MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 19 Juni 2017 16:22
Buang Puluhan Juta Perbulan, Aplikasi Booking Kamar RS Ulin Menyakitkan
TAK SESUAI HARGA: Puluhan juta dikeluarkan untuk memaintenance aplikasi booking kamar rumah sakit ini. Namun setiapkali warga menggunakannya, aplikasi ini tak berfungsi.

PROKAL.CO, Sejak tahun 2015 lalu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin mengklaim telah berinovasi untuk pemesanan kamar ruang inap dengan sistem informasi Pengelolaan Data Elektronik (PDE). Meski demikian, aplikasi booking kamar ini ternyata tak bisa dijalankan, padahal perawatan aplikasi sederhana ini terbilang mahal: Rp20 juta perbulan.

-------------------------------------

Surat bernomor 010/Lap-DK/KCW-KS/VI/17 pertanggal 12 Juni itu mengatasnamakan lembaga Dewan Perwakilan Kalimantan Corruption Watch Kalsel ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel. Isinya pengaduan tentang adanya dugaan yang tak sedap pada pengadaan dan perawatan media informasi online yang berbasis aplikasi.

RSUD Ulin memang menyediakan media informasi online yang terintegrasi dan bisa diakses oleh keluarga pasien melalui android. Di dalamnya keluarga pasien bisa melihat informasi pendukung, seperti jumlah kamar, jenis pelayanan, tarif kamar, nama dokter hingga melihat biaya perawatan selama di rumah sakit. Terobosan ini telah dimulai sejak Agustus 2016 lalu.

Belakangan, aplikasi ini mulai dikeluhkan karena tak bisa jalan. Ya, RSU Ulin for Android ini tak bisa lagi berfungsi. Update terakhir sendiri dalam keterangan di goggle playstore aplikasi ini diupdate 17 Juli 2016.

Hal ini janggal karena disebut-sebut semua sistem ini biaya perawatannya Rp20 juta perbulan. Mungkin inilah yang menjadi dasar dari adanya tudingan penyimpangan ke RSUD plat merah milik pemerintah provinsi ini. Mereka menduga software tersebut abal-abal karena tak memiliki lisensi.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Suciati, mengatakan aplikasi ini hasil kerjasama RSUD Ulin Banjarmasin dengan PT NCI. Pembuatan aplikasi ini memakan biaya jutaan Rupiah. Namun, saat ini software tersebut sudah dihibahkan kepada Rumah Sakit bertipe A tersebut dan sepenuhnya dikelola oleh pihak rumah sakit. “Ini kan hanya persoalan perangkat. Yang pasti tak ada bajakan. Karena memang dibuat sendiri,” terang Suci, Minggu (18/6) kemarin.

Suci mengatakan memang sering kali antara adiminstrasi dan pihak IT terlambat menginput data. Di RS Ulin, ada 6 orang IT yang bekerja di rumah sakit saling bergantian melakukan update.

Lalu di mana kendalanya? Suci mengatakan seringkali proses administrasi di lapangan tak bisa cepat mengimbangi aplikasi. Pasalnya pasien yang datang kadangkala jumlahnya banyak. ''Ini juga kadang yang terkadi, administrasi pelayanan belum menginput data, akhirnya tak sinkron," terangnya.

Radar Banjarmasin sendiri ketika mencoba aplikasi pencari kamar milik RSUD Ulin di google play hanya bisa masuk ke menu kamar yang berisi jumlah kamar yang kosong. Namun, ketika ingin masuk ke pilihan jenis kamar selalu gagal.

Radar Banjarmasin kemudian menghubungi abifa.net, perusahaan yang merancang dan mengembangkan aplikasi android RSU Ulin itu namun tak mendapatkan penjelasan yang memuaskan. "Maaf, untuk lebih jelas bisa menghubungi bagian Humas RS Ulin,
Karena saya juga staf RS Ulin.

Terimakasih," jawabnya. Dari keterangan tentang perusahaannya, abifa.NET adalah pembuat dan pengembang software desktop, web maupun mobile smartphone. (mof/ay/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 16:48

DDDT Rendah, Pulau Laut Berisiko Krisis Air

BANJARMASIN - Mantan dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Karta Sirang dihadirkan…

Kamis, 24 Mei 2018 13:29

MSAM Komitmen Bangun Ekonomi dan Mental-Spritual

Muhammad Akbar terbata berkisah. Beberapa tahun silam dia menamatkan SMP. "Maunya jadi tentara tapi…

Kamis, 24 Mei 2018 13:25

Selamat, Polda Kalsel Hari ini Resmi Jadi Tipe A

BANJARMASIN – Sejarah baru tercipta bagi kepolisian daerah (Polda) Kalimantan Selatan.  Hari…

Kamis, 24 Mei 2018 13:22

Tak Terurus, Makam Massal Jumat Kelabu Semakin Dilupakan

Makam Massal Jumat Kelabu 23 Mei 1997, nampaknya sudah dilupakan. Kuburan ratusan mayat tanpa identitas,…

Kamis, 24 Mei 2018 12:59

Menolak Lupa, Bukan Mengungkit Luka

SANGGAR Titian Barantai dari Universitas Islam Kalimantan layak mendapat acungan jempol. Sejak tahun…

Kamis, 24 Mei 2018 12:53

NAH LO.. Komisi ASN Sebut Pemeriksaan Inspektorat Atas Hamli Tidak Sah

Hamli Kursani kini berada di atas angin. Komisi ASN menyatakan pemeriksaan Inspektorat atas Hamli tidak…

Kamis, 24 Mei 2018 12:40

Sepi Wisatawan, Bus Wisata di Banjarbaru ini Diistirahatkan

BANJARBARU - Baru diresmikan pada akhir bulan April, bus wisata terpaksa harus diistirahatkan sepanjang…

Kamis, 24 Mei 2018 12:37

Pajak Tanah Uruk Bandara, Pemko Banjarbaru Bakal Dapat Satu Miliar

BANJARBARU - Jika tak ada aral melintang, Pemko Banjarbaru kemungkinan mendapatkan pajak tanah uruk…

Kamis, 24 Mei 2018 12:25

Fenomena Anak Sekolah Berburu Tanda Tangan Imam

BANJARMASIN - Bulan Ramadan pasti ingat waktu masih sekolah. Karena sekolah menugaskan untuk minta tanda…

Kamis, 24 Mei 2018 12:10
Pemkab Batola

Normiliyani Berpesan Tingkatkan Kepedulian Kepada Sesama

BATOLA - Bupati Barito Kuala Batola,  Noormiliyani AS mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .