MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 07 Juni 2017 03:44
Kisah 10 Polisi Hutan Mengejar Penambang Liar di Hutan Jorong
DUNIA KERAS: Kisah penambang batubara ilegal yang mempersenjatai diri dengan parang atau pistol bukanlah hal baru. Pertambangan Banua memang dunia yang keras.

PROKAL.CO, Pantja Satata selalu mengisi senjatanya dengan peluru tajam. Alasannya sederhana, musuhnya para penambang liar takkan berbaik hati melontarkan peluru karet saat bertemu polisi hutan seperti dirinya. 

 

SYARAFUDDIN, Banjarbaru 

 

SELAMA tiga malam, 10 polisi hutan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel terjebak di hutan di Desa Jorong Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka mengejar penambang batubara ilegal yang membalak hutan. 

Tim memasuki hutan pada Rabu (24/5) siang. Dan baru kembali ke Banjarbaru pada Minggu (28/5) dini hari. Membawa pulang satu unit excavator jenis PC 300, barang bukti yang ditinggal kabur para penambang. 

"Kami terjebak sampai tiga malam karena cuaca. Hujan deras terus-menerus. Jalan jadi licin dan menyulitkan truk trailer pengangkut alat berat masuk. Terlalu beresiko kalau dipaksakan," kata Pantja, kemarin (6/6). 

Pantja adalah ketua tim pengejar. Jabatannya sekarang adalah Kepala Seksi Pencegahan Kerusakan dan Perlindungan Hutan Dishut Kalsel. "Jadi terpaksa kami berjaga disitu. Sembari mencari-cari informasi identitas penambang yang kabur. Tapi semua warga kompak mengaku tidak tahu," imbuhnya. 

Ditanya apa jenis senpi yang dibawa dirinya dan anggota tim, ia menyebut senpi laras pendek jenis FN. Semuanya juga wajib mengenakan rompi anti peluru ketika menggelar aksi penyergapan. Dalam operasi semacam itu, sikap meremehkan sama saja dengan mengantarkan nyawa. 

"Dalam magasin, saya selalu memasukkan peluru tajam. Kenapa? Simpel sekali, penambang liar takkan berbaik hati melontarkan peluru karet kepada Anda," bebernya. 

Kisah penambang batubara ilegal yang mempersenjatai diri dengan parang atau pistol bukanlah hal baru. Pertambangan Banua memang dunia yang keras. 

Pengejaran ini bermula dari informasi warga yang resah. Dilaporkan adanya sekelompok penambang membalak hutan di Desa Jorong, sekitar tiga kilometer dari jalan raya. Dari temuan tim, hutan yang digunduli sudah seluas 10 hektare. Dengan dua hektare diantaranya telah menjadi area tambang.

Emas hitam itu lalu dijual ke pembeli mana saja yang tertarik. Kebetulan, lokasi hutan itu tak berjauhan dari pelabuhan khusus batubara. Hutan itu sendiri sekarang menyandang status hutan tanam industri. Benar ada izin pinjam pakai untuk tambang, tapi koordinat area tambang itu jelas-jelas di luar wilayah yang diizinkan. 

Excavator tak bertuan itu kini parkir di halaman depan kantor Dishut, Jalan Ahmad Yani kilometer 36 samping kampus Universitas Lambung Mangkurat. Hingga sekarang, belum ada yang mengklaim kepemilikan alat berat tersebut. 

"Jika ada yang datang mengklaim, kami takkan langsung percaya. Kami akan selidiki," pungkas Pantja. 

Ditambahkan Kepala Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq, ancaman yang menunggu para penambang liar itu bukan main-main. Merujuk pada Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Perlindungan Hutan, penambang bisa dipenjara maksimal 10 tahun atau didenda Rp20 miliar. 

"Hutan kita seluas 1,7 juta hektare. Harus diakui patroli polisi hutan kita belum maksimal kerjanya. Hanya beberapa titik yang bisa dipantau, termasuk penyergapan di hutan Jorong ini. Dukungan anggaran memang masih jadi kendala utama," kata Hanif. (fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 10:36

ASTAGA.. 11 Remaja Pesta Lem di Hotel, Diciduk saat Bangun Tidur

BANJARMASIN - Sebelas muda-mudi digerebek Satpol PP seusai pesta lem dari kamar hotel, kemarin (18/1).…

Sabtu, 20 Januari 2018 09:43

Dicari! Pemuda ini Sudah 4 Hari Menghilang

BANJARMASIN - Keluarga besar Ahmad Fauzi dirundung kecemasan. Betapa tidak,  putranya bernama …

Sabtu, 20 Januari 2018 09:24

Kurir dan Pengedar Sabu Diciduk

BANJARMASIN - Gunawan Saputra alias Gunawan (33) dan Muhrian alias Imuh (37), Kamis (18/1), diringkus…

Jumat, 19 Januari 2018 15:17

KOK BISA? Angka Pelanggaran Lalu lintas Menurun, Tapi Kematian Bertambah

BANJARMASIN - Mengatur lalu lintas, sama halnya membersihkan sampah di sungai. Sulit, imposible! Tak…

Jumat, 19 Januari 2018 14:45

Nafsu Memuncak, Pria ini Gerayangi Tubuh Gadis Belia

BANJARMASIN - Entah setan apa yang merasuki Idris (31). Dia nekat memasuki kamar seorang pelajar SMA…

Kamis, 18 Januari 2018 19:17

Kejati Tak Jadi tetapkan Tersangka Kasus Perjalanan Fiktif DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel tak jadi menetapkan tersangka dalam kasus perjalanan…

Rabu, 17 Januari 2018 15:30

Muslih Minta Ditahan di Banjarbaru

BANJARMASIN - Suara Muslih terbata-bata. Dia bahkan meneteskan air mata ketika membacakan nota pembelaan…

Rabu, 17 Januari 2018 11:22

Brakkk!! Tabrak Tiang Listrik, Nyawa Pemuda Melayang

BANJARMASIN - Satu nyawa remaja melayang sia-sia, Selasa (16/1) pagi. Korban bernama Ahmad Faizur Rahman.…

Rabu, 17 Januari 2018 10:51

Rumah Bedakan Ludes Dilalap Si Jago Merah

BANJARMASIN - Kepulan asap tebal muncul di Jalan Anang Adenansi, persis di belakang lapangan Futsal…

Rabu, 17 Januari 2018 10:49

Suami Seret Istri Geluti Bisnis Terlarang

BANJARMASIN - Yusran alias Iyus (28) menggeluti bisnis narkoba, meski dia memiliki pekerjaan sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .