MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52
Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)
PEMIMPIN KESULTANAN: Menurut cerita warga, makam keramat tertua di Kotabaru ada di Desa Tirawan. Di sanalah sosok bernama Assyarif Al-Habib Husein bersemayam. Ia adalah putera kedelapan dari Assyarif Al-Habib Ali Al Idrus yang pernah memimpin Kesultanan Sebamban.

PROKAL.CO, style="margin: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"> 

Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila peziarah hendak mengelilingi makam-makam keramat di Kotabaru, makam putra dari Sultan Sebamban itu harus jadi urutan pertama untuk dikunjungi. 

 

DONNY MUSLIM & MUHAMMAD RIFANI, Desa Tirawan, Kotabaru

 

Desa Tirawan adalah titik terakhir perjalanan kami untuk Ekspedisi Islam Jilid III. Selepas dari Desa Rampa, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju desa yang berada di kawasan pegunungan Kotabaru tersebut. Posisi tepatnya di Kecamatan Pulau Laut Utara. Jaraknya tempuhnya sekitar 15 kilometer dari pusat kota. 

 

Menurut cerita warga, makam keramat tertua di Kotabaru ada di Desa Tirawan. Di sanalah sosok bernama Assyarif Al-Habib Husein bersemayam. Ia adalah putera kedelapan dari Assyarif Al-Habib Ali Al Idrus yang pernah memimpin Kesultanan Sebamban.

 

Berdasarkan fakta sejarah, cerita tentang Habib Husein memang masih buram. Satu-satunya yang bisa kami temui adalah Supiani. Dia adalah penjaga makam sang habib. 

 

Omong-omong soal rute menuju makam, kami harus memarkir motor di halaman musala Desa Tirawan. Kemudian berjalan kaki sekitar 200 meter melintasi jalan setapak yang dikelilingi hutan. Aliran sungai-sungai kecil juga kami temui. Kala itu kami harus menyingsing celana dan melepas sepatu agar tak basah. Setelah berjalan beberapa saat, kami akhirnya sampai di area pemakaman. Ternyata, selain Habib Husein juga terdapat banyak makam warga Desa Tirawan di lokasi tersebut. 

 

Secara kasat mata makam habib memang terlihat berbeda. Kubah berbahan beton didirikan untuk melindungi makam. Karena berada di wilayah pegunungan, letak makamnya juga sedikit menanjak ke atas. Hujan membuat tanah di area tersebut menjadi licin.

 

Sesampainya di kubah kami mendapati Supiani sedang terlelap. Mendengar suara kami datang, ia segera bergegas bangun. "Dari mana?" tanya Supiani yang kala itu mengenakan baju kaus serta sarung.

 

Suaranya lirih. Letih tampak terlihat di raut wajahnya.   "Biasa tertidur di kubah. Sekalian menunggu orang yang datang. Silakan masuk dan duduk dulu," pintanya.

 

Usai menjelaskan maksud dan tujuan kami datang, Supiani langsung bercerita. "Makam ini adalah makam keramat tertua. Tapi baru saja ditemukan pada tahun 2007 yang lalu," katanya. 

 

Ditemukannya makam berawal dari seorang warga Kotabaru bernama Nurhayati. Menurut cerita, kala itu Nurhayati mendapat petunjuk dari Habib Husein melalui mimpi. "Perempuan tersebut datang kepada saya untuk menemani mencari makam ini. Menurut mimpi, makamnya ada di Desa Tirawan," cerita Supiani. Untuk diketahui, Nurhayati dikenal sebagai bagian dari lingkaran keluarga dari keturunan Syarif Ali.

 

Supiani langsung saja membantu perempuan itu dengan membawanya ke area pemakaman dan mencari letak makam sang habib. Tentu saja mengikuti petunjuk seperti di dalam mimpi. "Apabila ada gundukan batu, disitulah letak persis makamnya," kata Supiani menirukan perkataan Nurhayati kala itu.

 

Singkat cerita, makam Habib Husein yang dicari-cari akhirnya ditemukan. Letaknya persis seperti yang ada di dalam mimpi. "Sewaktu datang ke rumah saya, sosok Habib Husein ini memang muncul di teras. Tapi saya tidak melihatnya. Sosok Habib Husein hanya terlihat oleh Nurhayati. Bahkan, menurut wanita itu Habib Husein, sempat menunjukannya letak areal pemakaman tempat ia dimakamkan," cerita Supiani.

Konon, makam Habib Husein adalah makam keramat tertua yang ada di Kotabaru.

 

"Memang ditemukannya tahun 2007, tapi menurut Nurhayati wafatnya sekitar kurang  200 ratus tahun yang lalu," sebut Supiani. 

Menurut cerita Supiani, ada baiknya para peziarah yang sering mengunjungi makam-makam keramat di Kotabaru memilih makam Habib Husein untuk jadi titik awal ziarah. "Beliau ini kan yang paling senior, jadi alangkah baiknya untuk ke sini dulu," kata dia. 

 

Di Katabaru ada keyakinan bahwa Habib Husein adalah penjaga wilayah Kotabaru agar masyarakat terhindar dari bahaya. "Walaupun sudah wafat, beliau ini juga dikisahkan sebagai sosok yang menjaga keamanan wilayah Kotabaru. Habib Husein dapat gelar Shohibul Wilayah," kata Supiani.

 

Terlepas dari kisah habib penjaga Kotabaru, Supiani punya harapan besar. Dia ingin campur tangan maksimal dari pemerintah agar makam sang habib makin sering dikunjungi peziarah. "Harusnya pemerintah setempat lebih menggenjot lagi makam ini. Untungnya, rekan media seperti kalian ada, mudah-mudahan beritanya bisa sampai ke masyarakat luas, dan makam ini jadi ramai," harapnya. (mr-149/rvn/gr/nur/ema)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 15:03

Menengok Ujian Nasional di SLB Pelambuan

Darmawati boleh saja menolak. Tapi dia malah mengikutkan putranya yang autis, Gusti Muhammad  Fahreza…

Selasa, 24 April 2018 15:19

Kisah Khairani, Rela Makan tak Pakai Lauk, Asal Uang Kuliah Anak Tercukupi

Meski memiliki keterbatasan, Khairani punya keinginan tinggi untuk menyukseskan anaknya. Sebagai tuna…

Senin, 23 April 2018 14:47

Hari Pertama Penyerahan Berkas Dukungan Calon Anggota DPD RI Asal Kalsel

Membawa tiga kotak besar, Habib Hamid Abdullah melangkah pasti ke sekretariat KPU Kalsel, Minggu (22/4)…

Senin, 23 April 2018 13:15
Dita Lestari

Hobi Bermusik, Tugas Tetap Oke

Musik is my life. Ungkapan bahasa Inggris itu pas ditujukan pada Dita Lestari. Polwan berpangkat Brigadir…

Sabtu, 21 April 2018 11:58

Jasa Ojek Online Khusus Perempuan di Banjarmasin ini Banjir Orderan

Nafisah boleh dibilang perempuan zaman now. Yang mampu mandiri mencari pendapatan sendiri. Menggunakan…

Sabtu, 21 April 2018 11:48

Norsinah, Kartini dari Pasar Harum Manis

Tahun 1987, Norsinah mengikuti tes PNS dan gagal. Toh, semangatnya mengajar tak pernah surut. Dengan…

Rabu, 18 April 2018 14:33

HEBAT, Petani di Tapin Berhasil Tanam Padi di Lahan Bekas Tambang

Lahan bekas tambang selalu menjadi permasalahan karena tak produktif.Tapi di Tapin, ada yang berhasil…

Selasa, 17 April 2018 15:17
Kisah Penyiar Cantik RTMC Polda Kalsel

Pilih Jadi Polisi Ketimbang Pramugari

Cantik, tangguh dan berdedikasi tinggi. Itu tercermin dari polwan yang satu ini. Namanya Dharma Setiawati.…

Senin, 16 April 2018 14:26

Suci Paradita Sari, Anggota Satgas Kamtib LP Teluk Dalam

Petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) tak melulu pria. Perempuan juga ada. Salah satunya, Suci Paradita…

Sabtu, 14 April 2018 11:48

Ikan Melimpah di Pesisir Pulau Laut, Tapi Nelayan tak Kunjung Kaya

Pesisir Pulau Laut memang kaya ikan. Tiga jam saja merengge, nelayan di Desa Semaras bisa menangkap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .