MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 17 Juni 2017 15:31
Gagal Diedarkan Uang Palsu di Pembatuan
SAKSI AHLI: Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel Mochammad Irwan bersama Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Mars Suryo Kartiko dalam gelar kasus upal. Ke 328 lembar uang pecahan seratus ribu itu disebutnya bermutu rendah, pemalsuannya tidak melibatkan teknologi yang terlampau canggih.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Pengungkapan kasus uang palsu dibantu saksi ahli dari Bank Indonesia. Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel, Mochammad Irwan mengatakan, upal hasil tangkapan Polres Banjarbaru itu berkualitas rendah. Artinya, sepintas pandang atau sekali sentuh, sudah cukup mencurigakan.

"Mutunya rendah. Penampilannya lebih mengkilat, disentuh licin, dan saat diterawang tak ada tanda air," kata Irwan, Kamis (16/6) di Mapolres Banjarbaru.

Dijelaskannya, ada tiga level pengamanan uang asli. Level pertama untuk orang awam dengan cara meraba dan menerawang uang. Level kedua lewat pengujian sinar UV (Ultra Violet), seperti yang lazim dipakai pegawai bank.

"Level ketiga biasa dipakai para ahli. Memakai peralatan khusus yang jauh lebih canggih. Nah, dalam kasus ini, uang ini untuk melewati level pertama pun gagal," imbuhnya.

Sebenarnya, sambung Irwan, peredaran upal tak mengenal waktu dan tempat. Tapi di bulan Ramadan hingga lebaran memang lebih rawan. Karena tren penukaran uang yang marak. Upal jadi lebih mudah diselipkan.

"Saran untuk masyarakat, tukarkan uang ke BI langsung. BI menyiapkan setok Rp4,5 triliun khusus untuk kebutuhan penukaran uang. Dan itu sangat cukup," pungkas Irwan.

Tangkapan upal ini terjadi Rabu (31/5) dini hari. Bermula dari patroli Sabhara, polisi curiga saat melihat mobil Toyota Innova nopol KH 1224 AL yang parkir di depan sebuah warung di eks lokalisasi Pembatuan. Keempat lelaki yang menumpangi mobil itu juga tergagap ketika diminta menunjukkan kartu identitasnya.

Dari penggeledahan di dalam mobil, polisi mendapati 328 lembar uang pecahan seratus ribu atau senilai Rp32,8 juta. Beserta segepok kertas kosong berukuran uang siap cetak.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Reskrim AKP Mars Suryo Kartiko mengatakan, hasil penyelidikan akhirnya mendapat kepastian. AM, 46 tahun dan MW, 47 tahun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara dua lelaki lainnya AH, 48 tahun dan YM, 39 tahun hanya sebagai saksi. "Dua orang ini menjadi saksi karena peran mereka tak lebih dari sekadar ikut menumpang dalam satu mobil," jelas AKP Mars.

Ditambahkannya, upal itu dipesan MW ke seorang bernama WW dari Bandung, Jawa Barat. Pesanan pertama berjumlah seratus lembar uang pecahan seratus ribu. Dan sudah laku dijual ke seseorang di Kapuas, Kalteng.

"Jadi ini merupakan pesanan kedua. Dan AM terlibat bantu mengedarkan dengan perjanjian pembagian keuntungan," pungkas AKP Mars. Dari pengakuan tersangka kepada penyidik, mereka memang berencana mengedarkan upal tersebut di Pembatuan. Keduanya dijerat Undang-undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. (fud/al/bin/ema)


BACA JUGA

Selasa, 22 Agustus 2017 16:44

Fokus Kembalikan Selisih Uang, Jaksa: Kami Bekerja Profesional

BANJARMASIN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel sedang menangani kasus dugaan korupsi perjalanan dinas…

Selasa, 22 Agustus 2017 16:22

WOW! Sopir Pengunggah Video Pungli Oknum Polisi Itu Diberi Hadiah Android

BANJARMASIN –  Puas sudah Ade Irawan. Sopir truk itu  akhirnya menuai hadiah dari keberaniannya…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:11

NGERI..! Versus Dum Truk, Pedagang Pentol Tewas di Pengayuan

BANJARBARU - Seorang pedagang pentol tewas terkapar di Jalan Ahmad Yani kilometer 24 Pengayuan jurusan…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:49

Terjatuh Saat Balapan Liar, Kepala Pecah, Otak Berserakan

BANJARMASIN - Terungkap sudah penyebab insiden kecelakaan yang terjadi di jalan Gubernur Subarjo, Lingkar…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:41

Empat Pria ini Ketangkap Basah Main Judi Poker

BANJARMASIN - Empat pria tertangkap basah sedang main judi Poker di sebuah warnet di Jalan Tembus Mantuil…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:36

Emak-emak Paling Banyak Terjaring di Razia Samsat Kayutangi

BANJARMASIN - Sebanyak 89 pelanggar terjaring razia oleh anggota Satlantas Polresta Banjarmasin di jalan…

Senin, 21 Agustus 2017 18:21

Kasus Perjalanan Dinas Fiktif Dewan: Sembunyi Dibalik Pergub?

Apa yang terjadi sebenarnya dengan perjalanan dinas fiktif anggota DPRD Kalsel? Radar Banjarmasin melakukan…

Senin, 21 Agustus 2017 16:27

Bupati Batola Saja Bingung, Kok Jembatan ini Bisa Ambruk?

MARABAHAN - Bupati Barito Kuala (Batola) Hasanuddin Murad meninjau lokasi ambruknya jembatan penghubung…

Senin, 21 Agustus 2017 16:15

RESMI, Lurah Pelambuan Jadi Tersangka Kasus OTT Saber Pungli

BANJARMASIN – Lurah Pelambuan Rahmatullah (38) yang dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan…

Senin, 21 Agustus 2017 15:43

Jembatan Ambruk Diselidiki Tim Ditreskrimsus Polda Kalsel

MARABAHAN – Aparat penegak hukum, baik kepolisian dan kejaksaan, kini secara bergantian datang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .