MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Minggu, 18 Juni 2017 18:56
Rental Buku Memasuki Senjakala Bisnis Bacaan
LEWAT MASA JAYA: Rahmat Stani, pemilik rental buku Da Bomb Banjarmasin. Di masa jayanya, Da Bomb berpenghasilan setengah juta sehari.

PROKAL.CO, Rental buku pernah populer di era 90 hingga tahun-tahun awal 2000-an. Bisnis itu digandrungi mereka yang ingin membaca komik tanpa perlu beli. Kini, jangankan menyewa, membaca pun jarang ada yang mau.

=======================================

Tumpukan komik dan novel lama masih terpajang di rak kayu meski terlihat kusam. Sebagian komik dan novel tersebut sudah ada yang diserang rayap. Sejak 1 tahun lebih, ruangan 5x5 meter itu tak lagi difungsikan Rahmat Stani sebagai rental buku bacaan. Taman bacaan ini sekarang difungsikannya sebagai gudang barang bekas.

Dari mesin pendingin hingga sepeda angin menghiasai ruangan yang dulunya menjadi tempat usaha yang menjadi tulang punggung menghidupi keluarganya. Yang semakin miris, beberapa plafon ruangan sudah ada yang bocor, menandakan taman bacaan ini ditinggalkan peminatnya.

Rahmat mengaku, seiring dengan berjalannya waktu dan juga perkembangan teknologi yang semakin pesat, lama kelamaan rental buku miliknya tak lagi dilirik dan mulai ditinggalkan oleh para pembaca dan pelanggannya.

Bahkan, demi menyelamatkan buku dari “serangan” rayap. Dia rela menjual murah buku tersebut agar tak hancur. “Mau bagaimana lagi, tak ada yang datang kesini lagi setelah munculnya handphone pintar yang bisa download bacaan,” keluh pemilik rental buku Da Bomb Banjarmasin itu, Sabtu (17/6) kemarin.

Dikatakannya, di era internet yang canggih sekarang ini, untuk bisa mendapatkan sumber bacaan sangat mudah, hanya dengan mencari pada mesin pencari di internet maka dalam hitungan detik bacaan pun akan tersedia. “Tinggal dipilih mana yang disukai maka tinggal download atau dibaca langsung pada layar monitor,” tuturnya.

Kemudahan yang seperti ini sebutnya, yang membuat para pembaca tak lagi harus datang ke rental buku kemudian memilih dan memilah buku mana yang akan dipinjam. “Apalagi praktis. Ini yang menyebabkan banyak rental buku yang tutup seperti saya,” tukasnya.

Dia bercerita, pada tahun 2000 an, rental buku menjadi primadona bagi “kutu buku”. Saking ramainya, ketika itu dia harus hunting edisi baru agar tetap menjadi referensi penyuka buku. Belum lagi biaya sewa yang terbilang murah daripada membeli. “Sekarang harga komik dan novel padahal harganya melambung tinggi. Tapi tetap saja rental buku mati suri,” tambahnya seraya menerangkan menjual komik bekas hanya seharga Rp3 ribu.

Rahmat menyebut, nasib rental buku tak jauh berbeda dengan rental VCD dan DVD yang lebih dulu hilang ditelan zaman. Padahal menurutnya, keberadaan rental buku seperti ini bisa meningkatkan minat baca kepada masyarakat. “Setiap hari sejak tahun 2015 lalu omzet terus turun, apalagi kondisi buku yang tak dibaca mulai diserang rayap. Mending ditutup dan dijual agar tak rusak,” cetusnya.

Diungkapkannya, usaha rental buku yang digelutinya sejal tahun 2005 bulan Oktober silam, didasari dari hobinya membaca komik dan novel bersama sang istri. Lambat laun, seri komik yang dibelinya kala itu semakin banyak dan berseri. Daripada didiamkan, Rahmat pun membuka rental buku di rumahnya. “Berawal dari hobi kala itu dan sering sewa di tempat lain. Seiring berjalan beli sendiri dan saya sewakan untuk mendapatkan penghasilan,” tuturnya.

Lalu buku buku apa saja yang kala itu banyak diminati pelanggannya? Dia menyebut komik Jepang yang kala itu paling dicari. Sedangkan untuk novel, yang paling dicari adalah novel remaja. Rahmat mengklaim, pelanggannya tembus hampir 4 ribu sebelum tutupnya usaha rental buku miliknya. “Untuk sewa buku harus jadi anggota, berdasarkan database saya jumlah anggotanya mencapai sekitar 4 ribu,” terangnya.

Masa masa jaya rental buku sempat dicicipinya, dari omzet Rp500 ribu per hari, hingga Rp700 ribu per hari. “Seingat saya tahun 2007 hingga 2010 penyewaan buku mendulang pendapatan tinggi. Di atas tahun 2011, seiring maraknya gejet dan mudahnya ber internet, usaha saya pun terus sepi, dan puncaknya, sekitar tahun 2015 tak lagi saya buka,” tutupnya.

Di kawasan Banjarbaru dan Martapura, hampir tidak ada lagi tempat penyewaan buku yang buka. Kalaupun masih ada, mungkin tidak lagi buka untuk mencari keuntungan tapi melainkan hanya membantu anak-anak dan remaja yang ingin mencari komik atau mencari buku pelajaran.

Seperti halnya penyewaan buku di Jalan Gedang, Pekauman Ulun, Martapura Timur. Buka sejak tahun 2013, jumlah pengunjung yang datang terus berkurang setiap tahunnya. "Awal buka dalam sehari masih ada tiga sampai empat orang yang datang, sekarang paling dalam satu bulan hanya satu orang," kata salah seorang penjaganya Rehana.

Dia mengungkapkan, minimnya pembaca buku sempat membuat mereka malas untuk buka. Dan memilih untuk tutup pada tahun 2014. "Tahun 2015 kami buka lagi, dengan tujuan untuk membantu anak-anak yang ingin mencari bahan pelajaran atau mencari buku cerita," ungkapnya.

Karena bertujuan untuk membantu, dirinya menggratiskan masyarakat yang ingin membaca ataupun membawa pulang buku. Meski begitu, tetap saja pengunjung yang datang sangat minim. "Digratiskan saja sepi, apalagi berbayar," kata Rehana.

Di toko berukuran sekitar empat meter persegi tersebut terdapat ratusan buku tersusun rapi di lemari. Ada berbagai jenis buku tersedia, seperti novel, komik, buku tentang agama, filsafat dan bermacam-macam buku pelajaran. "Yang paling sering dibaca novel, tapi kami tidak lagi menyediakan yang baru karena sepi pembaca," ujarnya.

Walaupun begitu, dia mengaku masih akan terus membuka tokonya. Karena, sewaktu-waktu ada anak-anak yang datang untuk mencari buku pelajaran. "Biasanya jelang ujian sekolah, mulai ada yang datang ke sini mencari buku pelajaran," pungkasnya. (ris/ay/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 22 Agustus 2017 16:33

Innalillah.. Dua Jemaah Banua Dikabarkan Meninggal Dunia

BANJARMASIN - Berita duka datang dari Mekkah. Dua jemaah haji asal Banua dikabarkan telah meninggal…

Selasa, 22 Agustus 2017 16:07

Taksi Online Boleh Mengantar ke Bandara, Tapi Tak Boleh Menjemput

Meski sukses menjadi layanan transportasi idaman di berbagai daerah, kehadiran taksi online di Banua…

Selasa, 22 Agustus 2017 12:13

Proyek Tak Ada Anggaran, Bina Marga Masih Tutup Mulut

KOTABARU - Kisruh pekerjaan pemeliharaan jalan di Kecamatan Pulau Laut Timur terus berlanjut. Warga…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:57

Perekrutan di RS Idaman Dijamin Bebas Titipan dan Intrik

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani memberi garansi perekrutan pegawai Rumah Sakit Idaman…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:50

Nadjmi: Setop Ribut Tanah Uruk di Bandara Syamsudin Noor

BANJARBARU - Polemik tanah uruk untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor berlanjut. Diulas di media…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:40

Tanbu Gelar Tablig Akbar Dalam Rangka HUT RI ke-72

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Tablig Akbar dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:38

HUT RI ke-72 Momentum Membangun Daerah

BATULICIN - Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 bertema Indonesia Kerja Bersama. Dengan tema…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:37

Ini Dia Tiga Reperda Disahkan DPRD Tanbu

BATULICIN - Sebanyak tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tahun 2017 mendapat persetujuan…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:14
Kabar Batola

Kepala BPKAD Batola: Barang yang Dimanfaatkan Masyarakat Harus Diretribusi

MARABAHAN - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Barito Kuala (Batola)…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:09

Kelotok Karam, Tiga Orang Tenggelam

MARABAHAN - Sebuah kelotok yang ditumpangi 9 orang tenggelam di Perairan Sungai Barito, Desa Belandean,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .