MANAGED BY:
MINGGU
25 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 16 Juni 2017 14:29
Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf
KAMPUNG MUALAF: Pemukiman muallaf di pegunungan meratus.

PROKAL.CO, Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah pemukiman dan majelis ta'lim khusus? Dalam kesempatan ekspedisi kali ini, kami menemui mereka di desa Halong, salah satu desa yang terpeosok di Kabupaten Balangan.

Donny Muslim & Muhammad Rifani, Desa Halong, Balangan

Muhammad Amin tampak grogi. Ia sesekali menundukkan kepala sambil tersenyum simpul. Amin mengaku baru mengenal Islam seumur jagung. Pemuda yang punya nama asli Mathius Yadi ini mengungkapkan belum begitu lancar membaca Al-Qur'an. "Sudah dua tahun memeluk Islam, masih terus belajar," kata dia yang saat itu mengenakan baju koko lengkap dengan sarung dan peci berwarna hitam.

Amin adalah salah seorang pemuda yang tinggal di pemukiman khusus milik Anshorul Muallafin, salah satu organisasi yang menaungi para muallaf di Balangan. Pemukiman ini menampung para muallaf yang membutuhkan tempat tinggal. "Saya tinggal di desa ini sejak beberapa saat setelah memeluk Islam tahun 2014, tapi sering bolak-balik ke rumah untuk silaturahmi ke orang tua, meskipun kami beda keyakinan," kata dia.

Posisi desa ini berada di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. 40 kilometer harus ditempuh untuk sampai di salah satu desa di punggung pegunungan meratus ini. Namun, pemandangan rumah-rumah yang berjejer rapi di bawah pegunungan yang masih hijau cukup mengusir rasa lelah. Wahyudi, wartawan Radar Banjarmasin yang bertugas di wilayah Balangan setia menemani kami selama perjalanan.

Halong dikenal sebagai salah satu kecamatan yang penduduknya berasal dari latarbelakang keyakinan yang berbeda-beda. Jadi, keberadaan kampung muallaf satu-satunya di Kecamatan ini tergolong sesuatu yang unik kami temukan selama ekspedisi.

Ustadz Badar, adalah orang pertama yang menyambut kami ketika sampai di pemukiman. Sebagian muallaf juga tampak menunggu. Ustad berumur 37 tahun ini dikenal sebagai salah satu pemuka agama untuk membimbing para muallaf yang berada di Desa Halong. Ia membawa mengajak kami untuk duduk santai di salah satu teras rumah warga.

Kondisi pemukiman sederhana. Hanya delapan buah rumah semi permanen. Luas tanahnya 30x60 meter persegi. "Sudah tidak muat lagi untuk menampung muallaf yang lain, tapi kita masih melakukan usaha untuk membeli tanah agar lebih luas," jelasnya optimis. Diungkapkannya, untuk daerah Halong jumlah penduduk Muslim berjumlah sekitar 169 orang. "Sementara, baru 40 jiwa yang ditampung. Masih banyak para muallaf yang terpencar, makanya kami usahakan agar bisa menampung" tambahnya.

Dijelaskan Badar, pemukiman ini dibentuk pada tahun 2013. "Awalnya kita hanya membeli tanah saja hasil swadaya masyarakat, tapi diuruskan ke salah satu perusahaan untuk dapat bantuan CSR, ternyata tembus," tuturnya. Rumah-rumah yang berdiri di pemukiman ini adalah bantuan dari CSR perusahaan perbankan yang Badar jelaskan.

Selain menampung tempat tinggal untuk mereka yang baru memeluk agama Islam, pembentukan pemukiman ini juga cukup beralasan: membimbing ilmu agama para muallaf agar tak mudah goyah. "Di pemukiman ini kami membentuk majelis ta'lim, tapi tidak seperti majelis-majelis umum yang bahasannya berat-berat ya," kata Badar. Tema pengajian di kampung muallaf Halong ini biasanya membahas seputar tata cara peribadatan dasar seperti salat dan wudhu serta belajar membaca Al-Qur'an. "Itu-itu saja terus diulang-ulang, karena membimbing ini tak cukup sampai satu kali bahasan," ujar Badar.

Biasanya, pengajian dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Pengajian dilaksanakan secara bergilir dari rumah ke rumah. "Maklum, kami belum punya musala," ujarnya. Tak jarang, Badar juga menyelipkan materi praktik serta tanya jawab agar para muallaf lebih mengerti materi yang diajarkan. "Kalo tidak begitu, kira-kira lamban pahamnya," kata dia.

Badar tak punya harapan yang muluk soal perkembangan agama Islam di Halong. "Misalnya, dituduh punya misi khusus untuk menyebarkan Islam untuk mereka yang non-muslim di Halong, kami tidak begitu. Kita tidak pernah ada paksaan kepada warga-warga non-muslim untuk meminta mereka memeluk Islam," katanya.

Harapan terbesar Badar dan warga muallaf simpel saja, pemukiman muallaf di Halong berkembang dengan baik dan punya musala untuk dijadikan pusat dakwah di kampung mereka. "Soalnya agak sulit juga apabila harus dari rumah ke rumah, jadi kami terus mengajukan permintaan untuk dapat bantuan ke berbagai pihak, semoga saja ada yang tembus," harap putra asli Halong ini . (mr-146/rvn)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Kamis, 08 Juni 2017 03:49

Ekspedisi Islam Jilid 3: Bangun Masjid Dengan Penuh Keringat (Bagian 11)

  Perjuangan mendirikan masjid pertama di Desa Loksado penuh dengan cucuran keringat warganya.…

Rabu, 07 Juni 2017 02:56

Ekspedisi Islam 3: Islam dan Hadirnya Urang Dagang (Bagian 10)

Perkembangan Syiar Islam di Loksado tak hanya melulu lewat perantara para habaib. Perananan para pedagang…

Selasa, 06 Juni 2017 20:18

Ekspedisi Islam Jilid III: Tradisi Balarut dan Dakwah Antar Generasi

  Sungai Amandit menjadi saksi sejarah penyebaran Islam di beberapa kawasan Loksado. Para habaib…

Minggu, 04 Juni 2017 17:28

Ekspedisi Islam Jilid III: Datu Muning dan Semangat Anti-Kolonialisme (Bagian 9)

Syekh Muhammad Ilyas geram melihat penjajah datang. Semangat anti-kolonialisme yang dimilikinya berhasil…

Jumat, 02 Juni 2017 13:12

Mengunjungi Warung Ramadan di Desa Bincau

Remaja Masjid Assobirrin memanfaatkan bulan suci ini untuk menggalang dana. Dengan cara membuka Warung…

Rabu, 31 Mei 2017 14:25

Perubahan Arsitektur Rumah Banjar Ketika Islam Masuk

Filosofi arsitektur Bubungan Tinggi setelah Islam masuk tak berubah, yang berbeda hanya penampilan.…

Selasa, 30 Mei 2017 15:58

Perajin Tas Purun Rantau: Bahan dari Kalteng, Lokal hanya untuk Tikar

Berbagai macam kerajinan tangan ada di Kabupaten Tapin. Salah satunya kerajinan tas purun di Desa Sungai…

Senin, 29 Mei 2017 16:14

Mengunjungi Budidaya Madu Kelulut Simpur

Banyak cara yang bisa dilakukan para petani untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satunya dengan…

Minggu, 28 Mei 2017 13:35

Ekspedisi Islam Jilid III; Bubur Legenda Masjid Sultan Suriansyah (Bagian 2)

Bubur Ayam Khas Banjar yang acap kali jadi santapan khas buka di Masjid Sultan Suriansyah mempunyai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .