MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 07 Juni 2017 03:44
Kisah 10 Polisi Hutan Mengejar Penambang Liar di Hutan Jorong
DUNIA KERAS: Kisah penambang batubara ilegal yang mempersenjatai diri dengan parang atau pistol bukanlah hal baru. Pertambangan Banua memang dunia yang keras.

PROKAL.CO, Pantja Satata selalu mengisi senjatanya dengan peluru tajam. Alasannya sederhana, musuhnya para penambang liar takkan berbaik hati melontarkan peluru karet saat bertemu polisi hutan seperti dirinya. 

 

SYARAFUDDIN, Banjarbaru 

 

SELAMA tiga malam, 10 polisi hutan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel terjebak di hutan di Desa Jorong Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka mengejar penambang batubara ilegal yang membalak hutan. 

Tim memasuki hutan pada Rabu (24/5) siang. Dan baru kembali ke Banjarbaru pada Minggu (28/5) dini hari. Membawa pulang satu unit excavator jenis PC 300, barang bukti yang ditinggal kabur para penambang. 

"Kami terjebak sampai tiga malam karena cuaca. Hujan deras terus-menerus. Jalan jadi licin dan menyulitkan truk trailer pengangkut alat berat masuk. Terlalu beresiko kalau dipaksakan," kata Pantja, kemarin (6/6). 

Pantja adalah ketua tim pengejar. Jabatannya sekarang adalah Kepala Seksi Pencegahan Kerusakan dan Perlindungan Hutan Dishut Kalsel. "Jadi terpaksa kami berjaga disitu. Sembari mencari-cari informasi identitas penambang yang kabur. Tapi semua warga kompak mengaku tidak tahu," imbuhnya. 

Ditanya apa jenis senpi yang dibawa dirinya dan anggota tim, ia menyebut senpi laras pendek jenis FN. Semuanya juga wajib mengenakan rompi anti peluru ketika menggelar aksi penyergapan. Dalam operasi semacam itu, sikap meremehkan sama saja dengan mengantarkan nyawa. 

"Dalam magasin, saya selalu memasukkan peluru tajam. Kenapa? Simpel sekali, penambang liar takkan berbaik hati melontarkan peluru karet kepada Anda," bebernya. 

Kisah penambang batubara ilegal yang mempersenjatai diri dengan parang atau pistol bukanlah hal baru. Pertambangan Banua memang dunia yang keras. 

Pengejaran ini bermula dari informasi warga yang resah. Dilaporkan adanya sekelompok penambang membalak hutan di Desa Jorong, sekitar tiga kilometer dari jalan raya. Dari temuan tim, hutan yang digunduli sudah seluas 10 hektare. Dengan dua hektare diantaranya telah menjadi area tambang.

Emas hitam itu lalu dijual ke pembeli mana saja yang tertarik. Kebetulan, lokasi hutan itu tak berjauhan dari pelabuhan khusus batubara. Hutan itu sendiri sekarang menyandang status hutan tanam industri. Benar ada izin pinjam pakai untuk tambang, tapi koordinat area tambang itu jelas-jelas di luar wilayah yang diizinkan. 

Excavator tak bertuan itu kini parkir di halaman depan kantor Dishut, Jalan Ahmad Yani kilometer 36 samping kampus Universitas Lambung Mangkurat. Hingga sekarang, belum ada yang mengklaim kepemilikan alat berat tersebut. 

"Jika ada yang datang mengklaim, kami takkan langsung percaya. Kami akan selidiki," pungkas Pantja. 

Ditambahkan Kepala Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq, ancaman yang menunggu para penambang liar itu bukan main-main. Merujuk pada Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Perlindungan Hutan, penambang bisa dipenjara maksimal 10 tahun atau didenda Rp20 miliar. 

"Hutan kita seluas 1,7 juta hektare. Harus diakui patroli polisi hutan kita belum maksimal kerjanya. Hanya beberapa titik yang bisa dipantau, termasuk penyergapan di hutan Jorong ini. Dukungan anggaran memang masih jadi kendala utama," kata Hanif. (fud/ema)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 15:26

Divonis Empat Tahun Penjara, ini Respon Iwan Rusmali

BANJARMASIN – Iwan Rusmali tampak santai meninggalkan ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi…

Rabu, 25 April 2018 14:33

EDAN.. Pengedar Pesan Sabu dari Lapas Karang Intan, Kok Bisa?

RANTAU - Pengendalian narkotika dari Lapas Karang Intan kembali terjadi. Kali ini Sat Narkoba Polres…

Rabu, 25 April 2018 14:30

Jaringan Besar Narkoba di Banjarmasin Berhasil Diungkap

BANJARMASIN - Jajaran Satresnarkoba Polresta Banjarmasin dan Polsekta Banjarmasin Timur, berhasil mengungkap…

Rabu, 25 April 2018 12:43
BREAKING NEWS

Empat Orang Wanita di Rantau Keracunan, Satu Dinyatakan Tewas

RANTAU - Diduga keracunan minuman, seorang wanita bernama Husna (18) harus kehilangan nyawanya, setelah…

Selasa, 24 April 2018 12:36

Korban Pembunuhan Sadis Dioutopsi

Jasad SP yang diduga menjadi korban pembunuhan diautopsi di RSUD Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan,…

Senin, 23 April 2018 12:07

Tepat Dini Hari, Remaja 18 Tahun di Mantuil Ditemukan Gantung Diri

BANJARMASIN – Kabar memilukan datang dari Banjarmasin Selatan. Seorang remaja 18 tahun, bernama…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Lagi, Tempat Prostitusi di Tanbu Berhasil Dibongkar

BATULICIN - Praktik prostitusi secara sembunyi-sembunyi masih saja terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu.…

Sabtu, 21 April 2018 10:27

Tujuh Pemabuk di Pelabuhan Trisakti Digelandang Aparat

BANJARMASIN - Tujuh orang pemabuk diamankan aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL),  Jumat…

Sabtu, 21 April 2018 10:22

Meresahkan, Permainan Boling Asmara di Tanah Bumbu Ditutup

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersikap tegas dengan menutup permainan boling asmara yang biasa beroperasi…

Sabtu, 21 April 2018 09:49
BREAKING NEWS

Pengendara Motor Tabrak Sepeda, Dua Ibu-ibu Terkapar Dijalan, Begini Kondisinya

BANJARBARU - Lakalantas terjadi di Jalan A Yani Km 23, Landasan Ulin. Sabtu (21/4) sekitar pukul 07.45…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .