MANAGED BY:
RABU
27 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52
Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)
PEMIMPIN KESULTANAN: Menurut cerita warga, makam keramat tertua di Kotabaru ada di Desa Tirawan. Di sanalah sosok bernama Assyarif Al-Habib Husein bersemayam. Ia adalah putera kedelapan dari Assyarif Al-Habib Ali Al Idrus yang pernah memimpin Kesultanan Sebamban.

PROKAL.CO, style="margin: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"> 

Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila peziarah hendak mengelilingi makam-makam keramat di Kotabaru, makam putra dari Sultan Sebamban itu harus jadi urutan pertama untuk dikunjungi. 

 

DONNY MUSLIM & MUHAMMAD RIFANI, Desa Tirawan, Kotabaru

 

Desa Tirawan adalah titik terakhir perjalanan kami untuk Ekspedisi Islam Jilid III. Selepas dari Desa Rampa, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju desa yang berada di kawasan pegunungan Kotabaru tersebut. Posisi tepatnya di Kecamatan Pulau Laut Utara. Jaraknya tempuhnya sekitar 15 kilometer dari pusat kota. 

 

Menurut cerita warga, makam keramat tertua di Kotabaru ada di Desa Tirawan. Di sanalah sosok bernama Assyarif Al-Habib Husein bersemayam. Ia adalah putera kedelapan dari Assyarif Al-Habib Ali Al Idrus yang pernah memimpin Kesultanan Sebamban.

 

Berdasarkan fakta sejarah, cerita tentang Habib Husein memang masih buram. Satu-satunya yang bisa kami temui adalah Supiani. Dia adalah penjaga makam sang habib. 

 

Omong-omong soal rute menuju makam, kami harus memarkir motor di halaman musala Desa Tirawan. Kemudian berjalan kaki sekitar 200 meter melintasi jalan setapak yang dikelilingi hutan. Aliran sungai-sungai kecil juga kami temui. Kala itu kami harus menyingsing celana dan melepas sepatu agar tak basah. Setelah berjalan beberapa saat, kami akhirnya sampai di area pemakaman. Ternyata, selain Habib Husein juga terdapat banyak makam warga Desa Tirawan di lokasi tersebut. 

 

Secara kasat mata makam habib memang terlihat berbeda. Kubah berbahan beton didirikan untuk melindungi makam. Karena berada di wilayah pegunungan, letak makamnya juga sedikit menanjak ke atas. Hujan membuat tanah di area tersebut menjadi licin.

 

Sesampainya di kubah kami mendapati Supiani sedang terlelap. Mendengar suara kami datang, ia segera bergegas bangun. "Dari mana?" tanya Supiani yang kala itu mengenakan baju kaus serta sarung.

 

Suaranya lirih. Letih tampak terlihat di raut wajahnya.   "Biasa tertidur di kubah. Sekalian menunggu orang yang datang. Silakan masuk dan duduk dulu," pintanya.

 

Usai menjelaskan maksud dan tujuan kami datang, Supiani langsung bercerita. "Makam ini adalah makam keramat tertua. Tapi baru saja ditemukan pada tahun 2007 yang lalu," katanya. 

 

Ditemukannya makam berawal dari seorang warga Kotabaru bernama Nurhayati. Menurut cerita, kala itu Nurhayati mendapat petunjuk dari Habib Husein melalui mimpi. "Perempuan tersebut datang kepada saya untuk menemani mencari makam ini. Menurut mimpi, makamnya ada di Desa Tirawan," cerita Supiani. Untuk diketahui, Nurhayati dikenal sebagai bagian dari lingkaran keluarga dari keturunan Syarif Ali.

 

Supiani langsung saja membantu perempuan itu dengan membawanya ke area pemakaman dan mencari letak makam sang habib. Tentu saja mengikuti petunjuk seperti di dalam mimpi. "Apabila ada gundukan batu, disitulah letak persis makamnya," kata Supiani menirukan perkataan Nurhayati kala itu.

 

Singkat cerita, makam Habib Husein yang dicari-cari akhirnya ditemukan. Letaknya persis seperti yang ada di dalam mimpi. "Sewaktu datang ke rumah saya, sosok Habib Husein ini memang muncul di teras. Tapi saya tidak melihatnya. Sosok Habib Husein hanya terlihat oleh Nurhayati. Bahkan, menurut wanita itu Habib Husein, sempat menunjukannya letak areal pemakaman tempat ia dimakamkan," cerita Supiani.

Konon, makam Habib Husein adalah makam keramat tertua yang ada di Kotabaru.

 

"Memang ditemukannya tahun 2007, tapi menurut Nurhayati wafatnya sekitar kurang  200 ratus tahun yang lalu," sebut Supiani. 

Menurut cerita Supiani, ada baiknya para peziarah yang sering mengunjungi makam-makam keramat di Kotabaru memilih makam Habib Husein untuk jadi titik awal ziarah. "Beliau ini kan yang paling senior, jadi alangkah baiknya untuk ke sini dulu," kata dia. 

 

Di Katabaru ada keyakinan bahwa Habib Husein adalah penjaga wilayah Kotabaru agar masyarakat terhindar dari bahaya. "Walaupun sudah wafat, beliau ini juga dikisahkan sebagai sosok yang menjaga keamanan wilayah Kotabaru. Habib Husein dapat gelar Shohibul Wilayah," kata Supiani.

 

Terlepas dari kisah habib penjaga Kotabaru, Supiani punya harapan besar. Dia ingin campur tangan maksimal dari pemerintah agar makam sang habib makin sering dikunjungi peziarah. "Harusnya pemerintah setempat lebih menggenjot lagi makam ini. Untungnya, rekan media seperti kalian ada, mudah-mudahan beritanya bisa sampai ke masyarakat luas, dan makam ini jadi ramai," harapnya. (mr-149/rvn/gr/nur/ema)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Senin, 04 September 2017 11:28

AKBP Suhasto, Kapolres Jago Mancing dan Suka Bertani

Bukan cuma jago taklukkan ikan di laut, AKBP Suhasto juga rupanya pandai memainkan arit di sawah. Sreet...,…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Kamis, 31 Agustus 2017 09:39

AKP Amelia Afifi Bicara Tentang Polisi Wanita di Masa Kini

1 September menjadi hari yang selalu dikenang kaum perempuan di Indonesia sebagai awal kiprah perempuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .