MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 17 Juni 2017 15:07
Curiga Permainan Lelang di Kotabaru
Ilustrasi

PROKAL.CO, KOTABARU - Para kontraktor di Kotabaru gelisah. Gara-garanya beberapa paket proyek pembangunan memakai sistem e-e-lelang cepat pada pertengahan Ramadan tadi.

Salah satu kontraktor lokal, Syahriansyah, mencontohnya bahwa mereka tidak bisa ikut mendaftar di proyek lelang jalan Magalau. Proyek tersebut dianggarkan melalui dana DAK dengan nilai Rp 17 miliar. "Karena mereka pakai sistem e-e-lelang cepat, kami kontraktor lokal nggak bisa daftar," keluhnya, Jumat (16/5) kemarin. 

Dia menambahkan, e-e-lelang cepat semestinya hanya untuk pekerjaan rutin. Bukan pekerjaan lengkap yang butuh sarana maksimal seperti pengerjaan jalan Magalau ke Sampanahan. Syahriansyah juga menduga ada permainan terkait beberapa e-lelang cepat di Kotabaru. "Karena di Tanah Bumbu saja belum pakai ini. Kotabaru sudah makai, mestinya kan sosialisasi dulu ke organisasi kontraktor lokal," cecarnya.

Warga Kotabaru ini juga menekankan akan membawa masalah ini ke ranah yang lebih serius. "Kalau memang ada permainan, maka kami tentu nggak akan tinggal diam," tekannya.

Ketua Gapensi Kotabaru, Winarto Hadi, juga mengatakan e-lelang cepat seingatnya belum disosialisasikan kepada kontraktor lokal. "Ya wajar nggak tahu kan. E-lelang cepat sebenarnya untuk pekerjaan rutin. Ini lelang sederhana, sistem mencari sendiri pemenangnya berdasarkan kriteria yang diinginkan oleh instansi bersangkutan," jelasnya. 

Ditanya soal kekecewaan kontraktor lokal, Winarto membenarkan. "Harusnya ada sosialisasi dulu. Karena kalau begini, saya khawatirnya anggaran malah tidak terserap maksimal," sesalnya. 

Kepala LPSE Kotabaru, Rusian Noor, membenarkan kalau beberapa proyek sudah memakai sistem e-lelang cepat. Dia mengaku pada 2015 dan 2016 pelatihan sistem e-lelang cepat sudah dilakukan. Sedangkan dalam hal ini, katanya, LPSE hanya menjalankan sistem saja. 

Kepala ULP Kotabaru, Johannoor, juga membenarkan pada Ramadan ini pihaknya banyak menerima berkas paket lelang dari instansi pemerintah daerah. "Ada 90-an masuk. Sudah ada 50-an yang tayang di situs lelang LPSE," ujarnya. 

Membeludaknya paket masuk, sementara tenaga pekerja hanya 9 orang, diakuinya memang memerlukan perhatian serius. Sebenarnya sejak awal tahun tadi sudah ada beberapa paket lelang proyek. Namun, ULP sendiri baru dibentuk untuk tahun ini pada bulan April tadi, sehingga baru bisa bekerja maksimal bulan Mei. "Jadi Mei tadi baru susun perencanaan kan instansinya. Nah ini tadi baru instansi masukkan paket. Memang di awal tahun ada kok beberapa buah paket lelang, cuma memang baru bulan ini kita maksimal," jelasnya. 

Namun dia sependapat, kalau masih minim sosialisasi sistem e-lelang cepat kepada kontraktor lokal. "Kami akan tampung semua keluhannya. Memang ini kondisi kita, dan akan kami sampaikan ke atas lah," janjinya.

Keterlambatan pembentukan ULP membuat Pemkab Kotabaru dikejar deadline. Dana DAK harus terserap sebanyak 75 persen sebelum tanggal 21 Juli 2017. "Tapi itu keputusannya ada sama instansi terkait," jelasnya. 

Plt Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Suprapti Tri Astuti, mengatakan keputusan e-lelang cepat harus mereka putuskan. "Karena kalau tidak terserap dana DAK nya bisa hangus tahun ini. Jadi itu pilihan terbaik," ujarnya. 

Adapun terkait pendapat tentang tenggat waktu karena kelalaian pemerintah, disebutkannya kurang beralasan juga. "Ya selain memang ULP baru April tadi, juga rencana pekerjaan kita banyak berubah karena cuaca dan lain sebagainya," akunya.

Sekadar diketahui, proyek Magalau ke Sampanahan tayang di LPSE pada 15 Juni tadi. Proses lelang hanya sampai 20 Juni nanti dengan memakai sistem e-lelang cepat. Bulan Juni ini serapan anggaran Kotabaru, kata Kepala ULP Johannoor, baru 11,11 persen dari rencana total 245 paket pekerjaan. (zal/ma/dye/ema)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 17:20
Berita Tabalong

Tabalong Urutan Keempat UN SMP Kalsel

TANJUNG - Hasil ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs)…

Jumat, 25 Mei 2018 15:36

1001 Kisah Pesantren: Tak Punya Banyak Aturan

Sudah umum didengar ada guru di pesantren yang ditakuti santrinya. Tapi beda dengan Gus Jam, pimpinan…

Jumat, 25 Mei 2018 15:15

Meriah, Alalak Utara Sambut Sukacita Paman Birin

Jarum jam baru menunjukan pukul 01.00 Wita dini hari.  Namun suasana di areal lingkungan Masjid …

Jumat, 25 Mei 2018 15:10

PLN Jaga Pasokan Listrik Masjid, Ibadah Jadi Nyaman

BANJARMASIN - Memasuki Ramadan, PLN Area Banjarmasin melaksanakan kegiatan peduli instalasi listrik…

Jumat, 25 Mei 2018 14:39

Herman: Sudahlah, Sebaiknya Pak Ibnu Manut Saja

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyarankan agar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina…

Jumat, 25 Mei 2018 14:35

Tidak Membuat Jera, Denda Warung Sakadup Dinilai Terlalu Kecil

BANJARMASIN - Razia warung sakadup digelar maraton. Sejak Selasa (22/5) hingga kemarin (24/5), sudah…

Jumat, 25 Mei 2018 14:27

Jelang Mudik, BPTD Cek dan Ricek Kelayakan Angkutan di Terminal Km 6

BANJARMASIN - Menjelang mudik Lebaran, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Kalsel mengecek…

Jumat, 25 Mei 2018 14:20

Dikuasai Preman, Tarif Parkir di Pasar Sudimampir Berlapis

Praktik "tarif berlapis" parkir Pasar Sudimampir benar-benar bikin siapa saja geregetan. Alih-alih cukup…

Jumat, 25 Mei 2018 13:41

ASTAGA! Diberi Sembako, Warga Malah Dimintai Tanda Tangan Dukung Tambang

Di malam Ramadan, usai jam teraweh beberapa Ketua RT di Desa Selaru kasak-kusuk. Mereka sibuk mengumpulkan…

Jumat, 25 Mei 2018 13:39

11.000 Dukungan Tolak Tambang di Pulau Laut Diserahkan

BANJARMASIN – Setelah Jumat pekan lalu pihak penggugat (PT Sebuku Group) mendatangkan dua saksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .