MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Senin, 19 Juni 2017 15:51
Peluang Rp18 Juta Pasca Lebaran
CERITA BISNIS: Dandim 1004 Letkol Inf Arh Samujio bercerita tentang peluang menggiurkan bisnis jagung pakan kepada awak media di sela berbuka puasa bersama.

PROKAL.CO,  

KOTABARU - Pasca Ramadan jika nasib baik, petani jagung di Desa Sungup Pulau Laut Tengah akan meraup Rp18 juta rupiah dari satu hektare tanaman jagung. "Itu kalau panennya baik, satu hektare dapat 6 ton jagung," ujar Dandim 1004 Letkol Inf Arh Samujio kepada Radar Banjarmasin, Sabtu (18/6) tadi dalam acara buka puasa bersama.

Samujio menceritakan, di Sungup belum lama tadi dicetuskan penanaman jagung sebanyak seratus hektare bersama kelompok petani di sana. Lahan pinjam milik salah satu perusahaan di sana.

Mengapa Jagung kata Samujio, karena dirinya sudah melakukan koordinasi dengan salah satu perusahaan pakan ternak di Kabupaten Tanah Laut. "Yang kita tanam ini jagung untuk pakan. Perusahaan mau beli Rp3 ribu per kilogramnya. Jadi kalau panen 6 ton, satu hektare kan dapat delapan belas juta," paparnya.

Dia melanjutkan, modal penggarapan dan penanaman lahan di sana hanya Rp5 juta per hektare. Itu karena pemerintah memberikan subsidi untuk bibit jagungnya. "Habis lebaran nanti rencana panen. Kalau ini berhasil maka akan kita lanjutkan programnya ke desa lainnya juga," kata tentara yang hobi berkebun ini.

Jagung untuk pakan dia pilih karena pembelinya sudah ada dan siap menampung berapapun hasil panen warga. "Kalau jagung manis, kita masih sulit pemasarannya, dan saingan cukup banyak di pasaran."

Ditanya soal lahan di Kabupaten Kotabaru yang banyak dimiliki negara dan korporasi, dia membenarkan. Namun katanya warga boleh menggarap di atas lahan milik negara, dengan sistem pinjam pakai. "Cuma jangan nanam tanaman yang lama, musiman saja seperti jagung, pisang dan lainnya," paparnya.

Dandim menilai, dengan pembinaan yang serius dan arahan yang tepat maka petani dan pekebun di Kotabaru akan bisa menghasilkan produk yang berkualitas. "Memang modal mereka jadi kendala biasanya. Ini yang harus sama-sama kita carikan jalan keluarnya."

Samujio yang baru setengah tahun bertugas di Kotabaru ini pun kemudian menyarankan agar petani membentuk sebuah kelompok, atau koperasi. "Itu akan membuat mereka kuat. Bisa mengajukan pinjaman skala besar juga kalau bentuknya koperasi."

Gafuri warga Pulau Laut Tengah, dimintai tanggapannya mengatakan, petani sebenarnya tidak masalah menanam apa saja. Yang menjadi kendala kata dia adalah saat proses penanaman sampai panen membutuhkan biaya. "Di situ kadang, sementara kita dapur harus tetap ngebul setiap hari," ujarnya.

Ditanya soal jagung pakan ternak, dia mengaku baru melihat jenis jagung tersebut dibudidayakan di Pulau Laut. Pekebun biasanya menanam jagung manis untuk diolah penganan atau sayur. "Nanti kita lihat, kalau benar banyak untungnya bisa nanti kami juga nanam jagung itu," tambahnya. (zal/by/ram)

 


BACA JUGA

Jumat, 18 Agustus 2017 16:28

Masuk Musim Haji Permintaan Telur Ayam Sepi

BANJARMASIN – Memasuki musim haji tahun 2017 ini, permitaan telur di pasaran sepi. Praktis, sejumlah…

Kamis, 17 Agustus 2017 18:36

PLN Merdekakan 17 Desa di Kalimantan Selatan

BANJARBARU - Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Kamis (17/8) hari ini, PLN Wilayah…

Rabu, 16 Agustus 2017 15:27

Tenang, Harga Sembako Stabil Jelang Idul Adha

BANJARMASIN - Hingga Idul Adha nanti, Dinas Perdagangan Kalsel menjamin harga sembako aman dan stabil.…

Sabtu, 12 Agustus 2017 05:05

Kalsel Belum Perlu Garam Impor

BANJARMASIN - Dinas Perdagangan Kalsel terus memantau harga garam di pasaran. Sampai saat ini harga…

Jumat, 11 Agustus 2017 17:16

Tahun ini Permintaan Hewan Kurban Semakin Menurun

BANJARMASIN - Permintaan hewan kurban makin menurun dalam beberapa tahun belakangan ini. Itu juga terjadi…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:00

Kisah Pedagang Musiman Atribut 17 Agustus, Gadai Rumah Demi Dagang Bendera

Datang dari Paris Van Java, 60 orang tiba dan menyebar di Pulau Kalimantan, sebagian singgah di Banjarbaru.…

Selasa, 08 Agustus 2017 14:23

Oleh-oleh Haji Sudah Banjir Permintaan

BANJARMASIN - Meski ibadah haji masih beberapa minggu, namun oleh-oleh haji sudah mulai banjir pesanan.…

Sabtu, 05 Agustus 2017 18:13

Langka, Tabung Gas 3 Kg Tembus Rp27 Ribu

BANJARBARU - Bosan diteror pembeli, Ian memutuskan memajang pengumuman. Karton sisa kardus air mineral…

Rabu, 02 Agustus 2017 15:36

Kotabaru Mau Bangun Tambak Garam

KOTABARU – Langkanya garam berdampak pada ribuan nelayan di daerah. Pemkab pun mewacanakan pembangunan…

Rabu, 02 Agustus 2017 10:05

Warga Banua Menunggak Pajak Rp200 Miliar

BANJARMASIN - Lesunya perekonomian saat ini, ternyata berdampak pada menurunnya pembayaran pajak kendaraan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .