MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 03 Juli 2017 17:01
Meneropong Kondisi Lahan-Lahan Tambang Di Kalsel

Berani Menambang (Tak) Berani Mereklamasi

UTAMAKAN REKLAMASI: Kabupaten Balangan menjadi salah satu daerah penghasil batubara di Kalsel.

PROKAL.CO, Minimnya pengawasan pertambangan membuat banyak dampak negatif yang terjadi. Tak hanya kerusakan lingkungan, tetapi juga membuat banyak permukiman warga menjadi korban. Salah satu penyebabnya adalah banyak perusahaan yang abai dengan kewajiban reklamasi.

Camat Kintap Sutarno bukan punya firasat atas apa yang akan terjadi. Dia memang bisa melihat dengan kasat mata untuk memprediksi kejadian itu akan terjadi. Kepada Radar Banjarmasin, dia mengatakan sudah bolak-balik mendatangi perusahaan untuk mengatakan dampak lingkungan dari lubang tambang. "Saya sudah koordinasi sekitar dua bulan lalu dan berulang kali dengan perusahaan," jelasnya.

Meski demikian tak ada yang mengindahkan. Akibatnya, Minggu (18/6) sekitar pukul 16.00 wita saat hujan turun, belasan rumah di Desa Kintap Lama Kecamatan Kintap itu diterjang air tanggul yang jebol dari galian tambang CV DKJ yang tidak lagi dapat menampung air.

Ada delapan rumah yang hanyut diterjang air dan enam rumah mengalami keretakan. Sekitar 17 kepala keluarga terdampak dengan kejadian ini.

Direktur DKJ Adi Sumitro sendiri membantah perusahaannya menjadi penyebab bencana. Dia mengungkapkan, air yang menerjang rumah warga tak ada kaitannya dengan lubang tambang batubara milik mereka. Dia mengatakan sejak Maret lalu, perusahaan telah memulangkan seluruh karyawan dan menarik semua alat berat. "Jadi kami sudah mau menutup tambang itu, sehingga tidak ada lagi aktivitas," kata Adi.

Meski demikian, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel menemukan fakta sebaliknya. "Aktivitas tambang mereka sangat dekat dengan sungai, hanya sekitar 100 meter. Sehingga saat tanah dikeruk tidak bisa lagi menahan derasnya air, akhirnya jebol," kata Plt Kadis ESDM Kalsel Hanif Faisol.

Peristiwa jebolnya tanggul tambang batubara milik CV DKJ di Desa Kintap Lama, Kecamatan Kintap, Tanah Laut ini menjadi alarm banyaknya perusahaan yang tidak terlalu mengindahkan proses reklamasi dan rehabilitasi dan membahayakan lokasi sekitar.
"Lokasi mereka sangat tidak layak, dengan permukiman juga sangat dekat," tambah Hanif yang merekomendasikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) CV DKJ agar dicabut.

Meski IUP bakal dicabut, CV DKJ akan tetap diminta untuk bertanggungjawab mereklamasi lubang tambangnya yang saat ini sudah menjadi kolam. "Mungkin nanti air di kolam akan disedot, lalu dikelola sebelum dibuang ke sungai," ujarnya yang baru-baru ini telah membawa kasus ini ke ranah hukum.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sendiri dengan tegas meminta Dinas Pertambangan ESDM Kalsel untuk mendata perusahaan perusahaan tambang yang lalai dengan kewajiban reklamasi. Sahbirin mengancam akan menutup perusahaan yang mengindahkan reklamasi dan rehabilitasi.

Dia memberi contoh seperti kejadian di Kabupaten Tanah Laut lalu, dimana tanggul eks tambang mengalami longsor. Untuk itu dia meminta kepada Dinas Pertambangan dan ESDM untuk menelaahnya. Dan jika terdapat kesalahan, Sahbirin meminta untuk diproses sebagaimana mestinya.

"Kalau membahayakan kepada warga dan tidak sesuai aturan maka bisa izinnya akan dilakukan pencabutan," kata Sahbirin.

Reklamasi tambang di beberapa tempat disinyalir masih tersendat. Salah satu penyebab adalah masih minimnya daerah yang patuh untuk taat pembayaran dana reklamasi. Sesuai data dari dinas ESDM, dari total 789 perusahaan pemegang IUP di daerah ini, hanya kabupaten Banjar yang sudah seluruhnya menyerahkan dana reklamasi. Bahkan, terindikasi dari sejumlah perusahaan yang dinyatakan clean and clear, ada puluhan yang tak mengindahkan reklamasi yang sejatinya sudah menjadi tanggung jawab peruasahaan.

"Saya hanya menghimbau kepada perusahaan agar patuh kepada aturan yang sudah ditetapkan oleh pertambangan termasuk jaminan reklamsi. Jangan sampai yang dirugikan malah masyarakat," tukasnya.

Sahbirin juga meminta semua ESDM menindak perusahaan pertambangan yang sudah punya izin tambang, tapi melanggar lokasi dan pengeksplorasian.

Sektretaris Komisi III DPRD Kalsel, Riswandi menyebut, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui perusahaan tambang di Kalsel yang lalai terhadap kewajiban mereka. Hal ini karena, kewenangan pertambangan tersebut baru di provinsi yang mana sebelumnya ranahnya berada di pemerintah kabupaten dan kota.

"Mengacu UU No 23 tahun 2014 itu, Pemprov harus tegas dengan perusahaan tambang yang mengindahkan reklamasi eks tambang mereka," kata Riswandi, Minggu (2/7) kemarin.
Pihaknya sendiri berencana akan memanggil Dinas Pertambangan dan ESDM untuk rapat kerja untuk mengetahui dan mendata jumlah perusahaan tambang di Kalsel.

Khususnya yang tak melakukan reklamasi. Menurut Politikus PKS itu, setelah berpindahnya kewenangan ini, Pemprov pun bisa menata perusahaan mana saja yang benar benar patuh terhadap kewajibannya. "Bahkan, perpanjangan izin usaha pertambangan (IUP) yang sudah diserahkan ke Pemprov, bisa ditangguhkan ketika perusahaan tak melakukan kewajiban mereka," ujar Riswandi.

Total IUP di Kalsel sendiri berdasarkan data ESDM ada sebanyak 789 dan sekitar 303 perusahaan tak memenuhi syarat atau clear and clean. Melihat angka tersebut, Riswandi menegaskan setelah berpindahnya kewenangan, peran Pemprov lah untuk menata.

"Akan kita tanyakan lagi secara detail, perusahaan mana saja yang lalai. Jangan sampai terjadi lagi musibah di Kabupaten Tanah Laut belum lama tadi yang merugikan masyarakat," tambahnya.(mof/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 13:34

Pilkada Empat Kabupaten di Kalsel, Golkar Pilih Pertahana

BANJARMASIN – Menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) di empat kabupaten tahun 2018 mendatang,…

Senin, 23 Oktober 2017 13:30

Sahbirin: Kader Golkar Tak Boleh Minta Proyek Macam-Macam

BANJARMASIN – Penangkapan mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali harus dijadikan pelajaran…

Senin, 23 Oktober 2017 12:08

800 Penghapal Alquran Rumah Tahfidz se-Kalsel Diwisuda

BANJARBARU - Sebanyak 800 penghapal Alquran dari berbagai rumah tahfidz yang tersebar di Kalsel Minggu…

Senin, 23 Oktober 2017 12:03

Sedikit Lagi, Jalan ke Sungai Gampa Nyaris Rampung

BANJARMASIN – Perintisan jalan di Jalan Sungai Gampa RT 22, RW 05, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan…

Senin, 23 Oktober 2017 11:57

Ayo ke Disdukcapil Banjarmasin, 6 Ribu Blangko E-KTP Sudah Datang

BANJARMASIN – Percetakan KTP-el kembali bisa dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)…

Senin, 23 Oktober 2017 09:31

Pemkab Batola Gelar Peringatan Wafatnya Pahlawan Pangeran Antasari

MARABAHAN - Pangeran Antasari selain dikenal sebagai sosok yang berani, gigih, dan ahli strategi perang…

Senin, 23 Oktober 2017 09:24

Kadis Kesehatan Tanbu: Begini Deteksi Dini Penyakit Malaria

BATULICIN - Dinkes Tanbu bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit…

Senin, 23 Oktober 2017 09:17

Resmikan Asrama Ponpes Azzikra DDI Tanbu

BATULICIN - Yayasan DDI (Darud Da’wah Wal Irsyad) Tanah Bumbu menggelar Milad Ponpes Azzikra…

Senin, 23 Oktober 2017 09:13
Kabar Tanah Bumbu

Bupati Tanbu Lantik 50 Kepala Desa

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming melantik dan mengambil sumpah 50 kepala desa terpilih hasil…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:38

Semarak, Aceh pun Ikuti Banjarbaru Creative Expo 

BANJARBARU – Banjarbaru Creative Expo 2017 meraih sambutan positif. Pemilik stan tak hanya Urang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .