MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 17 Juni 2017 15:07
Curiga Permainan Lelang di Kotabaru
Ilustrasi

PROKAL.CO, KOTABARU - Para kontraktor di Kotabaru gelisah. Gara-garanya beberapa paket proyek pembangunan memakai sistem e-e-lelang cepat pada pertengahan Ramadan tadi.

Salah satu kontraktor lokal, Syahriansyah, mencontohnya bahwa mereka tidak bisa ikut mendaftar di proyek lelang jalan Magalau. Proyek tersebut dianggarkan melalui dana DAK dengan nilai Rp 17 miliar. "Karena mereka pakai sistem e-e-lelang cepat, kami kontraktor lokal nggak bisa daftar," keluhnya, Jumat (16/5) kemarin. 

Dia menambahkan, e-e-lelang cepat semestinya hanya untuk pekerjaan rutin. Bukan pekerjaan lengkap yang butuh sarana maksimal seperti pengerjaan jalan Magalau ke Sampanahan. Syahriansyah juga menduga ada permainan terkait beberapa e-lelang cepat di Kotabaru. "Karena di Tanah Bumbu saja belum pakai ini. Kotabaru sudah makai, mestinya kan sosialisasi dulu ke organisasi kontraktor lokal," cecarnya.

Warga Kotabaru ini juga menekankan akan membawa masalah ini ke ranah yang lebih serius. "Kalau memang ada permainan, maka kami tentu nggak akan tinggal diam," tekannya.

Ketua Gapensi Kotabaru, Winarto Hadi, juga mengatakan e-lelang cepat seingatnya belum disosialisasikan kepada kontraktor lokal. "Ya wajar nggak tahu kan. E-lelang cepat sebenarnya untuk pekerjaan rutin. Ini lelang sederhana, sistem mencari sendiri pemenangnya berdasarkan kriteria yang diinginkan oleh instansi bersangkutan," jelasnya. 

Ditanya soal kekecewaan kontraktor lokal, Winarto membenarkan. "Harusnya ada sosialisasi dulu. Karena kalau begini, saya khawatirnya anggaran malah tidak terserap maksimal," sesalnya. 

Kepala LPSE Kotabaru, Rusian Noor, membenarkan kalau beberapa proyek sudah memakai sistem e-lelang cepat. Dia mengaku pada 2015 dan 2016 pelatihan sistem e-lelang cepat sudah dilakukan. Sedangkan dalam hal ini, katanya, LPSE hanya menjalankan sistem saja. 

Kepala ULP Kotabaru, Johannoor, juga membenarkan pada Ramadan ini pihaknya banyak menerima berkas paket lelang dari instansi pemerintah daerah. "Ada 90-an masuk. Sudah ada 50-an yang tayang di situs lelang LPSE," ujarnya. 

Membeludaknya paket masuk, sementara tenaga pekerja hanya 9 orang, diakuinya memang memerlukan perhatian serius. Sebenarnya sejak awal tahun tadi sudah ada beberapa paket lelang proyek. Namun, ULP sendiri baru dibentuk untuk tahun ini pada bulan April tadi, sehingga baru bisa bekerja maksimal bulan Mei. "Jadi Mei tadi baru susun perencanaan kan instansinya. Nah ini tadi baru instansi masukkan paket. Memang di awal tahun ada kok beberapa buah paket lelang, cuma memang baru bulan ini kita maksimal," jelasnya. 

Namun dia sependapat, kalau masih minim sosialisasi sistem e-lelang cepat kepada kontraktor lokal. "Kami akan tampung semua keluhannya. Memang ini kondisi kita, dan akan kami sampaikan ke atas lah," janjinya.

Keterlambatan pembentukan ULP membuat Pemkab Kotabaru dikejar deadline. Dana DAK harus terserap sebanyak 75 persen sebelum tanggal 21 Juli 2017. "Tapi itu keputusannya ada sama instansi terkait," jelasnya. 

Plt Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Suprapti Tri Astuti, mengatakan keputusan e-lelang cepat harus mereka putuskan. "Karena kalau tidak terserap dana DAK nya bisa hangus tahun ini. Jadi itu pilihan terbaik," ujarnya. 

Adapun terkait pendapat tentang tenggat waktu karena kelalaian pemerintah, disebutkannya kurang beralasan juga. "Ya selain memang ULP baru April tadi, juga rencana pekerjaan kita banyak berubah karena cuaca dan lain sebagainya," akunya.

Sekadar diketahui, proyek Magalau ke Sampanahan tayang di LPSE pada 15 Juni tadi. Proses lelang hanya sampai 20 Juni nanti dengan memakai sistem e-lelang cepat. Bulan Juni ini serapan anggaran Kotabaru, kata Kepala ULP Johannoor, baru 11,11 persen dari rencana total 245 paket pekerjaan. (zal/ma/dye/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:38

Semarak, Aceh pun Ikuti Banjarbaru Creative Expo 

BANJARBARU – Banjarbaru Creative Expo 2017 meraih sambutan positif. Pemilik stan tak hanya Urang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:37

2 November, Terminal Tipe A Gambut Barakat Akan Beroperasi

BANJARMASIN – Plang rambu lalu lintas dengan tanda dilarang melintas bagi angkutan kota antarprovinsi…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:30

Warga Minta Video Blokade Sekolah di IG Dihapus

MARTAPURA - Warga akhirnya ramai-ramai membongkar pagar yang memblokade akses jalan SMPN 4 Sungai Tabuk,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20

Bedah Rumah Bagi Warga Miskin

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Sosial memberikan bantuan berupa bedah rumah untuk warga kurang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:19

Sebanyak 50 Nelayan Dapat Rumah Gratis

BATULICIN - Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) Nelayan Desa Sungai Cuka Kecamatan Satui akan mendapatkan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:18

Tim Penilai LSS Kalsel Kunjungi Tanbu

BATULICIN - Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Propinsi Kalsel tahun 2017 telah berjalan. Penilaian mengarah …

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:15

Kewalahan Urusi PJU di Banjarbaru, Swasta Akan Diizinkan Masuk

BANJARBARU - Yang terang hanya di pusat kota, selebihnya di pinggiran dan pelosok masih gelap. Belum…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:04

PPP Masih Rahasiakan Balon di Pilkada Tabalong

BANJARMASIN – Di Kalimantan Selatan (Kalsel) ada empat kabupaten yang akan melaksanakan Pemilihan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:56

Mantap, Polisi dan Linmas Bergabung Amankan Pilkada HSS

KANDANGAN – Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) HSS 2018 nanti,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:53

Cari Itik Luar untuk Pemurnian Bibit Itik Alabio

AMUNTAI – Itik Alabio yang sekarang banyak ditemukan di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .