MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 13 Juni 2017 12:43
Mantan Pejuang Hidup Kekurangan
BANTU SEMBAKO: Ipda Salahuddin Kurdi menjenguk Kai Atul dan menyerahkan bantuan sembako.

PROKAL.CO, KOTABARU – Pejuang dulu bertaruh nyawa memperjuangkan kemerdekaan bangsa memiliki kekayaan alam berlimpah ini. Sekarang raga mereka yang masih hidup sudah tua dimakan usia, beberapa dari mereka habiskan waktu hidup dalam kekurangan.

Kai Atul begitu orang di Gendang Timburu memanggilnya. Sebuah desa di kaki pegunungan Meratus Kecamatan Sungai Durian, berjarak sekitar 20 kilometer dari perbatasan Kalsel Kaltim, Kerang Dayo. Banyak warga menyebut, Kai Atul dulunya adalah seorang pejuang kemerdekaan.

Tinggal di sebuah rumah panggung berlantai bambu, Kai Atul sudah tidak mampu berjalan. Ke kamar kecil atau kegiatan lainnya, Kai Atul mesti dipapah. Konon usianya sudah mencapai seratus tahun lebih. Namun dia masih bisa berbicara. "Semangatnya masih kuat," ujar Kapolsek Sungai Durian Ipda Salahuddin Kurdi kepada Radar Banjarmasin, Sabtu (10/6) tadi.

Salahuddin mengungkapkan, Kai Atul memang hidup dalam keterbatasan ekonomi. "Padahal dulu beliau adalah pejuang kemerdekaan. Sekarang cuma tinggal dengan kondisi begini sama keluarganya," paparnya.

Di ruang tengah rumah Kai Atul sebutnya hanya ada tikar, dan kelambu putih tempat pejuang tua itu istirahat. Tidak ada barang mewah. Baju pun hanya digantungkan di pinggir dinding papan. Dapur juga sangat sederhana, bahan bakar kayu.

Kai Atul punya dua orang anak, yang juga hidup sederhana di kaki Meratus. Seperti warga lainnya pekerjaan mereka berkebun dan bertani dengan penghasilan yang hanya cukup buat makan sehari-hari.

Di rumah Kai Atul, Salahuddin sempat berbincang dengannya. "Dia bilang kalau tidak mudah meraih kemerdekaan bangsa. Tapi katanya itu tidak seberapa, masih jauh lebih sulit katanya mengisi kemerdekaan ini daripada merebutnya dulu," ucap Salahuddin.

Melihat kondisi Kai Atul, Salahuddin mengaku, bahwa mengisi kemerdekaan memang bukan perkara mudah. Bayangkan, berjuang di kaki Meratus membebaskan kawasan kaya batubara itu, namun tua hidup dalam keterbatasan. Tidak jauh dari rumah Kai Atul di era Presiden Megawati berdiri perusahaan batubara raksasa PT Kalimantan Energi Lestari sampai sekarang. Ironis rumah Kai Atul dan warga sekitar masih kesulitan pasokan listrik.

Untuk itu kata Salahuddin, dengan keterbatasan anggaran, dia memutuskan sembako Ramadan tahun ini salah satunya diberikan kepada Kai Atul. "Tidak banyak, hanya sembako. Semoga bisa membantu keluarga Kai Atul selama bulan puasa ini," harapnya.

Salahuddin juga berharap, ke depan anak-anak di kaki Meratus bisa mengenyam pendidikan tinggi. Sehingga mereka nantinya dapat membangun desa dan mengelolanya sendiri. 

Fatimah warga Sengayam yang berdekatan dengan Gendang Timburu membenarkan, kalau kawasan Gendang Timburu adalah daerah yang kaya alamnya namun warga banyak hidup dalam kesederhanaan. "Ya kalau pulang kuliah dari Banjarmasin kadang miris juga lihatnya, listrik belum maksimal di sana," ujar mahasiswi Uniska Banjarmasin ini.

Dikisahkan soal kehidupan Kai Atul, dia mengatakan memang banyak warga di sana tinggal di rumah panggung sederhana dengan dapur kayu. "Ya paling kerja kebun saja mereka. Itu pun buat makan sehari-hari saja," tambahnya. (zal/by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 18:28
Berita Tabalong

Jualan Makanan Harus Dibungkus

TANJUNG - Mari hormati orang sedang berpuasa! Itulah ajakan Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja…

Kamis, 24 Mei 2018 18:24
Berita Tabalong

Radio Pemkab Kerjasama dengan Kejaksaan

TANJUNG - Radio milik Pemerintah Kabupaten Tabalong, bernama Radio Suara Tabalong melakukan kerja sama…

Kamis, 24 Mei 2018 18:21
Berita Balangan

Bupati Balangan Terima Penghargaan Langsung dari Presiden

PARINGIN – Bupati Balangan Ansharuddin, Rabu (23/5) menerima penghargaan dari Presiden Republik…

Kamis, 24 Mei 2018 18:19
Parlementaria Balangan

DPRD Balangan Godok Raperda Kelembagaan Adat Dayak

PARINGIN - Hingga saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan, tengah bekerja…

Kamis, 24 Mei 2018 16:48

DDDT Rendah, Pulau Laut Berisiko Krisis Air

BANJARMASIN - Mantan dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Karta Sirang dihadirkan…

Kamis, 24 Mei 2018 13:29

MSAM Komitmen Bangun Ekonomi dan Mental-Spritual

Muhammad Akbar terbata berkisah. Beberapa tahun silam dia menamatkan SMP. "Maunya jadi tentara tapi…

Kamis, 24 Mei 2018 13:25

Selamat, Polda Kalsel Hari ini Resmi Jadi Tipe A

BANJARMASIN – Sejarah baru tercipta bagi kepolisian daerah (Polda) Kalimantan Selatan.  Hari…

Kamis, 24 Mei 2018 13:22

Tak Terurus, Makam Massal Jumat Kelabu Semakin Dilupakan

Makam Massal Jumat Kelabu 23 Mei 1997, nampaknya sudah dilupakan. Kuburan ratusan mayat tanpa identitas,…

Kamis, 24 Mei 2018 12:59

Menolak Lupa, Bukan Mengungkit Luka

SANGGAR Titian Barantai dari Universitas Islam Kalimantan layak mendapat acungan jempol. Sejak tahun…

Kamis, 24 Mei 2018 12:53

NAH LO.. Komisi ASN Sebut Pemeriksaan Inspektorat Atas Hamli Tidak Sah

Hamli Kursani kini berada di atas angin. Komisi ASN menyatakan pemeriksaan Inspektorat atas Hamli tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .