MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52
Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)
PEMIMPIN KESULTANAN: Menurut cerita warga, makam keramat tertua di Kotabaru ada di Desa Tirawan. Di sanalah sosok bernama Assyarif Al-Habib Husein bersemayam. Ia adalah putera kedelapan dari Assyarif Al-Habib Ali Al Idrus yang pernah memimpin Kesultanan Sebamban.

PROKAL.CO, style="margin: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"> 

Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila peziarah hendak mengelilingi makam-makam keramat di Kotabaru, makam putra dari Sultan Sebamban itu harus jadi urutan pertama untuk dikunjungi. 

 

DONNY MUSLIM & MUHAMMAD RIFANI, Desa Tirawan, Kotabaru

 

Desa Tirawan adalah titik terakhir perjalanan kami untuk Ekspedisi Islam Jilid III. Selepas dari Desa Rampa, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju desa yang berada di kawasan pegunungan Kotabaru tersebut. Posisi tepatnya di Kecamatan Pulau Laut Utara. Jaraknya tempuhnya sekitar 15 kilometer dari pusat kota. 

 

Menurut cerita warga, makam keramat tertua di Kotabaru ada di Desa Tirawan. Di sanalah sosok bernama Assyarif Al-Habib Husein bersemayam. Ia adalah putera kedelapan dari Assyarif Al-Habib Ali Al Idrus yang pernah memimpin Kesultanan Sebamban.

 

Berdasarkan fakta sejarah, cerita tentang Habib Husein memang masih buram. Satu-satunya yang bisa kami temui adalah Supiani. Dia adalah penjaga makam sang habib. 

 

Omong-omong soal rute menuju makam, kami harus memarkir motor di halaman musala Desa Tirawan. Kemudian berjalan kaki sekitar 200 meter melintasi jalan setapak yang dikelilingi hutan. Aliran sungai-sungai kecil juga kami temui. Kala itu kami harus menyingsing celana dan melepas sepatu agar tak basah. Setelah berjalan beberapa saat, kami akhirnya sampai di area pemakaman. Ternyata, selain Habib Husein juga terdapat banyak makam warga Desa Tirawan di lokasi tersebut. 

 

Secara kasat mata makam habib memang terlihat berbeda. Kubah berbahan beton didirikan untuk melindungi makam. Karena berada di wilayah pegunungan, letak makamnya juga sedikit menanjak ke atas. Hujan membuat tanah di area tersebut menjadi licin.

 

Sesampainya di kubah kami mendapati Supiani sedang terlelap. Mendengar suara kami datang, ia segera bergegas bangun. "Dari mana?" tanya Supiani yang kala itu mengenakan baju kaus serta sarung.

 

Suaranya lirih. Letih tampak terlihat di raut wajahnya.   "Biasa tertidur di kubah. Sekalian menunggu orang yang datang. Silakan masuk dan duduk dulu," pintanya.

 

Usai menjelaskan maksud dan tujuan kami datang, Supiani langsung bercerita. "Makam ini adalah makam keramat tertua. Tapi baru saja ditemukan pada tahun 2007 yang lalu," katanya. 

 

Ditemukannya makam berawal dari seorang warga Kotabaru bernama Nurhayati. Menurut cerita, kala itu Nurhayati mendapat petunjuk dari Habib Husein melalui mimpi. "Perempuan tersebut datang kepada saya untuk menemani mencari makam ini. Menurut mimpi, makamnya ada di Desa Tirawan," cerita Supiani. Untuk diketahui, Nurhayati dikenal sebagai bagian dari lingkaran keluarga dari keturunan Syarif Ali.

 

Supiani langsung saja membantu perempuan itu dengan membawanya ke area pemakaman dan mencari letak makam sang habib. Tentu saja mengikuti petunjuk seperti di dalam mimpi. "Apabila ada gundukan batu, disitulah letak persis makamnya," kata Supiani menirukan perkataan Nurhayati kala itu.

 

Singkat cerita, makam Habib Husein yang dicari-cari akhirnya ditemukan. Letaknya persis seperti yang ada di dalam mimpi. "Sewaktu datang ke rumah saya, sosok Habib Husein ini memang muncul di teras. Tapi saya tidak melihatnya. Sosok Habib Husein hanya terlihat oleh Nurhayati. Bahkan, menurut wanita itu Habib Husein, sempat menunjukannya letak areal pemakaman tempat ia dimakamkan," cerita Supiani.

Konon, makam Habib Husein adalah makam keramat tertua yang ada di Kotabaru.

 

"Memang ditemukannya tahun 2007, tapi menurut Nurhayati wafatnya sekitar kurang  200 ratus tahun yang lalu," sebut Supiani. 

Menurut cerita Supiani, ada baiknya para peziarah yang sering mengunjungi makam-makam keramat di Kotabaru memilih makam Habib Husein untuk jadi titik awal ziarah. "Beliau ini kan yang paling senior, jadi alangkah baiknya untuk ke sini dulu," kata dia. 

 

Di Katabaru ada keyakinan bahwa Habib Husein adalah penjaga wilayah Kotabaru agar masyarakat terhindar dari bahaya. "Walaupun sudah wafat, beliau ini juga dikisahkan sebagai sosok yang menjaga keamanan wilayah Kotabaru. Habib Husein dapat gelar Shohibul Wilayah," kata Supiani.

 

Terlepas dari kisah habib penjaga Kotabaru, Supiani punya harapan besar. Dia ingin campur tangan maksimal dari pemerintah agar makam sang habib makin sering dikunjungi peziarah. "Harusnya pemerintah setempat lebih menggenjot lagi makam ini. Untungnya, rekan media seperti kalian ada, mudah-mudahan beritanya bisa sampai ke masyarakat luas, dan makam ini jadi ramai," harapnya. (mr-149/rvn/gr/nur/ema)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Sabtu, 18 November 2017 13:51

Asma, Penulis Cilik Peraih Penghargaan Nasional

Banua patut berbangga karena telah memiliki penulis cilik bernama Asma Taqiyya Jihada Fama. Bocah berusia…

Sabtu, 18 November 2017 13:17

Bangganya..!! Nur Aimah Akan Tampil di Kejuaraan Difabel Asia

Bangga, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Nur Aimah. Betapa tidak, atlet renang difabel…

Jumat, 17 November 2017 13:44

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 8 Banjarbaru

Meski menjadi pengalaman pertamanya menjadi pembicara di hadapan para siswa, tak membuat GM TIKI Banjarmasin…

Kamis, 16 November 2017 14:12

Bripka Ronny Setiadi, Polisi yang Jual Tanah demi Beli Mobil Ambulans

Menolong seorang wanita hamil yang hampir tak dapat tumpangan ke rumah sakit, membuat Bripka Ronny Setiadi…

Kamis, 16 November 2017 11:52

Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 4 dan 5 Banjarbaru

Kelas Inspirasi Rabu (15/11) kemarin dilaksanakan di dua sekolah sekaligus, yaitu di SMPN 4 Banjarbaru…

Kamis, 16 November 2017 10:34

Mengenal Lebih Dekat Sosok Pelatih Futsal di Banjarmasin

Sempat membela Yellow Alligator, Peseban Banjarmasin yang kini akan bertarung di babak nasional Liga…

Rabu, 15 November 2017 15:30

Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan…

Rabu, 15 November 2017 11:13

Mengenal Komunitas N Gage Lovers Banjarmasin

bentuk yang unik, bak mangkuk yang dibelah, membuat handphone (HP) Jadul berupa N Gage sangat digemari.…

Selasa, 14 November 2017 15:12

Werner Laule - Siti Farida Elyanor, pasangan Jerman-Kelua yang Suka Bertualang

Werner Laule dan Siti Farida Elyanor berlibur di Banua sejak 28 September lalu. Pasangan Jerman-Kelua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .