MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 09 Juni 2017 16:37
Ekspedisi Islam Jilid 3: Oase Islam di Punggung Meratus

PROKAL.CO,  

Keberadaan pondok pesantren Raudhatul Ulum yang persis berada di punggung pegunungan meratus Hulu Sungai Tengah menjadi oase tersendiri bagi warga Muslim sekitar Hantakan. Bagaimana kisahnya? 

 

Donny Muslim & Muhammad Rifani, Hantakan, Hulu Sungai Tengah

 

Usai menjajal wilayah Loksado, Hulu Sungai Selatan kami melanjutkan perjalanan menuju Hulu Sungai Tengah. Guyuran hujan sepanjang jalan membuat kondisi kami agak sedikit tidak karuan ketika kami sampai di pusat kota Barabai. Untungnya, kami dijamu dengan baik oleh Muhammad Amin, wartawan Radar Banjarmasin yang ngepos di Hulu Sungai Tengah. "Istirahat dulu sejenak, nanti kita liputan di wilayah pegunungan meratus," sarannya. 

 

Titik liputan kami di Hulu Sungai Tengah tak banyak. "Untuk syiar Islam pedalaman di HST, rata-rata datangnya lewat pengaruh pondok pesantren," kata dia. Pondok Pesantren Raudhatul Ulum menjadi rekomendasinya lantaran lokasi ponpes yang berada di punggung Pegunungan Meratus. Beberapa jam melepas penat, kami langsung minta ajak untuk melipir ke sana. 

 

Hujan gerimis menyambut saat kami menapak kaki di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum pada Kamis (1/6). Lokasinya berada di Desa Tanjung Hulu, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah. Jarak dari pusat kota kira-kira 20 kilometer. Benar belaka kata Amin. Letaknya persis berada di punggung Pegunungan Meratus. "Jadi posisinya berada ditengah-tengah, antara desa-desa pemukiman Muslim dan desa-desa penganut kepercayaan yang lain," jelasnya. Rimbun pepohonan, kicauan burung yang salih bersahutan, serta pemandangan pegunungan meratus yang terlihat indah membuat mata menjadi dimanjakan. 

 

Kompleks pondok pesantren cukup luas. Selain ponpes, di kompleks ini juga berdiri panti asuhan, musala, jejeran kios, serta kantor-kantor. Haji Muhammad Yasin adalah orang yang menyambut kami ketika sampai di kantor pondok pesantren. "Silakan masuk, guru Arsyad sedang istirahat datang dari ibadah umrah, jadi saya yang mewakili," perintah Yasin yang waktu itu mengenakan kaus putih polos serta sarung. 

 

Yasin adalah salah satu guru pondok pesantren yang terbilang senior. "Saya mengajar sejak awal-awal waktu berdirinya pondok sampai dengan sekarang," ceritanya. Pondok pesantren ini sendiri berdiri pada 07 Juli 1986, didirikan oleh KH Sayuti. "Kemudian, pada tahun 1990 oktober, kepengurusan dilimpahkan kepada KH Muhammad Arysad hingga sekarang," jelasnya.

 

KH Muhammad Arsyad atau yang kerap disapa Guru Arsyad selain dikenal sebagai pengasuh ponpes, ia juga diketahui aktif berdakwah menyiarkan agama Islam sampai ke pedalaman Pegunungan Meratus. Wilayah dakwahnya ada di desa-desa yang berada di Kecamatan Hantakan. Ia melakukan dakwah dari rumah ke rumah dan langgar ke langgar untuk mengayomi warga Muslim yang notabenenya menjadi kaum minoritas ketika berada di pegunungan. 

 

Gairah dakwah guru Arsyad tak habis dalam dirinya. "Santri kami meneruskan perjuangannya berdakwah ke daerah pedalaman Hantakan," kata Yasin. Diceritakannya, dalam pondok pesantren ada program mengirimkan para santri ke wilayah pelosok di Hantakan. "Tapi tidak tinggal di desa, hanya pulang pergi," ujarnya.

 

Para santri ditugaskan untuk mengajari warga Muslim pedalaman agar pengetahuan tentang ajaran Islam lebih kuat. Kata Yasin, pemuka agama di wilayah pedalaman sulit dicarinya. "Misalnya untuk para muallaf ya diajari tata cara salat. Soalnya, tidak ada pihak lain yang mengajari selain kami," tambahnya.  

 

Lantaran ponpes punya program mengirimkan para santri ke wilayah pelosok, warga Muslim pelosok Hantakan pasti biasanya juga bergantung ke ponpes untuk mengisi kegiatan keagamaan. "Misalnya ada syukuran, atau kegiatan lain seperti kami sering mengirimkan orang untuk membacakan dan menggiring amalan Talqin kepada warga yang meninggal dunia," kata dia. Hebatnya, para santri naik ke gunung tanpa bayaran sepeserpun. "Kami murni berdakwah menyiarkan Islam," ujarnya. 

 

Menariknya, warga desa-desa terpencil di Kecamatan Hantakan yang pernah dibimbing oleh para santri biasanya memilih menyekolahkan anak-anaknya ke pondok ini. "Banyak orang-orang asli Hantakan yang nyantri, lalu setelah tuntas mereka kembali ke desa masing-masing. Harapannya bisa jadi kader dakwah disana," kata dia.

 

Hingga kini, pondok pesantren sudah memiliki santri/santriwati sebanyak kurang lebih 300 orang. Rata-rata adalah orang asli Hantakan. Berkat banyaknya minat warga untuk menyekolahkan anaknya ke ponpes, syiar Islam di Hantakan sudah berkembang pesat. Para muallaf terus bertambah setiap tahunnya. "Meski begitu, pondok pesantren kami punya amanah besar untuk menjaga peradaban Islam hingga nanti," kata dia. (mr-149/rvn)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 13:19

Sejarah Panjang Kain Sasirangan: Hasil Bertapa Patih Lambung Mangkurat 40 Hari 40 Malam

Seperti kain nusantara umumnya, kain sasirangan punya banyak cerita. Kain khas Kalsel ini dipercaya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25

Hunting Bareng di  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:33

Begini Kemeriahaan Hari Kemerdekaan di Lembaga Pemasyarakatan

Hari Kemerdekaan menjadi hari yang selalu ditunggu para narapidana setiap tahunnya. Alasannya lebih…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:54

Ketika Warga Angkasa Gelar Apel Sendiri

Upacara bendera 17 Agustus bukan milik kantor pemerintah atau sekolah semata. Itulah yang coba dibuktikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:37

Ketika Tahanan Polsekta Banjarmasin Timur Ikut Rayakan Kemerdekaan RI

Para tahanan Polsekta Banjarmasin Timur juga bisa merasakan kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Bahkan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…

Rabu, 09 Agustus 2017 15:02

Rio, Remaja Penderita Leukimia Perlu Pengobatan

Di saat teman-teman sebayanya sedang asik menikmati masa sekolah, M Rio Ramadhan terbaring lemas di…

Sabtu, 05 Agustus 2017 18:10

Kisah Jambret Muda yang Sudah Tiga Kali Masuk Penjara

Baru berumur 18 tahun, LB sudah punya riwayat kejahatan yang panjang. Aksi terakhirnya menjambret di…

Kamis, 03 Agustus 2017 15:46

Kisah Ahmad Sofyan, Tukang Urut yang Akhirnya Naik Haji

Kisah perjuangan yang luar biasa dari orang biasa, untuk pergi berhaji mampu memotivasi siapapun. Seperti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .