MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 16 Juni 2017 14:29
Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf
KAMPUNG MUALAF: Pemukiman muallaf di pegunungan meratus.

PROKAL.CO, Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah pemukiman dan majelis ta'lim khusus? Dalam kesempatan ekspedisi kali ini, kami menemui mereka di desa Halong, salah satu desa yang terpeosok di Kabupaten Balangan.

Donny Muslim & Muhammad Rifani, Desa Halong, Balangan

Muhammad Amin tampak grogi. Ia sesekali menundukkan kepala sambil tersenyum simpul. Amin mengaku baru mengenal Islam seumur jagung. Pemuda yang punya nama asli Mathius Yadi ini mengungkapkan belum begitu lancar membaca Al-Qur'an. "Sudah dua tahun memeluk Islam, masih terus belajar," kata dia yang saat itu mengenakan baju koko lengkap dengan sarung dan peci berwarna hitam.

Amin adalah salah seorang pemuda yang tinggal di pemukiman khusus milik Anshorul Muallafin, salah satu organisasi yang menaungi para muallaf di Balangan. Pemukiman ini menampung para muallaf yang membutuhkan tempat tinggal. "Saya tinggal di desa ini sejak beberapa saat setelah memeluk Islam tahun 2014, tapi sering bolak-balik ke rumah untuk silaturahmi ke orang tua, meskipun kami beda keyakinan," kata dia.

Posisi desa ini berada di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. 40 kilometer harus ditempuh untuk sampai di salah satu desa di punggung pegunungan meratus ini. Namun, pemandangan rumah-rumah yang berjejer rapi di bawah pegunungan yang masih hijau cukup mengusir rasa lelah. Wahyudi, wartawan Radar Banjarmasin yang bertugas di wilayah Balangan setia menemani kami selama perjalanan.

Halong dikenal sebagai salah satu kecamatan yang penduduknya berasal dari latarbelakang keyakinan yang berbeda-beda. Jadi, keberadaan kampung muallaf satu-satunya di Kecamatan ini tergolong sesuatu yang unik kami temukan selama ekspedisi.

Ustadz Badar, adalah orang pertama yang menyambut kami ketika sampai di pemukiman. Sebagian muallaf juga tampak menunggu. Ustad berumur 37 tahun ini dikenal sebagai salah satu pemuka agama untuk membimbing para muallaf yang berada di Desa Halong. Ia membawa mengajak kami untuk duduk santai di salah satu teras rumah warga.

Kondisi pemukiman sederhana. Hanya delapan buah rumah semi permanen. Luas tanahnya 30x60 meter persegi. "Sudah tidak muat lagi untuk menampung muallaf yang lain, tapi kita masih melakukan usaha untuk membeli tanah agar lebih luas," jelasnya optimis. Diungkapkannya, untuk daerah Halong jumlah penduduk Muslim berjumlah sekitar 169 orang. "Sementara, baru 40 jiwa yang ditampung. Masih banyak para muallaf yang terpencar, makanya kami usahakan agar bisa menampung" tambahnya.

Dijelaskan Badar, pemukiman ini dibentuk pada tahun 2013. "Awalnya kita hanya membeli tanah saja hasil swadaya masyarakat, tapi diuruskan ke salah satu perusahaan untuk dapat bantuan CSR, ternyata tembus," tuturnya. Rumah-rumah yang berdiri di pemukiman ini adalah bantuan dari CSR perusahaan perbankan yang Badar jelaskan.

Selain menampung tempat tinggal untuk mereka yang baru memeluk agama Islam, pembentukan pemukiman ini juga cukup beralasan: membimbing ilmu agama para muallaf agar tak mudah goyah. "Di pemukiman ini kami membentuk majelis ta'lim, tapi tidak seperti majelis-majelis umum yang bahasannya berat-berat ya," kata Badar. Tema pengajian di kampung muallaf Halong ini biasanya membahas seputar tata cara peribadatan dasar seperti salat dan wudhu serta belajar membaca Al-Qur'an. "Itu-itu saja terus diulang-ulang, karena membimbing ini tak cukup sampai satu kali bahasan," ujar Badar.

Biasanya, pengajian dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Pengajian dilaksanakan secara bergilir dari rumah ke rumah. "Maklum, kami belum punya musala," ujarnya. Tak jarang, Badar juga menyelipkan materi praktik serta tanya jawab agar para muallaf lebih mengerti materi yang diajarkan. "Kalo tidak begitu, kira-kira lamban pahamnya," kata dia.

Badar tak punya harapan yang muluk soal perkembangan agama Islam di Halong. "Misalnya, dituduh punya misi khusus untuk menyebarkan Islam untuk mereka yang non-muslim di Halong, kami tidak begitu. Kita tidak pernah ada paksaan kepada warga-warga non-muslim untuk meminta mereka memeluk Islam," katanya.

Harapan terbesar Badar dan warga muallaf simpel saja, pemukiman muallaf di Halong berkembang dengan baik dan punya musala untuk dijadikan pusat dakwah di kampung mereka. "Soalnya agak sulit juga apabila harus dari rumah ke rumah, jadi kami terus mengajukan permintaan untuk dapat bantuan ke berbagai pihak, semoga saja ada yang tembus," harap putra asli Halong ini . (mr-146/rvn)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Sabtu, 09 Desember 2017 16:36

Aksi Bagi Nasi Bungkus dari Komunitas Sijum

Ada komunitas unik di Kota Amuntai. Para personelnya rutin membagikan nasi bungkus setiap Jumat pagi.…

Jumat, 08 Desember 2017 18:37
Mereka Mantap jadi Pegulat (Bagian II, Habis)

Gulat Tak Sekadar Prestasi, Tapi juga Ladang Rezeki

Gulat tak hanya memenuhi harapan atlet muda yang perlu perbaikan rezeki. Namun, membuka pintu bagi atlet…

Kamis, 07 Desember 2017 16:27
Mereka Memilih jadi Pegulat (1)

Dibesarkan Loncat Indah, tapi Sukses di Gulat

Ina menoreh prestasi di loncat indah, tapi kemudian jenuh dan kepincut gulat. Sedangkan Adam harus memberontak…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…

Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.…

Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan…

Senin, 04 Desember 2017 15:30

Memprihatinkan..!! Sulitnya Akses Pendidikan di Pulau Sembilan

Tak hanya persoalan kesehatan, masyarakat Pulau Sembilan juga masih tertinggal dalam urusan pendidikan.…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,…

Jumat, 01 Desember 2017 15:06

Pukulan Telak Bagi Guru Daerah Terpencil

Tiga edisi laporan masyarakat Paminggir sudah diterbitkan. Tulisan ini ibarat catatan kaki. Menyuarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .