MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 09 Juni 2017 16:37
Ekspedisi Islam Jilid 3: Oase Islam di Punggung Meratus

PROKAL.CO,  

Keberadaan pondok pesantren Raudhatul Ulum yang persis berada di punggung pegunungan meratus Hulu Sungai Tengah menjadi oase tersendiri bagi warga Muslim sekitar Hantakan. Bagaimana kisahnya? 

 

Donny Muslim & Muhammad Rifani, Hantakan, Hulu Sungai Tengah

 

Usai menjajal wilayah Loksado, Hulu Sungai Selatan kami melanjutkan perjalanan menuju Hulu Sungai Tengah. Guyuran hujan sepanjang jalan membuat kondisi kami agak sedikit tidak karuan ketika kami sampai di pusat kota Barabai. Untungnya, kami dijamu dengan baik oleh Muhammad Amin, wartawan Radar Banjarmasin yang ngepos di Hulu Sungai Tengah. "Istirahat dulu sejenak, nanti kita liputan di wilayah pegunungan meratus," sarannya. 

 

Titik liputan kami di Hulu Sungai Tengah tak banyak. "Untuk syiar Islam pedalaman di HST, rata-rata datangnya lewat pengaruh pondok pesantren," kata dia. Pondok Pesantren Raudhatul Ulum menjadi rekomendasinya lantaran lokasi ponpes yang berada di punggung Pegunungan Meratus. Beberapa jam melepas penat, kami langsung minta ajak untuk melipir ke sana. 

 

Hujan gerimis menyambut saat kami menapak kaki di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum pada Kamis (1/6). Lokasinya berada di Desa Tanjung Hulu, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah. Jarak dari pusat kota kira-kira 20 kilometer. Benar belaka kata Amin. Letaknya persis berada di punggung Pegunungan Meratus. "Jadi posisinya berada ditengah-tengah, antara desa-desa pemukiman Muslim dan desa-desa penganut kepercayaan yang lain," jelasnya. Rimbun pepohonan, kicauan burung yang salih bersahutan, serta pemandangan pegunungan meratus yang terlihat indah membuat mata menjadi dimanjakan. 

 

Kompleks pondok pesantren cukup luas. Selain ponpes, di kompleks ini juga berdiri panti asuhan, musala, jejeran kios, serta kantor-kantor. Haji Muhammad Yasin adalah orang yang menyambut kami ketika sampai di kantor pondok pesantren. "Silakan masuk, guru Arsyad sedang istirahat datang dari ibadah umrah, jadi saya yang mewakili," perintah Yasin yang waktu itu mengenakan kaus putih polos serta sarung. 

 

Yasin adalah salah satu guru pondok pesantren yang terbilang senior. "Saya mengajar sejak awal-awal waktu berdirinya pondok sampai dengan sekarang," ceritanya. Pondok pesantren ini sendiri berdiri pada 07 Juli 1986, didirikan oleh KH Sayuti. "Kemudian, pada tahun 1990 oktober, kepengurusan dilimpahkan kepada KH Muhammad Arysad hingga sekarang," jelasnya.

 

KH Muhammad Arsyad atau yang kerap disapa Guru Arsyad selain dikenal sebagai pengasuh ponpes, ia juga diketahui aktif berdakwah menyiarkan agama Islam sampai ke pedalaman Pegunungan Meratus. Wilayah dakwahnya ada di desa-desa yang berada di Kecamatan Hantakan. Ia melakukan dakwah dari rumah ke rumah dan langgar ke langgar untuk mengayomi warga Muslim yang notabenenya menjadi kaum minoritas ketika berada di pegunungan. 

 

Gairah dakwah guru Arsyad tak habis dalam dirinya. "Santri kami meneruskan perjuangannya berdakwah ke daerah pedalaman Hantakan," kata Yasin. Diceritakannya, dalam pondok pesantren ada program mengirimkan para santri ke wilayah pelosok di Hantakan. "Tapi tidak tinggal di desa, hanya pulang pergi," ujarnya.

 

Para santri ditugaskan untuk mengajari warga Muslim pedalaman agar pengetahuan tentang ajaran Islam lebih kuat. Kata Yasin, pemuka agama di wilayah pedalaman sulit dicarinya. "Misalnya untuk para muallaf ya diajari tata cara salat. Soalnya, tidak ada pihak lain yang mengajari selain kami," tambahnya.  

 

Lantaran ponpes punya program mengirimkan para santri ke wilayah pelosok, warga Muslim pelosok Hantakan pasti biasanya juga bergantung ke ponpes untuk mengisi kegiatan keagamaan. "Misalnya ada syukuran, atau kegiatan lain seperti kami sering mengirimkan orang untuk membacakan dan menggiring amalan Talqin kepada warga yang meninggal dunia," kata dia. Hebatnya, para santri naik ke gunung tanpa bayaran sepeserpun. "Kami murni berdakwah menyiarkan Islam," ujarnya. 

 

Menariknya, warga desa-desa terpencil di Kecamatan Hantakan yang pernah dibimbing oleh para santri biasanya memilih menyekolahkan anak-anaknya ke pondok ini. "Banyak orang-orang asli Hantakan yang nyantri, lalu setelah tuntas mereka kembali ke desa masing-masing. Harapannya bisa jadi kader dakwah disana," kata dia.

 

Hingga kini, pondok pesantren sudah memiliki santri/santriwati sebanyak kurang lebih 300 orang. Rata-rata adalah orang asli Hantakan. Berkat banyaknya minat warga untuk menyekolahkan anaknya ke ponpes, syiar Islam di Hantakan sudah berkembang pesat. Para muallaf terus bertambah setiap tahunnya. "Meski begitu, pondok pesantren kami punya amanah besar untuk menjaga peradaban Islam hingga nanti," kata dia. (mr-149/rvn)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 11:58

Jasa Ojek Online Khusus Perempuan di Banjarmasin ini Banjir Orderan

Nafisah boleh dibilang perempuan zaman now. Yang mampu mandiri mencari pendapatan sendiri. Menggunakan…

Sabtu, 21 April 2018 11:48

Norsinah, Kartini dari Pasar Harum Manis

Tahun 1987, Norsinah mengikuti tes PNS dan gagal. Toh, semangatnya mengajar tak pernah surut. Dengan…

Rabu, 18 April 2018 14:33

HEBAT, Petani di Tapin Berhasil Tanam Padi di Lahan Bekas Tambang

Lahan bekas tambang selalu menjadi permasalahan karena tak produktif.Tapi di Tapin, ada yang berhasil…

Selasa, 17 April 2018 15:17
Kisah Penyiar Cantik RTMC Polda Kalsel

Pilih Jadi Polisi Ketimbang Pramugari

Cantik, tangguh dan berdedikasi tinggi. Itu tercermin dari polwan yang satu ini. Namanya Dharma Setiawati.…

Senin, 16 April 2018 14:26

Suci Paradita Sari, Anggota Satgas Kamtib LP Teluk Dalam

Petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) tak melulu pria. Perempuan juga ada. Salah satunya, Suci Paradita…

Sabtu, 14 April 2018 11:48

Ikan Melimpah di Pesisir Pulau Laut, Tapi Nelayan tak Kunjung Kaya

Pesisir Pulau Laut memang kaya ikan. Tiga jam saja merengge, nelayan di Desa Semaras bisa menangkap…

Jumat, 13 April 2018 13:11

Perjuangan Heri Hadi Saputra Keliling Dagang Sule

Heri Hadi Saputra dulu berprofesi sebagai ojek. Penghasilannya pas-pasan. Sekarang pria berusia 38 tahun…

Kamis, 12 April 2018 14:45

Mantan Gubernur Kalsel Terpesona Keindahan Desa Kiram

MANTAN Gubernur Kalimantan Selatan, HM Said, terpesona ketika berkunjung ke Desa Kiram, Kecamatan Karang…

Selasa, 10 April 2018 20:30

Perjuangan Siswa Kotabaru Ikuti UNBK: 10 Jam Arungi Laut, Dihantam Gelombang 2 Meter

Mereka mesti berjibaku arungi ombak dua meter, arungi laut selama 10 jam hanya untuk ikut UNBK. ==========================…

Senin, 09 April 2018 15:36

Beratnya Perjuangan Nurjenah, Bidan Desa Terpencil di Pulau Burung

Nama Nurjenah tidak asing lagi bagi Warga Desa Pulau Burung Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Dia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .