MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 16 Juni 2017 15:14
Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga
MAKAM: Makam Habib Abdurrahman Alkaff. Semasa hidupnya, ulama ini mempunyai peran besar terhadap perkembangan Islam di punggung Pegunungan Meratus wilayah Balangan.

PROKAL.CO, Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib Abdurrahman Alkaff yang peduli terhadap nasib warga yang dikepung para penjajah membuat masyarakat tertarik memeluk ajaran Islam.

Donny Muslim & Muhammad Rifani, Desa Panyambaran Hulu, Balangan

"Sudah berkunjung ke makam Habib Abdurrahman Alkaff, belum?" tanya Ustadz Badar ketika kami ingin pamit dari Kampung Mualaf di Desa Halong, Kabupaten Balangan kemarin. Diceritakan Badar, habib tersebut mempunyai peran besar terhadap perkembangan Islam di punggung Pegunungan Meratus wilayah Balangan. "Makamnya tak jauh dari desa ini, kalau mau sekalian pulang saja," saran dia. Tak ingin buang kesempatan, kami memutuskan untuk langsung melipir ke makam habib tersebut.

Lokasi kubahnya memang tak jauh dari Desa Halong. Tepatnya, di Desa Panyambaran Hulu. Konon, Panyambaran Hulu adalah desa yang cukup lumayan tua lantaran sudah dihuni sejak 200 tahun lalu. Soal jarak tempuh, desa ini berjarak sekitar 30 kilometer jika dari Paringin, pusat Kabupaten Balangan.

Sampai di makam kami berkeliling sejenak. Makam Habib Abdurrahman berada di dalam kubah bergabung dengan makam-makam lain. Bau kembang kubur masih terasa pertanda makam ini banyak dikunjungi orang lain. "Cari makam siapa mas?" salah seorang pria menanyai kami. Ternyata, pria tersebut adalah juriat dari sang habib. Namanya Habib Haris Fadillah. "Santai dulu di tempat saya," sarannya. Kami ngobrol di kediamannya yang terletak 20 meter dari pemakaman.

"Soal riwayat hidup habib, ya? Wah kalau itu saya tak janji bisa bicara banyak, orang-orang terdahulu yang lebih tahu," ujarnya yang tampak masih muda. Memang kami akui, salah satu kesulitan dalam ekspedisi jilid ketiga kali ini adalah minimnya fakta sejarah lantaran berada lokasi liputan berada di wilayah-wilayah pinggiran. Namun, Haris Fadillah tak mau bikin kami kecewa. Berbekal cerita yang didapatnya dari almarhum neneknya, ia mencoba menerangkan sejarah yang ia tahu sedikit demi sedikit.

Menurut Haris, Desa Panyambaran ini adalah desa yang dulunya penuh dihuni masyarakat adat Pegunungan Meratus. "Benar kata orang-orang, desa ini sudah ada sejak 200 tahun yang lalu, bahkan lebih dari itu kemungkinan ada penghuninya," kata dia. Sekitar tahun 1800 tersebut, datanglah seorang pedagang dari Hadramaut yang juga keturunan dari Rasulullah. "Beliau bernama Habib Abdurrahman Assegaf," jelasnya.

Awalnya, Abdurrahman datang untuk sekadar berdagang saja. Ia biasanya menggunakan sampan dari Sungai Balangan untuk menjajakan barang dagangannya ke desa-desa yang ada di wilayah pegunungan. "Banyak yang dijualnya, terutama sembako-sembako yang sulit didapat masyarakat pegunungan," ujarnya.

Lantaran asyik berdagang, ia akhirnya menetap di Desa Penyambaran. Ilmu-ilmu keagamaan yang dimiliki habib membuatnya melancarkan misi dakwah ke masyarakat sekitar. Metode dakwah yang digunakan Habib Abdurrahman adalah berdakwah ketuk pintu. Hal itu dilakukannya selepas ia selesai berdagang. "Ia datang dari rumah ke rumah untuk bergaul dan akhirnya masyarakat adat sekitar tertarik untuk memeluk Islam," kata dia.

Habib Abdurrahman juga mendirikan Langgar di Desa Penyambaran. "Namanya At-Taqwa, langgar tersebut menjadi langgar tertua untuk daerah Penyambaran dan sekitarnya, sudah beberapa kali dipugar dari yang awalnya hanya sekadar ulin," ujarnya.

Saat penjajah Belanda melakukan invasi ke wilayah Penyambaran dan sekitarnya, Habib Abdurrahman memilih untuk menetap dan berjuang bersama masyarakat sekitar untuk melawan penjajah. "Habib Abdurrahman waktu itu adalah sosok yang terpandang, jadi beliau enggan meninggalkan wilayah dakwahnya," kata Haris. Ia aktif melakukan dakwah kepada masyarakat agar tidak mudah patah semangat dengan serangan dari para penjajah.

Salah satu kehebatan dari Habib Abdurrahman ini adalah bisa menyembunyikan warga ketika akan mendapat serangan dari penjajah. "Ketika masyarakat berlindung ke Habib Abdurrahman, para penjajah pasti tidak bakal melihat habib dan warga secara fisik, tidak bakal kelihatan," ujarnya. Penjajah akhirnya kewalahan. Hal itu membuat para penjajah tak ingin membiarkan warga sekitar tetap hidup di Desa Panyambaran.

Lantaran pengaruh dakwah kuat dari Habib Abdurrahman, hingga kini masyarakat Desa Penyambaran dan sekitarnya sudah rata-rata memeluk agama Islam. "Setiap tahun terus bertambah karena masuknya pendakwah-pendakwah lain, tapi, cerita Habib Abdurrahman perlu ditulis karena jasanya menyiarkan ajaran Islam di daerah pegunungan," ujar Haris. (mr-149/rvn/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 13:06

Kisah Haru Pedagang BBM Eceran Tunanetra di Banjarmasin

Kebutaan tak menghalangi ayah satu anak ini mencari nafkah. Nistam Juhansyah (66) mengais rejeki dengan…

Sabtu, 23 Juni 2018 12:12

Kiprah Youtuber Banua Meraih Silver Play Button dan Sukses dari Youtube

Di era digital sekarang, dunia maya tidak hanya menjadi tempat memanjakan mata, melainkan juga bisa…

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .