada yang datang mengklaim, kami takkan langsung percaya. Kami akan selidiki," pungkas Pantja. 

Ditambahkan Kepala Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq, ancaman yang menunggu para penambang liar itu bukan main-main. Merujuk pada Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Perlindungan Hutan, penambang bisa dipenjara maksimal 10 tahun atau didenda Rp20 miliar. 

"Hutan kita seluas 1,7 juta hektare. Harus diakui patroli polisi hutan kita belum maksimal kerjanya. Hanya beberapa titik yang bisa dipantau, termasuk penyergapan di hutan Jorong ini. Dukungan anggaran memang masih jadi kendala utama," kata Hanif. (fud/ema)


BACA JUGA

Senin, 25 September 2017 12:12

Kapolda Kalsel: Meski Cuma Lima Butir Sikat Aja, Ingat Itu!

KOTABARU – Kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulyana meminta polisi memberantas pengedar narkoba.…

Senin, 25 September 2017 10:08

Berantas Terus, Kali ini Sekarung Zenith Berhasil Diamankan

KANDANGAN – Jajaran Polsek Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berhasil menggagalkan…

Minggu, 24 September 2017 14:30

ASTAGA..! Pelajar Sempoyongan Dikira Mabuk PCC

BANJARMASIN - Seorang pelajar kelas 1 menengah kejuruan berinisial F, terpaksa diamankan oleh anggota…

Minggu, 24 September 2017 14:27

NGERI..! Tiga Kelompok Napi Rutan Rantau Bentrok

RANTAU - Perkelahian antar kelompok narapidana terjadi di Rutan Kelas IIB Rantau. Bentrok tersebut terjadi…

Sabtu, 23 September 2017 15:56

NGAPAIN TUH.. 16 Muda-Mudi Bukan Muhrim Digrebek Disebuah Rumah

BANJARBARU – Ada 16 muda-mudi bukan muhrim digerebek anggota Polsek Banjarbaru Kota jelang azan…

Sabtu, 23 September 2017 15:43

Di Kalsel PCC Kalah Populer Dibanding Zenith

BANJARMASIN – Heboh peredaran obat PCC di salah satu daerah di Indonesia menjadi perhatian publik.…

Sabtu, 23 September 2017 11:31

Rumah Penjual Sabu di Teluk Tiram Digerebek

BANJARMASIN - M Fikri Yanoor alias Ifik (20) tak menyangka rumahnya di jalan Teluk Tiram Darat Gang…

Sabtu, 23 September 2017 11:15

Pria ini Tergiur Jual Zenith Tanpa Modal

BANJARMASIN - Anggota Buser Polsekta Banjarmasin Selatan berhasil menangkap seorang penjual Zenith,…

Jumat, 22 September 2017 16:15

Merasakan Liputan Mencekam Bentrok di Kantor LBH Jakarta

Kericuhan pecah pada Senin (18/9) dini hari di depan Kantor Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBH) Jakarta,…

Jumat, 22 September 2017 14:26

EDAN..! Kantor Desa Malah Jadi Tempat Transaksi Zenith

PARINGIN - Polsek Lampihong menangkap MA (34), warga Desa Kandang Jaya, Kecamatan Lampihong, Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .