MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 17 Juni 2017 15:07
Curiga Permainan Lelang di Kotabaru
Ilustrasi

PROKAL.CO, KOTABARU - Para kontraktor di Kotabaru gelisah. Gara-garanya beberapa paket proyek pembangunan memakai sistem e-e-lelang cepat pada pertengahan Ramadan tadi.

Salah satu kontraktor lokal, Syahriansyah, mencontohnya bahwa mereka tidak bisa ikut mendaftar di proyek lelang jalan Magalau. Proyek tersebut dianggarkan melalui dana DAK dengan nilai Rp 17 miliar. "Karena mereka pakai sistem e-e-lelang cepat, kami kontraktor lokal nggak bisa daftar," keluhnya, Jumat (16/5) kemarin. 

Dia menambahkan, e-e-lelang cepat semestinya hanya untuk pekerjaan rutin. Bukan pekerjaan lengkap yang butuh sarana maksimal seperti pengerjaan jalan Magalau ke Sampanahan. Syahriansyah juga menduga ada permainan terkait beberapa e-lelang cepat di Kotabaru. "Karena di Tanah Bumbu saja belum pakai ini. Kotabaru sudah makai, mestinya kan sosialisasi dulu ke organisasi kontraktor lokal," cecarnya.

Warga Kotabaru ini juga menekankan akan membawa masalah ini ke ranah yang lebih serius. "Kalau memang ada permainan, maka kami tentu nggak akan tinggal diam," tekannya.

Ketua Gapensi Kotabaru, Winarto Hadi, juga mengatakan e-lelang cepat seingatnya belum disosialisasikan kepada kontraktor lokal. "Ya wajar nggak tahu kan. E-lelang cepat sebenarnya untuk pekerjaan rutin. Ini lelang sederhana, sistem mencari sendiri pemenangnya berdasarkan kriteria yang diinginkan oleh instansi bersangkutan," jelasnya. 

Ditanya soal kekecewaan kontraktor lokal, Winarto membenarkan. "Harusnya ada sosialisasi dulu. Karena kalau begini, saya khawatirnya anggaran malah tidak terserap maksimal," sesalnya. 

Kepala LPSE Kotabaru, Rusian Noor, membenarkan kalau beberapa proyek sudah memakai sistem e-lelang cepat. Dia mengaku pada 2015 dan 2016 pelatihan sistem e-lelang cepat sudah dilakukan. Sedangkan dalam hal ini, katanya, LPSE hanya menjalankan sistem saja. 

Kepala ULP Kotabaru, Johannoor, juga membenarkan pada Ramadan ini pihaknya banyak menerima berkas paket lelang dari instansi pemerintah daerah. "Ada 90-an masuk. Sudah ada 50-an yang tayang di situs lelang LPSE," ujarnya. 

Membeludaknya paket masuk, sementara tenaga pekerja hanya 9 orang, diakuinya memang memerlukan perhatian serius. Sebenarnya sejak awal tahun tadi sudah ada beberapa paket lelang proyek. Namun, ULP sendiri baru dibentuk untuk tahun ini pada bulan April tadi, sehingga baru bisa bekerja maksimal bulan Mei. "Jadi Mei tadi baru susun perencanaan kan instansinya. Nah ini tadi baru instansi masukkan paket. Memang di awal tahun ada kok beberapa buah paket lelang, cuma memang baru bulan ini kita maksimal," jelasnya. 

Namun dia sependapat, kalau masih minim sosialisasi sistem e-lelang cepat kepada kontraktor lokal. "Kami akan tampung semua keluhannya. Memang ini kondisi kita, dan akan kami sampaikan ke atas lah," janjinya.

Keterlambatan pembentukan ULP membuat Pemkab Kotabaru dikejar deadline. Dana DAK harus terserap sebanyak 75 persen sebelum tanggal 21 Juli 2017. "Tapi itu keputusannya ada sama instansi terkait," jelasnya. 

Plt Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Suprapti Tri Astuti, mengatakan keputusan e-lelang cepat harus mereka putuskan. "Karena kalau tidak terserap dana DAK nya bisa hangus tahun ini. Jadi itu pilihan terbaik," ujarnya. 

Adapun terkait pendapat tentang tenggat waktu karena kelalaian pemerintah, disebutkannya kurang beralasan juga. "Ya selain memang ULP baru April tadi, juga rencana pekerjaan kita banyak berubah karena cuaca dan lain sebagainya," akunya.

Sekadar diketahui, proyek Magalau ke Sampanahan tayang di LPSE pada 15 Juni tadi. Proses lelang hanya sampai 20 Juni nanti dengan memakai sistem e-lelang cepat. Bulan Juni ini serapan anggaran Kotabaru, kata Kepala ULP Johannoor, baru 11,11 persen dari rencana total 245 paket pekerjaan. (zal/ma/dye/ema)


BACA JUGA

Jumat, 18 Agustus 2017 17:12

Warga Banua Bangga, Pakaian Adat Presiden Berasal Dari Kalsel

Penampilan Presiden Joko Widodo dalam Upacara HUT Proklamasi RI ke-72 di Jakarta, Kamis (17/8) kemarin…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:01

Meneroka Konstelasi Politik Pilkada 2018: Bisa Melawan Kotak Kosong

Konstelasi politik lokal menyongsong pemilihan kepala daerah di 4 kabupaten di Kalsel mulai mengerucut.…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:42

PT SILO Beberkan Izin, Walhi: IUP Produksinya Janggal

KOTABARU - PT SILO Group (Sebuku Group) akhirnya membuka data dan memperlihatkan Izin Usaha Pertambangan…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:10

Peringatan Hari Kemerdekaan Pemprov, Hanya 16 Wakil Rakyat Terlihat

BANJARMASIN – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 yang dilaksanakan Pemerintah…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:08

Di HSS, Tiga Anak Lahir di Hari Istimewa

KANDANGAN – Tanggal 17 Agustus menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Momen apapun…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:43

Dua Ribu Pelamar di RS Idaman Dinyatakan Gugur

BANJARBARU - Pendaftaran lowongan pegawai Rumah Sakit Idaman sudah ditutup. Dari tiga ribu pelamar yang…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:25

Sabar Yaa.. Warga Banjarmasin Belum Bisa Ubah Data e-KTP

BANJARMASIN – Warga Banjarmasin yang akan mengubah data pada e-KTP (Elektronik Kartu Tanda Penduduk)…

Jumat, 18 Agustus 2017 14:16

Pawai Obor Peringati HUT RI

BATULICIN - Ratusan peserta mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan…

Jumat, 18 Agustus 2017 14:12

Bangga Mengabdi di Tanbu

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming dan Wabup Tanbu H Sudian Noor memberikan ucapan selamat kepada…

Jumat, 18 Agustus 2017 14:08

HUT NKRI Diwarnai Hujan Rintik

BATULICIN - Rintik-rintik hujan membasahi lapangan upacara di Kantor Bupati Tanah Bumbu, kemarin pagi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .