MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 07 Juni 2017 03:44
Kisah 10 Polisi Hutan Mengejar Penambang Liar di Hutan Jorong
DUNIA KERAS: Kisah penambang batubara ilegal yang mempersenjatai diri dengan parang atau pistol bukanlah hal baru. Pertambangan Banua memang dunia yang keras.

PROKAL.CO, Pantja Satata selalu mengisi senjatanya dengan peluru tajam. Alasannya sederhana, musuhnya para penambang liar takkan berbaik hati melontarkan peluru karet saat bertemu polisi hutan seperti dirinya. 

 

SYARAFUDDIN, Banjarbaru 

 

SELAMA tiga malam, 10 polisi hutan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel terjebak di hutan di Desa Jorong Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka mengejar penambang batubara ilegal yang membalak hutan. 

Tim memasuki hutan pada Rabu (24/5) siang. Dan baru kembali ke Banjarbaru pada Minggu (28/5) dini hari. Membawa pulang satu unit excavator jenis PC 300, barang bukti yang ditinggal kabur para penambang. 

"Kami terjebak sampai tiga malam karena cuaca. Hujan deras terus-menerus. Jalan jadi licin dan menyulitkan truk trailer pengangkut alat berat masuk. Terlalu beresiko kalau dipaksakan," kata Pantja, kemarin (6/6). 

Pantja adalah ketua tim pengejar. Jabatannya sekarang adalah Kepala Seksi Pencegahan Kerusakan dan Perlindungan Hutan Dishut Kalsel. "Jadi terpaksa kami berjaga disitu. Sembari mencari-cari informasi identitas penambang yang kabur. Tapi semua warga kompak mengaku tidak tahu," imbuhnya. 

Ditanya apa jenis senpi yang dibawa dirinya dan anggota tim, ia menyebut senpi laras pendek jenis FN. Semuanya juga wajib mengenakan rompi anti peluru ketika menggelar aksi penyergapan. Dalam operasi semacam itu, sikap meremehkan sama saja dengan mengantarkan nyawa. 

"Dalam magasin, saya selalu memasukkan peluru tajam. Kenapa? Simpel sekali, penambang liar takkan berbaik hati melontarkan peluru karet kepada Anda," bebernya. 

Kisah penambang batubara ilegal yang mempersenjatai diri dengan parang atau pistol bukanlah hal baru. Pertambangan Banua memang dunia yang keras. 

Pengejaran ini bermula dari informasi warga yang resah. Dilaporkan adanya sekelompok penambang membalak hutan di Desa Jorong, sekitar tiga kilometer dari jalan raya. Dari temuan tim, hutan yang digunduli sudah seluas 10 hektare. Dengan dua hektare diantaranya telah menjadi area tambang.

Emas hitam itu lalu dijual ke pembeli mana saja yang tertarik. Kebetulan, lokasi hutan itu tak berjauhan dari pelabuhan khusus batubara. Hutan itu sendiri sekarang menyandang status hutan tanam industri. Benar ada izin pinjam pakai untuk tambang, tapi koordinat area tambang itu jelas-jelas di luar wilayah yang diizinkan. 

Excavator tak bertuan itu kini parkir di halaman depan kantor Dishut, Jalan Ahmad Yani kilometer 36 samping kampus Universitas Lambung Mangkurat. Hingga sekarang, belum ada yang mengklaim kepemilikan alat berat tersebut. 

"Jika ada yang datang mengklaim, kami takkan langsung percaya. Kami akan selidiki," pungkas Pantja. 

Ditambahkan Kepala Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq, ancaman yang menunggu para penambang liar itu bukan main-main. Merujuk pada Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Perlindungan Hutan, penambang bisa dipenjara maksimal 10 tahun atau didenda Rp20 miliar. 

"Hutan kita seluas 1,7 juta hektare. Harus diakui patroli polisi hutan kita belum maksimal kerjanya. Hanya beberapa titik yang bisa dipantau, termasuk penyergapan di hutan Jorong ini. Dukungan anggaran memang masih jadi kendala utama," kata Hanif. (fud/ema)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 10:42

Sopir Pingsan, Truk Kontainer Lompati Median Jalan

BANJARBARU - Pengguna jalan yang melintas di Jalan A Yani Km 23, Sabtu (18/11) kemarin dihebohkan…

Minggu, 19 November 2017 10:33

Ya Ampun, Tingginya Transaksi Narkoba di Serambi Mekkah

MARTAPURA - Kabupaten Banjar adalah penyangga Kota Banjarmasin, efeknya tentu beragam. Salah satunya…

Sabtu, 18 November 2017 13:09

Buron Satu Tahun, Akhirnya Penganiaya Fatmila Diringkus

RANTAU - Setelah hampir satu tahun lebih melarikan diri, akhirnya seorang pelaku penganiayaan berhasil…

Sabtu, 18 November 2017 13:04

Rumah Pengedar Sabu di Kuin Selatan Digerebek

BANJARMASIN - Lagi-lagi anggota Buser Polsekta Banjarmasin  Barat berhasil menangkap seorang …

Jumat, 17 November 2017 15:37

Razia Lagi di Eks Pembatuan, Dikira PSK, Ternyata Pelajar

BANJARBARU - Gadis 15 tahun hampir saja dibawa Satpol PP. Andai sang nenek, Sutirah tidak mati-matian…

Jumat, 17 November 2017 15:30

ASTAGFIRULLAH..!! Ayah Haus Seks, Anak Kandung Ditiduri, Kini Hamil 2 Bulan

KOTABARU - Jika sampai Melati akhirnya mengadukan ayahnya, artinya habis sudah kesabarannya. Selama…

Jumat, 17 November 2017 11:40

Resahkan Warga Jalan Simpang Anem, Penjual Sabu Diringkus

BANJARMASIN - Ardian Noor (31) tak bisa berkutik saat tertangkap tangan membawa sabu oleh anggota Polsekta…

Kamis, 16 November 2017 11:14

Haduh..!! Pelajar SMP Ketangkep Curi Motor

BANJARMASIN - Miris,  dua orang pelajar sekolah  menengah pertama yang ada di Banjarmasin,…

Kamis, 16 November 2017 11:09

Dipukul, Pelaku Balas Menikam dan Selanjutnya Innalillah

BANJARMASIN - Robiansyah alias Oby (27) dan Junaidi alias Junai (25) terlihat santai dan tenang saat…

Kamis, 16 November 2017 10:43

Lima Bulan Jualan Sabu, Ogi Akhirnya Tertangkap

BANJARMASIN - Personel  Buser  Polsek Banjarmasin Barat berhasil meringkus Sugiarto alias…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .