MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 16 Juni 2017 14:29
Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf
KAMPUNG MUALAF: Pemukiman muallaf di pegunungan meratus.

PROKAL.CO, Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah pemukiman dan majelis ta'lim khusus? Dalam kesempatan ekspedisi kali ini, kami menemui mereka di desa Halong, salah satu desa yang terpeosok di Kabupaten Balangan.

Donny Muslim & Muhammad Rifani, Desa Halong, Balangan

Muhammad Amin tampak grogi. Ia sesekali menundukkan kepala sambil tersenyum simpul. Amin mengaku baru mengenal Islam seumur jagung. Pemuda yang punya nama asli Mathius Yadi ini mengungkapkan belum begitu lancar membaca Al-Qur'an. "Sudah dua tahun memeluk Islam, masih terus belajar," kata dia yang saat itu mengenakan baju koko lengkap dengan sarung dan peci berwarna hitam.

Amin adalah salah seorang pemuda yang tinggal di pemukiman khusus milik Anshorul Muallafin, salah satu organisasi yang menaungi para muallaf di Balangan. Pemukiman ini menampung para muallaf yang membutuhkan tempat tinggal. "Saya tinggal di desa ini sejak beberapa saat setelah memeluk Islam tahun 2014, tapi sering bolak-balik ke rumah untuk silaturahmi ke orang tua, meskipun kami beda keyakinan," kata dia.

Posisi desa ini berada di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. 40 kilometer harus ditempuh untuk sampai di salah satu desa di punggung pegunungan meratus ini. Namun, pemandangan rumah-rumah yang berjejer rapi di bawah pegunungan yang masih hijau cukup mengusir rasa lelah. Wahyudi, wartawan Radar Banjarmasin yang bertugas di wilayah Balangan setia menemani kami selama perjalanan.

Halong dikenal sebagai salah satu kecamatan yang penduduknya berasal dari latarbelakang keyakinan yang berbeda-beda. Jadi, keberadaan kampung muallaf satu-satunya di Kecamatan ini tergolong sesuatu yang unik kami temukan selama ekspedisi.

Ustadz Badar, adalah orang pertama yang menyambut kami ketika sampai di pemukiman. Sebagian muallaf juga tampak menunggu. Ustad berumur 37 tahun ini dikenal sebagai salah satu pemuka agama untuk membimbing para muallaf yang berada di Desa Halong. Ia membawa mengajak kami untuk duduk santai di salah satu teras rumah warga.

Kondisi pemukiman sederhana. Hanya delapan buah rumah semi permanen. Luas tanahnya 30x60 meter persegi. "Sudah tidak muat lagi untuk menampung muallaf yang lain, tapi kita masih melakukan usaha untuk membeli tanah agar lebih luas," jelasnya optimis. Diungkapkannya, untuk daerah Halong jumlah penduduk Muslim berjumlah sekitar 169 orang. "Sementara, baru 40 jiwa yang ditampung. Masih banyak para muallaf yang terpencar, makanya kami usahakan agar bisa menampung" tambahnya.

Dijelaskan Badar, pemukiman ini dibentuk pada tahun 2013. "Awalnya kita hanya membeli tanah saja hasil swadaya masyarakat, tapi diuruskan ke salah satu perusahaan untuk dapat bantuan CSR, ternyata tembus," tuturnya. Rumah-rumah yang berdiri di pemukiman ini adalah bantuan dari CSR perusahaan perbankan yang Badar jelaskan.

Selain menampung tempat tinggal untuk mereka yang baru memeluk agama Islam, pembentukan pemukiman ini juga cukup beralasan: membimbing ilmu agama para muallaf agar tak mudah goyah. "Di pemukiman ini kami membentuk majelis ta'lim, tapi tidak seperti majelis-majelis umum yang bahasannya berat-berat ya," kata Badar. Tema pengajian di kampung muallaf Halong ini biasanya membahas seputar tata cara peribadatan dasar seperti salat dan wudhu serta belajar membaca Al-Qur'an. "Itu-itu saja terus diulang-ulang, karena membimbing ini tak cukup sampai satu kali bahasan," ujar Badar.

Biasanya, pengajian dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Pengajian dilaksanakan secara bergilir dari rumah ke rumah. "Maklum, kami belum punya musala," ujarnya. Tak jarang, Badar juga menyelipkan materi praktik serta tanya jawab agar para muallaf lebih mengerti materi yang diajarkan. "Kalo tidak begitu, kira-kira lamban pahamnya," kata dia.

Badar tak punya harapan yang muluk soal perkembangan agama Islam di Halong. "Misalnya, dituduh punya misi khusus untuk menyebarkan Islam untuk mereka yang non-muslim di Halong, kami tidak begitu. Kita tidak pernah ada paksaan kepada warga-warga non-muslim untuk meminta mereka memeluk Islam," katanya.

Harapan terbesar Badar dan warga muallaf simpel saja, pemukiman muallaf di Halong berkembang dengan baik dan punya musala untuk dijadikan pusat dakwah di kampung mereka. "Soalnya agak sulit juga apabila harus dari rumah ke rumah, jadi kami terus mengajukan permintaan untuk dapat bantuan ke berbagai pihak, semoga saja ada yang tembus," harap putra asli Halong ini . (mr-146/rvn)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 13:19

Sejarah Panjang Kain Sasirangan: Hasil Bertapa Patih Lambung Mangkurat 40 Hari 40 Malam

Seperti kain nusantara umumnya, kain sasirangan punya banyak cerita. Kain khas Kalsel ini dipercaya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25

Hunting Bareng di  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:33

Begini Kemeriahaan Hari Kemerdekaan di Lembaga Pemasyarakatan

Hari Kemerdekaan menjadi hari yang selalu ditunggu para narapidana setiap tahunnya. Alasannya lebih…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:54

Ketika Warga Angkasa Gelar Apel Sendiri

Upacara bendera 17 Agustus bukan milik kantor pemerintah atau sekolah semata. Itulah yang coba dibuktikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:37

Ketika Tahanan Polsekta Banjarmasin Timur Ikut Rayakan Kemerdekaan RI

Para tahanan Polsekta Banjarmasin Timur juga bisa merasakan kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Bahkan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…

Rabu, 09 Agustus 2017 15:02

Rio, Remaja Penderita Leukimia Perlu Pengobatan

Di saat teman-teman sebayanya sedang asik menikmati masa sekolah, M Rio Ramadhan terbaring lemas di…

Sabtu, 05 Agustus 2017 18:10

Kisah Jambret Muda yang Sudah Tiga Kali Masuk Penjara

Baru berumur 18 tahun, LB sudah punya riwayat kejahatan yang panjang. Aksi terakhirnya menjambret di…

Kamis, 03 Agustus 2017 15:46

Kisah Ahmad Sofyan, Tukang Urut yang Akhirnya Naik Haji

Kisah perjuangan yang luar biasa dari orang biasa, untuk pergi berhaji mampu memotivasi siapapun. Seperti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .