MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 17 Juni 2017 15:07
Curiga Permainan Lelang di Kotabaru
Ilustrasi

PROKAL.CO, KOTABARU - Para kontraktor di Kotabaru gelisah. Gara-garanya beberapa paket proyek pembangunan memakai sistem e-e-lelang cepat pada pertengahan Ramadan tadi.

Salah satu kontraktor lokal, Syahriansyah, mencontohnya bahwa mereka tidak bisa ikut mendaftar di proyek lelang jalan Magalau. Proyek tersebut dianggarkan melalui dana DAK dengan nilai Rp 17 miliar. "Karena mereka pakai sistem e-e-lelang cepat, kami kontraktor lokal nggak bisa daftar," keluhnya, Jumat (16/5) kemarin. 

Dia menambahkan, e-e-lelang cepat semestinya hanya untuk pekerjaan rutin. Bukan pekerjaan lengkap yang butuh sarana maksimal seperti pengerjaan jalan Magalau ke Sampanahan. Syahriansyah juga menduga ada permainan terkait beberapa e-lelang cepat di Kotabaru. "Karena di Tanah Bumbu saja belum pakai ini. Kotabaru sudah makai, mestinya kan sosialisasi dulu ke organisasi kontraktor lokal," cecarnya.

Warga Kotabaru ini juga menekankan akan membawa masalah ini ke ranah yang lebih serius. "Kalau memang ada permainan, maka kami tentu nggak akan tinggal diam," tekannya.

Ketua Gapensi Kotabaru, Winarto Hadi, juga mengatakan e-lelang cepat seingatnya belum disosialisasikan kepada kontraktor lokal. "Ya wajar nggak tahu kan. E-lelang cepat sebenarnya untuk pekerjaan rutin. Ini lelang sederhana, sistem mencari sendiri pemenangnya berdasarkan kriteria yang diinginkan oleh instansi bersangkutan," jelasnya. 

Ditanya soal kekecewaan kontraktor lokal, Winarto membenarkan. "Harusnya ada sosialisasi dulu. Karena kalau begini, saya khawatirnya anggaran malah tidak terserap maksimal," sesalnya. 

Kepala LPSE Kotabaru, Rusian Noor, membenarkan kalau beberapa proyek sudah memakai sistem e-lelang cepat. Dia mengaku pada 2015 dan 2016 pelatihan sistem e-lelang cepat sudah dilakukan. Sedangkan dalam hal ini, katanya, LPSE hanya menjalankan sistem saja. 

Kepala ULP Kotabaru, Johannoor, juga membenarkan pada Ramadan ini pihaknya banyak menerima berkas paket lelang dari instansi pemerintah daerah. "Ada 90-an masuk. Sudah ada 50-an yang tayang di situs lelang LPSE," ujarnya. 

Membeludaknya paket masuk, sementara tenaga pekerja hanya 9 orang, diakuinya memang memerlukan perhatian serius. Sebenarnya sejak awal tahun tadi sudah ada beberapa paket lelang proyek. Namun, ULP sendiri baru dibentuk untuk tahun ini pada bulan April tadi, sehingga baru bisa bekerja maksimal bulan Mei. "Jadi Mei tadi baru susun perencanaan kan instansinya. Nah ini tadi baru instansi masukkan paket. Memang di awal tahun ada kok beberapa buah paket lelang, cuma memang baru bulan ini kita maksimal," jelasnya. 

Namun dia sependapat, kalau masih minim sosialisasi sistem e-lelang cepat kepada kontraktor lokal. "Kami akan tampung semua keluhannya. Memang ini kondisi kita, dan akan kami sampaikan ke atas lah," janjinya.

Keterlambatan pembentukan ULP membuat Pemkab Kotabaru dikejar deadline. Dana DAK harus terserap sebanyak 75 persen sebelum tanggal 21 Juli 2017. "Tapi itu keputusannya ada sama instansi terkait," jelasnya. 

Plt Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Suprapti Tri Astuti, mengatakan keputusan e-lelang cepat harus mereka putuskan. "Karena kalau tidak terserap dana DAK nya bisa hangus tahun ini. Jadi itu pilihan terbaik," ujarnya. 

Adapun terkait pendapat tentang tenggat waktu karena kelalaian pemerintah, disebutkannya kurang beralasan juga. "Ya selain memang ULP baru April tadi, juga rencana pekerjaan kita banyak berubah karena cuaca dan lain sebagainya," akunya.

Sekadar diketahui, proyek Magalau ke Sampanahan tayang di LPSE pada 15 Juni tadi. Proses lelang hanya sampai 20 Juni nanti dengan memakai sistem e-lelang cepat. Bulan Juni ini serapan anggaran Kotabaru, kata Kepala ULP Johannoor, baru 11,11 persen dari rencana total 245 paket pekerjaan. (zal/ma/dye/ema)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:38

Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit

KANDANGAN – Arus Sungai Amandit yang meluap dan berarus kuat setelah hujan yang turun sejak Kamis…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Clean Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

BATULICIN - DPRD Tanbu menyetujui Raperda Penanggulangan Prostitusi, Perumahan dan Permukiman menjadi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Pantau Persiapan Penilaian Akreditasi

BATULICIN - RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:14

Bangun Rumah Tahfiz di Tiap Desa

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor mengatakan untuk mencegah kerusakan mental generasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:13

Penyandang Disabilitas Berat Terima Bantuan

BATULICIN - Penyandang disabilitas berat di Kabupaten Tanah Bumbu mendapat perhatian penuh dari pemerintah.…

Kamis, 14 Desember 2017 16:00

Marasnya..!! Pariwisata Kalsel Tak Dilirik Kemenpar

BANJARMASIN – Tak ada pariwisata Kalsel dalam 18 tujuan wisata unggulan 2018 yang dirilis Kementerian…

Kamis, 14 Desember 2017 15:58

Walikota Banjarmasin Membantah Akan Bangun Jembatan Kaca

BANJARMASIN - Jika Anda sudah membayangkan Banjarmasin bakal memiliki jembatan kaca, maka bersiaplah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .